
Darren menendang pintu kamar itu. Dan betapa terkejutnya ia melihat disekelilingnya yang terlihat kosong. Darren hanya mampu mengepalkan tangannya dengan kemarahan yang semakin menjadi-jadi.
Tak berapa lama kemudian wanita yang tak lain adalah anggota The Tiger yang menyamar sebagai pelayan masuk ke kamar itu. Ia pun ikut terkejut saat tidak melihat gadis yang dibawanya ke kamar itu.
Darren kemudian melangkah mendekati wanita itu dengan tatapan tajam. Sementara wanita itu, hanya bisa menelan salivanya dengan kasar dan terlihat gugup.
Darren langsung mencekik leher wanita itu hingga terbatuk-batuk. Setelah melihat wanita itu kehabisan napas, lalu Darren mendorong tubuh wanita itu hingga membentur dinding tembok.
Lalu Darren meninggalkan wanita itu dengan kemarahan yang meluap-luap. Sementara Wanita tadi yang membuat Ziva pingsan, hanya mampu memegangi lehernya yang memar dan tak lupa mengeluarkan sumpah serapahnya terhadap Ziva. Kemudian iapun menghubungi anggota lainnya untuk berpencar mencari gadis sasarannya.
Darren berjalan dengan langkah lebar menuju ruangan cctv hotel. Iapun sempat menghubungi anak buahnya untuk menutup semua akses keluar masuk hotel.
Saat di depan pintu ruangan cctv Darren langsung mendobrak pintu ruangan itu. Sementara 3 orang yang sedang bekerja melakukan pengawasan cctv terlonjat kaget melihat kehadiran pemilik hotel tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu tuan" ucap salah satu dari mereka.
"Cepat putar cctv bagian lantai 10 beberapa menit yang lalu" ucap Darren yang memerintah mereka.
"Ba-baik tuan" ucap mereka tergagap dan langsung mengerjakan perintah Darren.
Darren tampak fokus mengamati layar monitor yang menayangkan rekaman cctv kejadian yang sedang berlangsung tadi. Matanya menajam melihat seorang lelaki yang berusaha menolong Ziva.
Mulai dari mematikan beberapa lampu hingga pencahayaan di lorong hotel itu tidak terang , lanjut melakukan kembali perlawanan terhadap anak buahnya hingga membawa gadis itu keluar dari kamar.
"Berhenti di bagian itu. Coba perbesar gambarnya" ucap Darren yang fokus melihat layar monitor yang menampilkan sosok lelaki yang sedang melihat disekelilingnya. Namun wajahnya tidak terlihat jelas di layar monitor.
"Sial!, aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah lelaki itu". Ucap Darren kesal sambil memukul meja di samping nya.
Kemudian Darren kembali melangkahkan kakinya berjalan ke luar ruangan itu. Hingga entah kemana arah tujuannya agar bisa menangkap Ziva lalu melenyapkannya.
🍁🍁🍁🍁
Sementara Fino yang baru saja melakukan pembicaraan penting dengan Rey bersama ke ketiga petinggi perusahaan di ruangan tadi. Fino hanya mampu bernapas dengan pasrah. Kemudian ia pun meninggalkan ruangan itu dan berjalan dengan pikiran kemana-mana.
Bagaimana tidak, pekerjaan tersebut selalu ia lakukan. Apalagi perjalanan bisnis merupakan pekerjaan yang memakan waktu yang cukup lama. Bukan masalah bagi Fino di tahun-tahun sebelumnya. Tapi sekarang ia sedang berusaha keras untuk mendapatkan cintanya. Apalagi Fino mengetahui bahwa Ziva akan menetap di negara B. Sehingga ia dengan sangat mudah untuk bertemu dengan Ziva. Tapi sekarang malah ia yang harus meninggalkan Ziva bukan.
Tak terasa langkah kakinya sampai di depan pintu kamar mamanya. Kemudian Fino mengetuk pintu kamar itu.
Tok
tok
tok
Rissa dan nyonya Ratu yang sibuk mengobrol saling pandang, kemudian nyonya Ratu menyuruh Rissa untuk membuka pintu tersebut.
Pintu terbuka menampilkan sosok Fino. Rissa pun tersenyum manis kepada Fino. Sedangkan Fino buru-buru masuk menemui mamanya.
"Kenapa mama belum tidur" ucap Fino yang berdiri di hadapan mamanya.
"Sayang mama belum ngantuk. Kenapa kau meninggalkan pestamu dan malah menemui mama" ucap nyonya Ratu sambil memegang tangan Fino. Lalu menuntunnya untuk duduk di sofa.
Lalu Fino ikut duduk di sofa samping mamanya.
"Ma...aku harus pergi malam ini, untuk melakukan perjalanan bisnis dengan beberapa petinggi perusahaan kita di negara timur tengah" ucap Fino yang memberi tahu mamanya.
"Kenapa tiba-tiba sekali sayang. Tidak bisakah besok kau baru berangkat" ucap nyonya Ratu.
"Tidak ma, karena besok aku harus meninjau pembangunan hotel dan proyek yang sedang sedang berlangsung" ucap Fino menjelaskan.
"Berapa lama kau disana sayang. Mama akan merindukanmu walaupun kau jarang menemui mama. Ingat sekali-kali kau harus menemui mama dan tinggalkan pekerjaan mu" omel nyonya Ratu.
"Aku tidak tahu ma, sampai kapan aku disana. Yang jelas setelah pekerjaanku selesai, aku akan segera menemui mama" ucap Fino kemudian memeluk mamanya dengan erat.
Nyonya Ratu menyambut nya dengan penuh kasih sayang seorang ibu.
Sedangkan Rissa memasang wajah sedih, karena ia tidak bisa lagi bertemu dengan Fino. Karena berbagai cara ia lakukan demi bisa menguntip Fino dan segala penyamaran telah ia lakukan.
__ADS_1
"Aku juga ingin memeluk kak Fino" ucap Rissa manja.
Sementara Fino tidak menghiraukan ucapan Rissa. Nyonya Ratu memelototi Fino untuk menuruti ucapan Rissa.
Dengan pasrah Fino bangkit dari duduknya lalu memeluk Rissa. Sedangkan Rissa begitu senang, hingga ia memeluk Fino dengan erat bahkan tidak ingin melepaskannya.
"Hei lepaskan, aku tidak bisa bernafas" ucap Fino bohong.
Rissa lalu melepaskan pelukannya kemudian berjinjit dan langsung mencium pipi kanan Fino dengan gerakan cepat.
Fino pun kaget dengan aksi Rissa yang menciumnya secepat kilat.
"Dasar bocah nakal" ucap Fino kesal.
Sementara Rissa berlari menuju toilet. Dan untuk nyonya Ratu hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Lalu Fino berpamitan kepada mamanya dan keluar dari kamar itu.
🍁🍁🍁🍁
Sementara di kediaman tuan Harris......
Mobil yang membawa Ziva berhenti di halaman rumah. Seluruh penghuni rumah menyambutnya dengan panik termasuk tuan Harris. Kemudian tuan Harris memerintahkan Luna untuk membawa Ziva ke kamarnya.
Sementara tuan Harris memilih mengobrol dengan Gamal, Baron dan Jonoh di ruang tamu.
"Bagaimana bisa kau bisa membawa cucuku keluar dari hotel itu" ucap tuan Harris. Karena dari tadi ia begitu khawatir kepada cucunya.
Ditambah Baron menghubunginya bahwa Ziva sedang pingsan membuat lelaki tua itu tambah panik.
Rupanya yang menolong Ziva adalah Gamal. Kemudian Gamal menceritakan seluruh kejadian tadi tanpa melebih-lebihkan.
Flashback
Suasana pesta1 berlangsung dengan meriah. Seluruh tamu undangan menikmati pesta itu dengan kebahagiaan menghilangkan penat dan pikiran mereka dari berbagai sumber.
Gamal mampu mendengar alat penyadap di tubuh Ziva. Dan ponselnya berfungsi untuk melihat gerak-gerik Ziva apalagi keberadaannya. Gamal bekerja sama dengan Baron dan Jonoh untuk selalu mengawasi keberadaan Ziva di pesta itu.
Gamal terus menyusuri lorong hotel mencari keberadaan Ziva. Saat ia berada di lantai 10 ia kembali menyusuri lorong hotel dengan mengendap-endap seperti pencuri, saat ingin berbelok arah ke lorong lainnya. Tiba-tiba saja Gamal melihat satu kamar yang begitu ketat penjagaan. Sehingga Gamal tambah yakin bahwa Ziva ada di dalam sana.
Akan tetapi sebelum melawan para penjaga itu tak lupa Gamal mematikan beberapa lampu. Kemudian melawan keempat penjaga itu. Untungnya ia menguasai beberapa teknik beladiri hingga berhasil melumpuhkan mereka. Lalu Gamal menyeret tubuh mereka satu persatu ke dalam kamar kosong yang berhadapan dengan kama yang di tempati oleh Ziva.
Kemudian Gamal mendobrak pintu kamar itu dan mendapati Ziva yang tak sadarkan diri berbaring di atas tempat tidur. Lalu gamal mengangkat tubuh Ziva dan menaruhnya di pundaknya. Kemudian membawanya meninggalkan hotel itu.
Sementara Baron dan Jonoh menunggu kedatangan mereka di dalam mobil di bagian belakang hotel. Karena Gamal sudah menginstruksikan mereka untuk menunggu di belakang hotel.
Tak berapa lama kemudian mereka melihat Gamal membawa Ziva. Dengan cepat Baron turun dari mobil lalu membukakan pintu bagian penumpang untuk mereka. Lalu Gamal membaringkan tubuh Ziva, lalu menyuruh mereka untuk meninggalkan tempat itu terlebih dahulu.
Sementara Gamal berjalan menuju mobilnya yang berada di parkiran. Setelah itu, iapun meninggalkan tempat itu dan ikut menyusul mereka.
Flashback off
"Untunglah kalian dengan cepat menolong Ziva, jika tidak entah apa yang akan terjadi pada cucuku" ucap tuan Harris.
"Itu sudah menjadi kewajiban bagi kita tuan menjaga nona Ziva. Aku rasa mereka memasukkan sejenis obat bius di minuman nona Ziva" ucap Gamal.
"Hemm" ucap tuan Harris yang terlihat lelah.
"Begini tuan, tadi saya hanya mampu melihat asisten tuan Alvin bersama kedua anak buahnya" ucap Gamal.
"Terus kenapa kau tidak menemuinya Gamal" ucap tuan Harris dengan suara beratnya.
"Mereka sudah memasuki lift tuan yang membawa mereka ke pesta kalangan kelas VIP" ucap Gamal menjelaskan. "Tapi anak buah saya sudah memberikan nomor saya pada saat ke negara B dari salah satu anak buahnya.
"Syukurlah, jika seperti itu"ucap tuan Harris sedikit lega.
Sementara di kamar Ziva...
Kedua pelayan Ziva berusaha keras membuka paksa mulut Ziva untuk memasukkan air kelapa untuk menghilangkan reaksi obatnya.
__ADS_1
"Maafkan kami nona" Gumam Lulu yang merasa lancang membuka gaun yang dikenakan Ziva.
Setelah itu, mereka merendam tubuh Ziva dengan air hangat di dalam bathtub.
Hanya 15 menit Ziva mulai sadar dan terbatuk-batuk hingga memuntahkan seluruh isi perutnya.
"Syukurlah anda sudah sadar nona Ziva" ucap Nana yang bernapas lega.
Ziva kembali memegangi kepalanya yang terasa sedikit puyeng.
"Apa yang terjadi kenapa aku sudah ada di rumah" ucap Ziva.
Lalu mereka menjelaskan bahwa Baron, Jonoh dan pak Gamal yang membawanya.
Kini Ziva sudah mengenakan pakaian tidurnya.
Lalu kedua pelayan nya menyuruhnya untuk istirahat.
Ziva pun membaringkan tubuhnya sambil mengingat kembali kejadian tadi....
Sementara di ruang tamu mereka sangat bersyukur karena Ziva sudah baikan. Lalu terjadilah pembicaraan yang begitu penting.
"Sepertinya tuan harus berangkat malam ini juga bersama nona Ziva, karena pemuda yang bernama Darren Alexander Tiger memiliki banyak anak buah seorang mafia"ucap Gamal menjelaskan.
"Iya tuan, itu rencana yang bagus. Saya sudah mengurus seluruh keperluan keberangkatan tuan mulai dari pasport dan tiket pesawat untuk tuan. Bahkan saya pun berjaga-jaga bila tuan ingin berangkat dengan jalur laut seperti puluhan tahun lalu" Timpal Baron.
"Baiklah jika memang itu yang terbaik" ucap tuan Harris.
Kemudian memerintahkan Maria untuk menyuruh cucunya bersiap. Karena seluruh pelayannya sudah mengepak barang-barang yang akan mereka bawa.
Kini Maria sudah berada di kamar Ziva dan menyuruh Ziva untuk segera bersiap
"Apa Kakek ingin kita berangkat malam ini juga"ucap Ziva yang terlonjat kaget dengan tubuh yang masih lemas.
"Iya nona" ucap Maria.
Hanya 15 menit Ziva sudah terlihat rapi dengan baju santainya yaitu kemeja biru dongker dengan celana longgar berbahan jeans. Tak lupa mengambil jaket kulitnya. Lalu Ziva memakai tas ranselnya. Kemudian menyeret kopernya menuruni anak tangga.
"Aku sudah siap kek"ucap Ziva dengan suara lantang.
Sementara tuan Harris pun sudah terlihat rapi.
"Baiklah lebih baik kita berangkat" ucap tuan Harris.
Kemudian Lulu membawa koper Ziva ke mobil, begitu halnya dengan Mariah yang membawa koper tuan Harris. Mereka pun saling berpelukan untuk melepas kepergian tuannya.
Setelah itu, Ziva masuk ke dalam mobil dengan mata berkaca-kaca melihat ke arah mereka disusul tuan Harris. Lalu mobil melaju meninggalkan rumah itu.
Gamal pun menyusul di mobil mereka untuk melakukan pengamanan. Saat mobil yang membawa mereka berada di depan gerbang komplek sebuah mobil terparkir dengan begitu banyaknya. Baron beserta Jonoh tampak kaget dengan mobil yang begitu banyak. didepannya yang menghalangi jalan mereka.
"Bagaimana ini tuan" ucap Baron panik.
" Putar arah, kita berangkat jalur laut"
Kemudian Jonoh memutar arah mobil mereka disusul pula oleh Gamal.
"Tuan mereka mengikuti kita" ucap Baron yang melihat di kaca spion mobil.
"Kemudikan mobil itu dengan cepat" bentak tuan Harris.
Kemudian Jonoh menancap gas dan mulai melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi layaknya berkendara ugal-ugalan. Begitu halnya Gamal. Lalu Gamal kembali menghubungi para bodyguard tuan Harris. Setelah itu, lanjut menghubungi anak buah Riko.
Akan tetapi tidak ada jawaban. Lalu dengan cepat Gamal mengetik pesan 'Tuan Harris dan nona Zivanna Damanik dalam masalah, cepat bantu kami ke sebuah pelabuhan' sambil mengendarai mobilnya
Sementara sekitar 10 mobil mengikuti mereka dari belakang. Sehingga terjadilah kejar-kejaran mobil yang begitu dramatis.....
Bersambung...
__ADS_1
Mohon maaf bila alurnya tidak sesuai 🙏