
Ziva tampak rapi dengan baju kemeja putih di padukan jaket kulit hitam dengan bawahan celana berbahan jeans longgar, dan tidak lengkap hijab plus cadar yang selalu ia kenakan bila berada di luar rumah.
Kemudian Ziva buru-buru menuruni anak tangga.
Saat tiba di lantai dasar. Ziva mampu melihat kakeknya sedang menunggu kedatangannya.
Kemudian Ziva langsung menghampiri kakeknya dan ingin berpamitan.
"Lebih baik kau di rumah saja nak" ucap tuan Harris yang terlihat serius.
"Tidak kek, Ziva harus pergi ke kantor" ucap Ziva yang ngotot.
"Ziva pergi dulu kek"ucap Ziva yang tidak mau mendengarkan ucapan sang kakek dan terus saja berjalan menuju pintu keluar.
"Berhenti!, jangan berani tinggalkan rumah ini atau nyawa kakek yang menjadi taruhannya"ucap tuan Harris tegas.
Seketika itu Ziva menghentikan langkahnya dan berbalik badan. Lalu kembali menghampiri kakeknya.
"Memang kenapa kek, Ziva ingin menyelesaikan masalah perusahaan kita"ucap Ziva dengan bantahannya.
"Itu berbahaya!, lebih baik kau tinggal di rumah saja, kakek punya firasat buruk dan kakek tidak ingin kau terluka" bentak tuan Harris.
"Ziva bisa jaga diri kek" ucap Ziva yang tetap saja kekeh ingin ke perusahaannya.
"Apa kamu bilang, jaga diri!, kau bahkan hampir di lecehkan oleh pimpinan perusahaan Alexander Group" bentak tuan Harris dengan emosi yang meledak-ledak.
Seketika itu Ziva terdiam.
Sementara Maria dan pelayan di rumah itu sudah masuk di persembunyian nya, sejak mendengar perdebatan majikan mereka.
Kemudian tuan Harris melanjutkan ucapannya dengan menurunkan emosinya.
"Gamal yang memberi tahu kakek"ucap tuan Harris dengan suara seraknya.
Tak terasa air mata Ziva berhasil lolos mengenai pipinya, ia tidak menyangka kakeknya membentaknya seperti ini.
Sambil menghapus air matanya Ziva kemudian berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Sementara tuan Harris baru menyesali perbuatannya, bahwa ia telah membentak cucunya. Dengan tertatih tuan Harris berjalan di sofa ruang tamu.
Tak berapa lama kemudian, Baron dan Jonoh menghampiri tuan Harris. Mereka mendapat informasi dari Gamal bahwa perusahaan ZD Group mendapat masalah. Dan tuan Harris menyuruh mereka untuk berjaga di perusahaan ZD Group.
__ADS_1
"Tuan besar, kami sudah mengumpulkan beberapa bodyguard untuk berjaga-jaga di perusahaan anda" ucap Baron.
"Baguslah, jaga diri kalian dengan baik" ucap tuan Harris pada mereka.
"Siap tuan, kalau begitu kami berangkat dulu" ucap Baron.
"Hemm"
Lalu Baron, Jonoh beserta bodyguard tuan Harris dengan cepat meluncur menuju perusahaan ZD Group.
Sementara Ziva membuka jaketnya dan melemparnya ke sembarang arah, tidak hanya itu ia juga melepaskan hijab dan cadarnya. Kemudian melangkahkan kakinya menuju toilet.
Ziva kemudian merendam tubuhnya di dalam bathtub tanpa melepas pakaian yang ia kenakan dan mulai menangis sejadi-jadinya.
🍁🍁🍁🍁
Sementara di perusahaan ZD Group Gamal sudah bergabung dengan para IT perusahaan ZD Group. Mereka bekerja keras agar data-data perusahaan tidak di retas secara keseluruhan. Sebaik-baiknya sistem keamanan data perusahaan tetap saja memiliki kelemahan, sehingga security/ keamanan data yang perlu diperkuat.
Para penjaga perusahaan ZD Group tampak mondar-mandir berjaga-jaga.
Tak berapa lama kemudian 3 mini bus berhenti di depan perusahaan ZD Group. Kemudian turun lah rombongan lelaki berbaju hitam mengenakan tutup kepala berhambur masuk di perusahaan tersebut yang tak lain adalah anggota The Tiger.
Sementara sang penjaga dengan cepat menghentikan mereka.
Sementara lelaki berbaju hitam tersebut menginstruksikan kepada temannya untuk cepat bekerja.
Tanpa menjawab mereka menembak penjaga tersebut.
Dor
Satu peluru berhasil melumpuhkan penjaga tersebut.
Kemudian beberapa penjaga mulai melakukan perlawanan terhadap mereka. Dan salah satu penjaga perusahaan ZD Group berupaya menyalakan alarm perusahaan.
Tidak hanya itu, beberapa lelaki berbaju hitam mulai memasuki perusahaan dengan membawa bahan bakar minyak untuk membakar perusahaan tersebut. Kemudian mereka berpencar lalu menghancurkan sambungan listrik. Sehingga perusahaan tersebut tampak gelap gulita.
Sementara Gamal beserta para ahli IT begitu kaget, mendengar alarm perusahaan dan tidak lama kemudian listrik pun padam.
"Apa yang terjadi tuan" ucap ahli IT tersebut.
"Saya juga kurang tau, sepertinya ada perampok" ucap Gamal kemudian menyalakan lampu dari balik ponselnya.
__ADS_1
"Lebih baik kita tinggalkan perusahaan ini"timpal ahli IT tersebut.
"Baiklah, bawa hal yang berharga" ucap Gamal.
Lalu mereka menuruni anak tangga yang lumayan menguras tenaga karena mereka berada di lantai 10, apalagi hanya mengenakan semaran cahaya dari balik ponselnya. Lengkap sudah penderitaan mereka.
Sementara Baron, Jonoh beserta beberapa bodyguard baru sampai di perusahaan ZD Group begitu kaget melihat para penjaga perusahaan sudah berjatuhan.
"Apa yang sedang terjadi" ucap Baron.
Lalu Mereka pun mencium bau bensin yang cukup menyengat.
"Seperti nya perusahaan kita sedang di rampok" ucap Jonoh lalu berlari memasuki perusahaan.
Saat Jonoh memasuki perusahaan, salah satu rombongan berbaju hitam mulai menyalakan percikan api.
"Hei berhenti" teriak Jonoh dan mengejar mereka.
Dengan cerdiknya rombongan berbaju hitam tersebut keluar dan masuk ke dalam mini bus mereka masing-masing.
Lalu api pun berkobar dengan hebatnya.
"Sial, mereka sudah pergi" ucap Jonoh.
Sementara Baron menghubungi pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran untuk mengamankan lokasi tersebut.
Gamal dan ahli IT dengan cepat berlari menuruni anak tangga karena asap hitam sudah memenuhi di setiap ruangan.
Tak berapa lama kemudian sebuah ledakan yang cukup besar terjadi di perusahaan tersebut. Dan untungnya Gamal beserta ahli IT berhasil keluar.
Api pun berkobar di setiap penjuru perusahaan.
Sementara pihak kepolisian dan para petugas pemadam kebakaran baru saja tiba di lokasi tersebut.
Lalu pihak kepolisian mulai memberi tanda garis polisi.
Sementara petugas pemadam kebakaran mulai menjalankan tugasnya.
Sedangkan seluruh anak buah tuan Harris begitu sedih menyaksikan perusahaan ZD Group hancur seketika.
Bersambung.......
__ADS_1
Maaf ya bila alurnya tidak sesuai 🙏