
Hari ini Ziva pagi-pagi ke restorannya. Ia ingin menikmati kebersamaan dengan karyawannya yang berjumlah 15 orang mulai dari manager, pelayan, barista, chef dan keamanan. Dan setelah itu, Ziva akan meninggalkan mereka, karena Ziva sudah mantap ingin tinggal bersama kedua orang tuanya di negara B.
Walaupun pada akhirnya, utusan kakeknya belum bertemu dengan ayahnya. Akan tetapi, tekad Ziva sudah bulat ingin menemui kedua orang tuanya. Ya memang tuan Alvin merupakan salah satu orang yang berpengaruh di negara B.
Sehingga siapa saja yang ingin menemuinya perlu berhubungan dengan bawahannya dari yang memiliki jabatan rendah hingga jabatan tinggi. Pokoknya begitu ribet dan berbelit-belit, semua itu banyaknya orang-orang yang memanfaatkan kebaikan tuan Alvin.
Karyawan Ziva tersenyum ramah saat melihat Ziva baru saja turun dari mobilnya. Dan rupanya restoran tersebut belum buka, akan tetapi seluruh karyawannya sudah berada di restoran itu.
"Selamat pagi nona Ziva" ucap pelayan itu dengan ramah sambil menghampiri Ziva.
"Pagi"Ucap Ziva ramah, kemudian mengeluarkan beberapa paper bag untuk karyawannya.
Kemudian pelayan tersebut dengan baiknya membantu Ziva membawa beberapa paper bag tersebut.
"Wah apaan itu nona Ziva" ucap Lulu yang menghampiri Ziva.
"Ini ada sedikit oleh-oleh buat seluruh karyawan restoran Ziva food, termasuk mbak Lulu"ucap Ziva yang menyerahkan satu paper bag tersebut.
"Terima kasih nona Ziva" ucap Lulu yang tersenyum gembira.
"Sama-sama mbak" ucap Ziva lalu berjalan masuk ke bagian dapur.
Tak lupa mereka berdua mengekor di belakang Ziva.
"Hai semua"ucap Ziva yang mengagetkan beberapa pelayan dan para chef yang sibuk memilah sayur segar.
Mereka hanya tersenyum di sapa oleh Ziva. Kemudian Ziva membagikan paper bag yang dibawanya satu persatu untuk mereka.
Mereka tersenyum bahagia melihat isi paper bag tersebut.
"Terima kasih nona Ziva" ucap mereka kompak.
"Kalian kompak sekali, harus seperti ini terus ya"ucap Ziva tersenyum di balik cadarnya. Mungkin Ziva akan merindukan momen tersebut.
"Baiklah, kalian sudah berkumpul di sini. Saya hanya ingin mengatakan sesuatu kepada kalian" ucap Ziva sambil menarik nafas dalam-dalam. "Maafkan saya bila selama ini ada ucapan saya yang kurang baik kepada kalian, dan kadang saya melakukan kesalahan atau tindakan yang tidak mengenakkan kepada kalian semua" ucap Ziva dengan mata yang berkaca-kaca.
"Saya hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kata kekurangan dan kesalahan. Maka dari itu, mohon maaf yang sebesar-besarnya" ucap Ziva sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Jangan berbicara seperti itu nona Ziva, nona Ziva merupakan boss yang terbaik bagi kita" ucap Lulu yang mewakilkan mereka semua dengan suara yang mengandung kesedihan.
Dikarenakan Lulu sudah mengetahui bahwa Ziva akan menemui orang tuanya. Dari mana Lulu mengetahuinya, kan Lulu tinggal di kediaman tuan Harris. Jadi apa coba yang tidak di ketahui Lulu.
"Mungkin setelah ini, kita tidak bisa bertemu lagi. Tapi insyaallah jika ada waktu, sekali-kali saya akan mengunjungi kalian" ucap Ziva tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
"Nona Ziva mau meninggalkan kita semua" tanya salah satu chef lelaki yang begitu mengidolakan Ziva.
"Iya, nona Ziva ingin berkumpul bersama dengan orang tuanya di negara B" ucap Lulu yang menjawab pertanyaan chef tersebut.
Semua yang berada di ruangan itu tidak percaya dengan ucapan Lulu. Sehingga Ziva mengangguk sebagai jawabannya.
Lalu beberapa pelayan wanita menghambur memeluk Ziva termasuk Lulu. Mereka semua terisak dan tidak mampu mengeluarkan kata-kata. Termasuk para pelayan lelaki dan para chef. Mereka semua tidak rela bosnya meninggalkannya.
Cukup lama mereka mewek dan saling memberikan kasih sayang di ruangan itu.
__ADS_1
Setelah dirasa cukup meweknya, Ziva lalu berpamitan kepada mereka. Walaupun mereka terlihat sedih, akan tetapi, kesedihan mereka sembunyikan lewat senyum pasta gigi melihat kepergian Bossnya.
Mereka semua berkumpul di depan restoran untuk melihat kepergian Bossnya sedangkan Ziva melangkah dengan gontai meninggalkan mereka menuju mobilnya. Saat Ziva sudah berada di dalam mobil. Seluruh karyawan melambaikan tangannya ke arah mobil Ziva.
Ziva pun menurunkan kaca jendela mobilnya dan menaikkan jempolnya. Setelah itu, berlalu meninggalkan restorannya.
Rupanya Ziva melajukan mobilnya menuju kediaman Donna. Walaupun hampir setiap hari menemui ponakannya, Ziva ingin terus melihat perkembangan bayi Donna yang sudah hampir sebulan.
Kini Ziva sudah berada di kediaman Donna.
Pembantu Donna menyambut Ziva dengan ramah lalu menyuruh Ziva untuk duduk terlebih dahulu di ruang tamu itu.
Tak lama kemudian muncullah Donna dengan senyuman manisnya dan tak lupa pula Ziva ikut tersenyum.
"Mana baby boy kak Donna" ucap Ziva manja.
"Lagi tidur, baby Key terus membuat kami begadang. Dan Setiap Subuh selalu membangunkan kami untuk shalat subuh berjamaah melalui tangisnya" ucap Donna sambil tersenyum.
"Wah hebat dong baby boy ku" ucap Ziva sambil tertawa. "Alhamdulillah, berarti baby boy ku memberikan kedamaian di rumah ini" ucap Ziva yang kembali tersenyum dan tak berapa lama Ziva meneteskan air matanya.
Donna yang melihat Ziva menangis menjadi ikut sedih. Lalu memeluk Ziva sambil menepuk-nepuk punggung Ziva memberi kehangatan.
"Jangan menangis, tidak lama lagi kau akan berkumpul dengan keluarga mu. Bukankah itu hal yang kau tunggu selama ini berkumpul dengan ayah dan ibumu" ucap Donna dengan isakannya, yang tidak mampu menahan lagi air matanya.
"Aku tidak ingin meninggalkan kak Donna dan baby boy" ucap Ziva dengan tangis pecah di pelukan Donna.
"Jika kau rindu dengan kami, kau bisa saja menemui kami kapan pun itu" ucap Donna yang menenangkan Ziva sambil mengeratkan pelukannya memberikan kasih sayang kepada Ziva layaknya adiknya sendiri.
Setelah tidak lagi mendengar tangisan Ziva. Kemudian Donna melonggarkan pelukannya lalu menghapus air mata Ziva.
Ziva tidak menjawab ucapan Donna.
Ia malah bangkit dari duduknya dan berjalan menuju toilet untuk membersihkan wajahnya.
Sementara Donna menemui bayinya. Saat tiba di kamarnya baby Key sudah menangis sajadi-jadinya. Donna pun menenangkan anaknya di gendongannya sambil memberikan asi untuk baby Key.
Ziva pun muncul di balik pintu dan diwajahnya sudah tercetak senyuman manis manakala melihat ponakannya sedang menikmati asi ibunya.
"Baby boy tampak tenang di gendongan ibunya" ucap Ziva.
"Iya, dia seperti ini biasanya" ucap Donna.
"Ooh iya aku hampir lupa, malam ini acara ulang tahun perusahaan Alexander Group, orang yang selalu menghadiri acara itu tidak bisa datang, karena ia sedang sakit. Tadi anak buah mas Gamal memberikan undangan itu kepada ku. Apa kau akan menghadiri acara ulang tahun itu" ucap Donna.
Sedangkan Ziva hanya terdiam mendengar ucapan Donna.
"Sampai kapan kau akan menyembunyikan semua ini. Lagian sebentar lagi kau akan meninggalkan negara ini" ucap Donna menyakinkan Ziva.
Ziva lagi-lagi tidak menjawab ucapan Donna.
"Aku dengar dari mas Gamal bahwa ayahmu akan turut hadir di acara itu" ucap Donna.
"Benarkah, ayah akan hadir di acara itu"ucap Ziva antusias.
__ADS_1
Donna hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"Baiklah aku akan hadir di acara itu. Dan aku ingin memberi pelajaran pengusaha gila itu yang begitu arogan" ucap Ziva dengan penuh keyakinan akan memberi pelajaran Darren Alexander Tiger.
"Itu baru Ziva yang aku kenal" ucap Donna yang ingin memeluk Ziva. Akan tetapi terhalang oleh bayinya yang langsung nangis.
Ziva hanya tertawa melihat Donna. "Lihatlah baby boy ku yang tampan semakin hari semakin pintar saja" ucap Ziva diselangi tawanya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Di perusahaan Alexander Group......
Darren beserta Fino sedang berada di ruangan yang sama yakni ruangan sang penguasa Alexander Group. Darren tampak mengotak Atik laptopnya, sementara Fino duduk di sofa ruangan itu sambil menandatangani beberapa berkas mengenai acara ulang tahun perusahaannya yang berlangsung malam ini.
Tak berapa lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Darren tanpa beralih pandangannya dari laptopnya.
Dengan hati-hati Rey membuka pintu ruangan itu. Kemudian Rey masuk di susul dibelakangnya seorang gadis cantik nan anggun.
Fino yang melirik mereka sekilas dengan cepat mengerutkan keningnya.
Rissa lagi, tidak bosan gadis ini terus mengikuti, dari rumah sampai di kantor, aku harus cepat bertindak. Aku tidak ingin gadis ini selalu mengejar ku. Batin Fino sambil melanjutkan pekerjaannya.
"Ada perlu apa kalian" ucap Darren yang sama sekali tidak beralih pandangannya dari laptopnya. Sungguh penguasa Alexander Group hobby ya kerja terus.
"Maaf tuan, seluruh kruw beserta karyawan sudah mempersiapkan dengan baik acara ulang tahun perusahaan" ucap Rey yang berdiri di samping Darren.
"Hemm, ingat baik-baik, aku tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun" ucap Darren dingin lalu menatap tajam Rey.
"I-itu tidak akan terjadi tuan, seluruh kruw dan karyawan bekerja keras demi kelancaran acara ini" ucap Rey menyakinkan Darren. Dan ia bergidik ngeri bila acara itu tidak berjalan dengan baik.
"Baguslah, lanjutkan pekerjaanmu" ucap Fino yang mencairkan suasana tanpa melihat sosok disampingnya.
Sementara Rissa sudah duduk tenang di samping Fino sambil melihat Fino yang bekerja dengan mata tanpa berkedip.
"Sudah puas memandangi ku" ucap Fino sinis.
"Belum kak Fino, aku tidak pernah puas memandangi wajahmu. Ingat baik-baik kak Fino, aku akan mengejar mu hingga ke ujung dunia sekalipun" ucap Rissa dengan senyum manisnya.
Fino hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Rissa. Fino tidak ingin meladeni Rissa yang bicaranya tidak ada ujungnya. Bahkan hampir setiap hari Rissa mengadukan Fino kepada mamanya.
Malam harinya.....
Suasana pesta megah yang berlangsung di hotel berbintang lima terlihat meriah. Pesta tersebut hanya dihadiri oleh orang-orang penting. Kemeriahan pesta itu bertambah saat penyanyi top di negara itu mulai melakukan aksinya dengan menyanyikan lagu populernya.
Satu persatu tamu undangan berdatangan di pesta itu. Berbagai sajian mewah nan mahal tersaji dengan rapi.
Seluruh kruw dan karyawan tampak sibuk mengatur acara itu berlangsung.
Dan di kursi bagian VIP sudah di duduki oleh keluarga Darren Alexander Tiger dan para petinggi perusahaannya.
__ADS_1
Bersambung...
Mohon maaf bila alurnya tidak sesuai 🙏