Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Lampion


__ADS_3

Suasana menjadi tegang saat suara dentuman keras yang terdengar di kediaman tuan Harris.


"Suara apa itu kek?"tanya Ziva pada sang kakek.


"Lebih baik habiskan dulu makananmu, biar para penjaga yang urus" ucap tuan Harris yang kembali menyantap makanannya.


"Baiklah kek" ucap Ziva.


Setelah mendapat penjelasan dari tuan Harris mereka mulai tenang dan kembali menyantap makanan mereka masing-masing.


Setelah selesai makan bersama, Ziva mengajak Donna berjalan ke pinggir kolam untuk melihat lampion yang berjejer rapi dengan berbagai warna yang letaknya di pinggir kolam.


"Lampionnya indah nona"


Disertai senyuman yang menawan.


"Iya kak indah sekali, aku mau menerbangkan lampion ini"


Ziva terlihat bahagia memegang lampion yang berwarna merah. Sementara Donna memegang lampion biru.


Mereka berdua menerbangkan lampion secara bersamaan ke udara.


Terlihat jelas keduanya begitu bahagia melihat lampion mereka terbang ke udara.


Sementara Tuan Harris dan Gamal sedang membicarakan sesuatu yang terlihat serius namun pandangan mereka tertuju pada kedua gadis yang sedang asyik menerbangkan lampion siapa lagi kalau bukan Ziva dan Donna.


"Apa kamu akan menyerah mendapatkan cinta dari gadis itu, kau tahu Gamal cinta itu butuh perjuangan dan butuh pemikiran cerdas, sampai kapan kau seperti ini?"


kemudian tuan Harris kembali menyeruput teh hijau hangatnya.


"Sa-ya tidak tahu tuan"

__ADS_1


"Hahaha, berarti kamu kalah sebelum bertanding, tapi sebagai orang tua aku cuman mengingat kan kamu akan pasangan hidupmu dan ingat dari lubuk hati kita tidak pernah salah memilih" ucap tuan Harris sambil memukul pundak Gamal.


Sementara Gamal tersenyum tipis yang tidak tercetak jelas.


Tak lama kemudian penjaga keamanan menghadap pada tuan Harris


"Lapor tuan"


"hemm, cepat katakan"


"Soal ledakan tadi, itu terjadi adanya kecelakaan motor dan mobil tuan dan sekarang sudah ditangani oleh pihak kepolisian"


"Hemm, perketat keamanan"


"Siap tuan"


Lalu penjaga keamanan itu undur diri untuk kembali melakukan tugasnya menjaga Kediaman tuan Harris.


Tak terasa waktu menunjukkan pukul 23.00 waktu setempat. Donna dan Gamal berpamitan kepada tuan Harris, karena malam semakin larut dan untungnya besok merupakan hari weekend bagi para pekerja di perusahaan ZD Group.


Donna berjalan lebih dulu meninggalkan rumah itu, sementara Gamal mengekor di belakangnya.


"Astaga!, ternyata aku tidak bawa mobil, dimana lagi aku lupa pesan taksi online" gumam Donna.


padahal ia sudah berada di pos penjagaan.


"Butuh tumpangan" ucap Gamal yang tampak cool di dalam mobilnya.


"Nggak perlu, saya sudah pesan taksi online" elak Donna yang berbohong.


Tapi Gamal tidak peduli ucapan Donna, ia lalu turun dan membuka pintu samping kemudi.

__ADS_1


"Masuk!"bentak Gamal.


Hah berani sekali Gamal membentak gadis yang super galak ini.


"Maaf tuan Gamal saya sudah pesan taksi online, apa kamu tuli, s-a-y-a...."


"Turunkan egomu nona Donna" potong Gamal cepat. "Ini sudah larut malam, tak baik seorang gadis seperti mu berdiri di pinggir jalan".


Benar juga yang dikatakan Gamal apalagi penampilan Donna yang terlihat seksi, dengan gaun dibawah lutut berwarna putih dan berlengan seperempat potongan, walaupun baju yang dikenakan gadis itu tertutup tapi tetap saja terlihat seksi di tubuh proporsional gadis tersebut.


Dasar lelaki menyebalkan, tunggu pembalasan ku di kantor. Batin Donna.


Lalu dengan cepat Donna masuk ke dalam mobil Gamal, apalagi ia sudah lelah bekerja seharian dan tak sanggup lagi berdebat dengan Gamal yang tidak ada habisnya bayangkan saja mulai dari anak hingga cucu-cucunya perlu dijelaskan.


Kemudian disusul Gamal yang ikut masuk ke mobil lalu berkendara dengan kecepatan tinggi meninggalkan kediaman tuan Harris.


Tidak ada obrolan di dalam mobil itu. Hanya hening dan kecanggungan.


Sementara Ziva mengantarkan sang kakek ke kamarnya.


"Kek, mengapa Kak Donna dan pak Gamal tidak akrab ya?"


Ziva duduk di kursi samping tempat tidur tuan Harris. Sementara tuan Harris membaringkan tubuhnya yang lelah.


"Kamu istirahat sana, tak baik membicarakan orang. Kapan-kapan kakek ceritain kamu" ucap tuan Harris yang menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya.


"Yeah kakek, tapi janji ya"


Hanya anggukan kepala sebagai jawaban tuan Harris.


Lalu Ziva pun berjalan menuju kamarnya, karena ia juga mengantuk dan esok hari ia harus bangun pagi untuk melakukan sesi latihan beladiri taekwondo.

__ADS_1


Bersambung.....


Maaf ya bila kata-katanya tidak sesuai 🙏


__ADS_2