
Tak terasa waktu berjalan begitu cepatnya. Tepatnya malam ini, Darren dan Sarah akan melangsungkan pertunangan di kediaman Alexander dengan tema garden party.
Acara tersebut berlangsung secara tertutup. Hanya kerabat dan orang-orang penting saja yang bisa menghadiri pesta pertunangan tersebut.
Taman belakang di sulap menjadi indah dengan dekorasi yang begitu mewah yang dipenuhi dengan rangkaian bunga-bunga yang yang berjejer rapi, lampion dan lilin yang memancarkan cahaya penerangan di langit malam yang bertabur bintang, membuat suasana pesta menjadi lebih berwarna.
Para pelayan mulai berlalu lalang menyiapkan segala sesuatu di pesta itu, mulai dari menyajikan makanan, minuman dan segala keperluan lainnya demi berjalan nya pesta itu dengan baik.
Sementara Darren dan Fino tidak bisa berbuat apa-apa karena ibunya sudah turun tangan dan mengetahui semua perihal kejadian yang sedang terjadi akhir-akhir ini. Darren maupun Fino sudah menggunakan texudo yang senada. Mereka berdua harap cemas terhadap rencana ibunya yang menyembunyikan ziva.
Seluruh tamu undangan sudah memenuhi pesta tersebut. Rissa tampak cantik nan seksi dengan balutan gaun putih diatas lutut, dengan punggung terbuka dan terlihat pas di badan. Dan tak lupa dengan rambut yang tergerai indah dengan tambahan jepit rambut mutiara, sehingga membuat Rissa cantik memukau. Rissa melenggak-lenggok memasuki area pesta. Para tamu undangan khususnya kaum adam begitu terpesona kepada kecantikan gadis yang satu ini. Beberapa sahabatnya dari kalangan atas turut hadir di pesta itu dan tampak melambaikan tangan untuk menyuruh Rissa bergabung bersamanya.
Sedangkan Fino pun sudah berada di tengah-tengah pesta, ia terus mencari keberadaan ibunya yang sedari tadi belum terlihat batang hidungnya. Beberapa rekan bisnisnya sudah menghampirinya.
“Halo bro, bagaimana kabarmu” tanya Zayn yang merupakan rekan bisnis Darren maupun Fino.
“Baik, kau sendiri” ucap Fino.
“Aku kasihan kepadamu, adikmu lebih ahli mencari pasangan dari pada dirimu. Dia bahkan ingin bertunangan dengan sepupuku Sarah sungguh luar biasa, terus mau dikemanakan gadis yang dia bawa kabur. Apa kau tidak tahu, gadis yang dibawa kabur itu calon istriku juga diembat. Berhati-hatilah pada adikmu jangan sampai calon istrimu juga direbut olehnya” ucap Zayn sambil tersenyum sinis.
Sementara Fino sudah mengepalkan tangannya sedari tadi ingin menghajar Zayn, tapi ia urungkan niatnya karena ia tidak ingin terjadi keributan.
“Aku sudah tahu sebelumnya, lagian apa urusannya denganmu. Urus saja urusanmu, jangan sampai ucapan mu sendiri yang menghancurkan hidupmu” ucap Fino yang berhasil membungkam mulut Zayn.
Zayn tidak mampu berkata-kata, ia memang tidak mampu melawan apalagi harus menjatuhkan harga diri kakak beradik tersebut.
Tak berapa lama kemudian, Keluarga Sarah memasuki area pesta dan ikut bergabung dengan para tamu undangan. Sarah tampak cantik dengan balutan syar’i biru dongker dengan hijab senada, dan terdapat sedikit riasan diwajahnya yang membuatnya cantik natural. Rissa pun mulai menghampiri Sarah dan langsung melakukan cipika-cipiki lalu mengobrol bersama. Kemudian Fino beserta Zayn ikut bergabung dengan mereka.
“Hai nona Rissa” ucap Zayn dan langsung bersalaman dengan Rissa sambil mencium punggung tangan Rissa dengan mesra. Sementara Rissa tampak tidak suka dengan perilaku Zayn yang begitu jelas mengeluarkan kelakuan buayanya kepada seorang gadis.
Lalu Zayn pun tersenyum hangat kepada Sarah.
“Kau terlihat cantik malam ini sar, semoga pertunangan mu berjalan lancar” ucap Zayn sambil memukul pundak Sarah.
“Terima kasih kak Zayn, maaf aku dan ibuku tidak sempat hadir di acara pernikahanmu” ucap Sarah.
“Tidak masalah, lagian acaranya batal” ucap Zayn dengan sedikit senyuman yang sedari tadi menatap Rissa dengan penuh nafsu.
“Jangan berkecil hati kak Zayn, mungkin belum jodoh”ucap Sarah.
Sedangkan Fino hanya memikirkan Ziva yang selalu terlintas dipikirannya.
“Kak Fino aku haus, tolong dong ambilin aku minum”ucap Rissa manja sambil memegang lengan Fino.
“Sana ambil sendiri, jangan bersikap manja”.
“Iih kak Fino”.
“Biar aku saja, lagian aku juga haus”.
Tak berapa lama kemudian Zayn membawa 2 minuman berwarna merah dan mencari keberadaan Rissa.
“Kemana perginya Rissa”.
Sarah hanya menggoyangkan bahunya bahwa ia tidak tahu dan para sahabatnya mulai bermunculan menghampiri Sarah.
“Ya sudah buat kau saja” ucap Zayn lalu meninggalkan Sarah.
Sementara di kamar Nyonya Ratu….
Para pelayan mulai membawa Ziva menghadap kepada nyonya Ratu. Karena seminggu lebih nyonya Ratu menyembunyikan Ziva di Favilium yang bertempat di belakang mes para pelayan. Ziva masih syok mendengar kebenaran bahwa Fino kakak beradik dengan lelaki yang dibencinya.
Sedari tadi nyonya Ratu mengintimidasi Ziva dan ingin mendengar secara langsung penjelasan Ziva tentang hubungan gadis ini dengan kedua putranya.
“Apa kau sudah menikah dengan Darren”. Ucap Nyonya Ratu dengan tatapan tajam.
__ADS_1
“Saya tidak tahu nyonya, apakah dia menikahi ku secara agama atau tidak hanya Tuhan yang tahu. Karena saya tidak menyaksikannya secara langsung. Tapi tuan Alexander selalu menganggap ku sebagai istrinya.
“Apa kau menyukai salah satu putraku”.
“Tidak nyonya, saya tidak menyukai keduanya”.
“Baguslah jika seperti itu, berarti pernikahanmu belum diyakini keabsahannya karena putrakulah yang membuat rencana dan siasat licik kepadamu”ucap Nyonya Ratu sambil menghembuskan napas secara kasar.
Sementara Ziva hanya mampu menunduk dan menjawab secara jujur rangkaian pertanyaan yang diucapkan nyonya Ratu.
“Kau tahu sendiri putraku Darren akan bertunangan malam ini dengan gadis pilihanku. Jika berkenaan mauka kau menerima tawaranku untuk bertunangan dengan putraku Fino juga. Apa kau tidak tahu Fino sudah memberitahuku bahwa dia sangat mencintaimu dan beberapa tempo hari ia bahkan mengajakmu menikah dengannya kan. Kau sepertinya gadis yang baik dan sholeha dilihat dari penampilanmu. Apa aku salah jika seorang ibu menginginkan putranya menikah dengan gadis yang baik dan mampu merubah perilaku putraku ” ucap Nyonya Ratu sambil tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.
“Kau salah satu gadis investor di perusahaan Alexander Group dan yang perlu kau tahu, pada saat aku pertama kali melihatmu di acara itu, aku bahkan sudah berdoa kepada Allah semoga salah satu putraku berjodoh denganmu. Dan lihatlah rencana Tuhan tidak pernah salah” ucap Nyonya Ratu dengan ingatannya yang cukup tajam mampu mengenali gadis bercadar itu.
Sementara di depan pintu kamar nyonya Ratu, seorang gadis tidak sengaja mendengarkan pembicaraan mereka dan hatinya begitu hancur bahkan wajahnya memancarkan amarah sambil menggepalkan tangannya. Ternyata bibinya tidak mendukungnya untuk menikah dengan Fino.
“Saya tid…”.
“Jangan pernah menolak tawaranku” potong nyonya Ratu.
Ziva semakin terdiam dan mengapa dirinya harus terperangkap di dalam keluarga Alexander. Apa inikah jalan Allah yang sudah digariskan untuknya.
“Pelayan, cepat bantu Zivanna untuk bersiap. Sebentar lagi acara pertunangan mereka akan berlangsung.
“Baik Nyonya”.
Ziva tidak mampu berkata-kata, ia hanya pasrah kepada Tuhan. Lalu para pelayan mulai membawa ziva ke kamar sebelah yang sudah disiapkan sebelumnya khusus untuknya.
Sementara nyonya Ratu keluar dari kamarnya dengan balutan baju model kebaya berwarna peach dengan sanggul cepol dan tak lupa mengenakan selendang untuk menutupi kepalanya dengan model emak petinggi Negara. Lalu ia pun berjalan menuju lift bersama kedua pelayannya.
Ziva baru saja selesai bersiap dibantu dengan kedua pelayan dengan balutan baju syar’i berwarna peach yang senada dengan hijab+cadarnya. Kemudian para pelayan membawa Ziva ke taman belakang dimana acara itu sedang berlangsung. Rissa sedari tadi mengendap-endap mengikuti Ziva dari belakang.
“Aku tidak akan membiarkanmu bertunangan dengan kak Fino” gumam Rissa sambil tersenyum sinis.
Ziva begitu gugup, karena banyaknya para tamu undangan. Ia berjalan dengan santai dengan pandangan lurus kedepan dan tak sengaja penglihatannya tertuju pada lelaki yang sedang dikelilingi para wanita.
Lalu Ziva diarahkan duduk di sebuah kursi khusus keluarga Alexander. Ziva duduk di kursi itu dengan tenang dan tak sengaja pendengarannya tidak asing dengan suara seorang gadis yang tertawa bahagia.
Ziva mengedarkan pandangannya ke sumber suara itu dan betapa bahagianya ia saat melihat sahabatnya yang ia cari selama ini berada di samping nya.
"Sarah" ucap Ziva dengan mata berbinar.
Sementara Sarah sedang bercanda dengan sahabatnya. Lalu Ziva bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Sarah dengan bahagianya.
Sarah tampak terdiam dengan aksi gadis bercadar yang menyelonong memeluknya.
"Sarah aku merindukanmu, kemana saja kau selama ini. Bahkan aku menyuruh kakekku untuk menyuruh orang untuk mencari mu. Tidak hanya itu Raihan selalu menanyakan kabar tentang mu" ucap Ziva panjang lebar.
"Maaf anda salah orang, aku tidak mengenal mu" elak Sarah sambil melepaskan pelukannya.
"Aku Zivanna sahabat mu, apa kau tidak ingat kita sering mengendarai motor trail bersama" ucap Ziva yang meyakinkan Sarah sambil memegang kedua pundak Sarah.
"Maaf aku tidak memiliki seorang sahabat bernama Zivanna" dusta Sarah.
Kau bukan sahabat ku lagi Ziva, bahkan kau memihak kepada Raihan lelaki kurang ajar itu. Kau bahkan menjadi saingan bisnisku di negara C. Gara-gara restoran Ziva food, restoran ku jadi bangkrut di negara C. Sekarang aku bukan lah Sarah yang dulu. Batin Sarah yang kembali mengingat beberapa tahun lalu.
Flashback
Semenjak kuliah di negara A Setiap libur semester, Sarah akan mengunjungi negara C. Namun ia tidak ingin diketahui oleh teman semasa SMA nya, sehingga Sarah melakukan penyamaran. Bahkan ia tidak ingin bertemu kembali dengan teman SMA nya termasuk sahabatnya Ziva.
Sarah sangat bersyukur bisa membangun sebuah restoran di negara C. Hanya berkisar satu tahun, restorannya mulai berkembang dan membuka 3 cabang di negara itu. Sarah bersyukur masih bisa memantau jarak jauh bisnisnya sambil melanjutkan pendidikannya.
Namun seiring berjalannya waktu, banyaknya saingan bisnis kuliner membuat restoran nya sepi pengunjung. Salah satu saingannya adalah restoran Ziva food dan usut punya usut ia menyelidiki restoran itu dan betapa terkejutnya ia mendapati bahwa Zivanna owner dari restoran itu, dan iapun menyaksikan sendiri Raihan dan Ziva bekerja sama membangun restoran Ziva food.
"Kau bukan lagi sahabat ku Ziva" ucap Sarah marah yang berada di dalam mobilnya. Lalu iapun berkendara meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Flashback off
"Anda salah orang nona" ucap Sarah mengejek.
"Aku tidak salah orang, kau itu sahabat ku" kekeh Ziva.
"Hei jangan ngaku-ngaku kamu, dilihat dari penampilanmu kau gadis aneh. Pergi" ucap sahabat Sarah sambil mendorong Ziva hingga terjungkal ke belakang.
Perasaan Ziva begitu sesek mendengar penuturan sahabatnya. Mengapa orang yang disayanginya selalu saja pergi meninggalkan nya.
Ziva pun mulai berjalan mundur lalu ia berlari menuju toilet. Dalam toilet ia hanya menyalakan kran air sambil menatap dirinya di pantulan cermin.
Sementara Darren baru saja masuk di pesta itu. Silih berganti para gadis terpesona dengan ketampanan Darren. Sarah hanya mampu menundukkan pandangannya, karena para sahabat yang mengelilinginya terus saja menggodanya.
Nyonya ratu begitu bahagia, ia lalu berbisik kepada para penyelenggara pesta untuk segera melakukan pertukaran cincin.
MC acara mulai membuka acara itu dan mempersilahkan Darren beserta Sarah untuk naik ke podium.
Para pelayan sudah menyiapkan cincin untuk mereka.
"Baiklah acara selanjutnya pertukaran cincin, kepada tuan Darren Alexander Tiger untuk memasangkan cincin di jari manis nona Sarah Serani.
Sedangkan Darren masih saja terdiam.
"Tuan Darren mohon untuk pemasangan cincin di jari manis nona Sarah" ucap MC itu.
Sementara Ziva kembali berjalan menuju kursinya. Namun baru beberapa langkah, Rissa dengan liciknya menghadang kaki Ziva hingga membuat Ziva terjatuh dan ia kembali menumpahkan minuman ke hijab Ziva.
"Sorry aku tidak sengaja" ucap Rissa yang tersenyum kemenangan.
Membuat Ziva marah karena hijab dan bajunya menjadi kotor.
Ziva pun mulai bangkit dan menatap tajam Rissa.
"Anda sengaja kan membuat saya terjatuh" ucap Ziva kesal.
Dan para tamu menjadi fokus melihat mereka berdebat tanpa melihat area podium.
"Iya emang nya kenapa, kau itu gadis aneh dan sepertinya kau menyembunyikan wajah jelek mu dengan kain itu. Ingat baik-baik aku tidak akan membiarkan kau bertunangan dengan kak Fino, ini masih belum seberapa" ucap Rissa dengan ancamannya yang berbisik di telinga Ziva.
"Jadi masalah itu nona, sampai kau membuat ku terjatuh. Tapi sayangnya, kau tidak bisa berbuat apa-apa karena sebentar lagi aku akan bertunangan dengan Fino" balas Ziva.
"Aku Rissa tidak akan kalah dengan gadis seperti mu" ucap Rissa yang terprovokasi dengan ucapan Ziva. Lalu iapun mulai melayangkan tangannya untuk menampar Ziva, namun dengan sigap Ziva menangkis tangan Rissa.
Lalu para sahabat Rissa mulai membantu Rissa. Mereka mulai menangkap Ziva dari belakang. Ziva pun mulai melakukan perlawanan ia menarik rambut panjang sahabat Rissa. Sementara Rissa dan ketiga sahabatnya mulai melakukan pengeroyokan. Rissa terus menarik hijab belakang Ziva hingga membuat Ziva tercekik. Dan yang lainnya memelintir tangan Ziva.
Sementara para tamu undangan tidak berani ikut campur dengan urusan mereka.
Darren yang memegang sebuah cincin berlian mulai tak sengaja mengedarkan pandangannya ke arah ibunya. Namun matanya malah tertuju pada gadis yang melakukan perkelahian dan hal yang pertama ia lihat si gadis buruk rupa yang sedang di keroyok oleh para sahabat Rissa.
Darren lalu membuang cincin yang dipegangnya dan berlari turun menghampiri Ziva. Pihak keluarga mereka mengikuti langkah Darren.
"Berhenti" Teriak Darren.
Tapi Rissa beserta sahabatnya tidak ingin berhenti. Ziva pun memberontak dan membuat kedua sahabat Rissa terjatuh dan yang satunya mulai melepaskan pelukannya dari Ziva.
Ziva pun mulai terbatuk-batuk karena ia tidak bisa bernapas. Lalu Rissa kembali mendekat dan ingin kembali menampar Ziva, namun Darren dengan cepat menghentikan aksinya.
Darren mencengkeram kuat tangan Rissa hingga membuat Rissa kesakitan.
"Beraninya kau menyakiti istri ku" bentak Darren dengan wajah yang sulit diartikan. Lalu menghempaskan tangan Rissa dengan kasar.
"Dia Istriku, aku tidak akan mengampuni kalian" ucap Darren dingin sambil menggema erat tangan Ziva.
Semua orang saling diam. Dan mereka tidak menyangka bahwa Darren sudah menikah. Sementara nyonya Ratu hanya mampu tersenyum.
__ADS_1
Kemudian ia mengangkat tubuh Ziva dan mengendongnya keluar dari kerumunan para tamu undangan.
Bersambung.....