Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Jangan Salahkan Aku


__ADS_3

Sudah seminggu lebih Darren berada di kediaman tuan Alvin Damanik. Darren bekerja dengan baik bersama para pelayan. Mereka semua tidak menaruh curiga terhadap Darren Alexander Tiger. Hingga saat ini, Darren begitu sulit bergerak di kediaman tuan Alvin dikarenakan penjagaan yang sangat ketat.


Padahal misinya berada di kediaman tuan Alvin Damanik hanya untuk menghabisi penghuni rumah tersebut.


Pagi harinya.....


Ziva sudah berpakaian rapi dan menghampiri ibunya di dapur. Ziva tampak bahagia melihat sang ibu sedang cekatan memasak untuk keluarganya bersama 2 pelayan di Mansion tersebut.


"Bunda lagi masak apa?" tanya Ziva yang sudah berada di meja makan.


"Bunda lagi masak ayam kecap kesukaan ayahmu nak" ucap Nyonya Ira yang tersenyum bahagia.


"Wah enak tuh bunda" ucap Ziva kemudian mendekati ibunya.


"Aku tidak sabar ingin mencicipi masakan bunda. eemmm aromanya begitu wenak bunda" ucap Ziva yang berdiri di samping ibunya.


Sementara kedua pelayan yang membantu nyonya Ira hanya tersenyum melihat mereka berdua. Sungguh kepribadian ibu dan anak itu tidak jauh berbeda dengan majikannya. Para pelayan di mansion itu, sangat menyukai dan menyayangi Ziva. Mereka semua menggangap Ziva sebagai malaikat tak bersayap.


Berbeda dengan sosok Lexa yang begitu angkuh dan membuat seluruh pelayan di mansion itu tidak menyukai nya. Karena hanya kesalahan sekecil apapun Lexa akan menghukum para pelayan. Di tambah dengan ancaman mematikannya yaitu akan memecat mereka satu persatu.


Tak berapa lama tuan Alvin dan tuan Harris sudah berada di meja makan. Ziva beserta ibunya ikut bergabung dengan mereka untuk menikmati sarapan bersama dengan masakan rumahan yang selalu dihidangkan oleh nyonya Ira untuk keluarga tercintanya.


Setelah selesai sarapan, tuan Alvin berpamitan kepada mereka untuk pergi ke kantor.


"Tunggu ayah, aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Ziva yang menghentikan ayahnya masuk ke dalam mobil.


"Ada apa nak" ucap tuan Alvin sambil tersenyum.


"Ak-aku ingin mengajar lagi ayah. Sudah seminggu pihak kampus universitas HZ memberi ku informasi untuk segera melapor ke kampus tersebut sebagai dosen pindahan. Ayah mohon ijinkan Ziva untuk mengajar lagi ya" ucap Ziva memohon kepada ayahnya.


"Ayah akan mengijinkan kamu mengajar di kampus itu dengan syarat!,,,kau harus selalu dalam pengawasan ayah. Kau harus diantar jemput bersama ayah dan pamanmu Riko. Beberapa anak buah ayah akan mengawasi mu di kampus. Setiap selesai mengajar kau harus pulang ke rumah" ucap tuan Alvin dengan tegas.


"Baik ayah. Insyaallah Ziva akan mengikuti seluruh syarat ayah. Berarti ayah mengijinkan Ziva untuk mengajar lagi"ucap Ziva antusias.


Sementara tuan Alvin hanya mengangguk sebagai jawabannya dan ia sangat senang melihat putrinya yang sudah tumbuh dewasa.


Kemudian Ziva langsung memeluk ayahnya dan tak lupa mengucapkan terima kasih. Karena ayahnya mengijinkan nya untuk melakukan aktivitas di luar rumah.


"Kalau begitu tunggu Ziva ya ayah. Ziva mau ganti baju dulu dan ikut bersama ayah" ucap Ziva yang melepaskan pelukannya.


"Cepatlah, jangan membuat ayah menunggu. Bisa-bisa ayah berubah pikiran" ucap tuan Alvin dengan tegas.


Dengan seribu langkah Ziva berlari menuju kamar nya. Dan ia mendapati kedua pelayan sedang membersihkan kamarnya salah satu dari mereka adalah Dara atau Darren.


Tanpa memperdulikan mereka, kemudian Ziva masuk ke ruang ganti untuk mengganti baju. Setelah selesai, Ziva kemudian menyemprotkan parfum ke bajunya dan melihat penampilan nya di pantulan cermin.


Sedangkan Dara mampu mencium aroma parfum Ziva dan sesekali curi-curi pandang ke arah Ziva yang tengah bersiap-siap.


Lalu Ziva memasukkan beberapa berkas dan barang yang selalu ia bawa ke dalam tas ransel nya. Saat Ziva ingin keluar dari kamarnya. Tiba-tiba saja ibunya menghampiri nya.


"Mohon doanya bunda, hari ini aku ingin kembali mengajar di kampus"ucap Ziva lalu mencium punggung tangan ibunya.


"Doa bunda selalu menyertai mu nak, semoga tuhan selalu melindungi mu" ucap nyonya Ira sambil mengelus puncuk kepala putrinya.


Sementara Darren tampak tidak suka dengan kebersamaan mereka.


Ternyata ibu dan anak ini sama-sama cantik. Tidak- tidak, mungkin gadis buruk rupa itu baru saja melakukan operasi. Aku tidak boleh memuji gadis itu cantik, dia masih tetap gadis buruk rupa. Dan kita tunggu saja, keluarga kalian akan hancur. Batin Darren.


Sambil membersikan benda di meja rias ziva dan tak sengaja Darren menjatuhkan pas bunga di kamar itu.

__ADS_1


Prangg


Semua mata melihat ke arah Darren. Sementara Ziva dan nyonya Ira tidak mempermasalahkan mereka. Ziva dan ibunya lebih memilih menemui ayahnya yang sedang menunggu dari tadi.


"Kamu tidak becus kerja" bentak pelayan yang bersama Darren.


"Maaf mbak saya tidak sengaja menjatuhkan benda itu" ucap Dara.


"Cepat bereskan semua itu. Untungnya nona Ziva bukan nona Lexa, jika tidak maka tamatlah riwayat mu" ucap pelayan itu kepada Darren.


"Maksud mbak" ucap Darren yang bermasa bodoh.


"Hei di rumah ini, masih ada anak tuan Alvin satunya. Dan kau perlu ingat baik-baik nona Lexa begitu angkuh dan akan menghukum kita para pelayan jika membuat masalah" ucap pelayan itu menjelaskan.


"Oh begitu, terus dimana anak satunya" ucap Darren yang ingin tahu, padahal sudah mengetahui seluk-beluk keluarga Alvin Damanik.


"Dia sedang menjalani pengobatan di rumah sakit. Dan katanya ia begitu depresi dan tidak ingin di temui siapapun termasuk keluarganya" ucap pelayan itu dengan suara seperti sedang berbisik.


"Kasian sekali ya" ucap Darren yang pura-pura prihatin sambil tersenyum sinis.


Setelah selesai membereskan semua kekacauan di kamar Ziva. lalu Darren kembali ke kamarnya untuk mengatur strategi.


Sementara Ziva yang sudah tiba di sebuah kampus terbaik di negara itu ditemani oleh ayah tercintanya. Mereka pun menemui pihak tertinggi di kampus itu.


"Selamat datang tuan Alvin. Lama tidak berjumpa" ucap sang rektor kampus tersebut yang mengenal tuan Alvin.


"Iya Bung, sudah cukup lama. Kau masih saja sama seperti dulu" ucap tuan Alvin yang tersenyum ramah.


"Ya sudah lebih baik kita duduk dulu" ucap sang rektor kampus.


Lalu tuan Alvin dan Ziva duduk di sofa ruangan itu dan mereka pun melakukan perbincangan bersama perihal kedatangan mereka. Setelah selesai mengurus segala sesuatu nya. Ziva dengan tangan terbuka di terima di kampus tersebut sebagai staff mengajar atau dosen. Dan mulai besok iapun sudah bisa mengajar di kampus universitas HZ.


"Aku sangat senang bisa mengajar lagi" ucap Ziva yang sudah berada di dalam mobil bersama ayahnya.


"Ayah juga senang melihat putri ayah menjadi seorang dosen" ucap tuan Alvin yang ikut senang.


Sedangkan Riko yang fokus menyetir hanya tersenyum mendengar ucapan mereka.


Malam harinya.....


Ziva sudah berada di dalam kamarnya. Ia begitu lelah seharian bersama ayahnya. Habis dari kampus Ziva mengunjungi kantor ayahnya, karena permintaan tuan Alvin yang ingin mengajak putrinya untuk berkunjung ke kantor yang ia jalankan. Sehabis itu, Ziva kembali menemani ayahnya untuk menemui klien ayahnya dan makan bersama. Dan tibalah kini dikamar nya dan sudah terkapar di atas tempat tidur.


"Aku sangat lelah. Ingin rasanya aku berenang. Tapi ayah melarangku soal insiden kemarin. Aduh... lebih baik aku berendam saja di dalam bathtub" ucap Ziva yang sudah mulai bangkit lalu berjalan menuju toilet.


Sambil menikmati acara berendam ya dengan lilin aromaterapi. Ziva begitu rileks dan nyaman, bahkan ia ingin berlama-lama di dalam bathtub.


Terdengar suara jendela kamar Ziva terbuka. Lalu seseorang mulai melompat masuk ke dalam kamarnya dengan hati-hati. Seseorang mulai melihat situasi dan kondisi di sekitarnya. Seseorang tersebut mulai melangkah dengan hati-hati mencari sosok penghuni kamar tersebut. Lalu ia mematikan lampu dikamar itu.


Sementara Ziva yang sedang asik berendam di kejutkan dengan lampu yang tiba-tiba saja padam.


"Ada apa ini. Kenapa lampu toilet tiba-tiba padam" gumam Ziva.


Lalu mengambil handuk yang berada di dekatnya. Kemudian melilitkan di tubuhnya tanpa membilas tubuhnya terlebih dahulu.


Saat Ziva ingin membuka pintu toilet, terdengar langkah seseorang yang mulai mendekat.


Ya Tuhan lindungilah hambamu. Batin Ziva.


Kemudian Ziva meraba di dinding tembok toilet itu untuk mengambil sesuatu sebagai bahan perlindungan.

__ADS_1


"Untungnya aku menyimpan benda ini didalam toilet. Bukanya aku tidak memiliki kemampuan bela diri tapi kalau mendesak kita perlu gunakan benda ini bukan. Apalagi kamar ku ... aduh" gumam Ziva yang sudah memegang sebuah pedang samurai.


Ceklek


Dengan hati-hati Ziva membuka pintu toilet. Saat ingin melangkah, ia kembali urungkan niatnya.


Astaga, aku kan hanya memakai handuk, bagaimana nantinya jika handuk ini copot dan aku...akkh. Batin Ziva yang membayangkan hal yang aneh.


Saat ingin kembali menutup pintu toilet, seseorang mulai melangkah.


"Siapa disana" ucap Ziva yang sedikit takut. Karena pencahayaan di kamarnya gelap. Hanya lampu yang berada di atas nakas yang menyala dengan begitu redupnya.


Saat mendapati tidak ada jawaban, kemudian Ziva bergerak cepat menyalakan lampu yang tidak jauh dari tempat nya berdiri. Kemudian Ziva melihat disekelilingnya yang tidak begitu mencurigakan sambil memegangi pedang samurai.


Kemudian ia langsung masuk ke ruang ganti untuk memakai baju yang langsung pakai tanpa melepaskan handuknya sama sekali, karena Ziva merasa ada seseorang didalam kamarnya. Lalu kembali menyambar mukenah untuk dipakainya. Saat selesai menggunakan mukenah.


Tiba-tiba seseorang menodongkan pistol dari arah belakang. Ziva pun berbalik dan melihat seseorang menggunakan penutup kepala layaknya seorang pencuri.


Ziva diam seribu bahasa saat orang itu terus mendekat sambil menodongkan pistol ke arahnya.


"Siapa kamu, beraninya masuk ke dalam kamar ku. Apa kamu tidak tahu siapa ayahku" ucap Ziva yang mungulur waktu sambil terus mundur kebelakang.


"Kamu tidak mengenaliku gadis buruk rupa" ucap Darren kemudian melepaskan penutup kepalanya sambil tersenyum sinis dan terus mendekati Ziva hingga Ziva terpojok di dinding.


Ziva menatap tajam pada Darren dan ia begitu benci dengan sosok lelaki di hadapannya.


"Kau lagi, hei tuan Alexander yang terhormat,,,,apa kau tidak melihat wajah ku yang sebenarnya, kau seperti orang buta saja"ucap Ziva sinis yang sama sekali memiliki nyali tinggi.


Darren pun hanya tersenyum menatap Ziva lalu mengunci pergerakan Ziva. Sehingga Ziva tidak bisa lagi berkutik. Lalu Darren menggerakkan pistol yang dipegangnya ke wajah Ziva.


"Aku bisa saja membuat wajah mu ini menjadi buruk rupa" ucap Darren yang terus menjelajahi wajah Ziva dengan pistolnya.


Darren mampu mencium aroma sabun dari tubuh Ziva karena jarak mereka sangat dekat.


Ziva pun tampak marah dengan tingkah Darren.


"Menyingkirlah dari hadapan ku, aku tidak ingin wajah ku di tonton gratis oleh mu tuan" ucap Ziva yang memberontak dengan tatapan tajam.


"Aku tidak akan melepaskan mu hah.... Ingat baik-baik kau itu musuhku dan apapun akan aku lakukan demi menghancurkan keluarga mu" bentak Darren dengan wajah yang sulit diartikan sambil memegang dagu Ziva.


"Kalau begitu cepat tembak aku....ayo lakukan"Tantang Ziva.


"Apa kau tidak takut jika pistol ini bersarang di kepala mu hah, jadi jangan salahkan aku bila menghabisi mu di ruangan ini!!" ucap Darren dingin.


"Uuh aku sangat takut tuan, tolong ampuni aku...Ya ya seperti itu kan orang-orang yang memohon pengampunanmu tuan. Tapi bagi seorang Zivanna Damanik, tidak takut dengan ancaman yang sudah basih seperti itu" ucap Ziva yang mengejek Darren.


"Kau!!!" ucap Darren yang begitu marah dan langsung menarik pelatuk pistolnya.


Ziva yang melihat kondisinya dalam bahaya dengan segera merebut pistol Darren. Mereka pun saling merebut pistol tersebut hingga terjatuh ke lantai.


Dor


Satu tembakan mengenai lemari pakaian Ziva.


Satu hal lagi, kamar yang Ziva tempati kedap suara, sehingga apapun yang terjadi di dalam sana tidak akan ada yang tahu.


Kemudian Ziva kembali bangkit, namun sayang seribu sayang handuk yang ia lilitkan di tubuhnya tiba-tiba saja terjatuh. Tapi untungnya ia sempat memakai baju dan mukenah bila tidak, apa yang akan terjadi.


Bersambung......

__ADS_1


Maaf baru update 🙏


__ADS_2