Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Ragu


__ADS_3

Seorang gadis tampak melihat dirinya di pantulan cermin, ia masih ragu dengan penampilan nya saat ini yang menggunakan Cadar atau Khimar, yang tak lain ialah Ziva. Saat ini Ziva mengenakan kemeja hitam selutut dengan bawahan celana jeans longgar dipadukan dengan hijab panjang plus cadar dan tak lupa jaket kulit yang selalu melindunginya dari trik matahari jika mengendarai motornya, karena akhir-akhir ini ia lebih suka mengendarai motor saat melakukan aktivitas di luar rumah seperti ngampus.


Setelah dirasa penampilannya cukup baik. ia pun melangkahkan kakinya menuruni anak tangga dan berjalan menuju ruang makan untuk sarapan bersama dengan kakeknya.


"Pagi kek" sapa Ziva sambil mencium pipi sang kakek.


"Kau kah itu Ziva?" tanya tuan Harris yang kaget melihat penampilan cucunya.


"Bukan, aku bukan Ziva" ucap Ziva yang bertingkah konyol yang menirukan suara laki-laki,...." tapi aku cucu tercintamu kek" ucap Ziva sambil memeluk lengan sang kakek.


"Aduh kau ini, dasar anak nakal" ucap tuan Harris sambil menjitak sedikit jidat Ziva.


"Maaf ya kek" ucap Ziva sambil berlutut dihadapan sang kakek dengan menaikkan satu tangannya sebagai tanda permintaan maaf.


"Sudah-sudah, ayo nak sarapan dulu" ucap tuan Harris yang menyuruh Ziva duduk di samping nya.


Ziva pun mengikuti instruksi sang kakek dan duduk tenang menikmati sarapannya.


Setelah selesai menikmati sarapannya tuan Harris mengajak Ziva untuk ke ruangan kerjanya.


"Duduk dulu nak" ucap tuan Harris kepada cucunya.


"Eeh iya kek" ucap Ziva kemudian duduk di sofa ruangan itu.


"Jelaskan alasan kamu nak kenapa memakai cadar" ucap tuan Harris yang minta penjelasan alasan Ziva memakai cadar.


"Eem, itu kek.....Anu....eeeh" ucap Ziva sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Ziva cuman pengen memakai pakaian tertutup ini kek" ucap Ziva jujur.


"Hemm" gumam tuan Harris sambil menghela nafasnya, "Baiklah jika cuman itu alasan mu nak yang jelas kakek selalu mendukungmu, apapun itu yang terpenting tidak melanggar norma dan nilai-nilai agama kita dan ingat kamu harus selalu berada di jalan yang benar" ucap tuan Harris.


"Iya kek, insyaallah Ziva akan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama kita dan semoga Ziva selalu berada di jalan yang benar" ucap Ziva.


"Begini nak, ada sesuatu hal yang ingin kakek sampaikan pada mu nak" ucap tuan Harris yang terlihat serius.


"Hal apa kek" ucap Ziva yang ikut penasaran.


"Kakek sudah menyampaikan di perusahaan kakek, bahwa Minggu depan posisi kakek sebagai direktur utama akan digantikan oleh kamu nak, karena kakek mau beristirahat dan bersantai menikmati hari tua kakek" ucap tuan Harris sambil memegang tangan cucunya.


Ziva yang mendengar ucapan kakeknya hanya kaget bahkan lidahnya terasa berat untuk mengeluarkan kata-kata. Hanya pasrah dan patuh terhadap perintah sang kakek apalagi akhir-akhir ini kondisi kesehatan kakeknya semakin menurun. Akibat kesibukan bekerja dan bekerja.

__ADS_1


"Kek Ziva masih kecil dan belum tahu apa-apa soal perusahaan kakek" ucap Ziva yang menundukkan kepalanya dan tidak ingin melihat wajah sang kakek.


"Nak kamu akan di bantu oleh orang kepercayaan kakek, kamu tenang saja lagian kuliah kamu kan hanya 3 kali dalam seminggu ibarat minum obat 3 kali dalam sehari sisanya kan bisa kamu lakukan aktivitas lain seperti urusin perusahaan kakek, dan untuk latihan beladiri kamu lanjut setelah habis kuliah dan hari weekend. Kakek akan tunggu jawaban dari kamu besok lusa" ucap tuan Harris yang kekeh menyakinkan cucunya.


"Ya sudah kek, beri Ziva waktu untuk memikirkan semua itu, kalau begitu Ziva ke kampus dulu" ucap Ziva sambil mencium punggung tangan sang kakek.


"Ya sudah,kakek antar kamu ke depan" ucap tuan Harris sambil menggandeng tangan cucunya.


Keduanya pun berjalan beriringan menuju pintu utama dan sudah terlihat pengawal setianya yaitu Baron dan Jonoh yang sudah menyiapkan motor cross untuk Ziva.


"Pagi Om" Sapa Ziva kepada mereka berdua.


"Pagi non " ucap mereka kompak.


"Motornya sudah siap non" ucap Baron.


"Terima kasih ya om" ucap Ziva sambil berjalan menuju motor cross nya.


"Kakek Ziva berangkat dulu" ucap Ziva yang sudah berada di atas motor.


"Hati-hati nak" ucap tuan Harris.


Hanya 30 menit Ziva sudah sampai di depan kampus University Of Yan yang menjadi kampus terbaik di negara itu. Kemudian Ziva memarkirkan motornya di parkiran kampus itu. Ia pun berjalan dengan santainya melewati para mahasiswa yang melihat kearahnya bahkan membicarakan penampilan nya yang terlihat aneh.


Saat berada di ruangan, Ziva memilih duduk di kursi paling belakang. Beberapa mahasiswi melihat kearahnya bahkan salah satu gen mahasiswi yang terkenal bar-bar di ruangan itu menghampiri Ziva.


"Hei mengapa kamu berpakaian seperti itu, kau tahu tidak kami itu seperti ninja Hatori.....ha.. hahaha.wkwkk.." ucap mahasiswi yang menjadi ketua gen dari mereka. Dan ruangan itu tampak heboh dengan tawa mereka....


"Iya dia seperti seorang ninja kesasar ha.. hahaha" timpal teman satunya.


Ziva yang tidak terima dengan ejekan mereka iapun bangkit dan memukul mejanya dengan


keras sehingga mahasiswi yang mengejeknya tampak bungkam bahkan seisi ruangan itu bagaikan ditelan bumi bila melihat mata Ziva yang memancarkan kemarahan. Dengan kemarahan Ziva memberi mereka pelajaran dengan menarik rambut kedua mahasiswi yang mengejeknya.


Bagaimana pun penampilan seseorang bila sifat dan perilakunya tetap mencerminkan kepribadian dari orang tuanya sendiri.


"Apa urusan kau hah, kalau aku berpakaian seperti ninja" ucap Ziva yang menarik rambut kedua mahasiswi itu.


"Hei hentikan, gadis bodoh" ucap mahasiswi .

__ADS_1


"Hah bahkan kau mengataiku bodoh, rasakan ini" ucap Ziva yang yang kembali menarik rambut mahasiswi itu.


Mereka pun kesakitan dan memohon pengampunan kepada Ziva. Sementara mahasiswa di ruangan itu hanya saling diam dan tidak berani ikut campur dengan urusan mereka.


"Jangan ulangi lagi perbuatan kalian, atau kalian akan merasakan yang lebih parah dari ini" ancam Ziva lalu melepaskan tangannya dari rambut panjang mereka.


Tak beberapa lama kemudian dosen cantik dengan Mata kuliah bahasa Inggris memasuki ruangan itu. Semua mahasiswa tampak heboh dengan kedatangan dosen mereka. Perkuliahan pun berlangsung dengan baik.


🍁🍁🍁🍁


Sementara di negara B


Seorang gadis terbaring lemah di ruangan khusus rumah sakit terbaik di negara itu dengan peralatan medis yang melekat di tubuhnya ia adalah Lexa, tidak ada tanda-tanda akan kesadarannya. Sementara nyonya Ira setia mendampingi nya sambil menggenggam tangan Lexa yang tidak berdaya.


"Lexa bangun nak, kau harus bertahan hidup demi bunda.. hiks.. hiks hiks.... bangun nak..." ucap nyonya Ira dengan deraian air mata.


"Kamu tahu nak, bunda ingin melihat kamu bahagiaaaaa" ucap nyonya Ira dengan tangisnya" bunda ingin mendengarkan suara mu yang cempreng....,


ku mohon bangun nak......" ucap nyonya Ira yang begitu terpukul dengan nasib putri nya.


Sementara Tuan Alvin beserta para anggota The Manik berkumpul di markas mereka. Tuan Alvin beserta para anggotanya menyusun rencana untuk menggagalkan rencana the Tiger yang semakin hari menjadi-jadi ingin menghancurkan keluarganya bahkan melakukan teror sehingga tuan Alvin bertindak tegas dan melakukan penjagaan ketat terhadap keluarganya.


Tidak hanya itu bahkan The Tiger ingin menghancurkan semua bisnis tuan Alvin termasuk bisnis hitam yang dijalankan tuan Alvin yaitu perdagangan senjata ilegal.


"Saya berharap rencana ini bisa berjalan dengan baik dan barang siapa yang bisa menangkap anggota the Tiger akan mendapatkan hadiah" ucap tuan Alvin.


"Siap tuan" ucap mereka kompak.


Lalu Alvin membisikkan sesuatu kepada Riko .


"Cari anggota kita yang berkhianat" bisik tuan Alvin kepada Riko.


"Baik tuan" ucap Riko.


Kemudian Tuan Alvin dan Riko meninggalkan tempat itu, karena mereka akan berkunjung ke rumah sakit untuk menemui putrinya.


Bersambung......


Maaf ya baru update, soalnya aku disibukkan dengan tugas kuliah.....

__ADS_1


Semoga kalian suka dengan ceritaku yang nyeleneh ini.....😁


__ADS_2