Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Teman masa SMA (Raihan sang ketos)


__ADS_3

Sudah sebulan Ziva menjalankan bisnis kuliner nya yang bernama Ziva Food. Lagi-lagi keberuntungan tidak berpihak kepadanya. Belakangan terakhir restoran nya sepi pengunjung. Bisa-bisa bisnis yang dikelolanya gulung tikar kalau seperti itu.


Sambil membersihkan meja pengunjung, Ziva dan Luna terlihat lelah dan keringatnya mulai bercucuran di jidatnya. Lulu yang melihat Ziva lelah dan kurang bersemangat berinisiatif memberikan Ziva minuman isotonik.


"Non Ziva minum dulu" ucap Lulu yang memberikan minuman isotonik untuk Ziva.


"Terima kasih" ucap Ziva lalu meneguk minuman itu hingga tandas.


"Saya kedepan dulu non untuk buang sampah" ucap Lulu lalu berjalan ke pintu luar restoran.


Lulu melihat di sekeliling nya dan begitu banyaknya orang yang lalu lalang melewati daerah itu. Namun tak seorang pun yang mau mampir ke restoran Ziva food.


Aduh bagaimana nih, bisa-bisa usaha non Ziva tutup. Batin Lulu.


Saat ingin berjalan masuk, Lulu dikejutkan dengan sosok lelaki muda tampan nan rupawan dengan gestur tubuh tinggi menghalangi langkah nya.


"Permisi nona, apa restoran ini buka lowongan? " tanya lelaki tersebut.


"Maaf ya, restoran ini tidak membuka lowongan" jawab Lulu lalu buru-buru masuk ke dalam restoran.


Sementara lelaki tersebut mengikutinya dan mengekor di belakangnya.


"Astaga, apa aku tadi bermimpi bertemu lelaki tampan" ucap Lulu menggerutu sepanjang jalan, kemudian duduk di kursi pengunjung.


"Tidak nona, kau tidak bermimpi" ucap lelaki tersebut lalu ikut duduk di samping kursi Lulu.


Sedangkan Lulu tersenyum tipis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ke mana owner restoran ini" ucap lelaki tersebut asal.


"Saya, sudah katakan dari tadi bahwa restoran kami tidak membuka lowongan" ucap Lulu dengan ketus.


"Saya cuman ingin bertemu dengan owner restoran ini"ucap lelaki tersebut sambil melihat di sekeliling ruangan restoran tersebut.


"Maaf, pemilik restoran ini sedang sibuk dan tidak boleh di temui" ucap Lulu ketus.


"Oh begitu ya" ucap lelaki tersebut dan bangkit dari duduknya.


Sementara Ziva yang baru saja dari dapur, mendengar pembicaraan Lulu dengan seorang lelaki, kemudian berjalan menghampiri mereka.


"Kenapa mbak" ucap Ziva kepada Lulu.


"Lelaki ini kekeh ingin bertemu non Ziva"ucap Lulu sambil menunjuk lelaki tersebut.


Dan arah mata Ziva langsung tertuju pada sosok lelaki tampan yang berada di samping Lulu.


Raihan sang ketos. Batin Ziva.


Yang mampu mengenali sosok Raihan sang ketos semasa SMA.


Apa gadis ini Ziva. Batin Raihan.

__ADS_1


Yang juga mengenali gestur tubuh Ziva.


"Raihan, apa kau tidak mengenaliku" ucap Ziva asal.


"Aku tetap mengenalimu, kau kan Ziva si jago bela diri. Walaupun kau berpenampilan seperti ini tapi tetap saja dari ujung kepala sampai ujung kaki, aku tetap mengenali orang yang membuat ku babak belur" Ucap Raihan dengan ketus.


"Ya ya, kau masih saja ingat kejadian itu, hahaha" ucap Ziva diselami dengan tawanya di balik cadarnya.


Sedangkan Lulu dengan cepat ke dapur, untuk menyiapkan minuman mereka berdua. Setelah itu, Lulu kembali ke dapur karena ia tidak ingin menganggu bossnya dengan lelaki yang sepertinya akrab atau bisa dibilang teman masa SMA non Ziva.


Lalu mereka berdua mengobrol di kursi tadi, sambil bercerita tentang masa-masa SMA mereka layaknya seorang yang lagi reunian. Walaupun mereka tidak begitu akrab namun tetap join saja layaknya seorang teman dekat.


Raihan pun bercerita tentang kehidupan nya akhir-akhir ini yang kabur dari asrama di sebuah kampus terbaik di negara A. Ia tidak bisa hidup layaknya di penjara. Ia hanya butuh kebebasan menjalani hari-hari nya tanpa adanya tuntutan.


Tidak hanya itu, Orang tuanya selalu menuntut nya menjadi penerus perusahaan keluarga mereka. Akan tetapi, Raihan sama sekali tidak memiliki minat sedikit pun menjadi penerus perusahaan keluarga mereka kelak.


Sedangkan Ziva menjadi pendengar yang baik . Raihan pun terlihat sedih dan kecewa menceritakan kehidupan pribadinya. Setelah merasa lega menceritakan kehidupan pribadinya kepada Ziva, ia pun angkat bicara mengenai keinginannya berada di restoran tersebut.


"Apa kau owner restoran ini?"tanya Raihan yang terlihat serius menatap Ziva.


"Iya, memangnya kenapa?" tanya balik Ziva.


"Aku ingin bekerja di restoran mu"jawab Raihan lalu kembali menyeruput minuman dinginnya.


"Aku tidak bisa menerima mu bekerja di restoran ku. Restoran ini masih sepi pengunjung hanya satu dua orang saja yang mampir, apabila aku menerima mu bekerja, terus aku harus menggaji mu bagaimana?" ucap Ziva menjelaskan.


"Cukup kau memberiku tempat tinggal dan makanan, itu saja sudah cukup bagiku sebagai bayarannya"ucap Raihan serius dengan mata memohon.


"Hemm"ucap Raihan diselingi dengan anggukan.


"Baiklah!, aku menerima mu bekerja di restoran ku. Kau bisa tinggal di lantai dua, kebetulan ada kamar kosong dan kau bisa makan sepuasnya di restoran ku dengan satu syarat!...kau harus membuat restoran ini ramai pengunjung. Bagaimana apa kau setuju!"ucap Ziva sambil menaikkan satu alisnya.


"Siap boss, saya sangat setuju. Eeh terima kasih Ziva, kau masih peduli kepada ku"ucap Raihan senang.


"Santai saja"ucap Ziva lalu memukul pundak Raihan.


Sementara Raihan tersenyum dengan perlakuan ziva kepadanya. Dan mereka pun tertawa bersama-sama.


Setelah selesai mengobrol, Ziva pun menjelaskan apa-apa saja yang perlu di kerjakan Raihan.


"Baiklah semangat bekerja"ucap Ziva lalu berjalan menuju dapur.


Sedangkan Raihan mulai bekerja sesuai instruksi dari Ziva.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sementara di tempat lain


Perusahaan Alexander Group semakin hari semakin maju dengan banyaknya investor asing yang ikut berinvestasi di perusahaan Alexander Group.


Darren bekerja keras tiada hentinya. Ia semakin gila bekerja tanpa mengenal kata lelah. Rey selalu mengingatkan tuanya untuk tetap menjaga kesehatan tubuhnya.

__ADS_1


Seperti saat ini, Rey selalu menyiapkan makanan sehat dan bergizi untuk tuannya yang di pesan langsung dari restoran siap saji .


"Tuan makanannya sudah siap" ucap Rey.


"Hemm" ucap Darren lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju sofa untuk menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja.


"Begini tuan, bulan depan negara A menjadi tuan rumah penyelenggaraan penghargaan bergengsi untuk para pengusaha hebat dari berbagai negara" ucap Rey yang tidak bisa melanjutkan ucapannya.


"Terus apa masalahnya" potong Darren.


"Tuan perlu mempersiapkan diri untuk acara bergengsi itu" ucap Rey.


Sementara Darren sedang menikmati makanannya tanpa menjawab ucapan Rey.


Setelah menghabiskan makanannya baru lah Darren angkat bicara.


"Nanti aku pikirkan"ucap Darren lalu menyeruput kopi hitam yang menjadi favorit nya.


"Baik tuan, tadi anak buah tuan memberikan kabar kepada saya bahwa nona Ziva sedang membuka bisnis kuliner" ucap Rey dengan hati-hati.


"Oh hebat juga nyali gadis itu" ucap Darren dan kembali mengingat ucapan Ziva yang menantang nya.


"Tapi bisnis kuliner nona Ziva terancam tutup karena tidak ada pengunjung yang datang ke restoran itu" ucap Rey menurut penjelasan anak buah Darren.


"Ha ha ha ha, gadis itu terlalu percaya diri memulai bisnis nya, padahal kemampuannya masih seujung kuku, bodoh!....ha ha ha ha" ucap Darren diselingi dengan tawa bahagia nya.


Sedangkan Rey tampak bergidik ngeri melihat tuannya tertawa lepas dan itu sama sekali bukan karakter dari tuannya.


Aneh, tuan Darren begitu bahagia jika nona Ziva terpuruk. Batin Rey.


"Aku ingin sekali membuat restoran itu hancur. Tidak.... tidak kita perlu mengunjungi restoran itu terlebih dahulu sebelum menghancurkan seluruh isinya.....Ha ha ha ha" ucap Darren dengan seringai licik diwajahnya.


Aku bersumpah, tidak akan membiarkan gadis buruk rupa itu berjaya, ha ha ha ha. Batin Darren.


"Baik tuan, saya akan mengatur malam ini juga untuk tuan berkunjung ke restoran nona Ziva" ucap Rey.


"Hemm" ucap Darren


Lalu berjalan menuju kursi kebesarannya untuk melanjutkan kembali pekerjaan nya yang tertunda.


Bersambung.............


Mohon maaf, aku baru update cerita Mafia Vs Gadis BercadarπŸ™πŸ™


Berhubung akhir-akhir ini aku sibuk bimbingan dan revisian skripsi πŸ€—.


Mohon doanya ya teman-teman semoga bulan depan aku bisa maju sidang skripsi πŸ™.


Terima kasih juga buat para pembaca setia Mafia Vs Gadis Bercadar atas dukungannya berupa like, comment dan vote kalian.


Author sangat berterima kasih πŸ™

__ADS_1


__ADS_2