
Darren yang melihat kejadian itu, hanya mampu tertawa.
"Ha ha ha ha, bahkan handuk mu saja lepas gadis buruk rupa. Bagaimana bisa kau akan melawan ku hah... ada-ada saja" ucap Darren yang lagi-lagi tertawa dengan lepasnya.
Mungkin orang akan menganggap kejadian tersebut adalah langkah, bagaimana bisa seorang Darren Alexander Tiger bisa tertawa. Darren bahkan dikenal sebagai lelaki yang berdarah dingin dan kejam dan satu hal lagi bermode serius dimana pun dan kapan itu.
"Sudah puas menertawakan saya. Aku tidak akan mengampuni mu tuan. Karena kau sudah lancang masuk ke kamar ku" ucap Ziva tegas sambil memegang pedang samurai ditangan kirinya yang sempat ia simpan tadi.
Darren pun kembali serius. Ia pun meregangkan otot-ototnya yang kaku.
"Baiklah kita lanjutkan kembali" ucap Darren yang masih memegangi pistolnya.
Kemudian Ziva memilih keluar dari ruang ganti tersebut, begitu halnya dengan Darren.
Lalu Darren melepaskan jaket kulit yang melekat pada tubuhnya. Sehingga terlihatlah tubuh atletis Darren dengan kemeja putih berlengan pendek yang pas di badan.
Dengan gerakan cepat Ziva mulai melawan Darren menggunakan pedang samurai yang menjadi senjatanya. Sementara Darren tidak menggunakan senjata apapun.
Ziva terus mengarahkan pedang samurai nya ke tubuh Darren. Sedangkan Darren mampu menghindar dari pedang samurai Ziva dengan gerakan yang begitu cepat.
Teknik beladiri keduanya mumpuni sehingga mereka sama-sama tangguh.
Ziva kembali mengayunkan pedang samurai ke tubuh Darren. Akan tetapi, dengan gerakan cepat, Darren melakukan perlawanan dengan menendang perut Ziva hingga membuat Ziva terjatuh di atas tempat tidur.
Ziva begitu marah sambil memegangi perutnya yang sakit. Ia pun kembali bangkit dan ingin menghajar Darren.
"Apa kau ingin mati ditangan ku"ucap Darren dingin yang menatap Ziva dengan intens.
"Kau bukan Tuhan, aku tidak akan membiarkan mu tuan Alexander keluar dari kamar ku dengan selamat" bentak Ziva dengan mata memerah yang begitu marah yang sudah berdiri di hadapan Darren.
Lalu keduanya mengarahkan senjata mereka masing-masing ke lawannya.
Darren menodongkan pistol ke kepala Ziva, sedangkan Ziva mengarahkan pedang samurainya ke leher Darren. Mereka berdua saling menatap dengan penuh kebencian.
Lagi-lagi Darren terpesona dengan kecantikan Ziva yang terlihat marah.
__ADS_1
Kau sangat menarik gadis buruk rupa. Batin Darren.
Yang tidak sadar mengagumi Ziva sehingga ia gagal fokus.
Ziva yang melihat Darren hanya diam, dengan cepat Ziva ingin menghajarnya dengan pedang samurai yang dipegangnya. Namun untungnya Darren cepat tanggap dan memelintir tangan Ziva hingga pedang samurai ditangan Ziva terjatuh dilantai.
"Aakh, sakit. Lepaskan tanganku pengusaha gila" ucap Ziva yang sudah naik pitam.
Darren kemudian melepaskan tangan Ziva lalu mendorong tubuh Ziva, sedangkan Ziva ikut menarik tangan Darren hingga keduanya terjatuh di atas tempat tidur.
Posisi keduanya begitu intim. Pandangan mata mereka kembali bertemu. Dengan cepat Ziva mengalihkan pandangannya.
"Menyingkirlah, kau berat sekali" ucap Ziva yang mendorong dada bidang Darren yang berada diatasnya.
Darren sama sekali tidak bergeming ia hanya menatap Ziva yang berada di bawahnya. pandangan matanya sudah terkunci. Ia terus memperhatikan wajah Ziva. Darren hanya mampu menelan salivanya dengan susah paya saat mengamati bibir ranum Ziva yang sedang mengomel.
"Apa kau tuli tuan Alexander" ucap Ziva yang kembali mengomel.
Darren kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Ziva, entah apa yang merasukinya. Hembusan nafas Darren terasa hangat mengenai wajah Ziva. Sementara Ziva begitu kaget dengan tingkah laku Darren. Dengan cepat Ziva membenturkan kepalanya ke kepala Darren.
Jangan harap kau ingin berbuat macam-macam kepadaku pengusaha gila. Batin Ziva yang sedang memperbaiki mukenanya.
Sementara Ziva kembali memegang pedang samurai dan mengarahkan ke tubuh Darren.
Khiyaaa
Pedang samurai ditangan Ziva berhasil menggores dada Darren yang sempat tidak menghindar. Darah segar berhasil lolos mengenai kemeja putih Darren.
"Kau!!!" ucap Darren yang begitu marah besar.
Kemudian menembak ke arah Ziva namun tembakan nya meleset. Darren kembali menembak, namun sayang seribu sayang peluru pistol nya sudah habis.
"Nak buka pintunya, apa kau baik-baik saja didalam" ucap seorang wanita dari luar.
"Sial!!, kau akan membayar semua ini" ucap Darren yang tidak ingin berlama-lama, karena bisa saja ia tertangkap oleh musuhnya. Kemudian memakai jaket kulitnya dan melangkah meninggalkan tempat tersebut melewati jendela.
__ADS_1
"Hei tunggu" ucap Ziva yang mengejar Darren.
Dan melihat Darren terus melompat hingga tidak terlihat.
Kemudian Ziva berjalan membuka pintu kamar nya dan melihat kedua orang tuanya yang terlihat khawatir.
"Apa yang terjadi nak, mengapa kamarmu berantakan seperti ini" ucap tuan Alvin yang melihat disekelilingnya.
"Anu ayah, tadi ada pencuri masuk ke kamarku dan aku pun melawannya" ucap Ziva sambil tersenyum.
"Apa kau terluka nak" ucap nyonya Ira yang memeriksa tubuh putrinya.
"Tidak bunda, aku baik-baik saja" ucap Ziva bohong.
Lalu nyonya Ira memeluk putrinya, karena ia tidak ingin kehilangan putrinya.
Tuan Alvin lalu memeriksa seluruh ruangan putrinya dan mendapati pedang samurai yang tergeletak di lantai.
"Apa kau melukai pencuri itu nak" tanya tuan Alvin pada putrinya.
"Iya ayah" jawab Ziva.
"Sepertinya orang dalam yang melakukan ini semua"
"Bagaimana bisa ayah"
"Tidak ada pencuri yang berani masuk ke mansion ini. Sudah puluhan tahun ayah tinggal di mansion ini dan baru kali ini ada pencuri. Ayah yakin pencuri itu masih berada di kediaman kita"
Lalu tuan Alvin menghubungi Riko untuk memeriksa seluruh penghuni di kediamannya satu persatu.
Sementara Darren yang berada di kamarnya sedang membersihkan lukanya dengan antiseptik sambil tersenyum.
"Untuk pertama kalinya aku terluka ditangan seorang gadis" gumam Darren sambil tersenyum mengobati lukanya."Bahkan aku hampir saja menciumnya" ucap Darren yang kembali tersenyum.
"Aku tidak akan melepaskan mu gadis buruk rupa. Kau harus membayar luka di tubuhku ini" ucap Darren sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
"Baiklah, sebagai balasannya. Aku hanya perlu membuat perusahaan ayahmu bangkrut" ucap Darren dengan seringai licik diwajahnya.
Bersambung.....