
3 Tahun Kemudian.......
Waktu terus berjalan. Setiap insan di muka bumi pasti akan merasakan yang namanya ujian atau cobaan. Bisa diibaratkan ujian kita seperti sebuah buku, satu lembar kita baca mungkin menarik saja, kita buka lembaran kedua mungkin sudah ada yang namanya konflik, permasalahan dan sebagainya, kita buka lagi lembaran berikut nya makin banyak saja permasalahan yang bermunculan. Seperti itulah ujian hidup.
Sejak insiden yang menimpa Ziva beberapa tahun terakhir mulai dari kebakaran perusahaan ZD Group yang menghancurkan perusahaan nya, hingga kasus tersebut ditutup dikarenakan anak buah Darren yang memilih menyerahkan diri ke pihak kepolisian.
Selanjutnya Ziva kembali mendapatkan ujian yaitu Darren kembali memerintahkan anak buahnya untuk menghancurkan bisnis kuliner yang dibangun olehnya. Hingga pada akhirnya Darren tidak mengusik kehidupan bisnis Ziva, dikarenakan ia lebih sibuk mengembangkan bisnisnya hingga bolak-balik ke 3 negara tersebut.
Sehingga Ziva mampu melewati semua ujian itu, berkat doa dan kesabaran yang ia miliki selama ini. Ditambah kakek tua yang selalu menuntunnya ke jalan yang benar dan dikelilingi pula oleh orang baik. Ia pun semakin hari terlihat semakin dewasa.
Kini bisnis kuliner yang dijalankan oleh Ziva semakin berkembang. Hanya dalam waktu 3 tahun ia mampu membuka 10 cabang restoran Ziva Food di berbagai daerah di negara C.
Bahkan Ziva mampu mempekerjakan chef profesional di restorannya. Dan satu lagi selera lidah pengunjung tidak bisa ke lain hati lagi. Kenapa bisa?, di karenakan cita rasa masakan yang unik dan berbeda dari restoran pada umumnya.
Sedangkan ketiga karyawannya hidupnya pun ikut senang menikmati kerja keras mereka, bahkan bisa dikatakan sejahtera. Untuk Baron diangkat menjadi manager di restoran Ziva food bagian pusat kota.
Begitu halnya dengan Raihan yang menjadi manager di berbagai daerah sehingga ia perlu bolak-balik ke berbagai daerah untuk memeriksa seluruh laporan keuangan restoran Ziva food. Dan sekaligus menjadi tangan kanan dan kepercayaan Ziva.
Dan untuk Luna (Luna dan Nana) kedua-duanya lebih memilih menjadi asisten Ziva. Sedangkan Jonoh sibuk menjadi supir Gamal. Ya Gamal bekerja keras memperbaiki seluruh data-data anak cabang perusahaan tuan Harris. Ia bahkan sibuk ke luar berbagai daerah untuk mengatasi permasalah tersebut.
Bagaimana dengan hubungan asmaranya dengan Donna?. Gamal rupanya sudah menikahi Donna sejak dua tahun silam. Bahkan tuan Harris dan Ziva turut menjadi saksi cinta mereka berdua. Dan sebentar lagi pasangan itu akan di karuniai seorang baby.
Tidak hanya itu, Ziva mampu menyelesaikan kuliah S1 dan S2 nya hanya dalam kurun waktu 3,5 tahun, dan ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan peredikat cumlaude. Kemudian Ziva pun diangkat menjadi dosen oleh pihak kampus, di kampus terbaik tersebut. Sudah genap satu bulan Ziva menjadi dosen di kampusnya sendiri.
Sementara di perguruan master Zen, Ziva malah memilih berhenti melatih para murid di perguruan master Zen, dikarenakan teman seperguruan nya yang terus saja menjatuhkan namanya.
Untuk kehidupan Gamal dan Donna
Pagi ini Ziva terlihat rapi dengan pakaian yang menjadi ciri khasnya. Ia menuruni anak tangga untuk menemui kakeknya yang sudah berada di ruang makan, sambil menikmati sarapannya.
"Pagi kek" sapa ziva sambil duduk di kursi samping kakeknya.
"Hemm, kau terlihat bahagia hari ini" ucap tuan Harris sambil menyeruput secangkir teh hijau nya.
"Iya alhamdulilah kek, Ziva harus selalu bahagia, dan memberikan kebahagiaan di sekitar Ziva" ucap Ziva tersenyum lalu menikmati sarapannya.
Setelah selesai sarapan Ziva pun berpamitan kepada kakeknya.
Sudah terparkir mobil sport berwarna merah dari hasil bisnis kuliner nya. Dan di sana sudah ada Lulu yang menjadi supirnya. Dan Nana yang selalu setia membukakan pintu mobilnya.
"Silahkan masuk non" ucap Nana saat melihat Ziva sudah berada di samping nya.
"Makasih mbak, aku hampir lupa, tolong ya mbak, cek laporan keuangan kita dicabang a. Lalu kirimkan ke email saya" ucap Ziva yang belum masuk ke dalam mobil.
"Siap non" ucap Nana bersemangat.
Sementara Ziva hanya tersenyum di balik cadarnya.
"Kemana tujuan kita non?" tanya Lulu yang sudah mengemudikan mobil dan meninggalkan kediaman tuan Harris.
"Ke kampus dulu mbak, hari ini aku ada jadwal mengajar" ucap Ziva sambil memainkan ponselnya.
"Baik non" ucap Lulu.
Lalu mobil melaju menuju kampus tempat Ziva mengajar.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara di tempat lain tepatnya di negara B.
Tuan Alvin dan nyonya Ira begitu bahagia mendapat kabar dari pihak rumah sakit bahwa Lexa sudah sadar dari komanya. Mereka pun berbondong-bondong ke rumah sakit untuk menemui anaknya. Tak terkecuali Riko turut senang menjadi sopir mereka apalagi Lexa merupakan darah daging Riko.
Saat tiba di rumah sakit tak henti-hentinya nyonya Ira memanjatkan syukur kepada sang khalik. Sampai-sampai tangis bahagia mengenai pipinya ia tidak pedulikan.
Mereka berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruangan VIP di rumah sakit tersebut. Saat berada di depan pintu ruangan Lexa. Suster yang berjaga menghentikan mereka bertiga karena pasien sedang menjalani pemeriksaan oleh dokter yang menangani Lexa.
Pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan sosok dokter dan 2 suster yang habis melakukan pemeriksaan.
"Bagaimana kondisi anak saya dok?" tanya tuan Alvin dengan perasaan campur aduk.
"Untuk sementara waktu... pasien masih perlu menjalani tahap pengobatan dan terapi. Apalagi kondisi pasien mengalami trauma. Jadi tolong berikan doa, semangat dan support kalian" ucap dokter yang menangani Lexa.
"Baik dok" ucap tuan Alvin. "Apakah kami boleh masuk" ucap tuan Alvin.
"Iya silahkan tuan, tapi jangan membuat mod pasien buruk" ucap dokter lalu berlalu pergi meninggalkan mereka.
Nyonya Ira dengan cepat masuk ke ruangan itu, dan tak terasa air matanya mengalir begitu saja melihat kondisi putri yang terbaring lemah. Dengan perban yang menutupi wajahnya.
"Lexa apa kabar sayang" ucap nyonya Ira yang duduk di kursi samping bed pasien.
"Bunda disini" ucap Lexa sambil menggerakkan tangannya ingin memeluk nyonya Ira.
Dengan cepat nyonya Ira menghambur ke pelukan Lexa dan menangis tersedu-sedu dengan menutup mulutnya.
"Mana ayah dan papah bunda?" tanya Lexa dalam pelukan bundanya, yang tidak mampu melihat keberadaan mereka.
"Ayah dan papah mu disini sayang" ucap Tuan Alvin.
Saat menggerakkan kakinya, ia begitu kaget karena tidak bisa berfungsi keduanya.
Apa yang terjadi kenapa, kakiku tidak bisa digerakkan dan aku bahkan tidak bisa melihat mereka. Batin Lexa.
"Kamu harus menjalani perawatan nak, agar kamu kembali sehat sedia kala" ucap tuan Alvin.
Seketika itu, terlintas di pikiran Lexa soal kejadian yang menimpanya, hingga kepalanya begitu sakit untuk mengigat semua itu sepenuhnya.
"Akhhh, sakit. Tolong jangan bunuh saya" teriak histeris Lexa yang mengingat kejadian itu. Sambil memeluk erat tubuh bundanya.
"Tenang saya, ada bunda" ucap nyonya Ira.
"Panggil dokter mas" ucap nyonya Ira yang begitu khawatir melihat kondisi putri nya.
Sementara Riko langsung memencet tombol darurat di ruangan itu.
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara di tempat lain........
Rupanya Darren tengah sibuk mempersiapkan acara ulang tahun perusahaan nya. Dan untuk tahun ini acaranya diselenggarakan di negara C. Seluruh karyawan nya sibuk menentukan konsep untuk acara bergengsi tersebut. Rupanya hanya Satu bulan acara tersebut akan diselenggarakan.
Tak hanya Darren yang sibuk begitu pun Fino, ia turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Untuk urusan pekerjaan nya ia lebih mempercayakan sekertaris sekaligus asistennya Chiko yang mengurus segala sesuatu nya.
__ADS_1
Bahkan hari ini ia baru tiba di negara C. Sambil berjalan ke luar bandara ia melirik kesana kemari menuggu saudaranya menjemputnya. Bahkan satu pun anak buah Darren tidak ada batang hidungnya. Hingga ia kesal menunggu lama.
"Kemana Darren, bahkan tidak menyambut kedatangan ku. Anak buahnya juga tidak becus. Sial!" omel Fino kesal sambil mendorong koper miliknya.
Ia pun memilih mencari taksi, walaupun sudah beberapa kali ke negara ini. Tapi baginya masih belum paham betul arah jalan di negara itu.
Ia pun bahagia, rupanya masih ada taksi yang melewati area tersebut.
"Pak tolong ke tempat showroom mobil" ucap Fino kepada supir taksi tersebut.
"Baik tuan" ucap supir taksi tersebut.
Fino pun tiba di tempat tujuan ia lebih memilih untuk menyewa mobil sport untuk ia pakai ke kediaman Darren.
Setelah melakukan serah terima dengan pemilik showroom mobil tersebut. Kemudian Fino meninggalkan tempat itu dengan mengendarai mobil sport yang di sewanya. Ia tampak happy dan enjoy berkendara di jalan raya.
"Lebih baik aku, bersenang-senang dulu. Biar mereka sibuk mencari ku" ucap Fino.
Lalu mencari restoran terdekat. Fino mampir pada sebuah restoran bertuliskan 'Ziva food'.
Kemudian ia memesan dan duduk tenang sambil memainkan ponselnya untuk menunggu pesanan nya datang.
Pesanan pun dapat. Dengan rakusnya Fino memakan seluruh hidangan tersebut sampai habis tak tersisa.
Ugghh
Sampai Fino bersendawa.
"Gila!, makanan restoran ini luar biasa. Aku akan terus makan di restoran ini selama sebulan di negara ini" gumam Fino.
Kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang lalu memberikan kepada pelayan. Setelah itu, ia pun berjalan keluar menuju parkiran untuk kembali mengendarai mobilnya.
Tidak jauh dari restoran tiba-tiba saja mobilnya berhenti mendadak.
"Eeh ada apa lagi ini" omel Fino lalu melihat kondisi bahan bakar dari mobil tersebut.
"Sial!, ternyata bahan bakar nya habis" ucap Fino dengan kesal sambil menendang ban mobil tersebut hingga ponselnya terjatuh di jalan.
Saat ingin memungut ponselnya yang jatuh tiba-tiba saja ada mobil dari arah kiri begitu cepat lajunya, sedangkan Fino tidak memperhatikan di sekitar nya ia lebih memilih memungut ponsel mahalnya.
Sementara Ziva dan Lulu yang melintasi jalan itu dengan cepat menghentikan mobilnya.
"Bodoh sekali orang itu" omel Ziva dengan cepat membuka pintu mobil dan berlari ke arah Fino.
Fino masih berjongkok ingin mengambil ponselnya dan dengan cepat Ziva menendang ponsel tersebut, lalu mendorong tubuh Fino hingga mereka jatuh bersama..
Brukk
Ziva berada di atas tubuh Fino dengan cepat bangkit dan memperbaiki hijab nya. Sementara Fino memegangi jantungnya yang berdegup kencang melihat mata teduh dari Ziva bahkan seperti aliran listrik yang menjalar ditubuhnya saat jari-jari lentik Ziva mengenai dadanya tadi.
Bersambung.......
Maaf ya bila alurnya tidak sesuai 🙏.
Terima kasih untuk seluruh pembaca setia Mafia Vs Gadis Bercadar yang sudah memberikan dukungannya melalui like, comment dan vote kalian 🙏
__ADS_1
Terima kasih yang sudah coment tulisan author yang tidak sesuai dengan peribahasa, author baru edit ya.
Author sangat berterima kasih 🙏