Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Tatapan membunuh


__ADS_3

Tepat pukul 5 sore seluruh karyawan Perusahaan ZD Group berbondong-bondong pulang ke rumah mereka masing-masing. Tidak terkecuali Ziva dan Kedua sekertaris kakeknya berjalan menuju lobi perusahaan.


Saat mereka tiba di parkiran Kedua sekertaris kakeknya menawarkan tumpangan untuk Ziva.


"Mau barengan nona Ziva" ucap Donna.


"Iya Nona, barengan saja sama kita, lagian kita searah" Timpal Gamal.


"Aah tidak usah pak, bu, terima kasih atas tawaran nya, maaf saya sudah pesan taxi online" ucap Ziva secara halus menolak tawaran mereka.


"Kalau begitu biar kami menemani nona menunggu taxi online nya" ucap Donna.


"Maaf Nona Ziva, saya tidak bisa menemani nona Ziva menunggu taxi online nya, soalnya saya ada urusan mendadak" ucap Gamal.


"Tidak apa-apa pak" ucap Ziva.


"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Gamal dan berlalu meninggalkan mereka berdua.


Ziva hanya mengangguk sebagai jawabannya, sementara Donna hanya diam tanpa mau melihat kepergian Gamal.


Setelah kepergian Gamal suasana keduanya terlihat canggung di tambah terik matahari sore yang masih menjadi-jadi membuat keduanya makin gerah dan tak bisa berlama-lama di tempat itu. Ziva bahkan masih terpikirkan dengan ucapan Donna 'Kini otak perusahaan berada di tangan anda nona, jadi tolong belajar dan bekerjalah dengan giat'. Donna pun membuka suara.


"Nona sangat beruntung memiliki kakek seperti tuan Harris" ucap Donna yang pandangannya lurus ke depan menatap langit senja sore.


"Iya Bu, alhamdulilah kakek seperti malaikat tak bersayap Ziva" Ucap Ziva.


"Ucapan nona betul, tidak seperti kakek saya yang....ah lupakan saja nona" ucap Donna yang tidak ingin melanjutkan ucapannya.


Ziva paham betul dengan situasi seperti ini, ia bahkan bisa menebak bahwa Donna memiliki masalah dalam keluarganya.


"Bu Donna terlihat keren di hadapan para karyawan, bahkan mereka terlihat ketakutan melihat anda Bu" ucap Ziva.


"Itu tidak benar nona, saya hanya bersikap tegas kepada mereka" ucap Donna.


"Iya Bu, menjadi seorang atasan atau boss kita harus bertindak tegas pada bawahan, akan tetapi tidak juga sampai di luar batas seorang atasan. Kan kita tahu sendiri bahwa kata boss seperti penguasa, memerintah, memiliki wewenang. Tapi ada baiknya bila kita menjadi tim terhadap bawahan kita" ucap Ziva.


"Betul juga nona, tapi saya belum bisa bersikap seperti itu" ucap Donna.


Dan topik pembicaraan mereka melebar layaknya mengobrol dengan sahabat. Walaupun umur mereka terpaut jauh karena disini Ziva masih berumur 18 tahun sementara Donna sudah berumur 30 tahun yang masih jomblowati+tin-tin. Donna bahkan belum pernah menjalin asmara dengan lelaki manapun, bukan berarti karena ia tidak cantik, modis dan kaya, namun para lelaki terlihat takut mendekati gadis satu ini karena pertama kepribadian gadis ini yang dingin, cuek, galak yang melebihi anjing herder, dan yang terakhir lebih mengutamakan kariernya di bandingkan dengan urusan asmaranya jadi itulah sebabnya sampai sekarang Donna masih berstatus jomblowati+tin-tin.


Tak berapa lama kemudian sebuah mobil mewah terparkir rapi di samping mobil Donna. Lalu keluarlah sosok lelaki dari mobil itu yang tak lain adalah Jonoh sang supir pribadi tuan Harris. Kemudian berjalan menghampiri Ziva dan Donna yang sedang duduk di kursi kayu di parkiran tersebut.


"Maaf Nona, atas keterlambatan saya menjemput anda" ucap Jonoh.

__ADS_1


"Aku tidak minta di jemput om, semua ini pasti ulah kakek" ucap Ziva.


"Benar non, tuan yang mengutus saya kesini" ucap Jonoh.


"Ya sudah kita tunggu taxi online dulu, baru kita pulang ya om, kan kasian supirnya kalau saya cancel" ucap Ziva.


"Baik non" ucap Jonoh.


Tak berapa lama kemudian taxi online pesanan Ziva datang dan berhenti tepat di pinggir jalan.


Lalu Ziva berjalan menghampiri supir taxi online tersebut. Ziva sempat minta maaf dan tak lupa ia tetap memberikan tips untuk supir itu melalui aplikasi lewat ponselnya.


Setelah itu Ziva kembali menghampiri Donna dan Jonoh.


"Saya permisi dulu non" pamit Donna.


"Iya Bu, hati-hati di jalan" ucap Ziva.


Sementara Jonoh masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya. Lalu Ziva kemudian ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di samping kemudi, lalu mobil melaju meninggalkan tempat tersebut.


Mobil melaju membelah jalanan kota yang padat kendaraan di jam-jam pulang seperti ini . Saat melewati halte bus Ziva meminta Jonoh untuk berhenti sebentar karena ia ingin menemui para pengamen anak jalanan yang mengadu nasib di halte bus tersebut.


Ziva melihat banyaknya pengamen anak jalanan di bawah umur sedang mengamen di tempat itu. Sebelum menemui mereka Ziva terlebih dahulu masuk ke sebuah supermarket untuk membelikan mereka makanan. Setelah itu barulah menemui para pengamen jalanan itu.


Dan mereka kompak melihat ke sumber suara, dan pertama kali yang mereka perhatikan adalah 2 kantong kresek yang di bawah oleh Ziva.


"Kakak yang waktu itu kan" ucap seorang anak yang memiliki daya ingat kuat. Yang masih bisa mengenali Ziva.


"Iya, wah kamu jago masih bisa mengingat kakak, ooh iya ini ada sedikit makanan buat kalian tolong di bagikan ya pada teman kalian" ucap Ziva.


Lalu anak yang mengenal Ziva langsung mengambil 2 kantong kresek yang di bawah oleh Ziva.


"Terima kasih ya kak, sudah berbaik hati pada kita" ucap anak tersebut.


Lalu anak itu membagikan makanan tersebut kepada teman-temannya. Dan beberapa diantara mereka terlihat bersedih karena tidak kebagian makanan tampak diam melihat temannya yang sedang menikmati makanan yang dibawah oleh Ziva.


Sementara Ziva yang melihat kejadian itu lalu buru-buru kembali ke supermarket untuk membelikan mereka makanan.


Saat keluar dari supermarket ia melihat sebuah gerobak es krim keliling, Ziva pun berinisiatif untuk membelikan mereka es krim.


"Aku bawa dulu makanan ini" gumam Ziva.


"Pak pesan es krimnya 10 cup ya" ucap Ziva pada pedagang es krim keliling tersebut.

__ADS_1


"Baik mbak" ucap pedagang es krim keliling tersebut.


Lalu Ziva memberikan kembali makanan itu kepada anak yang tidak kebagian.


"Ini buat kalian" ucap Ziva dengan senyuman manis di balik cadarnya.


"Makasih ya kak" ucap anak itu dengan mata memerah.


Karena bila Ziva telat datang mungkin air mata anak itu sudah tumpah dengan banyaknya dan bisa-bisa membasahi area halte bus tersebut.


"Kakak ke sana dulu ya" ucap Ziva yang begitu ceriah melihat anak jalanan itu menikmati makanannya.


Sementara Ziva menghampiri Pedagang es krim keliling itu yang sedang membuatkan es krim pesanan Ziva.


"Es krimnya sudah selesai pak?" tanya Ziva pada pedagang es krim keliling.


"Itu mbak masih sebagian" ucap pedagang itu.


"Oh kalau begitu saya bawah dulu yang ini pak" ucap Ziva.


Pedagang itu hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Ziva lalu membawa lima cup es krim di tangannya dengan kewalahan dan tiba-tiba seorang lelaki sedang berjalan tergesa-gesa hingga menabrak Ziva, membuat keseimbangan tubuh Ziva oleng dan jatuh tersungkur di penuhi dengan es krim yang ia bawa.


"Aduh!" ucap Ziva kesakitan sambil memegangi bokongnya.


Ziva geram melihat lelaki itu berjalan tanpa meminta maaf terhadapnya, dengan kesal Ziva melemparkan cup es krim itu ke arah lelaki itu dan tepat sasaran juga karena mengenai jas belakang lelaki itu.


Lelaki yang dilempari oleh Ziva menoleh ke arah Ziva dengan tatapan membunuh dan tidak bersahabat. Ziva yang ditatap oleh lelaki tersebut malah menantang balik dengan menatap lelaki tersebut dengan tatapan kebencian.


Tak tahan ditatap dengan lelaki itu, Ziva lalu menundukkan kepalanya dan tak ingin lagi menatap lelaki tersebut. Sementara lelaki tersebut yang fokus menatap Ziva di kagetkan dengan kedatangan 2 anak buahnya.


"Maaf tuan, kami terlambat" ucap kedua anak buahnya.


"Bereskan wanita itu" ucap lelaki tersebut dan melenggang pergi meninggalkan tempat itu.


Anak buahnya mengerti akan perintah tuanya dan mereka saling kode untuk memberikan pelajaran kepada Ziva.


Bersambung....


Maaf ya aku jarang update karena kesibukan di dunia nyata.


Maklum aku mahasiswa semester akhir dan bentar lagi akan berpusing-pusing ria dengan yang namanya Skripsi.

__ADS_1


Jadi mohon di maklumi ya teman-teman🙏


__ADS_2