Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Tidak asing


__ADS_3

Kehadiran Ziva di keluarga Damanik membuat perubahan yang sangat besar dan memberikan kedamaian bagi keluarganya. Tuan Alvin mulai taat beribadah dan belajar banyak tentang ajaran agama Islam yang dianutnya. Dan dengan perlahan tuan Alvin mulai keluar dari dunia hitamnya.


Beberapa bisnis ilegal yang ia jalankan mulai di tinggalkan. Tuan Alvin pun melepaskan jabatannya sebagai ketua mafia The Tiger. Tidak hanya itu, istrinya pun mendapatkan hidayah, sehingga saat ini nyonya Ira sudah menutup aurat.


Sudah sebulan Ziva tinggal bersama keluarganya. Hanya makan tidur yang selalu ia lakukan. Karena kedua orang tuanya over protective. Jangan kerjakan itu, kau tidak boleh lelah, dilarang keluar rumah tanpa adanya pengawalan dan masih banyak lainnya yang membuat Ziva bosan tinggal di rumah.


Seperti saat ini, Ziva kembali melakukan perdebatan kecil dengan ayahnya di taman belakang. Karena kebetulan tuan Alvin tidak ke kantor.


"Ayah melarang mu memegang benda itu" ucap tuan Alvin yang melihat Ziva memegang gunting rumput.


"Ayah aku ingin memangkas tanaman ini" ucap Ziva dan kekeh dengan pendiriannya.


"Biar tukang kebun yang mengerjakan nak" ucap tuan Alvin, lalu mengambil gunting rumput dari tangan sang putri dan menaruhnya di tempat semula.


"Lebih baik kau duduk dulu" ucap tuan Alvin lalu menuntun putrinya untuk duduk di kursi taman.


Ziva pun hanya mampu menurut. Dan mereka duduk bersama menikmati keindahan taman itu.


"Bagaimana bisa jari mungil ini bisa menghajar para penjahat" ucap tuan Alvin sambil tersenyum melihat jari-jari putrinya.


"Ayah, kakek yang mengajarkan aku untuk menjadi gadis yang hebat. Kakek menyewa master beladiri untuk mengajariku tentang teknik beladiri. Agar aku bisa jaga diri" ucap Ziva yang tersenyum di balik cadarnya.


"Ayah sangat bangga kepada mu nak" ucap tuan Alvin lalu memeluk putrinya.


Ziva pun sangat bersyukur kepada Tuhan karena kedua orang tuanya sangat menyayangi nya.


Tiba-tiba saja Kepala pelayan wanita menghampirinya.


"Tuan Alvin, di luar ada dua wanita yang ingin bekerja di mansion tuan" ucap kepala pelayan wanita itu.


"Apa kau sudah mengintrogasi nya Hana" tanya tuan Alvin tegas.


"Sudah tuan, mereka tidak mencurigakan. Dan salah satu dari mereka janda beranak dua" ucap Hana.


"Kalau begitu terima saja, jika memang mereka ingin bekerja di mansion ini" ucap tuan Harris.


"Baiklah tuan, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Hana yang undur diri.


Tak berapa lama kemudian Hana beserta dua wanita yang berpenampilan seperti Ziva berjalan ke area taman untuk menemui tuan Alvin.


Sementara Ziva dan tuan Alvin sedang bercanda gurau.


"Maaf menggangu tuan Alvin. Merekalah yang akan bekerja di mansion tuan" ucap Hana.


Ziva pun merasa aneh dengan mereka berdua karena berpenampilan seperti dirinya.

__ADS_1


Ziva pun menatap mereka satu persatu dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kemudian Ziva kembali menatap wanita yang satu dan tiba-tiba pandangan mata mereka bertemu. Beberapa detik Ziva dan Wanita itu saling tatap, namun lama-kelamaan wanita itu jadi gelagapan lalu menunduk layaknya tertangkap basah.


Sepertinya aku tidak asing dengan manik mata itu. Batin Ziva.


"Ya sudah lebih baik kau urus saja Hana" ucap tuan Alvin.


Lalu Hana membawa kedua wanita itu ke sebuah bangunan lantai dua yang mirip dengan rumah kos-kosan yang dikhususkan untuk para pekerja di mansion tuan Alvin.


"Ini kunci kamar kalian berdua" ucap Hana lalu memberikan kepada mereka.


"Terima kasih" ucap mereka kompak.


"Tunggu aku lupa dengan nama kalian" ucap Hana.


"Rosalinda"


"Dara"


"Beristirahatlah, nanti malam saya akan memberikan jadwal untuk kalian tentang pekerjaan apa yang akan kalian lakukan" ucap Hana lalu meninggalkan mereka berdua.


Mereka pun masuk di kamar mereka masing-masing lalu menyimpan tasnya di atas tempat tidur. Wanita itu, mengamati kamar yang akan ia tempati. Tak berapa lama, teman satunya pun masuk di kamar yang bernama Dara lalu menguncinya dari dalam.


Kemudian mereka membuka secara paksa hijab+cadarnya dan membuangnya ke sembarang arah.


"Ini jalan satu-satunya tuan Darren. Agar kita bisa menghabisi mereka" ucap seorang wanita cantik yang bernama samaran Rosalinda.


"Aku tidak sabar, ingin menghancurkan keluarga Damanik" ucap Darren sambil tersenyum sinis.


"Jadi kumohon, tuan harus berpenampilan seperti ini, agar rencana kita tidak diketahui" ucap Milan.


Rupanya Darren dan anak buahnya sedang melakukan penyamaran di mansion tuan Alvin.


Wanita yang bersama Darren adalah wanita yang dulunya membuat Ziva pingsan.


"Lebih baik tuan istirahat saja" ucap Milan.


Lalu memakai kembali hijabnya dan keluar dari kamar tuannya. Kemudian Darren mengunci pintu kamarnya dan berjalan menuju toilet untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Setelah selesai, iapun memakai pakaian santainya. Lalu mengistirahatkan tubuhnya di atas tempat tidur yang hanya cukup untuk satu orang.


Malam harinya.......


Ziva beserta keluarganya sedang menikmati makan malam bersama. Setelah itu, mereka kembali ke ruang keluarga untuk mengobrol bersama.


"Tadi Riko membawa sebuah box untukmu nak" ucap tuan Alvin.

__ADS_1


"Terus dimana box nya ayah" ucap Ziva yang mencari box yang di maksud ayahnya.


Tak berapa lama kemudian, Hana membawa box yang di maksud tuan Alvin lalu memberikan kepada Ziva.


Ziva bersemangat membuka box tersebut. Dan betapa bahagianya ia melihat tas ransel yang pernah ia lupakan saat kejadian beberapa bulan terakhir.


Ziva lalu membuka isi tasnya dan betapa bahagianya ia melihat dompet miliknya yang terdapat kartu identitasnya dan beberapa kartu atm-nya. Ziva kembali mencari ponselnya tapi tidak ada dalam tasnya.


"Siapa yang menemukan semua ini ayah" tanya Ziva dengan mata yang berbinar.


"Riko yang membawanya. Katanya tangan kanan kakekmu yang mengirimnya ke mari" ucap tuan Alvin.


"Gamal yang menemukan tas cucuku" timpal tuan Harris.


"Aku sangat berterima kasih kepada pak Gamal. Cuman aku tidak tahu di mana ponselku terjatuh ya. Aku pikir di dalam tas ini, namun tidak ada. Aku tidak bisa lagi melihat baby Key di ponselku. Padahal aku sangat rindu kepada ponakanku" ucap Ziva yang kembali merindukan baby Key.


"Siapa baby Key" tanya nyonya Ira yang sudah bergabung dengan mereka.


"Ponakanku bunda, anak kak Donna dengan pak Gamal orang kepercayaan kakek. Aku menganggapnya sebagai anakku dan ibu kedua baby Key " jawab Ziva panjang lebar.


"Kau ini ada-ada saja. Lain kali kita ajak mereka untuk ke mansion kita" ucap nyonya Ira sambil tersenyum.


"Lain kali juga kamu akan menjadi seorang ibu. Dan mulai sekarang kakek akan mencarikan jodoh untuk cucuku" timpal tuan Harris yang mulai menggoda cucunya.


"Kakek" ucap Ziva cemberut.


Sementara kedua orang tuanya hanya mampu tersenyum dan mulai memojokkan nya. Ziva pun merasa tidak nyaman berada di tempat itu. Dengan seribu langkah, Ziva mulai meninggalkan mereka dan memilih ke taman belakang.


Kini Ziva sudah berada di taman, sambil duduk di kursi menatap langit malam yang begitu indah.


"Kenapa membicarakan jodoh dan pernikahan sih. Aku merasa tidak nyaman situasi seperti itu" ucap Ziva.


"Tadinya aku ingin meminta ijin kepada ayah untuk kembali mengajar di kampus" gumam Ziva sendu sambil melihat di sekeliling nya.


"Aku jadi ingin berenang" ucap Ziva yang melihat area kolam renang.


Kemudian Ziva berjalan ke pinggir kolam renang lalu duduk di pinggir kolam sambil masukkan kakinya ke dalam air.


Tanpa pikir panjang Ziva lalu menceburkan dirinya ke dalam kolam. Dan mulai berenang kesana-kemari dengan sangat senang sampai-sampai tidak melepaskan hijab-cadarnya saking inginnya berenang.


Sementara sepasang mata sedang mengawasinya di balik pohon.


Bersambung.....


Mohon maaf bila alurnya tidak sesuai 🙏

__ADS_1


__ADS_2