
Darren menatap tajam salah satu wanita yang tengah menyapanya. Ia sama sekali tidak suka jika harus bertemu kembali dengan wanita tersebut.
Sehingga ia memilih berjalan menuju lift khusus yang akan membawanya ke ruangannya. Sementara jones menghampiri ke lima kandidat yang sedang memperebutkan posisi sebagai sekertaris.
Jones terlebih dahulu mengarahkan kelima wanita itu untuk masuk ke sebuah ruangan khusus untuk melakukan tahap seleksi bagian wawancara. Kelima wanita itu hanya bisa mengekor di belakang jones.
"Silahkan kalian duduk, saya sudah mengetahui identitas diri kalian. Untuk tahap wawancara nya, kalian bersiap-siap, karena saya sendiri yang akan mewawancarai kalian semua" ucap Jones yang begitu tegas yang sudah duduk di kursi ruangan itu.
"Terima kasih tuan" ucap mereka kompak, lalu duduk di kursi ruangan tersebut.
Jones pun mulai melakukan tahap wawancara untuk mereka. Satu persatu wanita itu mulai di wawancarai oleh Jones, yang pastinya kelima wanita tersebut mampu menguasai salah satu teknik bela diri.
"Silahkan keluar" ucap Jones pada wanita cantik tersebut yang baru saja selesai melakukan tahap wawancara.
"Terima kasih tuan, semoga saya terpilih jadi sekertaris tuan Darren Alexander" ucap wanita itu yang begitu pede.
"Hemm, silahkan keluar" ucap Jones lalu menatap tajam wanita itu.
Jones lalu mengibaskan tangannya untuk menyuruh wanita itu keluar, karena bila terlalu lama bisa-bisa wanita itu banyak bicara.
"Selanjutnya, " teriak Jones dari dalam.
Wanita yang terakhir yang belum disebutkan namanya mulai merapikan tatanan rambutnya.
Semoga aku bisa meminta bantuan Darren untuk menyelamatkan ayahku. Batin wanita tersebut.
Ia pun tersenyum lalu berjalan masuk ke ruangan yang ditempati jones mewawancara.
"Jessica Ronald" ucap jones yang membaca identitas diri Jessi.
"Iya Jon, panggil saja aku Jessi dan aku teman baik Darren Alexander" ucap Jessi yang berbicara seakrab mungkin di hadapan jones dengan sedikit senyuman yang semanis mungkin.
"Oh ya, dari mana kamu mengetahui namaku, bukankah kita belum pernah bertemu" ucap Jones ketus.
"Aku mengenal mu dan tahu seluk beluk keluarga mu, dan untuk Darren jangan ditanya lagi, aku bahkan sangat tahu apa yang dia suka dan tidak ia suka" ucap Jessi sambil tersenyum memperlihatkan giginya yang tertata dengan rapi.
"Baiklah jika seperti itu, kita mulai saja tes wawancara nya. Aku lihat kemampuan akademik mu sangat baik, dan untuk pengalaman kerjamu juga begitu kompeten" ucap jones yang sedang memeriksa berkas Jessi. "Pertama, apa kau siap menjadi sekertaris tuan Darren selama 24 jam" ucap Jones dengan tegas.
"Sangat siap, bahkan lebih pun aku siap" ucap Jessi dengan cepat.
"Tidak hanya bekerja di kantor, kau pun harus menjaga anggota keluarga Damanik. Apa kamu menguasai salah satu teknik bela diri" ucap jones dengan seringai licik diwajahnya.
Jessi hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"Coba tunjukkan kemampuan bela dirimu" ucap Jones sambil bersandar di sandaran kursi nya.
Jessi pun bangkit dari duduknya, ia pun pertama-tama melakukan pemanasan. Setelah itu, ia pun memperagakan dasar dari teknik bela diri taekwondo yang ia kuasai.
__ADS_1
Jones mampu melihat kemampuan bela diri dari Jessi yang cukup mumpuni.
Jessi pun membungkukkan badannya setelah selesai memperagakan dasar dari teknik bela diri yang ia kuasai.
"Lumayan teknik bela dirimu. Silahkan keluar" ucap jones yang baru saja mewawancarai Jessi.
Jessi dengan penuh keyakinan bahwa ia akan menjadi sekertaris Darren, dengan begitu bangga berjalan keluar dari ruangan tersebut. Sementara jones mulai memeriksa bobot nilai yang telah ia berikan kepada ke lima wanita yang baru saja ia wawancarai. Dan hasilnya sudah ia genggam.
Sementara di ruangan sang penguasa Alexander Group.....
Darren sedang menghubungi istrinya, namun tak kunjung diangkat. Sudah 10 kali ia menghubungi Ziva namun tak kunjung diangkat.
Darren pun menyimpan ponselnya, wajah nya pun terlihat kesal. Ditambah ia bertemu dengan wanita di masa lalunya.
"Kenapa gadis itu muncul lagi, aku bahkan tidak ingin bertemu dengannya"gumam Darren dengan kepala yang sedikit pusing.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok
Tok
Tok
"Masuk"ucap Darren dengan suara lantang.
Jones lalu berjalan masuk untuk menemui tuannya.
"Saya sudah memilih wanita yang akan menjadi sekertaris baru anda tuan, dan ini identitas dirinya" ucap jones, lalu memberikan berkas yang berisi identitas diri dari wanita yang ia pilih.
Jessica Ronald. Batin Darren yang melihat isi dari berkas tersebut.
"Nona Jessi ingin bertemu anda tuan" ucap Jones.
Darren hanya melamun memperhatikan berkas tersebut.
"Tuan Darren, nona Jessi ingin bertemu dengan anda" ucap Jones yang berhasil membuyarkan lamunan Darren.
"Suruh saja masuk" ucap Darren dengan pikiran yang mulai kemana-mana.
Seorang wanita cantik bak model mulai melenggak-lenggok memasuki ruangan Darren dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya.
"Silahkan duduk nona".
"Terima kasih Jon"ucap Jessi dengan sedikit senyuman.
"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap jones undur diri.
__ADS_1
Sehingga hanya Darren dengan wanita yang baru saja menjadi sekertaris nya yang berada di ruangan tersebut.
"Hai apa kabar Darren Alexander Tiger, lama tak berjumpa, kau semakin tampan saja" ucap Jessi dengan ramah.
Darren hanya diam dengan memasang wajah datar, yang sama sekali tidak ingin melihat wajah gadis di hadapannya.
"Jangan berbasa-basi, untuk apa kau mengikuti tes penerimaan sekertaris di perusahaan ku hah" ucap Darren dengan wajah kesalnya.
"Kau masih sama seperti dulu kawan, siapa ya anak kecil yang selalu mengambil mainan ku dan membuat ku menangis" ucap Jessi dengan sedikit senyuman mengejek.
"Yang jelas aku bukan anak kecil yang selalu saja menyatakan aku mencintaimu Boy" ucap Darren dingin dengan tatapan tajam.
"Berarti kau masih saja mengingatku Darren, tapi itu zaman waktu aku masih ketombean" ucap Jessi sambil tersenyum, yang mampu mengenali tampilannya yang begitu berantakan di jaman dulu.
"Aku bahkan tidak ingin bertemu denganmu lagi" ucap Darren dengan ketus. "Bagaimana kabar master Ronald, aku bahkan tidak pernah menemuinya" ucap Darren yang mulai sedikit luwes.
"Kabar ayahku baik, kau tahu sendiri dunia mafia begitu kejam bagi seseorang yang tidak memiliki kemampuan bela diri, dan untungnya ayahku mendapatkan banyak anggota yang dapat membantu nya membangun perguruan taekwondo dan kelompok mafia RR" ucap Jessi.
"Aku baru mengetahui kelompok mafia RR" ucap Darren.
"Kelompok itu baru dibentuk oleh ayahku, karena banyaknya para mafia yang selalu menyerang keluarga kami, jadi ayah pun kembali menggeluti dunia hitam itu, demi melindungi keluarganya termasuk diriku. Sepertinya kau terlihat kesal bertemu denganku" ucap Jessi dengan sedikit senyuman.
"Ya aku bahkan tidak ingin bertemu dengan mu dan melihat wajah mu" ucap Darren Ketus.
"Kau pasti takut kan aku menggangu mu terus-menerus dan menyatakan cinta kepada mu" ucap Jessi sambil menggoda Darren.
"Aku bahkan tidak pernah mengingat, kalau aku memiliki teman kecil yang hobi nangis"ucap Darren dingin.
Jessi pun terdiam, ia tidak mungkin langsung to the point kepada Darren tentang masalah yang menimpa ayahnya.
Sepertinya aku harus menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan masalahku. Batin Jessi.
"Kau bahkan menikah tanpa mengundang ku, ayahku bahkan tidak percaya kalau kau sudah menikah, apalagi menikahi anak musuh mu sendiri. Apa kau mencintainya sampai menikah segala dengan anak musuh musuh mu sendiri" cercos Jessi.
"Dia wanita pilihan ku"ucap Darren yang kembali mengingat istrinya di rumah.
"Sungguh wanita itu luar biasa, karena mampu membuat lelaki dihadapan ku mengenal yang namanya seorang w-a-n-i-t-a. Aku bahkan melihat mu di rumah sakit loh bersama seorang wanita dan aku pun yakin 1000 persen bahwa wanita itu istri mu. Kapan-kapan ajak aku bertemu dengan istri mu Darren" ucap Jessi yang sudah mengeluarkan jati dirinya yakni cerewet dan menyebalkan.
"Kau terlalu banyak bicara, cepat keluar atau aku akan menyuruh jones untuk melemparmu keluar dari perusahaan ini" ucap Darren tegas.
"Jangan lakukan itu, baiklah aku akan keluar tuan Darren pemarah" ucap Jessi, lalu undur diri.
Jangan sampai Darren memecatku, kemana lagi aku harus meminta bantuan untuk menyelamatkan ayahku dari anak buah Tuan Aldo. Batin Jessi.
Jessi pun menemui jones untuk meminta bantuan tentang apa-apa saja yang perlu ia kerjakan untuk kedepannya.
Bersambung.....
__ADS_1
Tetap jaga kesehatan ya teman-teman 🤗