
Suasana romantis yang disediakan Fino untuk Ziva gagal total. Bukannya makan malam romantis, malah jadi makan malam kondangan dengan dihadirinya oleh anak-anak.
Tak tanggung-tanggung Fino menyiapkan seluruh jamuan makan malam tersebut dengan bajet yang cukup fantastis. Lagian restoran Mellion merupakan salah satu restoran keluarga Alexander.
Makanan tersaji dengan rapi dan terlihat lezat serta menggunggah selera.
Seluruh anak yayasan tersebut tampak antusias dan bersemangat untuk menikmati jamuan makan malam tersebut.
Fino yang tadinya kesal, kini tersenyum lebar melihat seluruh anak-anak menikmati makanannya dengan lahap.
Begitu halnya dengan Ziva, iapun tersenyum di balik cadarnya ketika anak-anak itu antusias menikmati makanannya.
Tanpa mereka sadari seorang lelaki misterius mengambil foto mereka.
Tak terasa acara makan malam bersama mereka selesai. Kemudian seluruh anak Yayasan Bina Zivanna berpamitan kepada Ziva dan Fino.
"Terima kasih om baik makan malam nya. Kapan-kapan undang kami lagi ya" ucap salah satu anak tersebut.
"Jangan panggil om ya anak kecil" ucap Fino dengan senyum dipaksakan.
"Panggil kak Fino saja. Soalnya kakak masih muda dan belum terlihat seperti om-om" ucap Fino tegas dan terlihat kesal dipanggil sebutan om.
"Baiklah kak Fino, aku pergi dulu" ucap anak tersebut sambil memberikan kiss bye.
Fino hanya tersenyum kepada seluruh anak-anak itu.
Lalu mereka berbondong-bondong menaiki 2 mini bus yang terparkir rapi yang akan mengantarkan mereka ke tempat yayasan.
Sementara ibu Rani ketua yayasan terlebih dahulu berpamitan kepada Ziva dan Fino. Dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Fino dan Ziva yang sudah turut mengajak anak-anak yayasan untuk ikut makan malam bersama.
Setelah dirasa lengkap, mini bus yang membawa seluruh anak Yayasan meninggalkan pelataran restoran tersebut.
Ziva terus tersenyum di balik cadarnya sambil melambaikan tangannya melihat kepergian mereka.
Kini hanya Fino dan Ziva yang tersisa.
Saat Ziva ingin berjalan menuju mobilnya. Tiba-tiba saja Fino menghentikan langkahnya.
"Acara makan malam kita belum selesai, jika kau meninggalkan tempat ini tanpa persetujuan ku, maka kau yang harus membayar seluruh tagihan restoran ini" ucap Fino dengan ancamannya dengan seringai licik diwajahnya.
Seketika itu, Ziva berbalik dan menatap Fino.
"Makan malam nya sudah selesai tuan Fino. Jadi saya ingin pulang" ucap Ziva ketus.
"Siapa bilang sudah selesai, tidakkah kau lihat disana masih tersaji makanan spesial untuk kita berdua. Jika kau ingin pulang, maka makan malam ini batal dan saya akan tetap menagih janji kepadamu nona Ziva" ucap Fino panjang lebar dengan pendiriannya.
Rupanya Fino sudah menyiapkan segala sesuatunya termasuk sebuah meja yang terlihat spesial dan romantis dengan banyaknya lilin dan bunga yang menghiasi meja tersebut.
Astaga lelaki ini, benar-benar kelewatan. Batin Ziva.
"Iya baiklah, setelah itu jangan pernah temui saya lagi tuan" ucap Ziva lalu berjalan menuju meja yang terlihat spesial itu.
Mereka sudah duduk tenang di kursi mereka masing-masing. Tidak ada obrolan di antara keduanya hanya angin malam yang bergerilya.
Kini Fino tampak gugup, bahkan dari tadi jantungnya berdegup kencang seperti habis lari maraton di hadapan Ziva.
Fino bahkan tidak tahu harus memulai dari mana ia mengungkapkan perasaan nya kepada Ziva.
Sedangkan Ziva hanya mengaduk-aduk makanan dihadapannya tanpa ingin memakannya.
"Bagaimana nona Ziva, apa kau menyukai makan malam bersama ku" tanya Fino sambil menatap Ziva.
__ADS_1
"Ya lumayanlah, saya enjoy saja menikmati jamuan makan malam tuan" ucap Ziva sambil menatap Fino kemudian meletakkan sendok dan garpu yang dari tadi dipegangnya.
Ya ampun!!, aku gugup sekali dihadapan gadis ini. Aku harus bertindak cepat menaklukkan hati gadis ini. Batin Fino.
Entah keberanian dari mana Fino mulai angkat bicara dan mengutarakan isi hatinya yang sesungguhnya.
"Nona Zivanna, saat pertama kali kita bertemu, kau sudah menolongku, kau bahkan mencuri hatiku sampai saat ini. Aku benar-benar ingin mengenalmu lebih jauh bahkan aku menyukaimu nona Zivanna....... Menikahlah denganku!" ucap Fino yang mengeluarkan seluruh isi hatinya sambil menatap Ziva dengan mata teduhnya.
Sedangkan Ziva yang ditatap gelagapan dengan cepat mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Bahkan Ziva terlonjat kaget mendengar ucapan lelaki dihadapannya.
"Astaga bercanda tuan Fino kelewatan, ha ha ha ha" ucap Ziva diselangi tawanya yang tidak ingin menganggap serius ucapan Fino.
"Saya tidak bercanda dengan ucapan saya nona Ziva!. Saya bersungguh-sungguh ingin menikahi anda" bentak Fino.
Ternyata Ziva hanya menganggap ucapan Fino sebagai bahan bercandaan.
Ziva kembali merasa tidak nyaman dengan suasana di sekitarnya. Apalagi ucapan lelaki dihadapannya yang terbilang ngawur.
"Eeh sepertinya sudah larut malam tuan, saya harus pulang" ucap Ziva yang terlihat buru-buru mengambil tasnya dan mulai bangkit dari duduknya.
"Tunggu dulu, kau belum menjawab pertanyaan ku" ucap Fino yang menghentikan Ziva.
"Maaf tuan, tidak ada yang perlu saya jawab. Dan ingat kita baru bertemu, saya tidak mengenal tuan dengan baik" ucap Ziva dengan kesal.
"Lagian saya belum memikirkan hal seperti itu, masih banyak hal yang perlu saya lakukan untuk membahagiakan keluargaku. Satu lagi!, saya akan menikah bila persetujuan dari keluargaku. Terima kasih atas niat baik tuan Fino yang ingin menikahi saya. Kalau begitu saya permisi " ucap Ziva lalu melenggang pergi meninggalkan Fino.
Fino hanya diam seribu bahasa. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun.
Sambil melangkahkan kakinya tak henti-hentinya Ziva mengomel dalam hati.
Saat tiba di parkiran, dengan cepat Ziva masuk ke dalam mobil lalu menyalakan mesin mobilnya dan berlalu meninggalkan restoran tersebut.
"Aku terlalu gegabah, harusnya aku lebih mengenal gadis itu dengan baik. Bagaimana mungkin baru beberapa kali bertemu aku bahkan mengajaknya menikah. Bodoh...bodoh... jangan sampai gadis itu ilfil kepadaku" Gumam Fino sambil mengendarai mobilnya.
Saat di persimpangan jalan sebuah mobil menghadang Fino.
"Sial!, siapa lagi ini" ucap Fino yang sudah turun dari mobilnya.
Lalu keluarlah 2 lelaki berbaju hitam menghampiri Fino.
"Maaf tuan Fino, kami harus membawa anda ke markas The Tiger" ucap anggota the Tiger.
"Baiklah, saya akan menyusul kalian" bentak Fino.
Lalu kedua mobil tersebut berbalik arah menuju markas The Tiger.
🍁🍁🍁🍁
Sementara Darren sedang berada di ruang kerjanya sambil mengecek file dan berkas penting mengenai perusahaannya.
Tiba-tiba sebuah pesan masuk dalam ponselnya. Dengan cepat Darren melihat pesan tersebut.
Rupanya sebuah lokasi dan foto-foto Fino dengan seorang wanita dan anak-anak.
Itu semua didapatkan dari hasil kerja keras anak buah Darren yang menguntip Fino. Termasuk Darren yang ikut andil didalamnya.
Darren terus memperhatikan satu persatu foto yang dikirimkan oleh anak buahnya.
Saat melihat sebuah foto wanita yang menurutnya dikenalnya. Darren mengerutkan keningnya, bahwa ia mengenal sosok salah satu wanita tersebut.
"Tunggu!, bukannya gadis ini....si buruk rupa"ucap Darren yang kembali terlintas di benaknya.
__ADS_1
"Berani sekali gadis ini mendekati saudaraku" ucap Darren dingin dan terlihat kesal jika kembali mengingat gadis yang bernama Zivanna.
"Baiklah aku ingin lihat keberanian gadis ini mendekati Fino" ucap Darren lalu menyimpan ponselnya dengan seringai licik diwajahnya.
Kemudian iapun kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sementara Fino baru saja tiba di markas The Tiger yang berada di negara A. Seluruh anggota The Tiger memberi hormat untuk wakil ketua mereka.
"Ada masalah apa, kenapa kalian ingin bertemu di markas" ucap Fino yang sudah duduk di kursi ruangan itu.
"Ketua menyuruh kami untuk membawa tuan Fino ke markas untuk membahas mengenai proses keamanan penyelenggaraan pesta nantinya" ucap anggota the Tiger.
"Seperti itu, kalian hanya perlu melakukan penjagaan ketat. Jangan sampai ada pihak musuh yang menyusup. Ingat baik-baik persiapkan diri kalian dengan baik demi kelancaran pesta ini" ucap Fino dengan suara lantang.
"Terus tuan, seperti apa pengamanan yang perlu kami lakukan?" tanya anggota The Tiger.
"Sudahlah!, besok lagi kita bicarakan. Aku pikir masalah besar. Aku ingin pulang dan butuh istirahat" ucap Fino bangkit dari duduknya.
Kemudian berjalan menuju mobilnya dan berlalu meninggalkan markas mereka.
Saat tiba di kediaman Darren. Fino berjalan memasuki pintu utama. Ia mampu melihat Darren sudah menunggunya di sofa ruang tamu sambil memainkan ponselnya.
"Dari mana saja kau?" tanya Darren yang tidak beralih pandangannya dari ponselnya.
"Itu bukan urusan kau bro, aku ingin istirahat" ucap Fino yang berjalan menuju kamarnya.
"Bagaimana kencan kalian, apa berjalan dengan baik" ejek Darren kepada Fino.
Sementara Fino menghentikan langkahnya dan terdiam mendengar ucapan adiknya.
Bagaimana pun Fino menyembunyikan sesuatu hal, walaupun sekecil apapun Darren mampu mengetahuinya. Karena menurutnya Darren maha tahu segalanya, itu semua bukti perhatian adiknya kepadanya.
Tanpa ingin membalas ucapan Darren Fino kembali berjalan menuju kamarnya. Karena ia sudah lelah dan letih mengejar pujaan hatinya.
Sementara Darren yang diacuhkan oleh Fino. Sempat berpikir untuk membuat rencana agar gadis buruk rupa menjauhi Fino. Kemudian Darren menghubungi kembali anak buahnya untuk terus mengintai Fino dan Ziva.
🍁🍁🍁🍁
Sementara Ziva yang baru tiba di kediamannya. Terlihat suasana rumah sudah sepi hanya Maria yang menunggu kedatangannya.
"Nona Ziva baru pulang" ucap Maria.
"Iya mbok, apa Kakek sudah tidur" tanya Ziva pada Maria.
"Sudah non. Ya sudah mbok istirahat saja, aku ke kamar dulu" ucap Ziva lalu berjalan menaiki anak tangga.
Saat tiba di kamarnya Ziva duduk di kursi meja riasnya dan melihat pantulan dirinya didepan cermin sambil membuka hijab dan cadarnya.
Ziva kembali mengingat ucapan Fino yang terlihat bersungguh-sungguh ingin menikahinya karena terlihat jelas cara lelaki itu menatapnya.
"Astaga apa yang aku pikirkan" gumam Ziva.
Lalu berjalan menuju toilet untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai Ziva naik ke tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah dan terlelap dalam mimpi.
Bersambung........
Maaf ya bila alurnya tidak sesuai 🙏.
Terima kasih buat seluruh para pembaca setia Mafia Vs Gadis Bercadar yang sudah memberikan dukungannya melalui like, comment dan vote kalian.
Author sangat berterima kasih 🙏
__ADS_1