Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Lagi-lagi Lelaki berbaju hitam


__ADS_3

Malam harinya......


Rey sudah memarkirkan mobilnya di bawah apartemen tuannya. Ia menunggu kedatangan Darren sambil menghisap sebatang rokok dan tangan satunya sibuk memainkan ponselnya untuk melihat laporan dari anak buah Darren.


Sedangkan Darren sudah terlihat rapi dengan jaket kulit dengan dalaman kemeja putih dipadukan celana berbahan kain dan tak lupa kaca mata hitam yang selalu bertengger di hidung mancung nya.


Darren lalu masuk ke dalam lift apartemennya. Kemudian lift membawanya turun ke lantai dasar. Lift berhenti tepat pada lantai dasar.


Kemudian Darren berjalan menuju parkiran untuk menemui Rey.


“Ayo berangkat, aku tidak suka membuang-buang waktu” ucap Darren lalu masuk ke dalam mobil sportnya.


Sedangkan Rey begitu terkejut kedatangan tuannya yang secara tiba-tiba.


Astaga bikin jantungan saja. Batin Rey


Lalu Rey pun masuk ke dalam mobil miliknya.


Mereka berdua mengendarai mobil sportnya menuju restoran Ziva Food. Tak berapa lama kemudian mereka tiba di tempat tujuan.


Darren lebih dulu memarkirkan mobil sportnya, bahkan ia tidak sabaran untuk masuk ke dalam restoran tersebut.


Sementara Rey baru saja menyusul untuk ikut memarkirkan mobil sportnya.


Setelah itu, mereka berdua berjalan menuju pintu masuk restoran tersebut. Saat berada diambang pintu masuk, tiba-tiba saja ponsel Rey berdering dengan hebohnya.


“Angkat dulu”ucap Darren sambil melihat kea rah dalam restoran tersebut.


“Baik tuan” ucap Rey.


Lalu segera menggeser ikon berwarna hijau tersebut.


Sementara Luna begitu bersemangat untuk menyambut kedatangan mereka berdua.


“Gila lu, cogan, akhh aku datang beby!”teriak histeris nana yang begitu heboh melihat 2 lelaki tampan tersebut, bahkan dengan cepat melangkahkan kakinya menuju mereka berdua.


Lulu tak mau kalah iapun berlari untuk mendahului langkah nana untuk dapat menyambut mereka.


“Ada apa”ucap Darren yang mulai kesal karena masih berdiri tepat diambang pintu masuk restoran Ziva Food.


“Begini tuan, anggota The Tiger sedang melakukan transaksi persenjataan dengan Tuan Aldo di pelabuhan Yin. Dan pihakTuan Aldo melakukan kecurangan “ucap Rey dari laporan anak buah Darren.


“Sial!, berani sekali mereka berbuat curang”ucap Darren marah dengan wajah yang sulit diartikan.


“Mau kemana tuan”ucap Rey hati-hati, apalagi melihat Darren begitu kesal.


“Bodoh!, kita harus ke pelabuhan itu”Bentak Darren lalu berjalan menuju mobilnya.


“Terus tuan, bagaimana dengan rencana awal kitake restoran ini?”tanya Rey.

__ADS_1


Seketika itu, Darren menghentikan langkahnya dan berbalik menatap tajam Rey.


“Urusan persenjataan kita jauh lebih penting. Suruh saja anak buah kita untuk menghancurkan segala isi restoran ini, lagian aku tidak sudi memasuki restoran rendahan itu.”ucap Darren dingin dan dengan kesal membuka paksa pintu mobilnya.


Lalu masuk dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat tersebut.


Sedangkan Rey terlebih dahulu mengirimkan notifikasi kepada anak buah Darren untuk segera menyelesaikan tugasnya.


Maafkan saya nona ziva, saya hanya menjalankan tugas. Semoga keberuntungan selalu menghampiri anda. Batin Rey.


Lalu Rey menyalakan mesin mobilnya dan mengendarai mobilnya untuk menyusul tuannya.


Dan untuk Luna mereka hanya mampu menatap kepergian kedua lelaki cogan tersebut.


"Ini semua gara-gara kamu" ucap Lulu kesal sambil mendorong tubuh Nana.


"Eeh kamu tuh yang salah, andai saja kau tidak berlari mungkin para cogan itu tidak kabur!" ucap Nana tak mau kalah sambil mengerucutkan bibirnya.


Sementara Raihan baru saja dari toilet, hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka berdua. Kuping Raihan mulai panas mendengar pertengkaran kecil mereka.


"Hentikan!, cepat layani para pengunjung" ucap Raihan dingin sambil menunjuk para pengunjung yang berdatangan.


"Eeh iya dek Rai" ucap Lulu dengan suara halusnya.


Sementara Raihan tidak memperdulikan mereka ia hanya melanjutkan pekerjaannya memberikan pelayanan terbaik pengunjung tersebut. Lalu berjalan cepat ke ruang dapur.


"Meja 7 Ramen couple 2 porsi dan minumannya jus jeruk, meja 12 ayam crispy 1 porsi dan minumannya Pepsi" ucap Raihan yang menempelkan kertas ordernya di dinding dapur.


Lalu mengeluarkan jurus jitu memasaknya dengan lincah. Apalagi spatula nya sudah menari kesana-kemari.


Sementara Ziva hanya tersenyum di balik cadarnya. Sambil membantu Baron menyiapkan pesanan pengunjung. Walaupun belum mahir dalam memasak. Sedikit demi sedikit Ziva mulai mengerti resep masakan yang diajarkan oleh Baron dan mbok Maria.


Tepat pukul 21.00 waktu setempat, Raihan mulai membalikkan papan kecil yang menggantung di handle pintu menjadi close. Lalu kembali menghampiri Ziva dan beberapa karyawannya untuk turut melihat pendapatan mereka hari ini.


"Alhamdulillah ada sepuluh pengunjung yang mampir ke restoran kita dan pendapatan kita hari ini sudah lumayan baik, ini semua berkat kerja keras kalian semua" ucap Ziva yang bersyukur atas pendapat nya hari ini.


"Iya non, semua juga ini berkat dek Rai" ucap Nana malu.


Namun tak berapa lama kemudian rombongan lelaki berbaju hitam dengan berbadan kekar yang merupakan anak buah Darren mulai mendobrak pintu masuk restoran tersebut. Lalu mereka mulai membanting kursi dan meja.


"Cepat tinggalkan tempat ini, atau nyawa kalian yang jadi jaminannya" ancam salah satu anak buah Darren yang merupakan boss dari rombongan lelaki berbaju hitam tersebut.


"Mau apa kalian, jangan coba-coba buat keributan di restoran ini" bentak Ziva yang menantang balik mereka.


Sementara Raihan, Baron dan Luna sudah berada di belakang Ziva dan siap membantu Ziva untuk melawan mereka.


Lagi-lagi lelaki berbaju hitam, siapa mereka. Jangan-jangan mereka ... Batin Ziva.


"Banyak bacot Luh" ucap lelaki tersebut. Lalu melemparkan kursi kearah Ziva. Sedangkan Ziva dengan sigap menangkap kursi tersebut dan menaruh nya dengan asal.

__ADS_1


Khiyaaa


Sehingga terjadilah perkelahian di restoran itu.


Ziva mulai melayangkan tinjunya ke wajah lelaki itu, namun salah satu dari anak buah Darren mulai menyerang nya dari belakang dengan mengunci tubuh Ziva.


Ziva hanya tersenyum dari balik cadarnya karena teknik kuncian lelaki itu sudah tamat ia pelajari dalam teknik beladiri taekwondo. Dengan cepat Ziva memegang kedua pundak lelaki itu, kemudian memelintir tangannya lalu Ziva mampu menghempaskan tubuh lelaki itu ke lantai layaknya melakukan yang namanya semedown.


Sementara Raihan pun adu kekuatan dengan melayangkan tinju membabi buta ke wajah lawannya, sehingga lelaki tersebut tampak babak belur. Sedangkan Luna menggunakan teplon untuk memukul mereka jika mendekat ke arahnya.


Sementara Baron kewalahan menghadapi mereka karena sudut bibir nya sudah mengeluarkan darah segar. Dan lelaki itu tidak ampun terus menghajar Baron hingga Baron terjatuh ke lantai. Bahkan lelaki itu mengambil kursi untuk menghajar Baron.


Sedangkan Ziva yang melihat Baron sudah tak berdaya di lantai begitu marah, apalagi lelaki itu sudah memegang kursi dan siap menghajar Baron. Dengan cepat Ziva berlari ke arah Baron.


"Hentikan" Teriak Ziva.


Namun lelaki tersebut hanya tertawa mengejek dan siap menghajar Baron dengan kursi.


Pada saat ingin menghajar Baron dengan kursi tiba-tiba saja dari belakang Lulu memukul kepala lelaki itu dengan teplon.


"Sialan" ucap lelaki tersebut lalu mendorong tubuh Lulu hingga terjatuh di lantai.


Sekarang lelaki itu malah mendekati Lulu,


"Ja-jangan mendekat" ucap Lulu terbata.


"Ternyata kau manis juga nona" ucap lelaki itu sambil membungkukkan badannya.


Ziva begitu geram melihat lelaki itu, dan langsung saja Ziva mengambil kursi dan menghajar lelaki tersebut dari belakang.


Bughh


Tidak hanya itu, Ziva memukul punggung lanjut ke wajah begitu menggila lalu mencengkeram dengan kuat lengan lelaki itu kemudian membenturkan kepalanya berkali kali di dinding tembok hingga mengeluarkan darah.


Seketika itu, seluruh rombongan mereka memilih kabur dari restoran tersebut.


Sementara Ziva langsung menghampiri Baron dan membantunya duduk di kursi.


Aku yakin ini semua perbuatan pengusaha gila itu, lihat saja Tuhan akan membalas semua perbuatan mu. Batin Ziva.


"Terima kasih non" ucap Baron dengan lemah.


"Ya sudah, lebih baik om Baron ke klinik untuk mendapatkan perawatan" ucap Ziva khawatir.


"Tidak perlu non, biar saya sendiri yang mengobati luka saya" ucap Baron. " Lulu tolong ambilkan kotak obatnya" ucap Baron dengan suara seraknya.


Lalu dengan cepat lulu mengambil kotak obat dan membantu Baron untuk membersihkan lukanya. Sedangkan Ziva, Raihan dan Nana membersihkan ruangan restoran itu yang seperti kapal pecah.


Setelah selesai barulah mereka pulang ke kediaman tuan Harris.

__ADS_1


Bersambung......


Mohon maaf ya bila alurnya tidak sesuai 🙏


__ADS_2