
Sepulang dari kediaman tuan Alvin Damanik, dengan penuh kebahagiaan Nyonya Aisyah menghubungi Putranya sambil duduk selonjoran di atas tempat tidurnya.
"Assalamualaikum Zayn".
"Waalaikumsalam Umi". Ucap Zayn yang duduk di Sofa kamar hotel.
"Umi dan Abi sudah melamar anak Tuan Alvin, dan sekitar 2 Minggu lagi kalian akan menikah. Dan kau harus tahu nak, putri tuan Alvin gadis yang baik, cantik dan sholehah bahkan mengenakan cadar. Umi harap kau tidak mengecewakan kami nak, terhadap gadis pilihan Abi dan Umi" ucap nyonya Aisyah dengan bersemangat.
Zayn sempat berpikir, karena memang dari awal ia setuju dijodohkan dengan gadis manapun dan percaya kepada pilihan kedua orang tuanya.
"Mengapa di percepat umi. Aku masih sibuk mengurusi kantor dan mengajar di kampus". ucap Zayn yang sedikit terkejut karena waktunya mepet. Di tambah gadis yang akan ia nikahi bercadar dan itu sama sekali bukan tipe seorang Zayn Syafei.
"Itu keputusan dari pihak keluarga Damanik, karena menurut kakeknya lebih cepat lebih baik" ucap nyonya Aisyah tersenyum.
Ternyata, gadis itu pasti ingin cepat menikah denganku. Kita lihat saja nanti siapa Zayn sebenarnya. Batin Zayn.
"Baguslah umi jika seperti itu, umi persiapan saja segala sesuatunya. Mungkin seminggu lagi aku baru balik" ucap Zayn.
"Iya nak. Oh iya apa kau tidak ingin melihat wajah calon istrimu" tanya nyonya Aisyah.
"Tidak perlu umi, nanti kita akan saling bertemu dan hidup bersama" tolak Zayn. Ngapain juga ia harus melihat foto gadis yang sama sekali bukan tipenya.
"Ya sudah istirahatlah nak" ucap nyonya Aisyah dan tak lupa mengucapkan salam untuk mengakhiri sambungan telepon nya.
Zayn hanya mampu bernafas dengan kasar. Bagaimana seorang playboy sepertinya akan menikahi gadis bercadar. Zayn hanya menggelengkan kepalanya dan sedikit tersenyum.
Kemudian keluarlah gadis cantik dari toilet yang hanya melilitkan handuk di bagian tubuhnya dan langsung duduk di pangkuan Zayn.
"Uang sakuku sudah menipis sayang. Aku bahkan ingin melakukan perawatan agar aku tetap terlihat cantik dimatamu" ucap gadis itu dengan manja yang bernama Teri.
"Nanti aku kirimkan ke no rekening mu, lebih baik kau pergi saja" ucap Zayn.
"Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu" ucap Teri dan langsung mencium bibir Zayn. "Apa kau ingin lagi bercinta dengan ku sayang" ucap gadis itu.
"Hentikan Teri, aku ingin sendiri" bentak Zayn.
Lalu Teri buru-buru turun dari pangkuan Zayn dan dengan cepat memakai pakaiannya kembali dan berlalu meninggalkan Zayn seorang diri di kamar hotel tersebut.
"Semua gadis sama saja" ucap Zayn sambil menghisap sebatang rokok.
Seperti itu kelakuan Zayn pada wanita yang selalu bersamanya, dan jika sudah bosan ia akan membuangnya.
Zayn Syafei lelaki dewasa yang sudah berumur 31 tahun yang hobi bergonta-ganti pasangan dan di cap sebagai playboy oleh para rekan bisnisnya. Wajah tampan yang dimilikinya membuat para gadis berlomba-lomba mendekatinya termasuk para mahasiswi di kampus.
Tapi Zayn tetap menjaga sikap di depan publik termasuk di lingkungan kampus dan menjadi contoh yang baik bagi anak didiknya.
Sementara di tempat lain......
Darren yang baru saja di kabari oleh Milan bahwa berkisar 2 Minggu lagi acara pernikahan akan dilaksanakan.
Darren sangat marah dan ia terus meninju samsak yang menggantung di sebuah ruangan khusus di hotel miliknya. Karena hobi berolahraga maka ia menyuruh bawahannya untuk membuat ruangan khusus seperti itu yang dilengkapi dengan alat-alat nge-ngym dan alat boxing lainnya.
__ADS_1
Tak henti-hentinya Darren melayangkan tinjunya pada samsak yang menggantung hingga samsak itu terjatuh. Keringat pun mulai bercucuran di tubuh atletisnya yang hanya mengenakan baju tanpa lengan.
Kemudian ia pun mengambil handuk untuk me lap keringatnya lalu meneguk air mineral hingga tandas.
"Aku harus menggagalkan pernikahan mereka" gumam Darren.
Lalu ponselnya berdering. Dengan cepat ia menggeser ikon berwarna hijau.
"Bagaimana apa kau sudah bertemu dengan orang yang ku maksud" tanya Darren pada anak buahnya.
"Sudah tuan, saya akan mempertemukan anda dengan orang itu. Sepertinya tidak lama lagi ia akan mengabdi kepada anda tuan" ucap anak buah Darren.
"Hemm, kerjakan tugasmu dengan baik" ucap Darren lalu mematikan sambungan teleponnya.
Ternyata manusia mampu di buta kan oleh uang dan tahta. Bersiaplah Alvin Damanik kau tidak akan pernah melihat lagi putri mu, ha ha ha ha. Batin Darren dengan seringai licik diwajahnya.
Kemudian ia pun berjalan keluar dari ruangan tersebut.
🍁🍁🍁🍁🍁
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat nya. Tepatnya Hari ini acara akad pernikahan Ziva dan Zayn akan dilangsungkan di hotel keluarga Damanik. Hotel yang menjadi akad nikah mereka sudah di penuhi dengan background bunga dan dekorasi yang begitu indah yang di dominasi dengan warna putih.
Berbagai rangkaian acara sebelumnya mereka lakukan di kediaman mereka masing-masing sesuai dengan tradisi dan adat istiadat keluarga mereka.
Untuk keluarga Damanik ia mengikuti adat dan tradisi mereka yakni mulai dari rangkaian acara di pingit, pengajian dan berbagai rangkaian acara lainnya. Namun keluarga mereka tidak lengkap karena lexa belum bisa hadir di tengah-tengah mereka karena larangan dokter yang menanganinya yang tidak ingin Lexa berada di keramaian yang bisa membuat mentalnya buruk dengan kondisi seperti itu.
Acara pernikahan Ziva di gelar dengan tertutup hanya kerabat dan orang tertentu yang bisa hadir di acara pernikahan tersebut.
Ziva sangat senang kehadiran mereka. Bahkan Ziva masih saja ingin bermain dengan baby Key dan mengendong nya bolak-balik saking gemasinnya baby Key dengan pipi yang gembul .
Seperti di pagi hari ini....
"Berikan baby Key pada ibunya. Sekarang waktunya pengantin wanita untuk dirias" ucap nyonya Ira.
"Lihatlah bunda, baby Key masih ingin bersamaku. Mungkin begitu rindunya pada aunty nya" ucap Ziva tersenyum yang melihat tingkah baby Key yang menyembunyikan wajahnya.
"Donna bawa baby Key menjauh dari Ziva" ucap nyonya Ira yang berpura-pura marah.
"Baiklah bibi. Sayang sama mama ya. Kita lihat cicak di sana ya" ucap Donna sambil mengedipkan mata merayu putranya yang ingin mengambil dari gendongan Ziva.
Namun lagi-lagi baby Key menangis dan ingin terus bersama Ziva.
"Tuh kan baby Key ingin bersama ku. Jadi kalian jangan memaksanya" ucap Ziva.
"Sayang kau harus bersiap, sebentar lagi acara akad akan berlangsung " omel nyonya Ira.
"Iya ziv, tidak lama lagi kau juga pasti jadi seorang ibu dan memiliki baby. Maka dari itu cepat bersiap jangan sampai calon suamimu menuggu" goda Donna.
Lagi-lagi wajah Ziva memerah mendengar ucapan Donna.
"Baiklah, baby Key sayang, anak yang shaleh, ponakanku yang paling tampan, sama mama Donna dulu ya" ucap Ziva seolah baby Key mengerti ucapannya lalu memberikan baby Key kepada Donna. Baby Key yang masih beberapa bulan sempatnya mengerti ucapan Ziva ia pun tersenyum di gendongan ibunya saat melihat Ziva berlari menaiki anak tangga diikuti ibunya.
__ADS_1
Kini Ziva sudah membersihkan kembali tubuhnya di bantu langsung oleh ibunya. Sementara Mua yang berprofesi memake up Artist. Sudah stand by dengan peralatan make up nya dan siap memake over wajah Ziva.
Ziva duduk manis di depan cermin. Sementara mua sudah menjalankan aksinya memake over Ziva.
Sekitar satu jam lebih, akhirnya Ziva selesai di make over dan hasilnya luar biasa. Bahkan mua sangat takjub dengan kecantikan Ziva memang dasarnya Ziva cantik, sehingga tidak salah jika ia tampil berbeda. Ziva terlihat sangat cantik dengan make up yang natural namun tetap saja estetik.
Untuk Ziva sendiri seperti tidak mengenali dirinya pada saat melihat wajahnya di pantulan cermin.
"Nona Ziva sangat cantik, saya sangat beruntung memake over nona" ucap mua itu sedikit bangga.
"Terima kasih mbak".
"Sama-sama nona Ziva".
Kini giliran stylish berhijab yang turun tangan. Ia membantu Ziva mengenakan gaun pengantin yang begitu indah dengan dominasi warna putih yang suci dan bersih dengan model desain bak putri kerajaan yang dihiasi dengan batu permata dan berlian dengan berat berkisar 7 kilogram dan panjang menjuntai ke lantai.
Lalu stylish itu membantu Ziva memasang hijab dengan cadarnya dan melilitkan nya dengan indah. Ziva sangat berbeda di hari bahagianya yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri Zayn Syafei.
Sementara di lantai dasar Tuan Harris duduk bersama dengan Gamal dan Raihan yang sudah rapi dan bersiap-siap ke lokasi gedung hotel dimana acara tersebut berlangsung.
Untuk tuan Alvin beserta Riko sudah berada di lokasi. Ia mengerahkan seluruh anggota The Manik untuk berjaga-jaga dan mengamankan lokasi tersebut. Beberapa para tamu undangan sudah berada di aula hotel tersebut.
"Apa kau tidak mencurigai anak Alex Riko" ucap tuan Alvin.
"Tidak tuan, mata-mata kita mengatakan bahwa Fino Alexander sedang berada di luar negeri dan sedang melakukan perjalanan bisnis" ucap Riko.
"Baguslah jika seperti itu, jangan sampai mereka membuat rencana jahat".
"Oh iya tuan, Pihak keluarga Abdullah sebentar lagi akan tiba dan pak penghulu sedang dalam perjalanan".
"Oh bagus ji seperti itu, akad nikah putriku akan di laksanakan pagi ini. Kerjakan tugasmu dengan baik Riko. Terus mana Dion aku tidak melihatnya".
"Dia bertugas menjemput tuan Harris dan anggota keluarga lainnya".
"Kalau begitu aku kedepan dulu menyambut tamu undangan".
"Baik tuan".
Keluarga Abdullah tiba di lokasi, tuan Alvin menyambut mereka. Kemudian menyuruh mereka ke ruangan yang disediakan untuk beristirahat.
Zayn terlihat tampan dengan setelan texudo dengan warna selaras dengan calon istrinya.
Kemudian iapun pun berlalu ke kamar hotel untuk beristirahat sejenak dan mengurangi kegugupannya yang sebentar lagi acara akad akan berlangsung.
Zayn memilih mondar-mandir masuk toilet. Dan terdengar pintu kamarnya di buka oleh seseorang. Ia sama sekali tidak mengetahui ada seseorang yang memasuki kamarnya.
"Uuh lega juga" ucap Zayn yang baru keluar dari toilet dan melihat seseorang di hadapannya menggunakan topeng.
"Hei kau siapa" ucap Zayn.
Lalu orang tersebut langsung menghajar Zayn dengan sekali pukulan hingga tak sadarkan diri.
__ADS_1
Bersambung.......