Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Hamil


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepatnya. Tak terasa 2 hari lagi menuju hari H pernikahan Fino dengan Sarah. Para pelayan tampak sibuk di pagi hari melakukan aktivitas nya menjadi pelayan di kediaman Alexander. Dan beberapa pelayan tampak sibuk membantu pihak wedding organizer untuk mendekorasi rumah utama kediaman Alexander.


Rupanya nanti malam akan diadakan acara siraman dan pengajian untuk Fino sebelum melangsungkan akad nikah sesuai adat istiadat yang dianutnya.


Nyonya Ratu bersama tuan John dan Rissa sedang duduk bersama di ruang tamu melihat para pelayan yang sedang bekerja mempersiapkan acara nanti malam dan sesekali meminta mereka untuk berhati-hati dalam bekerja.


Sementara pasangan suami istri yang sedang di mabuk asmara masih saja berada di dalam kamar nya.


Darren terlihat rapi dengan setelan jasnya yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Ia rupanya menunggu Ziva yang sedari tadi berada di dalam toilet.


"Sayang apa kau baik-baik saja" teriak Darren. Ia sudah bosan menunggu Ziva, sementara pagi ini ia ada rapat penting tentang perkembangan perusahaan nya .


Sementara orang di dalam toilet sama sekali tidak menjawab ucapan nya.


Darren lalu berjalan menuju toilet, ia ingin memastikan istrinya apakah baik-baik saja di dalam toilet.


Cklek


Darren membuka pintu toilet, ia langsung masuk mencari keberadaan istrinya.


Hoek


Hoek


Hoek


Darren mampu melihat Ziva terus saja memuntahkan isi perutnya di wastafel. Dengan cepat ia langsung menghampiri istrinya sambil memijit leher belakang Ziva.


"Sayang sepertinya kau sedang masuk angin" ucap Darren yang khawatir melihat istrinya yang terlihat pucat.


Ziva hanya diam sambil membasuh wajahnya. Tiba-tiba saja tubuhnya terasa lemas dan pandangan nya mulai kabur. Keseimbangan tubuhnya terasa oleng. Untungnya Darren dengan sigap menangkap tubuh istrinya.


Darren lalu mengendong tubuh Ziva yang tengah pingsan dan membawanya keluar dari toilet.


Darren terlihat panik, ia lalu menurunkan tubuh istrinya dengan hati-hati di atas tempat tidur. Darren lalu menghubungi kepala pelayan untuk meminta ibunya menemuinya. Setelah itu, Darren kembali menelpon jones untuk menghubungi dokter keluarga mereka.


Darren terlihat panik, ia pun membuka kotak P3K yang berada di atas nakas, ia pun mengambil aromaterapi lalu mengusapkannya di kening dan pangkal hidung istrinya.


"Zivanna, bangun sayang" ucap Darren sambil menepuk pelan pipi istrinya.


Tak berselang kemudian, nyonya Ratu, Rissa dan kepala pelayan menghampiri nya dengan wajah yang terlihat khawatir.


"Apa yang terjadi sayang, bagaimana Ziva bisa pingsan seperti ini" ucap Nyonya Ratu.


"Aku juga tidak tahu ma, Ziva terlalu lama dalam toilet. Ia terus saja mual-mual dalam toilet. Untungnya aku menghampiri nya ma, ternyata dia sudah lemas dan mulai jatuh pingsan" ucap Darren yang sedang duduk di tempat tidur sambil memijit kening istrinya.


"Astaghfirullah, apa kau sudah menghubungi dokter" ucap nyonya Ratu sambil memijit lengan menantunya yang duduk di pinggir tempat tidur.


"Sudah ma, sebentar lagi akan tiba" ucap Darren dengan wajah yang terlihat panik.


"Mungkin kakak ipar salah makan makanan, jadi nya seperti ini" ucap Rissa yang ikut duduk di samping nyonya Ratu sambil memijit kaki Ziva.


Ziva pun mulai mengerjakan matanya, ia pun kaget melihat ibu mertuanya dan Rissa sedang memijitnya.


Dengan cepat ia memposisikan tubuhnya untuk duduk di tempat tidur.


"Kau sudah sadar sayang" ucap Darren lalu memeluk istrinya.


"Aku hanya lemas dan sedikit pusing" ucap Ziva dengan sedikit senyuman di pelukan hangat suaminya.


"Syukurlah mama khawatir kepada mu sayang"ucap nyonya Ratu sambil menggenggam tangan Ziva.


Tak berselang lama kemudian, dokter wanita yang merupakan dokter keluarga mereka, mulai menghampiri Ziva lalu memeriksa terlebih dahulu kondisi tubuh Ziva.


Dokter wanita itu tersenyum sambil memeriksa Ziva menggunakan stetoskopnya.


"Bagaimana dok, kondisi istri ku" ucap Darren yang sangat menghawatirkan istrinya.

__ADS_1


"Selamat tuan Darren, istri anda tengah hamil. Wajar kondisi tubuh istri anda lemas di trimester pertama kehamilan nya. Jadi usahakan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan perbanyak minum air putih" ucap dokter wanita itu ramah.


Deg


Darren langsung memeluk istrinya. Ia begitu bahagia mendengar kabar kehamilan Ziva. Sementara Ziva hanya mampu tersenyum dengan mata berkaca-kaca. Ia pun sangat senang di diagnosa hamil oleh dokter.


Alhamdulillah Ya Allah terima kasih, akhirnya aku hamil. Batin Ziva


Nyonya Ratu ikut bahagia mendengar kabar kehamilan Ziva. Ia sangat bersyukur kepada Tuhan, karena akhirnya menantunya hamil juga. Nyonya Ratu selama ini mengetahui bahwa Ziva belum hamil, hanya saja ia menjadi bungkam agar tidak terjadi masalah terhadap pasangan suami istri itu.


Rissa pun ikut senang Ziva hamil.


"Aku sudah tidak sabar untuk menggendong bayi mungil kalian" ucap Rissa dengan suara cempreng nya.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu dan ini resep obat untuk mengurangi rasa mual nona Ziva" ucap dokter tersebut, yang menyerahkan secarik kertas.


Bu Hana menerima secarik kertas tersebut. Lalu mengantar dokter tersebut menuju lantai dasar.


Sementara Nyonya ratu dan Rissa yang masih berada di dalam kamar Darren hanya bisa berdehem melihat keromantisan pasangan suami istri itu.


"Kamu istirahat nak, biar Darren yang menjagamu. Bersiap-siaplah sayang untuk menjadi suami siaga. Kalau begitu mama tinggal ya sayang" ucap Nyonya ratu.


Sementara Rissa masih ingin berlama-lama di tempat itu, akan tetapi dengan cepat nyonya Ratu menyeretnya untuk ikut bersama nya ke bawah bersama beberapa kerabat yang mulai dekat yang mulai berdatangan.


Tak berselang lama kemudian, Bu Hana kembali membawa nampan berisi bubur, buah segar dan obat melalui resep dokter untuk Ziva.


"Taruh saja disitu Bi" ucap Darren yang masih saja setia memeluk istrinya. Ia bahkan tidak jadi berangkat ke kantor dan membatalkan rapat penting nya.


Darren lalu mengambil semangkuk bubur kemudian menyuapi istrinya. Ziva sempat menolak disuapi oleh suaminya. Tapi Darren tetap kekeh melakukan hal itu.


"Sayang kau tidak ke kantor" ucap Ziva yang baru saja meminum air hangat.


"Tidak, aku akan menjagamu. Bagi ku kau harta yang paling berharga dalam hidupku Zivanna. Dan bayi dalam perutmu butuh perhatianku" ucap Darren sambil menatap manik mata istrinya.


Ziva tersenyum sambil mengelus perut ratanya.


"Bagaimana dengan acara di bawah, aku tidak enak kepada mama dan lainnya" ucap Ziva sambil menunduk.


"Jangan pikirkan itu, beristirahat lah.. mulai sekarang kau tidak boleh banyak berpikir. Dan untuk masalah bisnis kuliner mu, biar orang lain saja yang mengurusnya kau tidak perlu lagi ambil pusing untuk memeriksa laporan bulanan bisnis mu yang beberapa Minggu ini kau kembali sibuk mengurusi nya" ucap Darren.


"Baiklah, jika seperti itu mau mu suamiku" ucap Ziva lalu menyandarkan tubuhnya di dada bidang Darren." Aku ingin tidur sambil dipeluk oleh mu" ucap Ziva tersenyum sambil memejamkan matanya.


Darren lalu memeluk istrinya sambil mengelus perut rata Ziva.


"Aku mencintaimu sayang, terima kasih akhirnya kau hamil juga" ucap Darren sambil mencium pipi kanan Ziva.


Sementara Ziva sudah tertidur pulas dengan dengkuran halus yang terdengar jelas. Karena efek obat yang mulai bereaksi.


Darren hanya mampu tersenyum dengan wajah yang berbinar kebahagiaan.


Sore harinya


Ziva baru saja selesai menunaikan sholat Ashar. Ia kembali menatap dirinya di pantulan cermin sambil memperhatikan bagian perutnya. Lagi-lagi Ziva tersenyum, ia kembali teringat Donna saat sedang hamil dulu.


Ziva kembali berlari masuk ke dalam toilet, Ia kembali mual.


Sementara Darren kembali menyusul istrinya masuk ke dalam toilet.


Ziva tampak kesal melihat Darren menghampirinya.


"Keluar dari toilet, kau sangat bau" ucap Ziva sambil menutup hidungnya.


Hoek, Hoek


Ziva kembali merasakan gejala mual yang terasa tidak enak di tenggorokan nya.


Sementara Darren hanya diam di tempat nya.

__ADS_1


"Keluar kau bau sekali" teriak Ziva yang tiba-tiba saja tidak menyukai aroma tubuh Darren.


"Baiklah" ucap Darren yang tidak mau membantah ucapan istrinya. Darren pun mengendus-endus aroma tubuhnya.


"Kenapa Zivanna mengatakan aku bau, padahal aku baru saja mandi terus sholat ashar berjamaah dengan nya. Aneh apa seperti itu tingkah wanita hamil" ucap Darren yang kembali menghembuskan nafasnya dengan kasar, kemudian berjalan menuju sofa.


Dua Pelayan wanita di tugaskan untuk berjaga-jaga di depan pintu kamar Darren.


Ziva keluar dari toilet, ia memilih duduk di sofa. Sepertinya acara tv di jam seperti ini sangat cocok untuk menonton. Ziva lalu menyalakan tv kemudian ia pun mencari channel yang cocok untuk ia lihat.


Ziva pun menelan ludahnya berkali-kali saat melihat acara tv tentang masak memasak. Yang menampilkan masakan SOP buntut dan cumi saus tiram. Darren yang sedang duduk memperhatikan nya hanya mengerutkan keningnya.


"Sepertinya makanan itu sangat lezat, aku ingin mencobanya" ucap Ziva yang ngiler dengan masakan di acara tv tersebut.


"Apa kau ingin masakan seperti itu" ucap Darren.


Ziva hanya mengangguk, ia benar-benar ingin mencoba masakan tadi, padahal ia pun keseringan memasak makanan tadi.


"Baiklah aku akan menyuruh Chef untuk membuat makanan untuk mu" ucap Darren lalu menggeser posisi duduknya.


Ziva lagi-lagi mual, jika berada di dekat suaminya.


"Pergi sana, kau benar-benar bau, aku sudah tidak tahan dengan baumu" ucap Ziva kesal lalu menjauh dari Darren.


"Ziva menjadi aneh, sedari tadi mengatakan bahwa aku bau" ucap Darren yang sedikit dibuat pusing oleh istrinya sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


🍁🍁🍁🍁


Sementara Milan kembali mendatangi club malam untuk mencari informasi lelaki yang sudah melecehkan nya. Sudah 2 hari ia terus mencari informasi tentang pemilik kamar VVIP di club malam itu.


Para pelayan yang bekerja di club malam tersebut tampak bungkam.


"Apa kalian tahu pemilik kamar VVIP 305" ucap Milan.


"Tidak nona, kami sama sekali tidak tahu pemilik kamar VVIP itu" elak pelayan wanita itu.


"Bolehkah perlihatkan cctv di area kamar ini" ucap Milan sambil menodongkan pistol kepada pelayan itu.


"Maafkan kami nona, cctv bagian ini rusak" elak kembali pelayan itu.


Milan benar-benar begitu marah. Ia merasa tidak adil jika tidak menemukan pelakunya. Bahkan tidak memiliki jejak satu pun, pikirnya.


Milan kembali berjalan buru-buru dengan perasaan marah dan kesal menuju pintu luar club. Tiba-tiba saja ia kembali berpapasan dengan seorang lelaki. Bahkan lelaki itu dengan lancang memegang tangan Milan.


"Akhirnya kita bertemu lagi" ucap lelaki itu sambil tersenyum tipis.


"Lepaskan, saya tidak memiliki urusan dengan anda tuan" ucap Milan dingin.


Tapi lelaki itu, malah melewati batasnya ia langsung menarik pinggang Milan hingga menabrak dada bidang nya. Milan mulai naik pitam, ia sedang kesal ditambah semakin kesal dengan tingkah lelaki itu.


Milan lalu menghajar aset berharga lelaki itu menggunakan lututnya. Dengan kesakitan yang teramat dalam lelaki itu mengerang kesakitan dan langsung melepaskan Milan.


Milan lalu berjalan menjauh dari lelaki yang baru saja berurusan dengan nya. Milan masuk ke dalam mobil nya sambil memukul-mukul kembali stir mobilnya dengan perasaan kesal bercampur amarah.


"Bagaimana jika aku hamil, bisa-bisa aku mencoreng nama baik anggota The Tiger" ucap Milan dengan diselimuti emosi.


"Aku bahkan belum menemukan pelakunya. Sepertinya aku harus meninggalkan negara ini. Aku tidak ingin menanggung malu atas apa yang terjadi kepada ku" ucap Milan.


Ia lalu mengendarai mobilnya meninggalkan club malam tersebut.


Sementara lelaki tadi tersenyum sinis.


"Aku sangat menyukai gadis yang liar, ini merupakan tantangan untukku, untuk mendapatkan nya" ucap lelaki itu dengan seringai licik diwajahnya.


Bersambung.....


Terima kasih buat seluruh teman-teman yang sudah memberikan dukungan nya baik berupa like, comment dan vote nya. Author sangat berterima kasih. 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2