Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Rumah Sakit


__ADS_3

Tuan Alvin, Riko dan beberapa anak buahnya yang merupakan anggota the Manik telah tiba di rumah sakit. Sementara beberapa dari mereka tidak masuk ke dalam, karena mereka di tugaskan untuk berjaga-jaga di lokasi itu. Tuan Alvin dan rombongannya berjalan menuju ruang rawat inap VIV yang di tempati putrinya. Setelah sampai didepan pintu ruangan, tuan Alvin menginstruksikan kepada beberapa anak buahnya untuk berjaga di depan pintu ruangan itu.


Cklek ..


Pintu ruangan terbuka kemudian Tuan Alvin beserta Riko memasuki ruangan itu dan menampilkan sosok putri mereka yang terbaring lemah dengan peralatan medis yang melekat di tubuhnya. Lalu tuan Alvin mengedarkan pandangannya ke sudut ruangan itu dan melihat sosok istri tercinta tertidur pulas di sofa ruangan itu, mungkin efek kelelahan wanita paruh baya itu hingga tertidur karena menjaga putrinya seharian ini.


Kemudian tuan Alvin memilih duduk di kursi samping tempat tidur pasien, ia mengamati wajah putrinya yang terlilit kain perban. Ada rasa sesak yang menyerang dari lubuk hatinya melihat keadaan lexa yang seperti itu. Sementara Riko yang berdiri di belakang tuannya tampak tegar melihat keadaan putrinya ia hanya pasrah dan berdoa kepada sang pencipta agar putrinya tetap diberi umur panjang.


“Tetaplah bertahan Lexa, Daddy akan mencari pelaku yang membuatmu seperti ini nak walaupun keujung dunia sekalipun”ucap Tuan Alvin disertai mata yang berkaca-kaca. Cukup lama Tuan Alvin memandangi wajah putri tercintanya.


“Riko” .


“Iya Tuan” .


“Bagaimana hasil penyelidikan kasus kecelakaan lexa?” tanya Tuan Alvin dengan suara seraknya yang mengintimidasi tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah putri tercintanya.


“Penyelidikannya masih berjalan tuan, para polisi yang menyelidiki kasus ini belum menemukan titik terang. Mereka hanya menganggap bahwa kecelakaan ini murni kecelakaan tunggal, dan mereka menutup kasus ini. Sementara para detektif bayaran kita sudah menemukan bukti, mereka sudah menangkap pelakunya….tetapi saya belum bisa percaya seratus persen mengenai bukti dan pelakunya tuan”ucap Riko menjelaskan.


“Ok baiklah, suruh mereka membawa bukti dan pelakunya ke markas kita malam ini” ucap Tuan Alvin.


“Baik tuan” ucap Riko lalu menghubungi detektif tersebut.


Tak berapa lama nyonya Ira terbangun dari tidurnya karena mendengar suara seseorang sedang mengobrol, lalu ia mengerjapkan matanya dan melihat di sekeliling ruangan tersebut dan tampak seseorang yang dikenalnya.


“Sudah lama mas?” tanya nyonya Ira yang berjalan mendekati suaminya.


“Hemm”.


“Apa kalian sudah makan?” tanya nyonya Ira.


“Sudah nyonya, sebelum ke sini, saya beserta tuan mampir ke restoran terdekat di daerah ini”ucap Riko.


“Ooh” ucap nyonya Ira.


Pintu ruangan terbuka dan terlihat dokter yang menangani lexa memasuki ruangan itu diikuti 2 suster.


“Permisi tuan dan nyonya, kami mau melakukan pemeriksaan terhadap pasien sebaiknya tuan dan nyonya menunggu diluar dulu”ucap Dokter yang menangani lexa.


“Baiklah dok, kami akan menunggu diluar” ucap Nyonya ira yang berjalan terlebih dahulu. Diikuti tuan Alvin dan Riko yang mengekor dibelakangnya.


Dokter pun melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Sementara Tuan Alvin beserta keluarganya bersabar menunggu di luar. Tak berapa lama kemudian pintu ruangan itu terbuka, kemudian keluarlah dokter yang menangani lexa dengan memasang wajah yang cukup serius.


“Bagaimana keadaan putri kami dok?”tanya nyonya Ira.

__ADS_1


“Kami sudah berusaha sebaik mungkin nyonya, yang perlu kita lakukan hanya berdoa akan kesembuhan nona Lexa agar terbangun dari komanya” ucap Dokter tersebut.


Tak terasa air mata Nyonya Ira berhasil lolos dari pelupuk matanya mendengar ucapan dokter tersebut.


“Maaf tuan Alvin, tolong ikut ke ruangan saya” ucap Dokter tersebut yang bernama Dokter Malik melalui tag name di jasnya.


Tanpa mengucapkan kata-kata tuan Alvin mengikuti langkah kaki Dokter Malik menuju ruangannya. Setelah berada diruangannya tak lupa dokter malik mempersilahkan tuan Alvin untuk duduk terlebih dahulu sambil menaruh jasnya di sandaran kursi kerjanya, kemudian duduk berhadapan dengan tuan Alvin.


Mereka pun duduk bersama membicarakan kondisi Lexa saat ini. Singkat cerita tuan Alvin meninggalkan ruangan itu dengan begitu rapuh dan berjalan gontai, karena menurut penjelasan dokter tadi mengenai kondisi Lexa bahwa soal kebutaan yang lexa alami itu diakibatkan oleh tusukan benda-benda tajam. Dan kemungkinan besar, Lexa akan mengalami kebutaan seumur hidupnya. Adapun satu cara yang perlu di lakukan adalah mencari donor mata yang sesuai dengan DNA matanya. Tidak hanya itu, dokter Malik juga mengatakan bahwa ia tidak tahu kapan Lexa sadar dari komanya, entah itu, beberapa Minggu, bulan, tahun, ia hanya berusaha keras demi kesembuhan pasien. Seperti itulah kira-kira penjelasan dokter Malik mengenai kondisi Lexa.


🍁🍁🍁🍁


Sementara di tempat lain


Ziva baru saja selesai melakukan sesi latihan beladiri teknik taekwondo di perguruan Yakuza. Kemudian ia berpamitan pulang pada master Zen dan beberapa teman seperguruan nya. Setelah itu, Ziva melangkah kan kakinya menuju parkiran untuk mengambil motornya. Dan sudah terlihat banyak teman seperguruan nya yang berada di parkiran untuk mengambil kendaraan mereka masing-masing. Saat Ziva berada di tempat itu, mereka terlihat buru-buru meninggalkan tempat itu.


"Kenapa mereka" Gumam Ziva lalu menaiki motornya dan siap meninggalkan tempat itu.


Di tengah-tengah perjalanan pulang ke rumahnya. Ziva tak lupa mampir ke mushola terdekat untuk menjalankan shalat Maghrib. Setelah itu ia kembali melanjutkan perjalanannya. Namun saat Ziva sudah berada di kompleks perumahan elit itu, ia melihat banyaknya mobil yang terparkir rapi di pinggiran jalan kira-kira banyaknya sekitar 30 kendaraan mewah, dan tertuju pada sebuah bangunan rumah yang jauh lebih besar dari rumahnya.


Ada apa ya, nggak biasanya mobil sebanyak ini terparkir di kompleks ini. Batin Ziva.


Lalu ia kembali melajukan motornya yang tidak jauh dari rumah itu kira-kira jaraknya hanya 3 rumah. Saat sudah berada di depan pintu gerbang rumahnya, para satpam yang berjaga dengan gerak cepat membukakan pintu untuk Nona mudanya.


"Pak ada acara apa ya, di depan sana" tunjuk Ziva pada bangunan rumah tadi.


"Ooh itu non, mungkin lagi mengadakan acara pertemuan non dengan rekan bisnisnya, karena kita hanya tahu yang tinggal di kompleks ini hanya para petinggi negara dan pengusaha sukses non" ucap mereka.


"Oh, ya sudah aku masuk dulu pak" ucap Ziva lalu berjalan memasuki rumahnya.


Sementara satpam yang berjaga terlebih dahulu memarkirkan motor Ziva di garasi rumah.


Sebelum masuk ke dalam rumah, tak lupa ia mengucapkan salam lalu mencari keberadaan kakeknya.


"Kakek mana mbak?" tanya Ziva pada kedua pelayanannya yang sedang merapikan koran di bagian ruang keluarga.


"Ada apa nak" ucap tuan Harris yang berada di belakangnya.


"Eeh kakek, ngagetin Ziva" ucap Ziva.


Lalu mereka pun duduk di sofa ruang keluarga.


"Bagaimana dengan kuliah mu nak, apakah berjalan lancar?" tanya Tuan Harris pada cucunya.

__ADS_1


"Iya kek, alhamdulilah" ucap Ziva.


"Lalu bagaimana dengan tawaran kakek tempo hari, apakah kau setuju nak? " tanya tuan Harris yang terlihat serius.


"Itu kek..." ucap Ziva berpikir lalu kembali melanjutkan ucapannya" Ziva bersedia kek, tapi mohon bimbingannya kek. Karena Ziva tidak tahu menahu tentang perusahaan kakek" ucap Ziva.


Betapa bahagianya tuan Harris atas kesediaan cucunya yang ingin mengganti kan posisinya.


"Tenang saja nak, kau pasti bisa melakukan nya dengan bantuan para kepercayaan kakek dan kau salah satu cucu terpintar, tercantik dan tercintanya Kakek" ucap tuan Harris dengan pujian nya kepada cucunya sambil mengusap puncak kepala cucunya.


"Masih kurang ternya kek" ucap Ziva.


"Ter apa ya..." ucap tuan Harris yang tampak berfikir.


"Teristimewa kek"timpal Ziva.


"Ya ya" ucap tuan Harris.


"Kalau begitu Ziva ke kamar dulu kek" ucap Ziva.


Hanya anggukan kepala sebagai jawaban tuan Harris.


Lalu Ziva melangkah kan kakinya menuju lantai 2, karena bila ingin menggunakan lift bisa memakan waktu lama karena harus berjalan menuju pintu belakang.


Saat berada di dalam kamar. Ziva kemudian menyimpan tasnya di meja rias lalu membuka lemari untuk mengambil handuk kemudian berjalan menuju toilet untuk membersihkan tubuhnya.


Sekitar 15 menit Ziva sudah selesai dengan acara mandinya dan sudah mengenakan pakaian tidur. Lalu ia duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambut panjangnya.


Tok tok tok


Masuk saja mbak" ucap Ziva karena ia tahu betul siapa yang berani masuk ke kamarnya.


Kemudian kedua pelayan itu masuk ke kamar Ziva dan melihat nonanya sedang mengeringkan rambutnya.


"Maaf nona, kami terlambat datang" ucap mereka kompak." Biar kami bantu non" ucap mereka.


"Tidak apa-apa mbak, kalian boleh kerjakan pekerjaan lain" ucap Ziva.


"Tapi mbak pekerjaan kita, mengurusi nona, tolong jangan bantah ya" ucap mereka.


Lalu Ziva pun mengiyakan mereka dan menyuruhnya untuk melakukan yang sedang ia lakukan.


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih ya, sudah mau baca cerita ku


__ADS_2