
Semaran cahaya lampu yang cukup remang menghiasi ruangan ketua Mafia The Tiger.
Darren menyandarkan kepalanya di bahu kursi kebesarannya. Hanya beberapa jam ia mampu menghancurkan perusahaan ZD Group.
Tidak hanya itu sudah banyak perusahaan yang bernasib sama dengan perusahaan ZD Group.
Cklek
Pintu ruangan terbuka lalu dengan cepat Rey masuk di ruangan khusus ketuanya.
"Anggota The Tiger sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Kini perusahaan ZD Group telah hancur" ucap Rey yang melapor.
"Aku sudah tahu, buatkan mereka pesta atas keberhasilannya" ucap Darren dingin sambil memainkan ponselnya.
"Bain tuan" ucap Rey lalu undur diri.
"Hemm"
Setelah kepergian Rey, tampak Darren tertawa begitu lepasnya sampai-sampai matanya berkaca-kaca.
Lalu Rey menginformasikan seluruh anggota The Tiger untuk mengadakan pesta atas keberhasilan mereka di club malam milik ketuanya.
ππππ
Sementara di perusahaan ZD Group api mulai berkobar begitu hebatnya. Bahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran kewalahan untuk memadamkan api yang mulai menjalar kemana-mana.
Seluruh Media massa bertebaran meliput berita terkait kebakaran yang terjadi di perusahaan ZD Group.Dan untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Apa kalian sudah menghubungi tuan Harris ?" tanya Gamal yang sudah bergabung dengan anak buah tuan Harris.
"Belum pak Gamal" ucap Jonoh sedih.
"Kalau begitu biar saya yang menghubungi tuan Harris" ucap Gamal.
Kemudian berjalan menjauh dari mereka.
Sedangkan tuan Harris yang masih merenungi kesalahannya masih berada di kursi ruang kerjanya.
Tiba-tiba saja bunyi dering ponselnya dibalik saku celananya. Lalu dengan cepat mengeluarkan ponselnya dan dilayar ponselnya sudah tertera nama Gamal, dengan cepat menggeser ikon berwarna hijau.
"Halo" ucap tuan Harris dengan suara beratnya.
"Halo tuan Harris" ucap Gamal takut.
"Iya ada apa, cepat katakan"ucap tuan Harris.
"Begini tuan, perusahaan ZD Group mengalami musibah. Ada pihak yang sengaja membakar perusahaan anda" ucap Gamal dengan hati-hati.
Sementara tuan Harris hanya diam mendengar kabar mengenai perusahaan nya. Bahkan ia tidak mampu berkata-kata.
Inalillahi, ya Allah cobaan apa lagi yang kau berikan untuk hambamu. Batin tuan Harris.
Sementara Ziva yang baru saja ingin mengetuk pintu ruang itu, mengurungkan niatnya. Karena mendengar pembicaraan kakeknya dengan seseorang. Dan betapa terkejutnya Ziva saat mendengar pembicaraan mereka tentang perusahaan ZD Group yang mengalami musibah kebakaran.
Dengan cepat Ziva mendobrak pintu ruangan itu dan berlari masuk menghampiri kakeknya.
"Tuan, apa anda baik-baik saja" ucap Gamal yang khawatir.
Ziva melihat ponsel kakeknya tergeletak di lantai sementara tuan Harris memegangi dadanya yang kesakitan mendengar kabar tersebut.
"Kakek!,"teriak Ziva saat tubuh tuan Harris mulai terjatuh di lantai.
__ADS_1
Dengan cepat Ziva menopang tubuh kakeknya.
"Kakek, kakek bangunlah" ucap Ziva yang sudah dipenuhi air mata.
"Tolong, mbok, pelayan" teriak Ziva yang meminta tolong.
Sementara Gamal tidak memutuskan sambungan telepon nya, sehingga dapat mendengar suara Ziva yang sedang meminta tolong dibalik ponselnya.
Apa yang terjadi, semoga tuan Harris baik-baik saja. Batin Gamal.
Seketika itu, seluruh pelayan rumah itu panik dan menghampiri Ziva.
Sementara Gamal tidak memutuskan sambungan telepon nya, masih bisa mendengar suara Ziva yang meminta tolong dibalik ponselnya.
"Tuan Harris kenapa non" ucap Maria yang ikut panik.
"Kita harus ke rumah sakit, cepat bantu saya" ucap Ziva panik dengan mata memerah.
Lalu mereka membopong tubuh tuan Harris menuju mobil.
Saat berada di dalam mobil Ziva duduk di kursi penumpang sambil memangku tubuh kakeknya. Sedangkan kedua pelayan Ziva duduk di kursi samping kemudi. Sementara Maria duduk di kursi kemudi yang akan mengendarai mobil tersebut menuju rumah sakit.
Saat Maria menyalakan mesin mobil tersebut, tiba-tiba saja tuan Harris sadar dan terbatuk-batuk.
"Kakek" ucap Ziva yang terlihat khawatir.
"Kalian mau membawa saya kemana?" tanya tuan Harris pada mereka.
"Kami akan membawa tuan besar ke rumah sakit" jawab Maria.
"Iya kek, kakek perlu mendapatkan perawatan medis di rumah sakit" timpal Ziva.
"Tidak perlu, saya baik-baik saja" ucap tuan Harris kemudian menggeser tubuhnya dan duduk di samping cucunya.
"Tidak perlu" potong tuan Harris.
Lalu membuka pintu mobil kemudian turun dari mobil dengan tubuh lemas. Tidak hanya itu, dengan tertatih tuan Harris berjalan masuk ke dalam rumah.
Sementara Ziva dengan cepat turun dari mobil, lalu memapah sang kakek menuju kamarnya untuk beristirahat.
Saat tiba di kamar kakeknya, kemudian Ziva membantu kakeknya untuk istirahat.
Lalu Ziva menghubungi dokter Rudi tanpa menunggu persetujuan sang kakek.
Tak berapa lama kemudian dokter Rudi pun tiba dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan tuan Harris.
"Siapa yang menyuruhmu datang ke sini?" tanya tuan Harris pada dokter Rudi yang sedang memeriksa nya.
"Cucu anda tuan"jawab dokter Rudi sambil memeriksa tuan Harris melalui stetoskop nya.
"Eeh tekanan darah tuan naik, sehingga membuat tubuh tuan menjadi drop"ucap dokter Rudi yang mendiagnosis pasiennya. " Apa yang anda rasakan saat ini?"tanya dokter Rudi.
"Dada saya sakit dok, dan jantung saya memompa begitu cepat"ucap tuan Harris.
"Apa tuan banyak masalah dan stress?"tanya dokter Rudi.
"Iya dok, saya sedang mendapat musibah" jawab tuan Harris sekenanya.
"Hem, itulah penyebabnya tuan drop, dan saya turut prihatin atas musibah yang menimpa tuan" ucap dokter Rudi lalu membereskan alat medisnya. "Kalau begitu saya permisi dulu tuan" ucap dokter Rudi lalu memberikan resep obat tersebut kepada Ziva.
"Terima kasih dok" ucap tuan Harris lemas.
__ADS_1
Lalu Ziva mengantar dokter Rudi ke pintu luar.
"Terima kasih dok" ucap Ziva.
Dokter Rudi hanya tersenyum sebagai jawaban nya lalu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kediaman tuan Harris.
Kini Ziva sudah berada di kamar kakeknya, sambil memijat kaki sang kakek, tak henti-hentinya air mata Ziva menetes dengan sendirinya.
Tak berapa lama kemudian, Gamal beserta Donna tiba di kediaman tuan Harris. Karena sebelumnya Gamal menghubungi Donna untuk segera ke kediaman tuan Harris, akan tetapi mobil Donna berada di bengkel, sehingga dengan terpaksa Gamal menjemput Donna.
Mereka berdua di sambut oleh Maria dan menyuruhnya duduk di kursi ruang tamu.
Kemudian Maria menghampiri Ziva.
"Pak Gamal dan Bu Donna ada di depan non" ucap Maria.
"Suruh mereka kesini" ucap tuan Harris.
Sementara Maria menuggu jawaban dari Ziva. Dengan cepat Ziva mengangguk kan kepalanya sebagai tanda setuju.
Kini Gamal dan Donna sudah berada di dalam kamar tuan Harris. Mereka berdua ikut prihatin atas musibah yang menimpa tuan Harris dan Ziva.
"Saya turut prihatin non Ziva, semoga dibalik semua ini ada hikmahnya" ucap Donna sedih dengan mata berkaca-kaca lalu memeluk Ziva dengan erat layaknya seorang kakak.
Lalu tangis mereka berdua pecah di kamar tuan Harris.
"Ini semua salah saya Bu Donna, hiks hiks hiks" ucap Ziva dengan tangisnya.
Sementara Donna menenangkan Ziva sambil menghapus air mata Ziva.
"Jangan salahkan dirimu, itu semua sudah kehendak dari Tuhan" ucap Donna dengan mata memerah dan berkaca-kaca.
Sedangkan tuan Harris memiringkan tubuhnya, karena tidak ingin air matanya di lihat oleh mereka. Begitu halnya dengan Gamal dengan cepat menghapus air matanya yang mengenai wajahnya.
Sehingga kamar tuan Harris menjadi saksi kesedihan mereka.
Akhirnya Donna berhasil menguatkan Ziva untuk lebih baik kedepannya. Setelah itu, mereka berdua undur diri.
Saat berada di dalam mobil, Donna dengan cepat menghambur memeluk Gamal dengan isakan kecil. Sementara Gamal tidak membalas pelukan dari Donna karena ia begitu kaget dengan tingkah aneh Donna.
"Aku tidak sanggup melihat non Ziva seperti itu, hiks hiks hiks" ucap Donna di dalam pelukan Gamal dengan isakan kecil.
"Berhentilah menangis, kau terlihat jelek seperti wanita tua" ejek Gamal.
Donna yang mendengar ucapan Gamal dengan cepat melepaskan pelukannya dan mencubit lengan Gamal dengan ganas.
"Rasakan ini" ucap Donna yang terus mencubit lengan Gamal.
"Aww, berhenti Donna. Kau menyakiti ku" ucap Gamal yang meringis kesakitan.
Sementara Donna tidak menghentikan aksinya, ia semakin menggila mencubit lengan Gamal.
Sehingga dengan cara ampuh Gamal menarik tengkuk Donna lalu mencium bibir Donna dengan lembut. Gamal pun memperdalam ciuman mereka dengan menarik pinggang ramping Donna. Sedangkan Donna begitu kaget dengan tingkah Gamal lalu berusaha lepas dari jeratan Gamal sambil mencubit kembali lengan Gamal.
Namun apalah daya tenaga Gamal cukup kuat. Sehingga Donna hanya menerima perlakuan Gamal yang tidak biasanya.
Setelah dirasa cukup, Gamal pun menghentikan ciumannya dan wajah keduanya memerah.
Lalu dengan cepat Gamal menjalankan mesin mobilnya dan meninggalkan kediaman tuan Harris.
Bersambung........
__ADS_1
Maaf bila alurnya tidak sesuai π.
Terima kasih buat seluruh pembaca setia Mafia Vs Gadis Bercadar yang sudah memberikan dukungannya melalui like, comment dan vote kalianπ.