Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Memulai usaha baru


__ADS_3

Ziva tetap terjaga menjaga kakeknya. Dengan mata bengkak ia mampu menguasai dirinya untuk tetap tegar.


Kemudian Ziva melangkahkan kakinya menuju toilet untuk membersihkan wajahnya dan tak lupa pula ia mengambil air wudhu guna melaksanakan sholat Sunnah Tahajud.


Kini Ziva baru saja menyelesaikan sholat Sunnah Tahajud nya. Sambil meneteskan air mata Ziva berdoa memohon pengampunan kepada Tuhan dengan kalimat dalam doanya ' Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tua ku, berilah mereka keselamatan dunia maupun akhirat, berilah umur yang panjang untuk kakekku dan kuatkan hamba mu dalam menjalani kehidupan ini, serta jauhkanlah hamba mu ini dari segala marabahaya, Amin'. Seperti itulah doa yang selalu ia panjatkan.


Setelah selesai lalu iapun duduk di samping tempat tidur sang kakek. Sambil menatap sang kakek yang sedang tertidur dengan pulas nya. Ziva kembali merasakan sesak dari lubuk hatinya yang terdalam jika mengingat kembali kejadian tersebut.


Kemudian Ziva pun menyandarkan kepalanya di sandaran kursi dan berharap hari esok akan lebih baik dari pada hari ini yang begitu kejam menurutnya.


Sementara di tempat lain.......


Seluruh anggota The Tiger berpesta di sebuah club malam dengan meriahnya merayakan keberhasilan mereka dalam menjalankan tugas.


Namun ketua mereka tampak tidak terlihat dalam suasana pesta tersebut. Di karenakan Darren tidak menyukai pesta seperti itu, karena baginya hanya membuang waktu berharga nya.


Walaupun ia tergolong ketua mafia dengan memiliki sifat kejam dan berdarah dingin. Sampai detik ini, ketua dari The Tiger tidak pernah melakukan yang namanya pergaulan bebas, seperti mengkonsumsi minuman beralkohol, obat-obatan terlarang, **** bebas, mencuri maupun berjudi.


Darren sudah berada di apartemennya. Ia kemudian mengganti pakaian yang ia kenakan dengan piyama tidurnya. Lalu naik ke atas tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah seharian menyusun rencana untuk menghancurkan perusahaan ZD Group.


🍁🍁🍁🍁🍁


Untuk perusahaan ZD Group hanya tinggallah kenangan.


Waktu berjalan begitu cepatnya. Sudah seminggu sejak kejadian tersebut, kehidupan Zivanna Damanik berubah drastis. Selama seminggu Ziva sama sekali tidak keluar rumah, ia hanya mengurung dirinya dalam kamar.


Bahkan ia hanya nitip absen kepada teman seruangan nya. Sementara latihan beladiri ia tinggalkan.


"Ziva keluar nak, jangan mengurung diri mu seperti ini" ucap sang kakek di depan pintu kamar Ziva bersama para pelayan.


Sementara tidak ada suara dari dalam kamar tersebut.


"Lebih baik kita pergi saja tuan, biar non Ziva menenangkan dirinya" ucap Maria.


"Iya tuan besar" ucap Luna (Lulu dan Nana) kompak.


"Hemm, baiklah" ucap tuan Harris.


Lalu mereka pun berjalan ingin menuruni anak tangga. Akan tetapi, langkah mereka terhenti, saat mendengar suara pintu kamar Ziva terbuka.


Dan betapa terkejutnya mereka melihat penampilan Ziva yang terlihat muslimah dengan menggunakan pakaian syar'i dipadukan dengan hijab dan cadar yang selalu ia kenakan.


"Masya Allah cucu kakek" Ucap tuan Harris takjub dengan penampilan cucunya.

__ADS_1


"Ini beneran non Ziva?"tanya Lulu yang ikut takjub dengan penampilan Ziva saat ini.


Sementara Ziva hanya tersenyum dibalik cadarnya, lalu mengangguk sebagai jawabannya.


"Ya sudah, lebih baik kita turun bersama-sama" ucap tuan Harris yang sudah terlihat sehat.


Lalu mereka pun menuruni anak tangga bersama.


Kini Ziva dan tuan Harris sudah berada di meja makan. Mereka menikmati sarapannya bersama. Setelah selesai mereka kembali mengobrol di ruang tamu duduk bersama.


"Maafkan Ziva kek, gara-gara Ziva perusahaan kita jadi hancur"ucap Ziva menyesal.


"Jangan lah nak larut dalam kesedihan, kita boleh melihat kebelakang, akan tetapi tidak perlu terperangkap dalam masa lalu" ucap tuan Harris menasihati cucunya.


Sementara Ziva hanya terdiam. Kemudian tuan Harris kembali berucap " Ingatlah nak, Tuhan tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hambanya, jika kita berhasil melalui ujian ini berarti derajat kita di mata Tuhan semakin tinggi" ucap tuan Harris dengan menghela nafasnya dengan panjang.


"Bersabarlah nak, mungkin ini merupakan tombak kamu menuju kesuksesan" ucap tuan Harris dengan kata-kata bijaknya.


"Iya kek, Ziva sangat berterima kasih kepada Tuhan karena memberikan sosok kakek yang selalu menemani Ziva dikala suka maupun duka"ucap Ziva lalu berhambur memeluk kakeknya.


"Sudah-sudah, jadi apa rencana kamu kedepannya nak?" tanya tuan Harris yang melepaskan pelukannya.


"Ziva ingin memulai usaha dari nol, Kakek" jawab Ziva dengan penuh keyakinan.


"Tidak perlu kakek, Ziva ingin memulai usaha sendiri tanpa perlu campur tangan dari kakek" tolak Ziva dengan keinginannya.


"Baiklah jika itu mau mu nak, kakek bersedia membantu mu kapan pun itu" ucap tuan Harris.


Ziva begitu bersemangat untuk memulai kembali usahanya. Saat ini, Ziva mengunjungi lokasi untuk membuka usaha barunya dengan mengendarai motor cross pemberian kakeknya. Kemudian Ziva memarkirkan motor tersebut di pinggiran jalan.


Lalu Ziva menghampiri pemilik bangunan yang terbengkalai di pusat kota tersebut.


"Permisi pak, apa anda pemilik bangunan ini?" tanya Ziva pada lelaki paruh baya.


"Ya benar, saya sendiri pemiliknya, kenapa ya nona?" ucap pemilik bangunan itu.


"Saya berniat ingin menyewa gedung ini pak" ucap Ziva pada pemilik bangunan itu.


"Boleh saja nona, tapi dengan harga tinggi" ucap pemilik bangunan itu dengan tatapan meremehkan.


"Kira-kira berapa ya harga sewanya pak?" tanya Ziva cepat.


"Emm, 50 juta saja pertahun, bagaimana apa anda setuju?" ucap pemilik bangunan.

__ADS_1


"Waduh kemahalan pak, lagian gedung ini masih perlu direnovasi" ucap Ziva dengan menimang harga yang perlu ia tawarkan. "Bagaimana kalau 35 juta, lagian saya perlu biaya renovasi bangunan ini" ucap Ziva yang sedang melakukan negosiasi untuk menurunkan harga dari bangunan tersebut.


"Baiklah nona" ucap pemilik bangunan itu tanpa pikir panjang.


Setelah selesai melakukan kesepakatan, Ziva kemudian ke tempat latihan beladiri untuk bertemu dengan kakeknya.


Saat berada di perguruan master Zen dengan cepat Ziva menemui master Zen.


"Selamat siang guru" sapa Ziva pada master Zen.


"Siang Ziva, master Zen turut prihatin atas musibah yang menimpamu" Ucap master Zen.


"Terima kasih master " ucap Ziva.


"Terus apa yang membuat mu datang ke tempat ku?" tanya master Zen penuh selidik.


"Saya ingin mengundurkan diri dari perguruan master" ucap Ziva dengan hati-hati.


Master Zen langsung bangkit dari duduknya dan menatap kearah Ziva dengan berbagai pertanyaan.


"Kenapa kau harus berhenti Ziva, apa kau sudah hebat sekarang" ucap master Zen dengan kekecewaan.


"Bukan seperti itu master" ucap Ziva tidak enak hati.


"Lalu?"


"Saya tidak memiliki uang untuk berguru lagi di perguruan master dan saya ingin membuka usaha baru" ucap Ziva sedih sambil menundukkan pandangannya.


"Master tidak masalah, walaupun kau tidak memberikan bayaran untuk master. Master tetap menerima kamu berguru di sini" ucap master Zen dengan tegas.


"Tapi master, saya tidak enak hati dengan teman seperguruan saya" ucap Ziva sekenanya.


"Jangan khawatir, mulai sekarang kau hanya perlu membantu master untuk melatih murid master disini" ucap master Zen yang memberikan peluang kerja bagi Ziva.


Ziva terdiam sejenak dan sempat berpikir dengan tawaran master Zen.


"Jangan terlalu lama berpikirnya, master tunggu kedatangan mu besok" ucap master Zen lalu berlalu meninggalkan Ziva.


Bersambung........


Maaf ya bila alurnya tidak sesuai 🙏


Terima kasih untuk seluruh pembaca setia Mafia Vs Gadis Bercadar yang sudah memberikan dukungan melalui like, comment dan vote kalian 🙏

__ADS_1


Jangan lupa berikan saran dan kritikan yang membangun, biar cerita ini lebih baik kedepannya.


__ADS_2