
Darren membersihkan belati kecil kesayangannya dan tak lupa pula ia membersihkan cepretan darah yang mengenai jasnya melalui kran air di ruangan itu.
Sementara Rey baru bernafas lega setelah Darren selesai membereskan mereka.
"Rey kuburkan mereka dengan layak, dan berikan keluarga mereka asuransi atas kematiannya. Dan untuk wanita itu, kirim saja ke negara A sebagai budak kita di Savana" ucap Darren.
"Baik tuan" ucap Rey dengan cepat.
Rey sudah terbiasa menyaksikan kelakuan tuannya yang menghabisi orang-orang yang mengusiknya. Dan betapa bodohnya mereka telah berbuat kesalahan terhadap tuan Darren . Padahal Darren sudah memberikan mereka fasilitas dan gaji yang berlipat ganda akan tetapi begitulah keserakahan orang-orang yang haus akan materi.
Sementara Darren berlalu meninggalkan tempat itu dengan mengendarai mobil sportnya menuju apartemennya.
Hanya 30 menit Darren sudah sampai di apartemennya. Kemudian ia pun membuka pintu apartemennya melalui hak akses sidik jarinya.
Cklek
Pintu terbuka dan menampilkan ruangan apartemen dengan desain interior yang begitu megah yang bergaya modern klasik.
Kemudian Darren menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Darren tinggal di apartemen mewah itu hanya seorang diri bahkan Fino dan ibunya tidak mengetahui apartemen tersebut. Hanya Rey satu-satunya orang yang mengetahui apartemen itu.
Untuk masalah kebersihan apartemennya, Darren menyuruh 2 pelayan yang bekerja di mansion miliknya untuk membersihkan apartemennya setiap hari.
Saat berada di kamarnya dengan cepat Darren membuka setelan jasnya dan menyimpannya di keranjang khusus pakaian kotor.
Setelah itu ia pun berlalu menuju toilet untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Darren begitu rileks merendam tubuhnya di dalam buthub. Setelah dirasa cukup, kemudian ia membersihkan tubuhnya di bawah shower lalu mengambil handuk kemudian melilitkan di pinggangnya.
Kemudian Darren berjalan menuju ruang ganti sambil menggosok-gosokkan rambutnya dengan handuk kecil.
Ia pun membuka lemari pakaian nya dan mengambil salah satu kemeja santai nya dipadukan dengan celana berbahan kain.
Setelah selesai berpakaian Darren kemudian berjalan menuruni anak tangga menuju ruang makan. Dan dimeja makan sudah tersedia aneka makanan yang habis di masak oleh para pelayan nya.
Kemudian Darren tinggal menikmati makanan tersebut dengan nikmat, walaupun selera lidahnya tidak begitu suka dengan masakan para pelayan nya akan tetapi ia tetap menikmati nya, karena baginya makanan adalah berkah yang patut di nikmati.
Setelah selesai menikmati makanannya. Darren kemudian mengambil kunci mobilnya dan kembali meninggalkan apartemennya. Entah kemana arah tujuannya.
🍁🍁🍁🍁
Ziva meregangkan otot-ototnya yang kaku, karena seharian jari-jari nya bekerja di depan layar laptopnya.
"Sungguh melelahkan" gumam Ziva yang merentangkan jemarinya.
__ADS_1
Kemudian ia pun mematikan laptop nya dan membereskan semua berkas-berkas yang selesai diperiksa nya.
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga" ucap Ziva bahagia lalu melihat jam di pergelangan tangannya.
"Astaga sudah jam 6 sore dan sebentar lagi akan memasuki waktu shalat" gumam Ziva lalu buru-buru memasukkan barang miliknya di tas ranselnya.
Kemudian dengan tergesa-gesa Ziva pun meninggalkan ruangan nya dan memasuki lift khusus untuk direktur utama.
Saat tiba di lantai dasar, suasananya menjadi sepi karena seluruh karyawan sudah pada pulang ke rumah mereka masing-masing.
Dengan langkah lemas Ziva menyeret kakinya menuju pintu keluar. Saat tiba di parkiran iapun langsung masuk ke dalam mobil dan tak lupa menyalakan mesin mobilnya. Lalu iapun mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap bisa sampai dengan cepat. Ziva bahkan mengendarai mobilnya layaknya berada di arena balap.
Saat berada di persimpangan jalan tiba-tiba saja sebuah mobil sport menabraknya dari belakang
Brukk
Membuat keseimbangan mobilnya oleng hingga menabrak pembatas jalan.
"Astaghfirullah" ucap Ziva yang sempat berucap asma Allah.
Bahkan jidatnya menjadi sasaran dari pengendara mobil yang menabraknya dari belakang.
Dengan marah Ziva keluar dari mobil dan tak lupa menyelipkan pisau dapur di balik kaos kakinya untuk menakuti pengendara tersebut.
Untungnya pisau ini selalu menemani ku, saat mengupas buah di dalam mobil. Batin Ziva.
Dengan langkah cepat Ziva menghampiri mobil yang menabraknya dan mengetuk-ngetuk pintu kaca mobil tersebut berulang kali.
Sementara sang pengendara hanya diam di dalam mobilnya.
"Hei keluar, anda harus ganti rugi" ucap Ziva marah.
Sementara sang pengendara masih tetap diam di dalam mobilnya.
"Cepat keluar atau saya hancurkan kaca mobil anda" ancam Ziva.
Lagi-lagi sang pengendara hanya diam.
Kesabaran Ziva mulai habis, lalu iapun mengambil batu yang lumayan besar dan siap untuk menghantam kaca jendela mobil tersebut.
Dengan cepat sang pengendara mobil tersebut membuka kaca jendela mobilnya.
Dan betapa terkejutnya Ziva saat melihat sosok yang berada di dalam mobil tersebut.
"Kamu"
__ADS_1
"Ya, apa kabar nona buruk rupa" ucap Darren sambil melepas kacamata yang bertengger di hidung mancung nya.
Lalu Ziva menjatuhkan batu yang sempat dipegangnya ke sembarang arah.
"Mengapa anda menabrak mobil saya tuan Alexander yang terhormat" ucap Ziva kesal.
"Itu hanya pelajaran buat anda nona, karena berani berbuat curang terhadap saya. Saya cuman menagih janji saya terhadap anda" ucap Darren dengan memasang wajah datar.
"Oh ternyata anda mengaitkan perjanjian yang tempo dulu"Ucap Ziva ketus.
"Ya betul sekali nona buruk rupa" ucap Darren lalu menatap tajam Ziva dengan penuh kebencian.
Sementara Ziva tertawa renyah dengan ucapan Darren.
"Perlu saya ingatkan saya bahkan melupakan perjanjian tersebut dan ingat!...diantara kita tidak ada yang namanya perjanjian" ucap Ziva ketus sambil menunjuk Darren.
Sementara Darren mengepalkan tangannya tanda tidak terima terhadap ucapan Ziva barusan.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi" ucap Ziva kemudian berjalan menuju mobilnya.
Sementara Darren terus menatap Ziva dengan penuh kebencian.
Namun baru beberapa langkah Ziva kembali membalikkan badannya dan sempat berucap
"Satu lagi, saya hampir lupa, saya menarik ucapan saya barusan bahwa anda tidak perlu ganti rugi mengenai mobil saya. Anggap saja ini sebagai imbalan dari perjanjian kita yang batal itu" ucap Ziva dengan kata-kata pedasnya.
Darren pun tidak terima dengan ucapan Ziva iapun memukul stir mobilnya dengan keras.
"Aku akan menghancurkan mu gadis buruk rupa" ucap Darren dingin dengan memasang wajah marah, sambil menatap kepergian Ziva yang sudah tidak terlihat dari pandangannya.
Kemudian ia pun menghubungi para ahli IT nya.
"Hancurkan perusahaan ZD Group malam ini juga" ucap Darren dibalik via telepon nya.
"Siap tuan" ucap seorang hacker handalnya.
Lalu Darren dengan cepat mematikan sambungan telepon nya.
" Aku tidak sabar menunggu hari esok" ucap Darren dengan seringai licik diwajahnya.
"Kita lihat saja seberapa tinggi egomu nona buruk rupa. Aku akan membuat mu hancur dan memohon pengampunan dihadapan ku, ha ha ha ha" tawa Darren menggema di dalam mobilnya.
Setelah itu iapun berlalu meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan yang masih kesal.
Bersambung.......
__ADS_1
Maaf ya bila alurnya tidak sesuai 🙏