
Masih suasana larut malam dengan similar angin yang berhembus kencang membuat siapapun mengurungkan niatnya untuk keluar rumah.
Ziva menatap pemandangan langit malam yang begitu indah di penuhi bintang-bintang yang bertaburan di langit melalui jendela kamarnya. Ia terlihat bersedih karena tidak bisa bersatu dengan orang tuanya yang lebih dulu tenang di alam sana. Bahkan ia tidak tahu bagaimana wajah sosok ayah dan ibunya.
"Tuhan, kumohon pertemukanlah hamba mu ini dengan orang tua hamba, walaupun itu hanya dalam mimpi"
Tak terasa air matanya mengalir dengan sendirinya.
"Tidak aku tidak boleh egois, mereka sudah tenang di alam sana".
Sambil menghapus air matanya. Kemudian Ziva berjalan menuju toilet untuk mengambil air wudhu guna melaksanakan shalat hajat. Karena ia percaya shalat hajat mampu mengabulkan doa dan keinginan kita.
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara Gamal baru saja sampai mengantar Donna ke apartemennya. Walaupun keduanya tinggal di lokasi apartemen yang sama tetapi keduanya tidak pernah saling sapa apalagi berhubungan baik.
"Terima kasih"
Donna langsung berjalan menuju lantai apartemennya. Namun beberapa langkah Gamal menghentikannya
"Tunggu"
Donna langsung berbalik menatap Gamal.
"Kakek mu sedang sakit, beliau merindukan mu"
"Hah, bukannya kakek membenciku sampai harus mengusirku. Dan ingat semua itu gara-gara kamu tuan Gamal yang hebat!".
__ADS_1
Dengan meluapkan unek-unek dari lubuk hatinya Donna berlari menaiki anak tangga. Ia tidak peduli dengan adanya lift yang berada di samping Gamal yang terpenting bisa menjauh dari orang yang dibencinya.
Sementara Gamal menjambak rambutnya dan terlihat frustasi. Karena sampai kapan ia harus mengejar Donna yang begitu menjauhinya bahkan membencinya.
Flashback on
Seorang gadis cantik tampak tidak bahagia tinggal bersama kakek, nenek dan saudara sepupu perempuan nya. Ia tumbuh menjadi gadis cantik nan anggun ia adalah sosok Donna Kerina yang saat ini bekerja di perusahaan ZD Group. Di usia ke 22 tahun Donna sudah bekerja di perusahaan ZD Group, sehingga bisa terhitung bahwa kurang lebih 8 tahun lamanya ia mengabdi di perusahaan ZD Group.
Walaupun kakeknya memiliki perusahaan ia lebih memilih bekerja di perusahaan ZD Group karena sosok sepupu perempuan nya lebih berkuasa dan berlaku semena-mena terhadap nya. Bahkan sang kakek lebih memihak pada cucu satunya.
Namun suatu hari ia ingin di jodohkan dengan anak sahabat kakeknya yang bernama Gamal Wijaya. Karena sepupu perempuan nya sudah memiliki pacar jadi Donna yang harus menerima perjodohan tersebut.
Usut punya usut Donna menyelidiki sosok lelaki yang akan dijodohkan nya. Dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa lelaki yang akan di jodohkan nya adalah saingan terberat nya di perusahaan ZD Group siapa lagi kalau bukan Gamal. Tidak hanya itu ia sempat memergoki Gamal berciuman dengan seorang gadis, walaupun tidak terlalu jelas tapi ia yakin bahwa mereka berciuman.
Donna pun mencari cara untuk tidak dijodohkan dengan Gamal.
Bantah Donna yang tidak ingin terlibat perjodohan dengan Gamal.
"Kakek akan tetap menjodohkan kalian, jika kamu menolak maka angkat kaki dari rumah ini" bentak kakeknya.
Sementara neneknya hanya diam. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Dan untuk sepupunya terlihat tersenyum kemenangan mendengar ucapan kakeknya barusan.
Donna yang mendengar ucapan kakeknya begitu sesak dan shock dengan bentakan sang kakek.dan tak terasa air matanya mengalir membasahi wajahnya.
"Baiklah kek, Donna tidak akan pernah menginjakkan kaki di rumah ini". Ucap Donna yang dipenuhi air mata. Dan dari lubuk hati yang paling dalam ia begitu sakit hati mendengar ucapan yang dilontarkan sang kakek.
Hanya tas, handphone dan baju yang ia kenakan meninggalkan rumah kakek nya tanpa harus mengambil semua baju-bajunya.
__ADS_1
Dari situlah awal kebencian Donna pada sosok Gamal.
Flashback off
Donna terlihat menangis tersedu-sedu di balik pintu apartemennya membayangkan kejadian masa lalunya.
Sementara di tempat lain
Darren baru saja ingin mengistirahatkan tubuhnya, tiba-tiba suara dering ponselnya berbunyi hebat.
"Halo"
"Ampun tuan, kami tidak bisa memberi pelajaran gadis itu"
Anak buahnya begitu takut bahkan berkeringat dingin menelpon boss besarnya.
"Bodoh!, cari gadis itu sampai ketemu. Jika kalian kesulitan kumpulkan semua gadis yang berpakaian seperti itu. Aku tidak mau tahu cari gadis itu sampai dapat atau nyawa kalian yang akan melayang"
Darren membentak anak buahnya, karena baru kali ini mereka gagal melakukan aksinya.
Betapa merinding nya anak buah Darren mendengar ucapan boss besar nya.
Darren langsung menutup panggilan teleponnya. Ia begitu marah kedua anak buah nya kerja becus.
"B-a-i-k boss, siap laksanakan"
Kedua anak buah Darren tergagap dan wajah mereka tampak cemas ditambah tubuh mereka semakin lemas.
__ADS_1
Bersambung........