Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Berkumpul bersama


__ADS_3

"Berhenti" teriak seorang lelaki dengan suara lantang.


Seketika itu, para anggota The Tiger menoleh ke sumber suara tersebut. Dan betapa terkejutnya mereka, saat melihat Rombongan The Manik berjalan ke arahnya dan salah satu dari mereka adalah Riko. Lalu anggota The Manik memberi jalan kepada ketuanya.


Tampak lelaki paruh baya berjalan dengan penuh wibawa dan pandangan lurus kedepan melalui manik mata elangnya.Mungkin para gadis masih akan mengantri untuk menjadi suami lelaki paruh baya itu. Dia adalah Tuan Alvin Damanik sang boss besar Perusahaan Damanik Group dan sekaligus ketua Mafia The Manik. Dan yang mengekor dibelakangnya sang asisten sekaligus tangan kanannya siapa lagi kalau bukan Riko.


"Jangan sentuh gadis itu, atau tangan kalian yang akan aku patahkan" bentak tuan Alvin yang sangat marah besar di hadapan mereka.


Seketika itu nyali anggota The Tiger menciut. Mau kabur itu tidak mungkin, karena mereka sudah di kepung oleh anggota The Manik. Dan jalan terbaik nya hanya diam dan tak berkutik di tempat.


"Bawa mereka ke markas dan penjarakan di bawah tanah hingga membusuk" ucap tuan Alvin dingin.


Kemudian anggota The Manik mulai menangkap mereka lalu memasukkannya ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu.


Sementara tuan Alvin mulai mendekati sosok gadis yang tengah pingsan. Lalu berjongkok di hadapannya. Tuan Alvin hanya mampu menatap gadis pingsan itu.


Sedangkan Riko mendekat ke arah tuan Harris yang tengah pingsan. Dan ia mampu melihat sosok lelaki paruh baya di samping tuan Harris yang babak belur.


"Terima kasih, kau pasti yang sudah menolong tuan Harris dan nona Ziva" ucap Riko kepada nelayan itu.


"I-ya tuan " ucap nelayan itu yang tergagap yang terkejut melihat mereka semua dengan memiliki masing-masing pistol.


Kemudian Riko mengeluarkan seikat uang yang jumlahnya besar dari saku jasnya, lalu memberikan kepada nelayan itu.


Nelayan itu dengan cepat menolak pemberian Riko.


"Tidak tuan, saya menolong mereka dengan ikhlas" ucap nelayan itu.


"Ayo ambil, dan jangan pernah menolak pemberian tuan Alvin" bentak Riko secara tegas dengan penuh penekanan.


Seketika itu, nelayan menerima uang itu, dan ia sangat takut dengan gertakan Riko.


Lalu Riko mengangkat tubuh tuan Harris yang tengah pingsan kemudian memasukkannya ke dalam mobil. Riko kembali menghampiri tuan Alvin yang masih saja menatap anaknya.


"Tuan Alvin....." ucap Riko yang tidak melanjutkan ucapannya.


"Benarkah dia anakku Ziva" potong tuan Alvin dengan mata yang berkaca-kaca.


"Benar tuan, dia adalah nona Zivanna Damanik anak tuan Alvin. Nona Ziva dibesarkan oleh tuan Harris di negara ini" ucap Riko menjelaskan.


"Riko apakah aku sedang bermimpi dengan semua ini" ucap tuan Alvin yang merasa tidak percaya dan dipermainkan oleh takdir.


"Tidak tuan, sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini" ucap Riko.

__ADS_1


Kemudian dengan penuh kasih sayang tuan Alvin dengan perlahan mengangkat tubuh anaknya dan tak terasa air matanya menetes dengan sendirinya. Antara perasaan apa yang sedang ia rasakan senang, bahagia, sedih dan haru semua menyelimutinya.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan mobil melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat itu.


Sementara tuan Alvin selalu mengubah posisi duduknya menghadap ke belakang untuk melihat kedua sosok yang sangat dirindukannya.


Sementara Riko hanya tersenyum yang sedang mengemudikan mobil melihat tingkah tuannya.


"Mereka tidak akan hilang tuan, jadi duduklah dengan baik. Aku tidak ingin tuan duduk seperti itu" ucap Riko yang fokus mengemudikan mobil.


Seketika itu tuan Alvin kembali duduk dengan benar.


Sekitar 3 jam mereka melakukan perjalanan dan tibalah mereka di pusat kota negara B yang akan membawa mereka ke kediaman tuan Alvin Damanik.


"Kenapa mereka belum sadar juga Riko" ucap tuan Alvin yang khawatir. Karena sudah 3 jam lamanya mereka melakukan perjalanan tapi diantara mereka belum ada yang sadar.


"Tenanglah tuan, mereka baik-baik saja. Lagian sebentar lagi kita akan sampai" ucap Riko yang kembali menenangkan tuannya.


Kemudian tuan Alvin menghubungi kepala pelayan untuk menyambut kedatangan mereka. Lalu kembali menghubungi dokter pribadinya untuk menunggu di kediamannya.


Tak terasa mobil yang membawa mereka tiba di kediaman tuan Alvin. Sebuah mansion mewah dengan 2 lantai tampak kokoh dengan desain arsitektur klasik.


Kemudian Riko turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu mobil untuk tuan Alvin.


Kini Ziva sudah berada di dalam kamar yang begitu mewah dengan desain interior yang sangat feminim dengan warna pink yang mendominasi kamar itu. Karena seluruh furniture dikamar itu berwarna pink.


Sementara dilantai dasar tuan Alvin, nyonya Ira dan Riko sedang berada di kamar tuan Harris. Mereka semua bernapas lega, saat tuan Harris mulai membuka matanya. Dokter yang sedang memeriksa tuan Harris hanya mampu tersenyum ramah kepada pasiennya.


"Syukurlah tuan Harris sudah sadar" ucap dokter yang menangani tuan Harris.


Sementara tuan Harris melihat disekelilingnya dan satu persatu ia mampu melihat sosok yang sangat ia kenal.


"Kemana Ziva, cucuku. Bagaimana keadaannya" tanya tuan Harris dengan tubuh yang lemas, karena tidak melihat keberadaan Ziva.


"Ayah, Ziva sekarang berada di kamarnya. Keadaannya baik, baru saja dokter memeriksanya dan hanya butuh istirahat " ucap tuan Alvin yang sedang duduk di pinggir tempat tidur.


Tuan Harris kembali terdiam dan dalam hati ia sangat bersyukur kepada Tuhan karena bisa berkumpul bersama lagi dengan keluarganya.


"Ini beberapa resep obat untuk tuan Harris, kalau begitu saya permisi dulu tuan" ucap dokter yang menangani tuan Harris.


"Biar saya antar dok" ucap Riko.


Lalu mereka keluar bersama-sama dari kamar tuan Harris. Sementara tuan Alvin dan nyonya Ira sedang melepas rindu kepada orang yang sudah ia anggap meninggalkan.

__ADS_1


Sedangkan di kamar Ziva.


Ziva baru saja sadar. Ziva mulai mengumpulkan kesadarannya dan melihat di sekeliling dalam kamar itu.


Di hadapannya sebuah foto keluarga yang berukuran besar. Tampak foto itu sepasang suami istri sedang menggendong bayi perempuan yang begitu imut dan disampingnya lagi sebuah foto keluarga yang harmonis dan terdapat sosok lelaki yang sangat dikenalnya di dalam foto itu.


"Kakek..." Gumam Ziva yang melihat foto tersebut.


Apa aku sudah berada di rumah kedua orang tua ku. Batin Ziva.


Ziva ingin turun dari tempat tidurnya tapi dihentikan oleh seseorang.


"Jangan turun nak, kau harus istirahat" ucap nyonya Ira lembut.


Ziva pun hanya terdiam melihat sosok wanita paruh baya di ujung pintu.


Kemudian dengan langkah lebar nyonya Ira mendekat ke tempat tidur. Secara tiba-tiba ia langsung memeluk anaknya diikuti dengan tangisannya. Ziva pun memeluk dengan sangat erat sosok ibu yang dirindukannya.


"Aku sangat merindukanmu nak, hiks hiks hiks" ucap nyonya Ira dengan tangisnya.


"Aku pun merindukanmu bunda, hiks hiks hiks" ucap Ziva yang ikut menangis.


Terima kasih ya Allah, aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang tuaku. Akhirnya aku bisa berkumpul bersama dengan keluarga ku. Batin Ziva di pelukan sang ibu.


Tak berapa lama kemudian, langkah kaki seseorang mulai mendekat ke arah mereka. Dan ikut memeluk mereka berdua.


"Mas lihat, anak kita....anak kita....masih hidup" ucap nyonya Ira diiringi tangis bahagianya.


"Iya sayang" ucap tuan Alvin.


Ziva pun mendongak melihat sosok lelaki yang merupakan ayahnya. Air matanya pun kembali bercucuran. Tuan Alvin dengan penuh kasih sayang menghapus air mata putrinya lalu kembali memeluknya.


"Kau putriku Zivanna Damanik, ayah sangat merindukanmu nak" ucap tuan Alvin yang memeluk erat sosok gadis yang sangat dirindukan dan disayanginya.


Suasana haru bercampur bahagia memenuhi kamar itu.


Bersambung......


Mohon maaf bila alurnya tidak sesuai 🙏


Terima kasih buat seluruh para pembaca setia Mafia Vs Gadis Bercadar yang sudah memberikan dukungannya melalui like, comment dan vote kalian.


Terima kasih juga buat rekan-rekan sesama author yang senantiasa mampir ke ceritaku dan memberikan dukungannya.

__ADS_1


Aku sebagai Author sangat berterima kasih kepada teman-teman semua 🙏.


__ADS_2