
Pihak medis tampak siaga menunggu kedatangan Ziva. Mereka telah mempersiapkan brankar untuk membantu Ziva ke ruang persalinan. Sebelum ke rumah sakit, jones terlebih dahulu mengabari pihak rumah sakit untuk menyambut kedatangan orang yang berpengaruh di negara A.
Sementara mobil yang membawa Ziva baru saja memasuki area rumah sakit dan 3 mobil lainnya ikut memasuki area rumah sakit mereka terdiri dari anggota The Tiger dan The Manik yang selalu melakukan pengawalan terhadap boss besarnya dan kedua kubu tersebut sudah saling bersahabat.
Ziva pun terlihat baik-baik saja, bahkan ia tidak lagi merasakan kontraksi yang secara tiba-tiba.
Jones memarkirkan mobil tepat di depan pintu masuk rumah sakit. Ia langsung membukakan pintu mobil untuk tuannya.
Darren masih saja menatap istrinya yang hanya diam di dalam mobil.
Tuan Alvin, nyonya Ira dan nyonya Ratu hanya bisa diam di dalam mobil, karena Ziva masih saja enggan keluar dari mobil.
"Sayang kita sudah sampai" ucap Darren sambil menatap manik mata istrinya.
"Ayo kita turun, bukankah kau sudah tidak sabar menunggu kehadiran buah hati kita" ucap Ziva gugup dengan bibir yang sedikit bergetar dan manik matanya menandakan sebuah ketakutan.
Ya jelas saja seorang ibu pasti akan merasakan deg-degan menjelang persalinan nya. Termasuk juga Ziva yang merupakan pengalaman pertama baginya untuk melahirkan buah cinta mereka bersama sang suami.
"Ayo.. semua akan baik-baik saja sayang" ucap Darren sambil tersenyum.
Darren terlebih dahulu turun dari mobil, setelah itu dengan hati-hati ia membantu istrinya turun dari mobil, lalu diikuti oleh tuan Alvin, nyonya Ira dan nyonya Ratu.
Pihak rumah sakit menyapa mereka dengan ramah dan meminta pasiennya untuk menggunakan brankar yang telah mereka sediakan sejak awal. Namun Ziva tidak ingin menggunakan brankar tersebut, karena menurutnya ia masih mampu berjalan dengan jarak beberapa meter.
Kedua orang tuanya hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar. Mereka tidak ingin banyak bicara terhadap putrinya yang sebentar lagi akan melakukan perjuangan hidup dan mati demi mendapatkan gelar sebagai seorang ibu.
Pihak rumah sakit mengantarkan Darren beserta istrinya ke ruangan dokter spesialis kandungan, untuk kembali memeriksa kondisi janin Ziva.
Kini Ziva sudah berada di dalam ruangan dan tengah berbaring di atas tempat tidur pasien ditemani sang suami, sementara dokter sedang melakukan tugasnya memeriksa pasiennya.
"Kontraksi yang nona alami merupakan suatu hal yang wajar menjelang akhir masa kehamilan nona. Dan saya pun mampu mendengar detak jantung calon bayi anda yang berdetak lebih cepat. Selain itu, hasil USG dari layar monitor menampilkan salah satu janin anda terlilit tali pusar di bagian leher dan kondisi seperti ini susah dilahirkan secara normal karena akan menimbulkan resiko terhadap ibu dan janinnya. Sehingga prosedur yang harus dilakukan yaitu melalui operasi Caesar," ucap dokter wanita itu menjelaskan.
Darren pun terkejut dengan ucapan dokter tersebut, ia tidak ingin istri dan calon anaknya kenapa-kenapa. Sementara Ziva kembali merasakan kontraksi yang membuatnya mengalami kesakitan yang luar biasa sambil mencengkram erat lengan Darren. Bahkan ia pun kembali mengalami pendarahan.
"Tolong selamatkan istri dan calon anak-anak saya dok, berapa pun biayanya saya akan tanggung" ucap Darren panik yang melihat kondisi Ziva.
"Pasti tuan, kami akan melakukan tugas kami dengan baik. Sebaiknya kita harus membawa istri anda ke ruang operasi"ucap dokter wanita itu.
Setelah itu mereka membawa Ziva ke ruang operasi. Sebelum memasuki ruang operasi, Darren masih saja menggenggam tangan Ziva, seolah tidak ingin lepas darinya. Kedua orang tua Ziva masih tetap berada di samping putrinya dan selalu mendoakan yang terbaik untuknya. Mereka bertiga merasakan perasaan campur aduk, antara sedih dan bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang kakek dan nenek.
"Aku sangat mencintaimu sayang" ucap Darren dengan mata berkaca-kaca, lalu mencium kening istrinya.
Para perawat beserta dokter tersenyum melihat pasangan suami istri itu.
Ziva hanya mampu tersenyum pilu dengan kesakitan yang teramat luar biasa yang sedang melihat orang terkasihnya, hingga genggaman tangan suaminya terlepas.
Darren hanya mampu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, saat pintu ruang operasi tertutup. Ia benar-benar salut terhadap perjuangan seorang ibu yang begitu luar biasa antara hidup dan mati yang takkan bisa tergantikan dengan apapun.
Tuan Alvin menepuk pundak Darren.
"Lebih baik kita sholat Maghrib dulu dan mendoakan persalinan Ziva berjalan dengan lancar" ucap tuan Alvin yang menasehati menantunya.
"Iya ayah" ucap Darren dengan mata memerah yang sangat terlihat jelas bahwa ia habis menangis.
Sungguh sehebat-hebatnya seorang lelaki tapi tetap saja akan rapuh jika melihat orang terkasihnya menderita. Nyonya Ratu dan Nyonya Ira memilih duduk di kursi tunggu, mereka akan sholat bergantian.
Ziva sudah berada di ruang operasi dengan mengenakan pakaian di ruangan operasi tersebut yang sedang berbaring dan berjuang keras demi kelahiran Bua hatinya. Para dokter bedah dan perawat sudah siap dengan peralatan medisnya, tapi sebelum memulainya mereka memilih berdoa terlebih dahulu sebelum melakukan operasi.
Sementara Darren dan tuan Alvin baru saja menunaikan sholat Maghrib. Darren tampak berserah diri kepada Allah SWT, sambil memanjatkan doa untuk kelancaran proses persalinan istrinya.
Dokter dan perawat mulai melakukan operasi. Mereka semua bekerja keras demi keselamatan ibu dan bayinya. Sudah hampir dua jam Darren mondar mandir di depan pintu ruang operasi, nyonya Ira dan nyonya Ratu hanya mampu berdoa dalam hati demi keselamatan Ziva dan bayinya.
__ADS_1
Tak berselang lama kemudian, tuan John beserta Rissa baru saja tiba di rumah sakit dan langsung diarahkan oleh perawat ke ruang operasi. Rissa dan ayahnya mampu melihat Darren yang sedang mondar-mandir, mereka langsung menghampirinya.
"Maaf bibi, kami terlambat datang. Bagaimana dengan keadaan Ziva" ucap Rissa dan memilih duduk di samping bibinya.
"Tidak apa sayang, dokter sedang menangani Ziva dan semoga operasi nya berjalan lancar" ucap nyonya Ratu yang selalu saja mendoakan yang terbaik untuk menantunya.
"Iya bibi, semoga Ziva dan bayinya tetap sehat" ucap Rissa.
"Maaf saya terlambat datang" ucap seseorang yang begitu kompak.
Lelaki dan wanita itu saling pandang dan sepersekian detik mereka saling buang muka.
"Bunda kira kamu tidak datang sayang" ucap Nyonya Ira.
"Lexa sudah janji kepada Ziva untuk hadir sebelum hari persalinannya dan kebetulan ayah menelpon Lexa bahwa Ziva berada di rumah sakit, maka Lexa langsung meluncur ke sini" ucap Lexa kepada ibunya.
"Kak David datang ke negara ini tidak mengabari Rissa, kenapa hah" ucap Rissa sambil memukul punggung kakaknya yang duduk di samping nya.
"Kakak sibuk, jadi tidak sempat mengabari mu"ucap David enteng.
"Kak David...".
"Sudah-sudah kalian sudah dewasa dan sebentar lagi akan menikah, masih saja bersikap seperti itu, ingat ini rumah sakit" ucap tuan John dengan tegas.
"Siapa yang akan menikah" ucap kakak beradik itu kompak.
"Kalian berdua" ucap Tuan John cepat.
"Hah.. kami bahkan belum memiliki calonnya" ucap mereka kompak.
"Ayah yang sudah menentukan calon kalian berdua... titik" ucap tuan John enteng yang tidak boleh diganggu gugat sambil memberikan isyarat untuk mereka diam.
Rissa dan David hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar, jika ayahnya sudah berbicara seperti itu, maka tidak bisa lagi di ganggu gugat.
Pintu ruang operasi terbuka dan menampilkan sosok dokter yang baru saja melakukan tugasnya.
"Bagaimana operasinya dok" tanya Darren yang begitu khawatir dengan kondisi Ziva.
"Operasinya berjalan dengan lancar, untuk sementara waktu pasien belum bisa di temui karena masih belum siuman. Setelah pasien sudah siuman kami akan memindahkan ke ruang rawat inap agar lebih nyaman. Dan selamat tuan, anda menjadi seorang ayah dengan sepasang bayi kembar"ucap dokter wanita itu dengan ramah.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah" ucap Darren yang bisa bernafas dengan lega.
Semua orang tampak bernafas lega mendengar kondisi Ziva, sambil mengucapkan kata Alhamdulillah.
Tuan Alvin dan nyonya Ira saling berpelukan dengan perasaan bahagia.
"Mas ternyata Putri kita memiliki bayi kembar" ucap nyonya Ira diiringi Isak tangis bahagia.
"Iya sayang, pantas saja perut putri kita begitu besar" ucap tuan Alvin dengan mata memerah.
Dan semua orang tampak bahagia dengan kehadiran buah hati Ziva dan Darren.
"Tapi untuk sementara waktu, bayi kembar anda berada di ruang NICU karena detak jantung keduanya begitu cepat sehingga butuh perawatan selama dua hari. Satu lagi, hanya ayah atau ibunya yang bisa melihatnya" ucap dokter wanita itu menjelaskan.
"Baik dok" ucap Darren.
Mereka sekeluarga hanya mampu menunggu Ziva siuman. David memilih kembali untuk mengantarkan sang ayah, karena waktu semakin larut, dan ayahnya butuh istirahat dengan kondisi tubuh yang sudah semakin tua.
Sementara Rissa memilih tinggal untuk menemani bibinya.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, dan Ziva mulai siuman.
__ADS_1
Ziva mengamati ruangan yang ia tempati dan mencari keberadaan bayinya.
"Bu perawat, mana bayi saya" ucap Ziva yang mencari keberadaan bayinya.
"Bayi anda di ruang NICU untuk menjalani perawatan" ucap perawat itu.
"Apa mereka baik-baik saja dok" ucap Ziva yang masih lemas.
"Bayi kembar anda sehat" ucap perawat itu sambil tersenyum.
Perawat itu lalu menghubungi kembali dokter yang menangani Ziva. Tak berselang lama kemudian, dokter tersebut kembali menemui pasiennya dan langsung memeriksa kondisi Ziva, dengan berbagai pertimbangan dokter wanita itu memperbolehkan Ziva di pindahkan ke ruang rawat inap, karena kondisi Ziva yang sudah membaik pastinya.
Kini Ziva sudah menempati ruang rawat inap dan Darren beserta kedua orang tuanya sudah berada di ruangan itu. Nyonya Ratu, Rissa dan Lexa baru saja selesai melihat kondisi Ziva, setelah itu mereka memilih pulang.
Keesokan harinya
Di kediaman Alexander mulai terjadi kesibukan yang di lakukan para pelayan untuk mempersiapkan kamar bayi kembar majikannya. Setelah mendengar kelahiran bayi kembar majikannya, mereka semua mulai sibuk menata kamar yang akan ditempati oleh bayi kembar Ziva.
Sementara di rumah sakit...
Ziva baru saja selesai sarapan di bantu oleh sang suami. Kedua orang tuanya sudah pulang pagi-pagi buta. Darren pun terlihat rapi dengan setelan jasnya, yang kebetulan jones membawakan pakaian ganti untuknya.
Dokter kembali melakukan pemeriksaan kepadanya. Setelah selesai, Ziva diminta oleh dokter untuk menemui bayinya.
Betapa bahagianya Ziva melihat sepasang makhluk mungil yang sedang terlelap di inkubator. Tak terasa air matanya mengalir dengan sendirinya melihat buah hatinya. Darren yang berada di samping nya ikut meneteskan air mata melihat buah hati kembarnya.
Darren lalu menggendong salah satu bayi kembarnya dan mengumandangkan adzan untuk memperdengarkan suaranya kepada anaknya dan itu dilakukan kepada kedua bayi kembar nya.
"Sepertinya mereka lapar" ucap Ziva. Ia pun berjalan menuju toilet untuk membersihkan terlebih dahulu bagian tubuh atasnya, sebelum memberi asi eksklusif kepada bayinya.
Ziva lalu menggendong bayi laki-lakinya dan mulai memberikan asi eksklusif untuk bayinya. Terlihat bayinya begitu lahap menyedot asi ibunya. Ziva tampak tersenyum, ia sangat bahagia bisa menjadi seorang ibu untuk anak-anaknya. Dan ia kembali melakukan hal yang sama kepada bayi perempuannya.
Terima kasih ya Allah, engkau telah memberi ku sepasang bayi kembar, semoga mereka tumbuh dengan sehat dan menjadi anak Sholeh dan Sholehah.
"Dia sangat lapar sayang" ucap Darren yang ikut memperhatikan buah hatinya.
"Wajahnya mirip dengan mu, lihatlah hidupnya bahkan begitu mirip" ucap Ziva dengan suara berbisik.
"Terima kasih sayang, kau telah memberi ku sepasang bayi kembar" ucap Darren sambil mencium kening istrinya yang begitu bahagia.
"Saatnya kita saling bekerja sama untuk merawat anak-anak kita ya" ucap Ziva sambil tersenyum bahagia.
"Pasti sayang, karena kalian bertiga kesayangan ayah" ucap Darren dengan senyuman bahagia, dengan kehadiran keluarga kecil nya.
Darren hanya mampu bersyukur dan bersyukur kepada Tuhan, karena diberi sepasang bayi kembar dan itu merupakan anugerah terindah yang ia dapatkan selama ini.
Selamat datang di dunia ini bayi kembar ku , kalian akan menjadi kesayangan ayah dan menjadi penerus ayah kelak.
..........
End
Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih teman-teman, atas dukungannya selama ini terhadap cerita Mafia vs Gadis Bercadar πππ.
Akhirnya kisah Ziva dan Darren bisa tamat juga dengan dikaruniai sepasang bayi kembar dan menjadi keluarga bahagia.
Mohon maaf jika selama ini, aku tidak membalas komentar kalian satu persatuππ
Akhir kata, aku hanya ucapin terima kasih dan terima kasih kepada kalian semua yang sudah menempatkan waktunya untuk membaca cerita nyeleneh ku ini.... Sekian dan terima kasih...
__ADS_1
bye.....bye....
Wassalam π€