Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Bertemu Kembali


__ADS_3

Semua rencana Tuhan tidak akan ada yang mampu mengetahuinya. Seperti saat ini, Ziva mampu menjadi pembicara atau pemateri di depan ribuan orang sebagai pengusaha muda sekaligus mahasiswa aktif dalam memberikan donasi bagi kaum kurang mampu di lingkungan sekitar.


Ziva memberikan motivasi dan peluang berbisnis untuk mahasiswa di universitas terbuka itu. Awalnya beberapa diantara mereka memandang sebelah mata penampilan Ziva yang terlihat aneh, namun gaya berbicara Ziva yang menginspirasi dan memotivasi, membuat siapapun mengikuti jejaknya.


Donna dan Gamal selalu berdiri di belakang Ziva jika mengenai urusan perusahaan ZD Group. Seperti saat ini mereka mendampingi Ziva layaknya seorang ibu dan ayah mengantarkan anaknya untuk menyaksikan sebuah pentas. Mereka pun takjub menyaksikan pimpinan perusahaan berdiri di depan umum dan disaksikan oleh ribuan mahasiswa.


Hanya keheningan yang terjadi diantara mereka berdua. Donna yang duduk di samping kursi Gamal dan disampingnya lagi beberapa dosen yang duduk di sampingnya.


"Nona mauka anda berfoto dengan saya?" tanya seorang dosen ganteng di universitas itu yang duduk berdampingan dengan Donna.


"Ooh baiklah" jawab Donna dengan senyum manisnya.


"Sungguh, saya jadi di mabuk asmara dengan senyum Anda" ucap dosen ganteng itu dengan gombalannya.


Donna hanya tersenyum ramah mendengar ucapan dosen tersebut. Sementara Gamal tidak menggubris obrolan mereka ia hanya duduk fokus menyaksikan Ziva yang menjadi pemateri.


ckrek


ckrek


ckrek


Mereka berfoto layaknya seorang sahabat. Bahkan banyaknya hasil foto yang mereka lakukan. Tidak hanya itu, dosen tersebut bahkan meminta no ponsel Donna sedangkan Donna tak masalah iapun bertukar no ponsel. Dan tak henti-hentinya dosen ganteng itu mengeluarkan rayuan gombal maut dan pujiannya terhadap Donna.


"Wah kecantikan anda sungguh luar biasa".


"Saya seperti bermimpi bertemu anda".


"Betapa beruntungnya lelaki yang memiliki anda, termasuk saya yang akan beruntung jika memiliki anda di dunia ini".


"Mungkin anda tulang rusuk saya yang hilang".


Donna lagi-lagi tersenyum ramah mendengar ucapan dosen tersebut. Gamal yang merasa risih dengan ucapan dosen tersebut yang tidak ada habisnya ia pun angkat bicara.


"Bisakah anda berhenti memuji calon istri saya pak!" ucap Gamal dingin lalu menggenggam erat tangan Donna, saking eratnya semut pun nggak bakalan lewat disela-sela jari mereka.


Donna begitu tidak percaya dengan apa yang barusan Gamal ucapkan 'calon istri' tidak masuk akal. Bahkan tangannya di genggam pula.


Sementara dosen ganteng itu langsung tidak berkutik dengan apa yang diucapkan barusan oleh Gamal.


"Hei lepaskan tanganku, sakit tahu" bisik Donna di telinga Gamal.


Gamal pun hanya bermasa bodoh tanpa melepaskan genggaman tangannya.


Sedangkan Ziva mengakhiri materi yang ia bawakan dan tak henti-hentinya ia bersyukur kepada Tuhan, karena semuanya berjalan dengan lancar.


Ziva pun bernafas lega dan ia tersenyum bahagia di balik cadarnya dikala penglihatannya fokus pada Donna yang duduk berdampingan dengan Gamal.


Sedangkan seluruh mahasiswa yang berada di aula itu bertepuk tangan dengan riuh dan memberikan Aplus sebagai apresiasinya lewat tepukan tangan terhadap sang pemateri.

__ADS_1


"Hei berhenti memegang tanganku" ucap Donna kesal lalu menendang betis Gamal.


"Akhh"gumam Gamal yang kesakitan dengan cepat melepaskan genggaman tangannya dari Donna.


Akhirnya Donna bisa lepas juga dari Gamal, iapun bernafas lega , kemudian berjalan buru-buru menghampiri Ziva yang berdiri di pojokan aula tersebut.


"Maaf nona membuat anda menunggu"ucap Donna.


"Tidak masalah, ayo cari makan, cacing di perutku dari tadi berdemo minta jatah makan. Untungnya tidak malu-maluin aku. Hehehe" ucap Ziva diselangi tawanya.


"Baik nona, kebetulan daerah sini terdapat restoran yang menyajikan makanan halal" ucap Donna.


"Let's go" ucap Ziva yang berjalan lebih dulu. Tapi baru beberapa langkah ia berbalik dan melihat Gamal yang merapikan jasnya.


"Pak Gamal buruan" ucap Ziva dengan teriakkan yang cukup menggema.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun Gamal berjalan cepat mengekor dibelakang Ziva dan Donna. Mereka pun meninggalkan universitas swasta tersebut.


Tak butuh waktu lama mereka tiba di restoran terdekat yang menyediakan makanan halal. Mereka berdua berjalan menuju meja pojokan dan tak berapa lama seorang pelayan lelaki memberikan buku menu untuk mereka pesan. Dan Gamal lebih dulu memarkirkan mobilnya.


"Bakmi kuah daging 3 porsi, bebek panggang 2 porsi dan minumnya jus jeruk saja" ucap Donna.


"Baik nona" ucap pelayan tersebut.


"Tunggu, apakah restoran ini menyediakan tempat ibadah?" tanya Ziva pada pelayan tersebut.


"Iya Nona, tempatnya terletak di samping gedung ini yang tidak jauh dari area parkiran" ucap pelayan tersebut.


"Aku mau shalat dulu Bu Donna" ucap Ziva yang bangkit dari duduknya.


"Aku ikut nona" ucap Donna yang mengekor di belakang Ziva.


Ya selama ini Donna jarang shalat, ia lebih mengutamakan duniawi nya ketimbang akhirat. Namun berkat bersama Ziva ia mulai menjalankan ibadahnya walaupun bolong-bolong.


Setelah selesai menjalankan ibadahnya mereka berdua sudah menempati mejanya dan menikmati makanan mereka masing-masing.


Terjadi kehebohan di restoran tersebut. Saat kedua lelaki tampan memasuki restoran itu. Ria riuh pengunjung memuji ketampanan lelaki tersebut. Sosok lelaki yang menjadi pusat perhatian pengunjung adalah Darren Alexander Tiger beserta sekertaris nya yang bernama Reyhan.


Pelayan lelaki di restoran tersebut mengarah kan mereka duduk di samping meja Ziva, sementara Rey sang sekertaris langsung memesan makanan untuk tuanya. Dan hal yang paling pertama dilihat oleh Darren saat melewati meja mereka adalah Sosok gadis yang sedang menikmati makanan nya dengan tingkah yang aneh.


Darren menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil duduk di kursi karena kejadian seperti ini selalu saja dialaminya setiap kali makan di luar. Kursi yang ia duduki menghadap pada meja Ziva dan kawan-kawan.


Darren menaikkan satu alisnya saat kembali melihat tingkah gadis dihadapannya sedang menikmati makanannya.


Reyhan duduk di samping kursi bossnya dan melihat gerak gerik bossnya yang memperhatikan cara makan gadis bercadar. Lalu Rey melihat kembali anggota di meja tersebut.


Bukankah itu Bu Donna dan pak Gamal. Batin Rey


Rey pun kembali melihat dengan jelas.

__ADS_1


"Ya mereka berdua tidak salah lagi" gumam Rey yang tak sengaja di dengar oleh Darren.


"Siapa mereka" ucap Darren yang kembali fokus memainkan ponselnya.


"Mereka adalah para sekertaris di Perusahaan ZD Group, dan kalau tidak salah gadis yang bercadar di samping nya adalah cucu dari tuan Harris pemilik perusahaan ZD Group. Dan menurut rumor yang beredar tuan gadis itu buruk rupa, jadi menyembunyikan wajahnya melalui kain tersebut" ucap Rey panjang lebar.


"Oh" ucap Darren yang tidak mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.


"Bukankah tuan mengadakan pertemuan dengan perusahaan ZD Group malam ini di club tuan" ucap Rey yang mengingat jadwal kembali tuanya.


"Ya, apakah gadis itu akan datang ke tempatku?" tanya Darren pada sekretarisnya.


"Saya tidak tahu tuan, yang jelas gadis yang berpenampilan seperti itu tidak akan ke tempat hiburan malam". jawab Rey sesuai pengalamannya.


"Ya sudah, batalkan saja pertemuan itu dan jangan pernah mengajak kerja sama orang-orang aneh seperti gadis itu" ucap Darren yang menunjuk ke arah Ziva duduk.


Sementara Ziva yang baru selesai menyantap makanannya merasa aneh dengan orang berada di samping mejanya yang menunjuknya.


"Tunggu bukankah lelaki itu..." gumam Ziva yang berfikir mengingat lelaki di samping mejanya.


Tak sengaja Mata mereka pun saling bertemu


Deg


deg


deg


Terjadi saling tatap-tatapan dengan jarak yang tidak jauh dan dengan pikiran mereka masing-masing.


Gadis ini, tidak salah lagi gadis yang bersikap kurang ajar terhadap ku. Batin Darren.


Tidak salah lagi Lelaki ice cream yang super menyebalkan dan tidak tahu minta maaf. Kenapa harus bertemu kembali sih. Batin Ziva.


Setelah pemikiran mereka sama-sama saling mengenal, dengan cepat Ziva mengalihkan pandangannya dan berniat ingin cepat meninggalkan tempat tersebut.


Sementara Darren memiliki siasat licik untuk mengerjai Ziva.


"Jangan batalkan pertemuannya Rey" ucap Darren tanpa mengalihkan pandangannya dari meja Ziva.


"Maksud tuan, pertemuan dengan siapa ya?" tanya balik Rey.


"Bodoh!, perusahaan yang tadi kau maksud" ucap Darren kesal.


"Oh maaf tuan, tapi mengapa tuan berubah pikiran" ucap Rey.


"Aku cuman ingin tahu kesungguhan pimpinan perusahaan ZD Group yang benar-benar ingin bekerja sama dengan perusahaan ku" ucap Darren dengan seringai licik diwajahnya.


Bersambung......

__ADS_1


Maaf ya bila alurnya tidak sesuai, semua ini hanya imajinasi author tanpa adanya konsep terlebih dahulu 🤗


__ADS_2