Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Menuju Kehancuran Perusahaan ZD Group


__ADS_3

Ziva baru saja menunaikan sholat Maghrib. Setelah itu, Ziva melanjutkan membaca beberapa lembar kitab suci Al-Qur'an yang menjadi kebiasaannya sehabis menunaikan sholat. Setelah dirasa cukup kemudian ia melipat sejadah dan menyimpan kembali di tempat nya.


Kemudian mengambil hijab praktis yang menjadi favorit nya dan berlalu menuruni anak tangga untuk menemui kakeknya.


"Kakek mana mbok?" tanya Ziva pada mbok Maria.


"Tuan besar sedang berada di meja makan non" jawab Maria.


Kemudian berlalu membawa keranjang pakaian kotor.


"Oh iya mbok"


Sementara kedua pelayan Ziva sedang bersih-bersih di ruang tamu. Dan sesekali mereka tersenyum melihat Ziva berjalan ke arahnya.


"Jangan menguping" ucap Ziva pada mereka.


"Tidak non, kami tidak menguping"ucap mereka kompak.


"Ya baguslah, selamat bekerja. Fighting" ucap Ziva kepada mereka.


"Terima kasih non" ucap mereka kompak.


Kemudian Ziva kembali berjalan ke meja makan.


Mereka pun menatap Ziva yang terus berjalan. Sambil memegang kemoceng mereka membayangkan dirinya seperti Ziva.


"Aku iri sama non Ziva" ucap pelayan yang bernama nana. Yang berkhayal ketinggian.


"Kenapa kamu harus iri pada non Ziva yang baik hati"timpal Lulu.


"Bukan iri bagaimana, makin hari non Ziva tambah cantik saja"ucap Nana.


"Dasar kamu, itu sifat yang dibenci Tuhan. Tapi ia sih kita sebagai wanita merasa iri akan kecantikan non Ziva" ucap Lulu yang juga berkhayal.


Sementara Maria yang mendengar pembicaraan mereka tampak marah. Lalu menghampiri mereka sambil menjewer telinga mereka masing-masing.


"Ampun Bu Maria" ucap mereka secara bersamaan.


Lalu Maria pun melepaskan jewera nya dari telinga mereka.


"Bukannya kerja, kalian malah bergosip tentang non Ziva" bentak Maria.


"Kami tidak akan mengulanginya lagi Bu Maria"ucap Nana.


"Iya Bu Maria" timpal Lulu.

__ADS_1


"Ya sudah, cepat selesaikan pekerjaan mu" ucap Maria.


Kemudian berlalu meninggalkan mereka, karena pekerjaannya pun masih banyak.


Saat tiba di meja makan, Ziva dapat melihat kakeknya tampak tersenyum bahagia menunggu kedatangannya.


"Aku jadi kenyang melihat kakek tersenyum" gumam Ziva kemudian duduk di samping kursi kakeknya.


"Makin hari kau tumbuh menjadi gadis yang cantik nak" ucap tuan Harris yang memuji cucunya.


Sementara Ziva hanya tersenyum dengan pujian sang kakek.


"Kakek juga makin hari makin gagah seperti... superhero"ucap Ziva yang tak mau kalah sambil memperagakan gaya Spiderman.


"Kau ini, masih saja seperti gadis kecil dengan kelakuan mu" ucap tuan Harris yang tersenyum.


"Loh kakek, aku sudah dewasa masa dibilangin gadis kecil"ucap Ziva sambil memasang wajah cemberut.


"Sudah-sudah, ayo kita makan dulu" ucap tuan Harris.


Lalu mereka pun tampak menikmati makanannya dengan nikmat tanpa adanya obrolan.


🍁🍁🍁🍁🍁


Darren baru saja tiba di markasnya dan ia telah menginformasikan kepada Rey untuk mengumpulkan seluruh anggota The Tiger.


Kemudian anak buahnya yang termasuk anggota The Tiger dengan cepat menyambut kedatangan Darren, lalu membuka pintu ruangan yang sudah dipenuhi oleh anggota The Tiger.


Rey sudah berdiri di atas singgah sana ketuanya dan ia pun tidak luput menyambut kedatangan Darren.


Darren pun berjalan dengan pandangan lurus kedepan dengan mata elangnya ia mampu menundukkan seluruh anggota The Tiger.


Dan benar saja seluruh anggota The Tiger tampak membungkukkan badannya menyambut kedatangan Ketua The Tiger.


Lalu Darren berjalan menaiki anak tangga menuju singgah sananya, dimana Rey sudah menanti nya diatas sana.


"Selamat datang tuan" ucap Rey.


"Hemm"


Kemudian Rey mempersilahkan Darren duduk di kursi kebesarannya.


"Salam sejahtera buat seluruh anggota The Tiger" ucap Darren yang menyapa mereka.


"Aku mengumpulkan kalian semua di tempat ini, guna melakukan sebuah tugas menghancurkan perusahaan ZD Group malam ini juga!" ucap Darren dengan suara lantang nya.

__ADS_1


Sementara Rey yang mendengar ucapan bossnya hanya bisa terdiam.


Ternyata nona Ziva membangunkan harimau lapar ini.


Bagaimana nasib Bu Donna dan pak Gamal nantinya, dan nasib para karyawan perusahaan ZD Group. Batin Rey dengan pemikiran di benaknya.


"Siap ketua, kami siap menjalankan tugas anda" ucap anggota The Tiger yang menjadi pembicara mereka.


Lalu seluruh anggota The Tiger tampak bersorak dengan menyebut nama kebesaran mereka yaitu The Tiger dan tidak luput mengangkat pistol mereka masing-masing sebagai kekuatan mereka.


Darren tersenyum menyaksikan kekompakan anggota nya.


"Inilah pembalasan ku gadis buruk rupa" gumam Darren lalu tertawa lepas dengan wajah yang sulit diartikan.


Seluruh anggota The Tiger mulai mengatur strategi untuk menghancurkan perusahaan ZD Group.


Termasuk para ahli IT yang mampu bekerja di belakang layar. Mereka merupakan hacker dan cracker handal yang mampu meretas seluruh data-data penting perusahaan yang akan ia hancurkan.


Seperti saat ini mereka mulai bekerja dengan meretas data-data penting perusahaan ZD Group melalui komputer server perusahaan tersebut. Dan memblokir seluruh situs dan website perusahaan ZD Group. Dan hebatnya lagi mereka bekerja tanpa meninggalkan jejak.


…..…....


Sementara para karyawan bagian IT yang masih stand by di perusahaan ZD Group begitu shock dengan data-data penting perusahaan mereka mulai error dan tidak dapat diakses lagi termasuk website perusahaan ZD Group.


Dengan cepat mereka menghubungi Gamal yang merupakan ahli kunci di perusahaan ZD Group.


Mereka melakukan percakapan lewat via telepon. Setelah itu Gamal menghubungi Ziva bahwa perusahaan ZD Group sedang mengalami masalah.


Kemudian setelah itu Gamal meluncur ke perusahaan ZD Group.


Ziva yang baru saja menyelesaikan sholat isya berjamaah dengan kakeknya begitu kaget mendengar kabar tersebut.


"Apa yang sedang terjadi nak?" tanya tuan Harris.


"Perusahaan kita sedang di retas dan dibobol oleh orang yang tidak bertanggung jawab kek" ucap Ziva dengan hati-hati kepada kakek nya.


"Tenang nak, pasti orang-orang kita bisa mengatasinya" ucap tuan Harris yang menenangkan cucunya.


"Semoga kek, ya sudah kalau begitu Ziva mau bersiap-siap untuk menemui mereka di perusahaan"ucap Ziva kemudian tergesa-gesa menuju kamarnya.


Sementara tuan Harris mulai memiliki firasat buruk.


Bersambung.........


Maaf ya bila alurnya tidak sesuai 🙏.

__ADS_1


Terima kasih buat seluruh para pembaca setia Mafia Vs Gadis Bercadar yang sudah memberikan dukungan melalui like, comment, dan vote kalian 🙏


__ADS_2