Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Harus berpikir


__ADS_3

Darren sangat marah terhadap anak buahnya yang kerjanya tidak becus. Kemudian ia kembali menghubungi para anak buahnya yang merupakan seorang hacker dan cracker yang selama ini bersembunyi di bawah kakinya, karena mereka bermain di belakang layar untuk menghancurkan rekan bisnisnya yang bermain serong terhadap perusahaan Alexander Group. Kedua-duanya merupakan ahli IT dalam tindak kejahatan dalam dunia maya.


Tak butuh waktu 24 jam mereka mampu menemukan mangsanya.


Darren yang baru saja memejamkan matanya tersadar, karena tiba-tiba saja terdengar suara notifikasi dari ponselnya. Kemudian ia langsung meraih ponselnya yang berada di bawah bantal dan melihat apa yang dikirimkan oleh para anak buahnya.


Sebuah identitas diri seorang gadis yang mampu diretas oleh hacker nya karena berani mengusiknya belakangan ini.


Disini hacker bekerja dengan cara melihat dan mengambil informasi dari mangsanya sedangkan untuk cracker ia bekerja mengubah bahkan merusak seluruh data-data dari mangsanya tanpa belas kasihan.


"Zivanna, berumur 18 tahun, kuliah di universitas ternama negara C dengan jalur beasiswa, ya-tim piatu".


Begitulah kira-kira identitas diri Ziva yang di dapatkan oleh hacker dan cracker tersebut. Dan tuan Harris sudah memprediksi sebelumnya bahwa nantinya para musuh anaknya akan mencari titik jejak dari keluarganya sehingga selama ini ia memalsukan identitas cucunya.


Darren sempat berpikir ternyata gadis yang mengusiknya seorang yatim piatu.


"Yatim piatu" gumam Darren yang tergiang-giang di pikirannya.


Haruskah lelaki berdarah dingin ini menghabisi seorang gadis yatim piatu atau menurunkan egonya sendiri demi nyawa seorang gadis yatim piatu. Tanpa berpikir panjang kemudian ia mengirimi pesan broadcast untuk seluruh anak buahnya dengan sebuah pesan 'Misi selesai' artinya mereka tidak perlu lagi memberi gadis itu pelajaran.


Seluruh Anak buah suruhannya tidak menyangka bahwa kali ini boss besarnya mampu mengampuni seseorang yang berani mengusiknya, sungguh keajaiban luar biasa akhir-akhir ini, atau mungkin pengaruh bertemu dengan anggota keluarganya sehingga boss besarnya berbaik hati.


Setelah mengirimi mereka pesan broadcast, Darren kembali mengistirahatkan tubuhnya dan terlelap dalam mimpi.


🍁🍁🍁🍁🍁


Satu bulan telah berlalu sejak kejadian itu. Selama 2 Minggu belakangan Darren berada di negara A hampir tiap hari ia mengunjungi tempat pemakaman sang ayah. Sementara sang kakak Fino lebih dulu kembali karena urusan bisnis yang mendesak.

__ADS_1


Saat ini Darren kembali memulai aktivitas nya di negara C. Seperti biasa bekerja dan bekerja keras demi kemajuan perusahaan yang dipimpinnya.


Sementara Ziva selama satu bulan terakhir ia mampu mempelajari seluk-beluk perusahaan kakeknya berkat bantuan Donna dan Gamal.


Saat memasuki perusahaan sang kakek seluruh karyawan tampak memberi hormat dengan membungkukkan badannya menyambut kedatangan sang pimpinan perusahaan ZD Group.


Seluruh karyawan begitu segan terhadap Ziva, semua itu berkat bantuan dari Donna yang tidak ingin pimpinan perusahaan ZD Group dipandang rendah oleh para karyawan dan para klien atau rekan bisnis yang bekerja sama dengan perusahaan ZD Group.


Ziva hanya tersenyum di balik cadarnya dan berjalan menuju ruang kebesarannya. Saat berada di lantai khusus pimpinan perusahaan. Ziva dapat melihat jelas Donna sudah menunggunya di depan pintu ruang direktur.


"Selamat pagi nona" sapa Donna dihiasi dengan senyum yang menggoda.


"Pagi, semangat bekerja Bu Donna" bisik Ziva lalu berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya.


Disusul Donna di belakangnya.


"Ya mungkin semester depan, saya akan mengambil kelas kerja" ucap Ziva yang membuka laptop miliknya dan siap mengotak-atik file didalamnya.


"Baguslah nona, yang terpenting kuliah dan kerjaan nona bisa berjalan dengan mulus tanpa adanya hambatan" ucap Donna.


"Terima kasih Bu Donna". ucap Ziva tersenyum. "Mengapa pak Gamal belakangan ini sering terlambat ya?"tanya Ziva pada Donna.


"Eehh...saya kurang tau nona" ucap Donna.


Menyangkut Gamal Donna akan bermasa bodoh tanpa perlu mencari tahu soal lelaki yang satu itu.


"Ya sudah, tolong Bu Donna jelaskan semua jadwal saya hari ini" ucap Ziva tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.

__ADS_1


"Jadwal pertama anda bertemu dengan klien tepatnya pukul 10 pagi, di lanjut jadi pemateri di universitas terbuka sebagai pengusaha muda yang menginspirasi anak muda, lanjut menghadiri pergelaran fashion show baju trendly" ucap Donna. "Dan terakhir...." ucap Donna yang tidak bisa melanjutkan ucapannya.


"Terakhir apa Bu Donna"potong Ziva cepat.


"Terakhir ada klien yang ingin membicarakan bisnis di sebuah eeh.....di tempat hiburan malam nona atau biasa disebut club malam" ucap Donna bernafas lega.


"Hiburan malam atau club malam" ucap Ziva yang kembali mengulang ucapan Donna.


Sementara Donna hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


"Haruskah saya ke tempat maksiat itu Bu Donna?" tanya Ziva dengan menatap tajam ke arah Donna.


"Se-ba-iknya tidak perlu nona, tapi sangat disayangkan itu merupakan kesempatan emas. Karena tidak biasanya klien hebat tersebut mau bekerjasama dengan perusahaan ZD Group" ucap Donna.


Mereka berdua berpikir keras, karena ini kesempatan emas buat perusahaan ZD Group.


Bismillah, harus berpikir, harus berpikir, harus berpikir... berpikir..... berpikir..... berfikir, berfikiiiiir. Batin Ziva


Tiba-tiba sebuah lampu menyala di atas kepala Ziva dan itu menandakan ia menemukan ide yang cemerlang.


"Bagaimana kalau Bu Donna yang menggantikan saya" ucap Ziva dengan idenya.


"Hem bagus juga, siap nona saya akan jalankan tugas ini sebaik-baiknya" ucap Donna.


Keduanya pun saling tertawa dan tak lama itu kembali menjalankan tugas mereka masing-masing yang satu sebagai pimpinan dan yang satu sebagai sekertaris berasa teman.


Bersambung.......

__ADS_1


Mohon saran dan masukannya teman-teman, biar ceritaku lebih baik lagi kedepannya ya🤓


__ADS_2