Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Fino jatuh cinta?


__ADS_3

Ziva berada di atas tubuh Fino dengan cepat bangkit dan memperbaiki hijab nya. Sementara Fino memegangi jantungnya yang berdegup kencang melihat mata teduh dari Ziva bahkan seperti aliran listrik yang menjalar ditubuhnya saat jari-jari lentik Ziva mengenai dadanya tadi.


Fino pun bangkit dan berdiri di hadapan Ziva, sambil terus memperhatikan Ziva dengan jantung yang terus berdegup kencang layaknya ingin keluar dari tempatnya.


"Apa tuan sudah bosan hidup, sehingga harus mengakhiri hidup tuan dengan cara seperti ini" bentak Ziva sambil berkacak pinggang.


Sementara Fino tidak memperhatikan ucapan Ziva, ia masih memegangi jantungnya yang berdegup kencang, bahkan senyum-senyum sendiri menatap Ziva. Fino begitu terpesona dengan sosok gadis dihadapannya.


Apa orang ini tidak waras, kenapa senyum-senyum sendiri. Batin Ziva sambil mengerutkan keningnya.


"Hei tuan, apa anda baik-baik saja" tanya Ziva sambil menggerak-gerakkan tangannya ke wajah Fino.


Lagi-lagi Fino hanya tersenyum ke arahnya.


Benar-benar lelaki ini tidak waras. Batin Ziva.


Lalu berjalan menuju mobilnya. Lulu kemudian keluar dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Ziva. Kemudian ia pun berlari kecil ke arah samping lalu masuk ke dalam mobil dan duduk kursi kemudi sambil memasang sabuk pengaman nya.


"Bagaimana non apa pemuda itu baik-baik saja" tanya Lulu yang melihat ke arah Fino.


"Ya sepertinya orang itu tidak waras" ucap Ziva yang sudah duduk tenang.


"Oh seperti itu nona" ucap Lulu


Lalu mobil melaju ke restoran Ziva Food yang lokasinya tidak jauh dari lokasi tersebut.


Saat tiba di restorannya kemudian Ziva bersama Lulu masuk ke dalam restorannya untuk menemui Baron.


Sedangkan Fino baru tersadar setelah melihat kepergian Ziva.


"Bodoh, apa yang aku lakukan. Harusnya aku berterima kasih kepada gadis tadi yang sudah menyelamatkan nyawa ku, lalu berkenalan dengannya dan meminta.....akh bodoh...bodoh" ucap Fino sambil merutuki kebodohannya.


"Ponsel... ponsel ku mana" gumam Fino yang mencari keberadaan ponselnya.


Saat melihat di sekeliling nya ia tidak menemukan ponselnya.


Tiba-tiba saja bunyi dering ponsel yang tidak jauh dari tempat nya berdiri. Fino mencari sumber suara tersebut dan rupanya berada di bawah mobilnya.


"Akhirnya aku menemukan mu" gumam Fino yang sudah memegangi ponselnya yang sedikit lecet, tidak-tidak bisa dikatakan parah karena layarnya retak.


Dengan cepat Fino menggeser ikon berwarna hijau untuk mengangkat panggilan masuk.


"Halo" ucap Fino.


"Apa tuan sudah sampai di negara C" tanya Chiko.

__ADS_1


Ya rupanya Chiko sang asisten nya yang menghubungi nya.


"Hemm, aku baru tiba di negara ini. Tapi tidak satupun yang mau menyambut ku. Bahkan kondisi ku disini sangat menghawatirkan" ucap Fino panjang lebar.


"Apa yang terjadi tuan, bagaimana dengan kondisi tuan. Tolong cerita kan biar saya menghubungi anggota The Tiger untuk menyambut tuan" ucap Chiko yang khawatir disana.


"Tidak perlu" ucap Fino dingin.


"Terus bagaimana dengan kondisi kesehatan tuan" ucap Chiko meminta penjelasan.


"Aku tidak tahu, tapi tiba-tiba saja jantung ku berdegup kencang" ucap Fino sambil kembali memegangi jantungnya dan membayangkan kembali kejadian tadi.


"Apa tuan salah mengkonsumsi makanan" ucap Chiko dengan tebakannya


"Tidak" jawab Fino cepat.


"Lalu, apa tuan sedang jatuh cinta" ucap Chiko hati-hati.


Sementara Fino tampak terdiam memikirkan ucapan Chiko. Lalu angkat bicara.


"Itu mustahil, tidak seorang pun gadis yang mampu menggetarkan hati ku" ucap Fino yang mengelak.


"Kalau begitu....tolong tuan jelaskan kronologis nya" ucap Chiko terbata.


"Eeh sebenarnya tadi ada seorang gadis yang menyelamatkan nyawa ku....." ucap Fino yang menghela nafas panjang kemudian melanjutkan ucapannya. "Untungnya gadis itu mendorong ku hingga kami jatuh bersama bahkan aku terpesona dengan menatap mata teduhnya dan tiba-tiba saja jantung ku berdegup kencang saat berada di dekatnya" ucap Fino sambil kembali membayangkan kejadian tadi yang sudah menari-nari di pikirannya.


"Tidak salah lagi, tuan sedang jatuh cinta pada gadis yang menolong tuan" ucap Chiko menyakinkan tuannya.


"Tidak-tidak, walaupun aku terpesona pada gadis tadi. Apa secepat itu aku jatuh cinta kepadanya. Aku perlu memeriksakan kesehatan ku ke rumah sakit dan menemui dokter spesialis jantung" ucap Fino kekeh pada pendiriannya.


"Baiklah terserah tuan" ucap Chiko.


Dengan cepat Fino mengakhiri sambungan telepon nya. Lalu masuk ke dalam mobil kemudian menyalakan mesin mobilnya berlalu meninggalkan tempat tersebut menuju ke rumah sakit terdekat.


Saat tiba di rumah sakit ia pun diarahkan oleh suster menuju ruang dokter spesialis jantung. Saat berada di ruangan dokter. Fino pun menjelaskan keluhannya pada dokter spesialis jantung.


"Baiklah saya periksa tuan terlebih dahulu" ucap dokter lelaki tersebut.


"Baik dok" ucap Fino.


Dokter Pun memeriksa kondisi jantung Fino menggunakan stetoskop nya.


"Kondisi jantung tuan baik-baik saja, apa anda sedang mendapat tekanan" ucap dokter.


"Tidak dok, saya hanya senang bertemu seorang gadis dan tiba-tiba saja jantung saya berdegup kencang" ucap Fino menjelaskan.

__ADS_1


"Tidak salah lagi tuan, anda sedang jatuh cinta" ucap dokter lelaki tersebut sambil tersenyum.


Deg


Kenapa pemikiran Chiko sama dengan dokter ini. Batin Fino.


"Ya sudah, kalau begitu saya permisi dok" ucap Fino undur diri.


"Iya tuan, jangan lupa pepet gadis itu hingga menjadi kekasih tuan" ucap dokter tersebut sambil mengedipkan mata.


Sementara Fino buru-buru ke luar dari ruangan itu dan berjalan menuju parkiran. Kemudian kembali mengemudikan mobilnya menuju mansion Darren.


Sementara Darren memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan kakaknya Fino.


"Ke mana perginya Fino" gumam Darren yang baru tiba di mansion mewah nya. Karena biasanya ia hanya tinggal di apartemen nya. Dan sudah banyak pelayan yang menyambut nya berbaris dengan rapi.


"Siapkan makan malam spesial untuk saudara ku" ucap Darren dingin.


"Baik tuan, sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk melayani tuan" ucap kepala pelayan tersebut.


Lalu Darren hanya mengangkat salah satu tangganya untuk mengusir mereka dari hadapannya.


Kemudian Darren memilih menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


Tak berapa lama kemudian suara drum mobil tampak menggema di mansion mewah Darren. Dan rupanya mobil tersebut merupakan mobil sewaan Fino. Lalu Fino melemparkan kunci mobilnya pada penjaga untuk memarkirkan mobilnya.


Kemudian Fino berlari masuki mansion tersebut dan mencari keberadaan Darren.


Saat berada di ruang tamu, salah satu pelayan mengarahkan Fino untuk memasuki kamarnya yang berada di bagian sisi sebelah kanan samping kamar tamu.


"Mana Darren" tanya Fino pada pelayan mansion tersebut.


"Tuan Darren sedang berada di kamarnya tuan. Tadi tuan Darren berpesan untuk mengajak tuan makan malam bersama" ucap pelayan mansion tersebut.


Lalu Fino mengibaskan tangannya untuk mengusir pelayan tersebut.


Kemudian mengambil handuk dalam lemari lalu berjalan menuju toilet untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai mandi Fino kemudian memakai pakaian santainya dengan kaos oblong dan celana selutut. Lalu ia duduk di sofa sambil menghubungi seseorang.


"Cari tahu plat nomor mobil xxx, aku hanya butuh satu jam informasi itu sudah aku dapatkan" ucap Fino dingin yang menghubungi anak buahnya.


"Siap tuan" ucap seseorang diseberang sana.


Kemudian Fino berjalan menuju ruang makan untuk menemui Darren.

__ADS_1


Bersambung........


Maaf ya bila alurnya tidak sesuai 🙏


__ADS_2