Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Mengetahui kebenaran


__ADS_3

Darren melihat panorama langit malam yang begitu indah melalui kaca jendela ruangannya.


Sementara Rissa dari tadi mengomel membahas sosok gadis yang bersama Darren.


"Seandainya aku memfoto kalian berdua,..pasti bibi akan marah besar, dan menyuruh kau untuk menikahi gadis tadi" ucap Rissa yang sudah duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Cukup jangan pernah bahas gadis tadi" ucap Darren dingin yang fokus melihat ke arah jendela.


"Baiklah, aku tidak akan menyebut gadis yang tadi"ucap Rissa sambil melakukan gerakan mengunci mulutnya.


"Apa yang membuat mu datang ke tempat ku?" tanya Darren.


"Oh iya, aku hampir lupa. Sebenarnya aku rela datang ke negara ini untuk meminta bantuan mu agar aku dan kak Fino bisa dekat" ucap Rissa menjelaskan.


"Aku tidak bisa membantu mu" ucap Darren dingin lalu kembali duduk di samping Rissa.


"Tolong lah Darren kali ini saja, pliss, plisss" ucap Rissa yang memohon.


"Baiklah, biar Rey yang urus urusan mu" ucap Darren dengan menghela nafas panjang.


Sementara Rey yang berdiri di ambang pintu hanya bisa bernafas dengan pasrah. Pasalnya Rissa merupakan gadis yang begitu rempong dan banyak bicara.


"Rey urus Rissa" ucap Darren yang mulai bangkit Kemudian berjalan dengan penuh wibawa melewati Rey yang berada di ambang pintu.


"Siap tuan"ucap Rey.


Aduh masalah baru lagi. Batin Rey.


Mereka bertiga meninggalkan club malam tersebut dengan mengendarai mobil mereka masing-masing menuju kediaman Darren.


🍁🍁🍁🍁


Sementara Ziva baru saja tiba di kediamannya. Dengan cepat Maria menyambut kedatangan Ziva.


"Apa kakek sudah tidur mbok?" tanya Ziva yang sedang membuka sepatu yang dikenakan nya.


"Sudah non, seperti nya kondisi kesehatan tuan besar akhir-akhir ini menurun" ucap Maria.


"Iya mbok, tolong rawat kakek dengan baik ya" ucap Ziva.


"Pasti non, kalau begitu biar mbok antar non Ziva ke kamar ya" ucap Maria.


"Tidak usah mbok. Lebih baik mbok istirahat saja, lagian ini sudah larut malam" ucap Ziva.


Sungguh! nona Ziva gadis yang baik. Semoga tuhan selalu melindungi mu non. Batin Maria. Yang terus menatap Ziva menaiki anak tangga menuju kamarnya. Setelah itu ia pun bergegas menuju kamarnya untuk beristirahat.


Ziva baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah mandi. Kemudian ia mengenakan piyama tidurnya dengan hati-hati. Karena ternyata tubuhnya terdapat luka lebam di area lengan dan perutnya.


Tanpa memperdulikan luka di tubuhnya, Ziva kemudian mengistirahatkan tubuhnya yang lelah di atas ranjang empuknya. Tak berapa lama kemudian ia terlelap dalam tidurnya.


Keesokan harinya......


Ziva memilih tinggal di rumah untuk menemani sang kakek dan mencari informasi mengenai seluk-beluk keberadaan orang tuanya. Seperti saat ini mereka berdua duduk di kursi taman sambil menikmati udara pagi yang sejuk.


"Apa yang sedang kau pikirkan nak?" tanya tuan Harris yang dari tadi melihat Ziva melamun.


"Tidak ada kek,. " jawab Ziva cepat.


"Kakek sudah mendengar kabar bahwa perusahaan kita akan bekerjasama dengan perusahaan Alexander Group, apa itu benar?" tanya tuan Harris.


"Itu tidak benar kek"jawab Ziva cepat.


"Oh baguslah, kau tahu nak dari dulu kakek tidak mau bekerja sama dengan perusahaan tersebut." ucap tuan Harris. Kemudian menarik nafas nya dalam-dalam dan melanjutkan kembali ucapannya "Kau tidak tahu sedikit celah saja bisa-bisa Perusahaan kita yang jadi tanggungannya" ucap tuan Harris.


"Iya kek, terus bagaimana dengan informasi tentang ayah dan ibu" ucap Ziva sambil memandang kakeknya.


Dengan helaan nafas panjang akhirnya tuan Harris mulai menceritakan kepada Ziva seluk beluk tentang orang tuanya.


"Ayahmu bernama Alvin Damanik dan ibumu bernama Airin Damanik tapi ibumu lebih suka dipanggil dengan nama Ira yang merupakan nama palsunya." ucap tuan Harris dengan tersenyum.


Kemudian kembali melanjutkan ucapannya "Ayahmu merupakan orang hebat, dia mampu memimpin perusahaan kakek hingga maju dan berjaya. Dibalik semua itu, ayahmu...., merupakan seorang ketua mafia The Manik begitu halnya ibu mu termasuk anggota mafia" ucap tuan Harris dengan berat hati.


Sedangkan Ziva yang mendengar ucapan kakeknya hanya membulat kan matanya dengan semua kebenaran itu 'bahwa Sanya orang tuanya seorang mafia!'.


Kemudian tuan Harris melanjutkan kembali ucapannya " Mereka berada di negara B. Sejak peristiwa 15 tahun lalu, saat para musuh ayahmu mulai melakukan penyerangan terhadap keluarga ayahmu, saat itu lah dimana kamu berpisah dengan ayah dan ibumu, karena kakek menyembunyikan mu di negara ini" ucap tuan Harris kemudian menghela nafasnya dengan berat.

__ADS_1


"Tidak hanya itu ayah dan ibu mu sudah menganggap kita berdua telah tiada" Ucap Tuan Harris dengan suara seraknya.


Sementara Ziva hanya sebagai pendengar yang baik.


"Jadi bagaimana kek, agar kita bisa berkumpul bersama lagi?" tanya Ziva dengan mata memerah.


"Bukannya kakek tidak ingin mempertemukan kau dengan ayah dan ibu mu, tapi semua ini demi keselamatan kita bersama. Karena banyaknya para musuh ayahmu yang mengincar keluarga kita" ucap tuan Harris menjelaskan.


Sementara Ziva hanya diam dan tak bisa berkata-kata lagi.


"Biarkan waktu yang menjawab, yang jelas Kakek akan berusaha keras dan berdoa kepada Tuhan supaya kita bisa berkumpul kembali" jawab tuan Harris yang hanya berserah diri kepada Tuhan.


"Baik kek, Ziva akan tunggu saat tiba waktunya. Yang terpenting sekarang Ziva ingin menyelesaikan kuliah Ziva dan belajar membuat perusahaan kakek semakin maju" ucap Ziva yang kemudian memeluk sang kakek.


Sementara tuan Harris hanya tersenyum mendengar ucapan cucunya.


"Ini baru cucu kakek, tetaplah menjadi gadis yang baik dan pekerja keras" ucap tuan Harris.


Sementara Ziva hanya mengangguk di pelukan sang kakek.


🍁🍁🍁🍁


Tak terasa satu bulan telah berlalu sejak kejadian itu dimana Ziva sempat berurusan dengan penguasa perusahaan Alexander Group dan mengetahui kebenaran akan kedua orang tuanya.


Saat ini Ziva sudah berada di kantor dan sekarang sedang menyelesaikan pekerjaan nya di ruangannya.


Tok tok tok


"Masuk saja" ucap Ziva yang tidak beralih pandangannya dari laptopnya.


"Maaf menggangu waktu anda nona Ziva" ucap Donna yang sudah berdiri di samping Ziva.


"Silahkan duduk Bu Donna" ucap Ziva.


Kemudian Donna pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Ziva. Sementara Ziva menghentikan pekerjaannya dan beralih menatap Donna.


"Begini nona Ziva, saya ingin resign dari kantor anda" ucap Donna yang begitu pasrah.


Ziva yang mendengar ucapan Donna hanya bisa membulatkan matanya dan tidak percaya dengan apa yang diucapkan Donna barusan.


"Begini nona Ziva, kakek saya sedang sakit keras dan makin hari kondisi nya semakin memburuk, jadi saya perlu merawat dan menjaganya" ucap Donna.


"Baiklah Bu Donna, kalau seperti itu permasalahan nya yang jelas perusahaan ini selalu terbuka menunggu kedatangan anda. Dan untuk pesangon anda tetap mendapatkan setiap bulannya" ucap Ziva.


"Terima kasih nona Ziva atas kebaikannya" ucap Donna yang sangat bersyukur memiliki boss seperti Ziva.


Kemudian mereka berpelukan atas perpisahannya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sementara di perusahaan Alexander Group......


Rey mengumpulkan seluruh karyawan bagian divisi keuangan perusahaan Alexander Group. Sementara Darren duduk tenang di kursi kebesarannya sambil memperhatikan wajah karyawannya yang melakukan penyelewengan terhadap uang perusahaannya.


"Diantara kalian siapa yang melakukan penyelewengan terhadap uang perusahaan" bentak Rey kepada karyawan bagian divisi keuangan.


Namun diantara mereka tidak ada yang mengaku. Walau bagaimanapun Darren dapat melihat dengan jelas gerak gerik karyawannya yang terlihat ketakutan.


"Kami tidak melakukan penyelewengan uang perusahaan tuan" bantah salah satu karyawan bagian divisi keuangan. Lalu mereka semua mulai angkat bicara dan melakukan aksi protes.


Darren pun mulai geram dengan aksi para karyawannya.


"Baiklah jika kalian tidak mau mengaku, padahal yang bisa menangkap pelakunya akan mendapatkan imbalan dari saya" ucap Darren kemudian berlalu meninggalkan tempat itu. Di susul Rey di belakangnya.


Saat berada di ruangan nya Darren duduk di kursi kebesarannya dan mulai menandai nama-nama karyawan tadi.


"Rey bawa nama-nama karyawan ini ke markas kita" ucap Darren dingin.


"Siap tuan" ucap Rey tanpa membantah ucapan tuannya.


Jadi rombongan Tara yang melakukan penyelewengan, Sialan mereka. Batin Rey


Satu persatu karyawan yang berjumlah 3 orang di bawa ke markas the Tiger dan salah satu diantaranya adalah seorang wanita.


Ketiga karyawan tersebut sudah diikat dengan rantai besi, bahkan mereka sudah di beri pelajaran oleh anak buah Darren yang merupakan anggota The Tiger. Mereka semua sudah babak belur tapi tetap saja tidak mau mengakui kesalahannya.

__ADS_1


Darren yang baru tiba di markas nya langsung berjalan menuju ruangan dimana para karyawan tersebut di sekap.


Cklek.


Pintu ruangan tersebut terbuka dengan semaran lampu yang samar-samar dan tidak terlalu terang.


Darren kemudian melangkah menghampiri mereka.


Ketiga karyawan tersebut begitu kaget dan shock melihat Darren.


"Bagaimana apa kalian suka dengan hadiahnya" ucap Darren dingin lalu memegang dagu salah satu dari mereka dengan menekannya dengan keras.


"Ampuni kami tuan" ucap karyawan tersebut yang bernama Tara.


"Tidak ada pengampunan buat kalian"ucap Darren lalu mengeluarkan pistol di balik saku jasnya.


Dor


Satu peluru berhasil mengenai kepala karyawan nya.


Sementara kedua karyawan tersebut tampak ketakutan terutama karyawan wanita ia bahkan mengompol saking takutnya.


Kemudian Darren beralih ke karyawan yang kedua.


"Jangan bunuh saya tuan, anak-anak saya masih kecil tuan" ucap karyawan tersebut memohon.


"Aku tidak peduli denganmu" ucap Darren dingin.


"Baiklah tuan saya siap mati asalkan kebahagiaan keluarga saya tetap terjamin" ucap karyawan tersebut.


"Baiklah saya akan membiayai seluruh kebutuhan anak-anak mu" ucap Darren yang sempat bernegosiasi.


"Terima kasih tuan"ucap karyawan tersebut. Lalu menggambil pistol Darren dan mengakhiri hidupnya sendiri.


Sehingga hanya tersisa satu orang karyawan yang merupakan seorang wanita yang dari tadi gemetaran ketakutan sampai-sampai ngompol.


"Tua- tuaaaan Darren ampuni saa-yaaaa. Saya belum menikah, hiks hiks hiks" ucap wanita itu dengan isakan.


"Apa peduliku, yang jelas kau itu merugikan perusahaan"ucap Darren dingin yang sama sekali tidak menerima belas kasihan terhadap orang yang mengusiknya.


"Tuan ampuni saya, saya akan melakukan apapun agar saya tetap hidup" ucap wanita tersebut sambil bersimpuh di hadapan Darren bahkan mencium sepatu Darren.


"Berdiri lah, aku akan mengampuni mu" ucap Darren.


Lalu wanita itu berdiri dengan memasang wajah manisnya. Kemudian Darren mendekati wanita tersebut.


"Aku perlu bermain dengan mu" ucap Darren dengan seringai licik diwajahnya.


Sementara wanita tersebut tampak senang karena Darren mulai menyentuh rambutnya.


Tapi naasnya Darren menarik kencang rambut panjang gadis tersebut, kemudian kembali mengeluarkan belati kecil di balik saku celananya.


"Apa yang anda lakukan tuan, awww sakit" ucap wanita tersebut.


Sementara Darren mulai melakukan aksinya sambil mencungkil salah satu mata gadis tersebut.


Krekk


krekk


Hanya dua kali cungkilan mata gadis tersebut sudah hilang dari tempatnya. Sementara wanita tersebut histeris kesakitan hingga tak sadarkan diri.


Lalu Darren kemudian membersihkan darah yang mengenai jasnya.


Ya seperti itulah aksi Darren terhadap seseorang yang mengusiknya. Ia akan menjelma seperti harimau lapar dan berbuat kejam dengan orang-orang yang mengkhianati nya.


Bersambung........


Terima kasih buat para pembaca Mafia Vs Gadis Bercadar πŸ™


Maaf sebelumnya saya tidak membalas komentar kalian, yang jelas saya tetap membaca satu persatu komentar kalianπŸ™


Oh iya terima kasih atas segala doa dan support kalianπŸ™


Makanya sambil revisian aku sempatkan nulis buat para pembaca setia ku.

__ADS_1


Terima kasihπŸ€—


__ADS_2