Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Ceroboh


__ADS_3

Ziva kembali memegangi kepalanya yang begitu sakit bahkan penglihatannya pun mulai pudar.


Ya Allah apa yang terjadi, kenapa kepalaku bisa sakit. Bahkan aku belum melihat ayahku. Batin Ziva yang semakin memegangi kepalanya yang sakit.


"Biarlah aku tidak bertemu dengan ayah malam ini. Lagian besok aku akan menemuinya bersama Kakek" gumam Ziva yang kembali tersenyum walaupun rasa sakit di kepalanya.


Kemudian Ziva bangkit dari duduknya dan ingin segera meninggalkan pesta itu. Baru beberapa langkah ia kembali mendapatkan ujian dengan kehadiran 4 sekawan yang merupakan rekan bisnis Darren dan salah satu dari mereka yaitu play boy cap gajah yang berbadan bongsor.


"Hei nona buruk rupa, kita bertemu lagi" ucap lelaki bongsor itu yang mengenal Ziva.


Sedangkan Ziva tidak menghiraukan ucapan mereka. Ziva kembali ingin melangkah karena rasa sakit di kepalanya semakin menjadi-jadi, tapi dihalangi lagi oleh mereka.


"Eits jangan pergi dulu, kami masih ingin bermain denganmu" timpal teman satunya.


Untungnya Fino masih bisa menemukan keberadaan Ziva. Karena rencana Fino ingin mengenalkan Ziva kepada mamanya. Dengan langkah lebar Fino menghampiri Ziva.


"Apa yang kalian lakukan menghalangi tamuku" ucap Fino dengan tatapan tajam kepada mereka.


"He he he he, maaf tuan Fino kami ada urusan dengan gadis ini" ucap lelaki bongsor itu.


"Jangan mengganggu tamuku,atau kalian akan ku hajar hah" ucap Fino disertai ancamannya.


Seketika itu, mereka meninggalkan Ziva.


"Terima kasih kak Fino" ucap Ziva yang masih memegangi kepalanya.


"Apa kau sakit" tanya Fino yang melihat Ziva terus saja memegangi kepalanya.


"Tidak, aku tidak apa-apa" ucap Ziva cepat.


Sementara Fino terus saja menatap Ziva.


"Bekerjalah dengan giat. Kalau begitu aku permisi dulu" ucap Ziva yang berpamitan.


"Apa boleh aku mengantar mu ke lobby" ucap Fino yang kembali di hadapkan masalah kegugupan.


"Tidak perlu, kau kan sedang bekerja" tolak Ziva.


Fino hanya mampu menatap Ziva berjalan menjauh darinya. Ada rasa kekecewaan saat Ziva menolak ajakannya.


Lalu Ziva melangkahkan kakinya mencari lift dengan penglihatan yang kurang jelas. Akan tetapi Ziva terlebih dahulu mencari toilet.


Sementara Riko yang berada di tengah-tengah pesta masih membayangkan sosok gadis dengan nama yang sama dengan anak tuannya. Sampai-sampai Riko menyemburkan minumannya ke wajah anak buahnya saat mendengar seorang gadis menyebutkan nama Zivanna Damanik.


Ini tidak mungkin. Anak tuan Alvin sudah lama meninggal dan setiap tahunnya kami melakukan tabur bunga atas kematiannya di pelabuhan yang tidak jauh dari kediaman tuan Alvin. Batin Riko.


"Ada apa denganmu tuan" ucap kedua anak buahnya.


"Tidak apa-apa" ucap Riko.


"Tuan Riko, tadi aku bertemu dengan seseorang dan ia ingin mempertemukan kita dengan tuan Harris dan cucunya yang merupakan anak dari tuan Alvin" ucap anak buahnya yang merupakan seorang mafia anggota The Manik.

__ADS_1


Riko tampak diam. Tapi Ia tidak ingin terlalu percaya dengan orang-orang seperti itu. Tapi hatinya berkata lain, ia bahkan semakin penasaran dengan gadis tadi.


"Mungkin mereka hanya ingin mencari keuntungan dari keluarga tuan Alvin" ucap Riko dengan tersenyum sinis.


"Aku juga berpikir seperti itu tuan, tapi orang itu begitu menyakinkan bahkan mengetahui keberadaan tuan Harris. Ia pun memberikan nomor ponselnya untuk kita hubungi" ucap anak buahnya yang kembali menyakinkan Riko.


"Ya sudah, cepat hubungi orang itu" ucap Riko.


Kemudian salah satu anak buah Riko menghubungi nomor tersebut.


"Tuan orang itu tidak menjawab teleponku"ucap anak buahnya.


"Kalau begitu kita cari gadis yang bernama Zivanna Damanik, mungkin masih berada di pesta ini" ucap Riko.


Lalu mereka bertiga mulai berpencar mencari keberadaan Ziva.


Sementara Ziva berjalan gontai sambil meraba dinding tembok dengan kepala yang semakin sakit dan pusing, bahkan penglihatannya mulai gelap. Hingga ia sama sekali tidak bisa melihat apa-apa dan terjatuh di lantai.


Brukk


Ziva terjatuh dan tak sadarkan diri. Lalu seseorang mulai mengangkat tubuhnya dan membawanya masuk ke sebuah kamar VIP. Kemudian wanita itu meletakkan tubuh Ziva diatas tempat tidur yang begitu besar nan mewah.


Rupanya mereka adalah wanita tadi yang memberikan Ziva air putih. Kemudian wanita itu menghubungi seseorang yang merupakan Bossnya.


"Aku sudah membawanya di kamar tuan" ucap seorang wanita itu.


"Kerja bagus, suruh lainnya untuk berjaga di depan pintu kamar. Aku masih ada urusan penting" ucap seorang lelaki lalu langsung memutuskan sambungan teleponnya.


"Kau gadis yang tidak beruntung, sebentar lagi kau akan tiada di dunia ini" bisik wanita itu di telinga Ziva sambil tersenyum sinis.


🍁🍁🍁🍁😌


Sementara pesta untuk kalangan kelas VIP semakin meriah saja dengan menampilkan pertunjukan kembang api yang spektakuler yang berlangsung di danau buatan itu. Kerlap-kerlip kembang api memancarkan sinarnya di udara, ditambah langit malam yang sangat mendukung dengan jutaan bintang di langit.


Seluruh tamu undangan mengabadikan momen tersebut. Keluarga besar Darren sangat senang melihat pertunjukan kembang api yang berlangsung 30 menit lamanya.


"Lebih baik mama istirahat, aku tidak ingin angin malam menusuk kulit mama" ucap Fino yang begitu perhatian.


"Tapi sayang pestanya belum usai. Dan mama tidak melihat keberadaan Darren" ucap nyonya ratu yang kembali melihat disekelilingnya.


"Sudahlah mama, pestanya masih panjang. Rissa antarkan mama ke kamarnya" ucap Fino yang memerintah Rissa.


"Baiklah kak Fino, aku tidak akan menolak ucapanmu. Bibi ayo kita ke kamar" ucap Rissa kemudian menggandeng tangan bibinya.


Kemudian Fino memerintah beberapa anak buahnya yang merupakan anggota The Tiger untuk melakukan pengamanan kepada mereka berdua.


"Hei kalian, lakukan penjagaan di depan kamar mamaku. Jangan sampai ada kesalahan sekecil pun" ucap Fino pada anak buahnya.


"Siap tuan" ucap mereka kompak yang berjumlah 4 orang dan salah satu diantara mereka adalah Tom yang melakukan penyamaran dengan membubuhkan brewok nya.


Bagaimana ini, aku tadi melihat paman Riko. Aku ingin sekali mendengar kabar Lexa. Batin Tom

__ADS_1


Lalu mereka berjalan di belakang nyonya ratu dan Rissa untuk melakukan pengamanan.


🍁🍁🍁🍁


Sementara di sebuah ruangan khusus. Seorang lelaki tampak duduk di kursi kebesarannya sambil melirik keempat orang penting di perusahaannya. Ia kembali mengingat ucapan gadis yang selalu membuatnya kesal 'Terima kasih tuan, kau telah menghancurkan perusahaan kakek ku, tapi bukan berarti aku kalah darimu'. Itulah kata-kata yang menari-nari di pikirannya.


Keempat orang itu hanya menunduk ketakutan termasuk Rey didalamnya.


"Aku tidak habis pikir kalian bisa seceroboh ini" bentak seorang lelaki,siapa lagi kalau bukan Darren Alexander Tiger sang penguasa Alexander Group.


Kemudian Darren bangkit dari duduknya dengan tatapan tajam ditambah kemarahan yang sudah meluap-luap lalu berjalan kearah mereka. Dan tanpa pikir panjang, Darren langsung melayangkan tinjunya ke perut mereka masing-masing.


Mereka berempat terlihat menahan kesakitannya tanpa melakukan pembelaan.


"Aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Kau Pak Jaya cepat coret nama gadis itu dari perusahaan ku. Aku tidak ingin gadis itu berinvestasi di perusahaan ku" ucap Darren dingin.


"Itu tidak mungkin tuan Darren, perusahaan kita saling menguntungkan berkat gadis itu menjadi investor kita. Lagian uang yang diinvestasikan begitu besar tuan" ucap pak Jaya.


"Apa uang perusahaan ku tidak cukup untuk mengembalikan seluruh uang gadis itu" bentak Darren.


"Bukan begitu tuan, tapi bila gadis itu dikeluarkan, maka keuntungan perusahaan kita akan mengalami penyusutan" ucap pak Jaya.


"Iya tuan, Kami tidak tahu bila yang bernama Zidam seorang wanita. Karena 3 tahun silam investor itu seorang lelaki" ucap teman satunya.


"Satu hal yang perlu tuan Darren ketahui. Hasil dari berinvestasi dengan perusahaan kita, Nona Zidam sama sekali tidak menerima uang itu untuk di timbun kekayaannya. Akan tetapi, Ia malah gunakan untuk membangun sebuah masjid, panti asuhan dan yayasan sosial serta sisanya ia kembali sumbangan untuk sekolah-sekolah dengan siswa yang kurang mampu" ucap Pak Jaya menjelaskan.


Sementara Rey hanya diam sambil memegangi perutnya. Darren semakin marah mendengar penjelasan mereka yang begitu memihak kepada Ziva.


"Apa kalian membantah ucapanku hah" teriak Darren.


Seketika itu mereka menciut melihat kemarahan tuannya yang tidak pernah mereka lihat. Rey pun mulai ikut andil untuk menenangkan tuannya.


"Jangan seperti ini tuan, semuanya akan baik-baik saja. Lagian gadis itu tidak merugikan perusahaan" ucap Rey yang menenangkan tuannya.


Memang perusahaan ku tidak dirugikan bodoh. Tapi harga diriku seakan di jatuhkan oleh gadis buruk rupa itu. Batin Darren.


Darren begitu kesal lalu berjalan keluar sambil membanting pintu ruangan itu. Seketika mereka yang berada di ruangan itu begitu kaget.


Darren berjalan dengan langkah lebar untuk segera menghabisi gadis buruk rupa itu. Tak lupa ia kembali menghubungi Rey untuk menyuruh Fino segera melakukan perjalanan bisnis bersama beberapa petinggi perusahaan Alexander Group. Karena ia tidak ingin rencana melenyapkan Ziva terhalang oleh kakaknya. Tanpa membantah Rey segera menemui Fino.


Kini Darren sudah berada di lorong hotel menuju kamar 501. Saat berada di depan pintu kamar yang dituju. Darren sama sekali tidak melihat keberadaan anak buahnya berjaga di depan pintu kamar itu.


Brukk


Darren menendang pintu kamar itu. Dan betapa terkejutnya ia melihat disekelilingnya yang terlihat kosong. Darren hanya mampu mengepalkan tangannya dengan kemarahan yang semakin menjadi-jadi.


Bersambung.......


Mohon maaf bila alurnya tidak sesuai 🙏.


Dan terima kasih buat teman-teman yang sudah mampir di karya nyeleneh ku ini 🤗

__ADS_1


__ADS_2