
Ulang Tahun perusahaan Alexander Group berlangsung dengan spektakuler di sebuah hotel berbintang lima yang berada di pusat kota dan merupakan salah satu hotel keluarga Alexander. Terdapat 2 tempat pesta itu berlangsung. Satu dilakukan di aula hotel dan satunya berada di rooftop hotel.
Dan undangan untuk para tamu undangan pun berbeda-beda, ada kelas VIP dan kelas menengah. Untuk seluruh karyawan perusahaan Alexander Group, mereka hanya mengikuti pesta1 yang berada di aula bersama beberapa rekan bisnis Darren, dan anggota The Tiger yang melakukan pengamanan.
Sedangkan pesta satunya dikhususkan oleh orang-orang penting dan para pengusaha muda yang sudah bekerja sama dengan perusahaan Alexander Group dari berbagai negara.
Suasana pesta yang begitu spektakuler nan megah semakin dipadati oleh para tamu undangan. Keluarga besar Darren sudah memenuhi pesta yang diadakan di rooftop hotel, dan mereka sangat menikmati pestanya.
Akan tetapi batang hidung Darren maupun Fino belum muncul di pesta itu, entah kemana perginya sang penguasa Alexander Group.
Sementara Fino sudah terlihat tampan dengan menggunakan setelan jas berwarna merah maroon. Itu semua ide nyonya Ratu yang ingin keluarga besar mereka menggunakan baju couple dengan warna yang sama yaitu Merah maroon yang didesain khusus oleh desainer ternama di Negara itu. Fino terlihat ramah menyambut para tamu undangan yang termasuk didalamnya rekan bisnis mereka.
Fino saat ini berada di aula hotel. Ia menunggu kedatangan seseorang yang sudah mengisi hatinya akhir-akhir ini sambil sesekali melihat ponselnya.
“Hei bro, kau terlihat tampan saja, mana adikmu yang super dingin itu”ucap seorang lelaki yang seumuran dengan fino dan termasuk rekan bisnis Fino.
“Kenapa kau mencari adikku segala Exel. Lebih baik kau bersenang-senang saja dengan pesta ini” ucap Fino sambil berjabat tangan ala-ala anak gaul.
Tak berapa lama beberapa rekan bisnis fino mulai bergabung dengan mereka, kemudian mereka mengobrol bersama memasuki ruangan yang super luas di mana pesta itu berlangsung.
“Aku lihat diundangan kami kelas VIP. Tadi aku bertanya dengan resepsionis bahwa pestanya di rooftop hotel. Pas aku jalan menuju lift, aku melihat aula hotel ini begitu ramai dan tidak sengaja aku melihat mu bro dengan rekan bisnis mu. Apa pesta ini terdapat dua tempat selama berlangsungnya”ucap Exel panjang lebar.
“Soal pesta kau memang jagonya bro. Benar, untuk pesta yang satu berada di rooftop hotel ini dan pesta itu dikhususkan untuk para muda-mudi dan orang penting. Termasuk kau”ucap fino sambil menunjuk Exel.
“Ya ya kalian sangat mengerti aku. Aku tidak sabar ingin ke pesta itu. Pasti para wanita cantik nan seksi sudah menunggu kami”ucap Exel sambil membayangkan wanita yang dimaksud. ”Tapi disini pun tidak kalah jauh beda. Oh iya, apa sepupu perempuanmu yang merencanakan pesta ini” tanya kembali Exel.
“Kau ini, selalu saja wanita dipikiranmu. Itu semua bukan idenya, para kruw dan karyawan Alexander Group yang mengatur segalanya, termasuk aku yang menyetujui semua itu”ucap fino sambil memukul kepala Exel.
"Ayo aku tidak sabar ingin menemui sepupumu... tidak maksudku pesta satunya" ucap Exel sambil tersenyum bahagia.
Lalu mereka berjalan menuju lift, untuk membawa mereka di lantai tertinggi hotel tersebut. Saat berada di dalam lift mereka tampak heboh ingin cepat sampai di pesta itu.
“Hei bro, tadi aku melihat tangan kanan tuan Alvin beserta 2 anak buahnya memasuki pesta ini. Tapi aku sama sekali tidak melihat keberadaan tuan Alvin Damanik”ucap Exel yang ingin tahu sesama rekan bisnisnya. “Aku tahu kalian seperti bermusuhan, tetapi kenapa kalian bisa bekerja sama”ucap Exel yang lagi-lagi kepo dengan urusan orang.
Sementara Fino hanya diam mendengar ucapan rekan bisnisnya.
“Kau terlalu cerewet, tak perlu gila urusan orang lain. Lebih baik kita bersenang-senang di pesta ini,”timpal teman satunya.
Lalu mereka semua tampak diam hingga lift berhenti di lantai teratas. Kemudia mereka berjalan menuju pesta 2. Dan benar saja hanya kalangan penting dan para pengusaha muda yang memenuhi pesta itu.
Sementara di kediaman tuan Harris….
Ziva sama sekali belum bersiap sehabis menjalan shalat isya. Ziva masih membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit di kamarnya.
“Apa aku harus pergi ke pesta itu, aku begitu gugup ingin bertemu ayah. Dan bagaimana wajah ayah sebenarnya, aku sama sekali belum pernah melihat wajahnya. Aku sudah berusaha keras mengulik tentang ayah disitus pencarian, tetapi lagi-lagi tidak berhasil, bahkan satu foto saja tidak ada”gumam Ziva yang mulai ngantuk.
“Ya Allah aku harus bagaimana, aku bahkan bertanya pada kakek bagaimana ciri-ciri ayahku. Kakek hanya berkata: ‘ayahmu seperti diriku dan dirimi, ibarat lelaki wajahmu bagaikan pinang dibelah dua dengan ayahmu’. Berarti wajah ku seperti lelaki dong" ucap Ziva yang kembali mengingat ucapan kakeknya.
"Astaga apa yang aku lakukan, aku bukanlah orang yang ingkar janji. Aku bahkan sudah berjanji kepada kak Donna untuk datang ke pesta itu" ucap Ziva yang langsung bangkit, kemudian berjalan menuju toilet untuk membersihkan kembali tubuhnya karena mulai ngantuk.
Sementara Baron beserta Jonoh sudah satu jam menunggu Ziva bersiap di teras rumah. Karena tuan Harris mengintruksikan mereka untuk ikut ke pesta itu.
Sementara Ziva bingung memilih gaun yang cocok untuk ia kenakan terpaksa meminta tolong kepada kedua pelayan sekaligus asistennya siapa lagi kalau bukan Luna.
"Nona Ziva sepertinya gaun ini cocok untuk anda kenakan" ucap Lulu yang memilah gaun indah di dalam lemari.
Sementara Ziva yang duduk manis dengan balutan jubah mandinya hanya melihat gaun yang di tunjuk Lulu.
"Baiklah itu saja mbak, aku juga pusing memilih semua gaun itu" ucap Ziva lalu mengambil gaun itu dan berjalan ke toilet.
Hanya 30 menit saja Ziva sudah selesai bersiap dan tak lupa adanya pertengkaran kecil di kamar itu. Dikarenakan Ziva yang tidak ingin di make over. Sedangkan kedua pelayannya kekeh ingin memake over Ziva.
"Bagaimana hasil kerja kami nona" ucap mereka kompak.
__ADS_1
"Alhamdulillah bagus, aku suka mbak" ucap Ziva yang tersenyum di balik cadarnya saat kembali menatap dirinya di pantulan cermin dengan balutan gaun berbahan kain brokat dengan warna merah maroon sehingga terlihat mewah nan anggun.
Kemudian Ziva berpamitan kepada mereka yang sedang membereskan alat make up di kamarnya. Lalu Ziva menuruni anak tangga dengan hati-hati. Bagaimana tidak, Ziva tidak terbiasa mengenakan high heels dengan 15 centi tingginya.
Tak lupa Ziva berpamitan kepada kakeknya. Setelah itu berjalan menuju mobil yang sudah siap dihalaman rumah dengan kedua om bodyguard nya.
Baron turun untuk membukakan pintu mobil untuk Ziva. Dan menyerahkan sesuatu kepada Ziva untuk berjaga-jaga. Ziva menerima sebuah alat penyadap dan kamera kecil yang berbentuk bros (peniti hijab) dan langsung ia pakai, kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk manis. Mobil pun melaju menuju tempat yang mereka tuju.
Kini mobil yang mengantar Ziva sudah berada di pelataran hotel. Kemudian Baron turun membukakan pintu mobil buat Ziva. Tak lupa Ziva mengucapkan terima kasih.
"Nona Ziva, kami tidak bisa masuk di pesta itu. Karena kami tidak memiliki undangan. Jadi kami hanya menunggu nona di parkiran. Jika ada masalah cepat hubungi kami" ucap Barron.
"Baiklah om, setelah saya sudah bosan di pesta itu, saya segera menemui om Baron. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Ziva yang berjalan masuk ke pesta tersebut.
Sementara Baron menatap punggung Ziva yang sudah menjauh, lalu kembali masuk ke dalam mobil.
Sementara Gamal baru juga tiba di pesta itu. Gamal hanya memenuhi undangan dari temannya yang bekerja di perusahaan Alexander Group. Sehingga Gamal hanya bisa mengikuti pesta bagian aula saja.
Ziva sudah berada di tempat resepsionis dan memberikan undangannya. Staff wanita yang berjaga membulatkan matanya, lalu mengajak Ziva untuk mengikutinya.
Saat berada di depan lift, kemudian dengan ramah staff wanita itu menyuruh Ziva masuk. Sementara Ziva hanya melihat pesta yang berlangsung di aula itu.
"Mohon maaf nona, silahkan masuk, pesta anda bagian kelas VIP dan berada di roof top hotel"ucap staff wanita itu menjelaskan.
Tanpa menjawab apalagi membantah Ziva masuk ke dalam lift dan lift pun membawanya ke lantai tertinggi. Tak berapa lama kemudian lift pun kembali terbuka dan menampilkan sosok lelaki tampan yang masuk ke dalam lift tersebut.
Sementara Ziva tidak mengetahui keberadaan orang yang menghancurkan perusahaan kakeknya, Ziva malah sibuk memainkan ponselnya dan sesekali tertawa melihat kiriman foto baby Key yang begitu gemesin.
Gadis ini, kenapa ada di pestaku. Bahkan anak buah ku tidak bisa menghabisinya. Oke, aku sendiri yang akan turun tangan untuk menghabisi gadis ini. Batin Darren, dengan seringai licik diwajahnya yang sudah berdiri di samping Ziva.
Hanya mereka berdua berada di dalam lift. Ziva sama sekali tidak mengetahui keberadaan Darren di sampingnya. Lift berhenti pada lantai yang dituju. Kemudian dengan langkah lebar Darren meninggalkan Ziva. Sementara Ziva ikut berjalan menuju pesta itu berlangsung yang sudah dipadati oleh para tamu undangan.
Tap
tap
tap
Sementara sebagian besar pandangan para tamu undangan tertuju pada penguasa Alexander Group dan sosok gadis yang berjalan dibelakang Darren yang berpenampilan aneh menurut mereka.
Sedangkan sang mama tersenyum bahagia melihat ke datangan putranya yang berjalan ke arahnya.
Dan langsung saja Darren mencium pipi ibunya dengan penuh kasih sayang dan nyonya Ira pun menyambutnya dengan pelukan hangat seorang ibu.
Sementara Fino, Rissa dan ayahnya hanya tersenyum melihat ibu dan anak itu.
"Mama kira kau tidak mengenakan texudo pilihan mamamu" ucap nyonya ratu.
"Aku menghargai pilihan mu ma" ucap Darren.
Padahal Darren sama sekali tidak menyukai warna itu. Karena tidak ingin mengecewakan ibunya jadi dengan terpaksa ia mengenakan texudo itu.
Kini Ziva sudah duduk di kursi VIP yang berada di samping kursi keluarga Darren.
Kemudian MC acara itu mempersilahkan Darren sebagai tuan rumah pesta untuk mengucapkan sepatah kata untuk perusahaannya.
Darren pun melirik Fino dengan kode aku atau kau yang naik ke panggung. Akan tetapi, Fino memberi kode bahwa kau saja. Fino tidak ingin identitasnya di ketahui oleh Ziva yang sudah duduk di samping mereka. Apalagi dari tadi Fino terus saja melirik kearah Ziva, sedangkan Ziva tidak mengetahui sama sekali keberadaan nya.
Darren pun naik ke atas panggung dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan. Setelah itu, Darren pun memberikan beberapa titah untuk kejayaan perusahaannya.
Ria-riuh tepuk tangan menggema di pesta itu.
Kemudian MC kembali menyebutkan satu persatu nama para investor hebat yang hadir di pesta itu. Lalu menyuruh mereka naik ke atas panggung guna menerima sebuah souvernir yang dibuat khusus oleh perusahaan Alexander Group.
__ADS_1
"Dan terakhir untuk nama investor kita yaitu Zidam. Dengan hormat tuan Zidam untuk naik ke atas panggung" ucap MC tersebut.
Sementara Ziva tampak gugup, dan kembali mengingat ucapan Donna.
"Tuan Zidam di mohon naik ke atas panggung"ucap kembali MC tersebut.
Tanpa pikir panjang Ziva berjalan anggun naik ke atas panggung dan ria-riuh tepuk tangan para tamu undangan menggema di Pesta itu.
Darren mengerutkan keningnya melihat Ziva naik ke atas panggung, apalagi Ziva merupakan salah satu investor di perusahaannya.
"Bukankah nama gadis itu..."pikir Darren yang sempat berpikir. Siapa lagi sih bahkan aku tidak mengingat namanya. Batin Darren.
"Zivanna kau gadis yang hebat"gumam Fino yang terus tersenyum menatap Ziva diatas panggung.
Zivanna. Batin Darren yang mampu mendengar gumaman Fino. Sedangkan Rissa begitu kesal karena Fino menyebut nama gadis.
Ziva pun sudah bergabung dengan 10 investor asing. Dan mereka pun menerima souvernir yang diberikan khusus untuk mereka.
Kemudian MC mempersilahkan salah satu dari mereka untuk mengucapkan sepatah kata untuk ulang tahun perusahaan Alexander Group. Dan pilihan MC tertuju pada gadis yang menurutnya aneh.
Ya karena hanya Ziva satu-satunya investor wanita diantara mereka.
"Baiklah nona Zidam, mohon maaf saya tadi menyebutkan anda tuan" ucap MC tersebut meminta maaf.
Sementara Darren menatap Ziva dengan kesal dan munculnya banyak pertanyaan di pikirannya.
"Tidak masalah" ucap Ziva. "Bissmillahirrahmanirrahim, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Saya sangat bersyukur bisa berada di panggung megah ini.... berkat seseorang yang mampu membuat saya lebih bekerja keras. Karena ingat dunia itu butuh persaingan, jika kau tidak mampu bersaing maka kau hanya menjadi titik terkecil. Astaga bicaraku terlalu panjang lebar" ucap Ziva gugup diselangi tawanya.
"Saya atas nama Zivanna Damanik mengucapkan Selamat ulang tahun untuk perusahaan Alexander Group, semoga menjadi perusahaan yang baik bagi perusahaan kecil dan semakin berjaya" ucap Ziva sambil tersenyum dibalik cadarnya.
Sementara semua orang tampak kagum dengan Ziva yang menurutnya gadis hebat.
Sementara Darren mengepalkan tangannya dan memasang wajah yang sulit diartikan.
Ya Allah, semoga anak-anakku mendapatkan seorang istri seperti gadis bercadar itu. Aku hanya ingin mereka berubah dan lebih baik lagi. Batin nyonya Ratu.
"Wah bagus sekali ucapan anda nona Zidam" ucap MC tersebut.
Lalu seluruh investor di persilahkan kembali ke duduk di tempatnya dan menikmati jamuan dimeja mereka masing-masing.
Ziva pun duduk manis di kursinya dan tak berapa lama seorang pelayan mulai melayaninya dengan berbagai minuman yang ia bawa.
"Silahkan di nikmati nona" ucap pelayan tersebut.
"Saya tidak minum-minuman seperti itu" tolak Ziva.
"Tidak nona, kau harus menikmati pesta ini" ucap pelayan tersebut.
"Ya sudah air putih saja kalau ada"ucap Ziva.
"Baiklah nona" ucap pelayan itu tersenyum licik.
Tak berapa lama kemudian pelayan itu membawa air meneral dengan gelas kaca.
"Silahkan di minum nona" ucap kembali pelayan tersebut.
Tanpa pikir panjang Ziva lalu meminum air mineral itu. Sedangkan pelayan itu tersenyum kemenangan.
Hanya beberapa menit kepala Ziva tiba-tiba saja sakit.. dan penglihatannya mulai pudar.
Bersambung......
Mohon maaf aku jarang update dikarenakan kesibukan dunia nyata🙏
__ADS_1
Terima kasih buat seluruh para pembaca setia Mafia Vs Gadis Bercadar yang sudah memberikan dukungannya melalui like, comment dan vote kalian 🙏.
Author sangat berterima kasih 🙏