Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Rebutan Tissue


__ADS_3

Keesokan harinya.....


Ziva kembali melakukan aktivitas seperti biasanya yaitu menjadi dosen dan sekaligus menjalankan bisnis kulinernya disela-sela kesibukan nya.


Seperti saat ini, Ziva sudah berada di kampus universitas Yin tempat ia mengajar para mahasiswa. Walaupun masih banyak mahasiswa yang menganggap Ziva seperti mahasiswa. Akan tetapi, Ziva tidak mau ambil pusing dengan semua perkataan mahasiswa tersebut.


Ziva hanya ingin mengamalkan ilmunya bagi orang-orang disekelilingnya termasuk para mahasiswa di kampus ternama tersebut.


Setelah selesai mengajar, kemudian Ziva berpamitan kepada rekan-rekannya di ruangan khusus dosen.


"Aku duluan Miss" ucap Ziva kepada rekannya.


"Ok Ziv, makasih ya makanannya" ucap Miss Laura.


Ziva hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Kemudian Ziva berjalan menuju parkiran. Saat tiba di parkiran tiba-tiba saja ponselnya berdering. Dengan cepat Ziva mengangkat panggilan masuk tersebut.


"Assalamualaikum kak Donna" ucap Ziva melalui via telepon.


"Waalaikumsalam. Aku merindukanmu bersama calon baby ku" ucap Donna manja.


"Baiklah aku akan menemui kalian" ucap Ziva sambil tersenyum di balik cadarnya.


"Yeaah...cepatlah kemari aku sudah tidak sabar ingin melihat mu. Dan bayi dalam perutku sudah bersemangat ingin bertemu aunty nya" ucap Donna sambil mengelus perutnya.


"Iya-iya bersabarlah, aku juga merindukan kalian. Aku sudah berada di dalam mobil dan akan menemui kalian. Sudah dulu ya, assalamualaikum" ucap Ziva yang mengakhiri panggilan teleponnya.


Tak lupa pula Donna menjawab salam Ziva sambil tersenyum bahagia melihat ponselnya.


🍁🍁🍁🍁


Sementara di perusahaan Alexander Group....


Darren beserta Fino sibuk memimpin rapat di perusahaannya. Mereka kembali mengadakan rapat demi kelancaran proses pelaksanaan hari jadi perusahaannya.


Seluruh karyawan di perusahaan Alexander Group tampak sibuk bekerja dan terlihat bersemangat menantikan hari jadi perusahaan tempat mereka bekerja.


Butuh waktu 3 jam rapat mereka akhirnya selesai.


Sambil meregangkan otot-ototnya Fino tampak tersenyum ke arah Darren. Sedangkan Darren tidak menggubris nya sama sekali.


"Aku ingin makan siang di luar" ucap Fino yang sudah bangkit dari duduknya dan ucapannya di tujukan untuk Darren.


Sementara Darren hanya memainkan ponselnya.


"Tuan Fino tidak ikut dengan rombongan kami untuk makan siang bersama" ucap Rey kepada Fino.


"Tidak Rey, aku pergi dulu" ucap Fino lalu berjalan meninggalkan mereka.


"Tuan Darren, apa anda punya masalah dengan tuan Fino" ucap Rey.


Sorot mata Darren tampak tidak suka dengan ucapan Rey.


"Begini tuan, maksud saya kenapa anda tidak makan siang bersama tuan Fino" ucap Rey dengan hati-hati.

__ADS_1


"Apa kamu sudah bosan bekerja denganku " ucap Darren yang terlihat kesal sambil menatap Rey.


"Tidak tuan, saya tidak pernah bosan bekerja dengan tuan. Sepertinya para rombongan petinggi perusahaan menunggu kita" ucap Rey gelagapan.


Kemudian Darren melangkahkan kakinya menuju lift khusus diikuti oleh Rey. Lalu mereka beserta rombongannya berlalu meninggalkan perusahaan dengan kendaraan mereka masing-masing.


Darren hanya duduk diam melihat kearah jalan. Rey yang duduk di depan di samping supir sesekali melihat kebelakang untuk melihat bossnya.


"Seluruh anak buah tuan sudah mengerjakan pekerjaannya dengan baik, mereka sudah memberikan donasi kepada seluruh panti asuhan di negara ini tuan" ucap Rey.


"Hemm baguslah" ucap Darren yang pandangannya lurus kedepan.


"Berhenti di depan" ucap Darren.


Kemudian supir pribadi Darren menghentikan laju kendaraannya di sebuah supermarket.


"Aku ingin membeli sesuatu" ucap Darren.


Kemudian keluar dari mobil dan berjalan masuk ke supermarket tersebut.


Para karyawan tersenyum ramah ke arah Darren. Sementara Darren terus berjalan dengan gaya angkuhnya menyusuri lorong khusus makanan siap saji.


Dan ternyata Ziva juga berada di supermarket yang sama dengan Darren.


Kali ini Ziva sibuk berbelanja kebutuhan rumah tangga layaknya emak-emak, semua itu untuk Donna. Sudah 1 troli yang terisi belanjaan mengenai bahan pokok.


Ziva juga berbelanja kebutuhan untuk cabang bayi Donna. Seperti saat ini Ziva terus saja tersenyum melihat berbagai jenis merek popok bayi yang terpajang rapi.


"Ini lucu, aku akan membelikan merek yang terbaik untuk calon ponakanku, he hehehe" ucap Ziva diselangi tawanya.


Lalu berjalan menuju rak tissue basah.


Ziva mencari tissue basah yang sering ia gunakan.


Saat melihat hanya satu tissue basah yang biasa ia gunakan dengan cepat Ziva menjulurkan tangannya untuk menggapai tissue basah yang berada di atas rak dan lumayan tinggi.


Saat tangan Ziva sudah ingin menggapai tissue basah tersebut, tiba-tiba saja seseorang lebih dulu mengambil tissue basah itu.


Sontak saja membuat Ziva marah.


"Hei tunggu, aku lebih dulu ingin mengambil tissue itu" ucap Ziva pada seorang lelaki.


"Oh ya, tapi aku lebih cepat dari....."


Lelaki tersebut berbalik dan melihat sosok gadis yang berbicara dengannya..


"Kau bisa pilih tissue lain" potong Ziva dengan cepat.


Dan sontak keduanya kaget karena mereka saling mengenal dan bisa di katakan saling bermusuhan.


"Kau!" ucap mereka secara bersamaan.


"Apa kau mengikuti nona buruk rupa" ucap Darren sinis.


Sementara Ziva tidak menjawab pertanyaan Darren, ia malah mendekati Darren dan mengambil tissue basah yang dipegang oleh Darren.

__ADS_1


"Hei apa yang kau lakukan" ucap Darren karena tissue basah yang dipegang nya sudah berpindah tangan ke Ziva.


Ziva lalu buru-buru berjalan menjauh Darren.


"Berhenti... Nona buruk rupa. Aku peringatkan berhenti" teriak Darren.


Lagi-lagi Ziva tidak memperdulikan ucapan Darren, ia malah berjalan menjauh.


Sementara para pembeli tidak peduli dengan mereka.


Darren melangkah cepat menyusul Ziva, ia mampu melihat Ziva berjalan dilorong khusus popok bayi.


Saat Ziva lengah dengan cepat Darren menarik tangan Ziva dan memojokkan nya ke rak popok bayi.


Sontak Ziva kaget apalagi dihadapannya Darren menatapnya intens dan tubuh mereka begitu dekat. Satu tangan Darren berada di tiang rak dan tangan satunya ia masukkan di saku celananya. Sehingga Darren terlihat cool di hadapan Ziva.


"Hei menjauh dariku" ucap Ziva sambil mendorong tubuh Darren.


Akan tetapi Darren tak bergeming dari tempatnya.


"Kau selalu mengikuti ku" ucap Darren dingin.


"Siapa yang mengikutimu. Anda terlalu geer jadi orang" ucap Ziva ketus.


"Kau selalu berbuat kurang ajar kepadaku nona buruk rupa. Apa aku perlu melenyapkanmu sekarang juga" ucap Darren dengan ancamannya sambil menatap Ziva dengan tajam.


"Aku tidak takut dengan anda tuan. Dan ingat baik-baik aku tidak pernah mengikuti anda tuan Alexander yang terhormat" ucap Ziva geram.


"Kau berani sekali....." ucap Darren yang mengepalkan tangannya.


Kemudian Darren mencengkeram kuat lengan Ziva hingga Ziva kesakitan.


Pembeli yang begitu kepo menghampiri mereka.


"Kalian suami istri yang harmonis, kau sangat beruntung mbak ditemani sang suami membeli keperluan bayi" ucap pembeli kepo itu panjang lebar karena melihat belanjaan Ziva.


Darren pun ingin melepaskan tangannya dari lengan Ziva, tapi naasnya kancing jas pergelangan tangannya terselip di lengan kain baju Ziva.


"Sial, ada apa ini"gumam Darren yang begitu kesal.


"Lihatlah tuan anda begitu romantis"ucap pembeli tadi.


"Pergi kalian"teriak Darren yang emosi. Ditambah kancing jasnnya masih nyangkut.


Ziva pun angkat bicara.


"Biar aku yang lepaskan kancingmu tuan, jangan ambil kesempatan dari saya" ucap Ziva sinis.


Kemudian Ziva dengan keras melepaskan kancing jas Darren. Hingga tampak lengan bajunya sobek.


Kemudian Darren berjalan meninggalkan Ziva tanpa bicara sepatah kata pun.


Sedangkan Ziva lalu berjalan ke kasir untuk membayar seluruh belanjaannya. Setelah selesai berbelanja lalu Ziva mengendarai mobil nya menuju kediaman Donna.


Bersambung....

__ADS_1


Maaf bila alurnya lambat bingits...✌️


__ADS_2