
Zayn pun tak sadarkan diri di dalam kamar hotel. Kemudian masuklah 2 orang lelaki ke kamar itu yang tak lain adalah anggota The Tiger, salah satu dari mereka membuka texudo yang dikenakan Zayn. Sementara seseorang yang baru saja menghajar Zayn duduk di sofa sambil membuka topengnya dan menampilkan sosok lelaki tampan siapa lagi kalau bukan Darren Alexander Tiger.
Sementara pintu kamar itu kembali terbuka yang menampilkan sosok Milan yang berpenampilan seperti lelaki dengan mengenakan topi. Rupanya ia sudah keluar dari kediaman Damanik berkat bantuan orang dalam. Lalu memberikan paper bag yang berisi texudo yang sama persis di kenakan Zayn kepada ketuanya.
"Kita apakan orang ini tuan" ucap anak buahnya.
"Jangan lupa suntikan obat bius, biar kalian tidak repot membawanya" jawab Milan.
"Hemm, betul kata Milan. kalian sekap saja di bangunan bawah tanah samping markas kita. Cepat bereskan lelaki itu dan jangan sampai mencurigakan" ucap Darren tegas.
Lalu anak buah Darren memasukkan Zayn ke dalam karung goni dan membawanya ke luar dari hotel yang pastinya sudah berpengalaman dalam hal tersebut.
Sementara Darren memakai texudo yang sudah disiapkan oleh Milan. Dan tampak di pantulan cermin Darren terlihat sempurna ditambah wajah yang tampan dan kharismatik.
"Apa rencana selanjutnya sudah siap" ucap Darren sambil merapikan rambutnya.
"Sudah tuan kita tunggu saja instruksi dari orang baru kita" ucap Milan.
"Bagus, aku tidak ingin rencana kita gagal. Dan satu hal lagi apa kau sudah menyiapkan apa yang aku perintahkan" ucap Darren penuh selidik.
"Saya sudah siapkan, coba anda meraba saku texudo itu tuan".
Darren pun hanya mampu tersenyum, karena apa yang dibutuhkan sudah lengkap tinggal langkah selanjutnya.
Sementara di kediaman tuan Alvin...
Semua keluarga sudah mulai bersiap ke lokasi acara pernikahan. Tuan Harris, Gamal dan Raihan sedang menunggu Doni untuk menjemputnya.
"Maaf tuan saya terlambat" ucap Doni.
"Tidak masalah, ayo kita berangkat" ucap tuan Harris.
Kemudian mereka masuk ke dalam mobil disusul Doni.
Mobil pun melaju menuju lokasi.
Sementara Riko bertugas untuk menjemput mempelai wanita atas permintaan tuan Alvin.
Ziva di tuntun turun dari tangga oleh ibunya. Beberapa kerabat dekat tersenyum melihat kedatangan sang mempelai wanita yang terlihat anggun. Donna dan Luna hanya mampu meledek Ziva yang sebentar lagi akan berganti status.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan mobil melaju menuju lokasi.
Sementara lokasi yang sedang dilangsungkan acara pernikahan Ziva dan Zayn sudah di padati oleh beberapa tamu undangan yang merupakan kerabat dekat dan rekan bisnis kedua belah pihak.
Mobil yang membawa tuan Harris sudah tiba di lokasi. Kemudian Doni mempersilakan tuan Harris untuk mengikutinya untuk menemui tuan Alvin. Sementara Gamal dan Raihan bergabung dengan para tamu.
Tuan Harris hanya mampu mengikuti langkah Doni tanpa merasa curiga.
Saat mereka memasuki lift dengan lancang Doni membius tuan Harris hingga tuan Harris tak sadarkan diri. Saat dirasa aman iapun membopong tubuh tuan Harris menuju sebuah kamar yang disediakan.
Cklek
Pintu ruangan terbuka menampilkan beberapa orang di dalam kamar tersebut dan 2 diantara mereka terlihat ketakutan. Suasana kamar itu begitu rapi dengan kursi dan meja tertata rapi yang siap melakukan ijab Kabul. Orang yang berkuasa di dalam kamar itu duduk tenang lalu menyuruh kedua anak buahnya untuk membantu Doni.
"Saya sudah bawa lelaki tua ini tuan Darren" ucap Doni yang membawa tuan Harris yang tidak berdaya kepada ketua Mafia The Tiger.
"Bagus ternyata kau bisa juga diandalkan, aku sudah menyiapkan hadiah untuk mu atas kerja keras mu" ucap Darren sambil tersenyum sinis.
"Tuan lebih baik kita percepat saja rencana kita selanjutnya, jangan sampai ada yang mengetahui keberadaan kita" ucap Milan karena kebetulan berada di kamar itu.
"Hemm, bangunkan lelaki tua itu" ucap Darren yang sudah bangkit dari duduknya.
Kemudian Doni pun menyiramkan air ke wajah tua tuan Harris. Tuan Harris pun jadi gelagapan dan tak kalah terkejutnya melihat orang-orang di kamar itu.
"Hei pak penghulu kemarilah jangan buang-buang waktu kami" ucap salah satu anggota The Tiger.
Pak penghulu bersama salah satu temannya sangat takut kepada mereka. Karena mereka menggertak dengan cara menodongkan sebuah pistol yang membuat siapapun nyalinya akan menciut.
"Mau apa kalian" bentak tuan Harris dengan suara seraknya yang memberontak terhadap kedua anggota The Tiger.
"Jangan banyak bicara pak tua, kau ikuti saja rencana kami" ucap anggota The Tiger.
__ADS_1
"Doni apa yang kau lakukan, cepat bebaskan aku" ucap tuan Harris yang melihat Doni berdiri di samping Darren.
"Maaf tuan, ini bukan urusan saya" ucap Doni yang bermasa bodoh.
Tuan Harris pun merasa kecewa dengan ucapan Doni yang sama sekali tidak memihak kepadanya.
"Cepat nikahkan saya dan kau pak tua akan menjadi wali nikah calon istriku" bentak Darren dengan suara lantang yang sudah duduk di kursi di depan penghulu.
Lalu dengan paksaan pastinya, pak penghulu mulai duduk di kursi berhadapan dengan Darren diikuti dengan teman satunya.
"Tolong bekerjasama lah dengan kami pak tua" ucap Milan.
Lalu anggota The Tiger menodongkan pistol kepada tuan Harris dan mendorong tubuh tua tuan Harris untuk duduk di kursi yang disediakan.
Ya Allah cobaan apalagi ini. Apakah rencana pemuda ini. Batin tuan Harris.
"Ba-baik lah karena wali nikah dan para saksi dari kedua belah pihak sudah lengkap, maka dari itu kita laksanakan akadnya" ucap pak penghulu dengan terbata-bata dengan ketakutan yang mendominasi nya.
"Tunggu dulu, mempelai pria harus menggunakan peci sebelum melakukan akad" timpal teman pak penghulu.
Darren dan anak buahnya saling pandang, rupanya mereka tidak mempersiapkan benda tersebut.
"Tidak perlu. Cepat lakukan akadnya" ucap Darren yang sedikit kesal.
"Itu merupakan kewajiban anak muda, kau harus menggunakan peci hitam" ucap tuan Harris yang angkat bicara dan mulai mengulur waktu.
"Lepaskan pecimu" ucap Milan kepada lelaki tadi.
"Untuk apa nona, ini peci sangat berharga bagiku dan sudah seperti temanku" ucap lelaki itu.
Dengan satu kali gertakan yang dilakukan Milan , lelaki itu dengan cepat menyerahkan peci hitam nya.
Lalu Darren pun mengambil peci hitam yang mulai memudar itu dengan sedikit jijik pastinya. Saat ingin memasang ke kepalanya, bau tidak sedap dari peci itu membuat penciumannya tidak beres. Lalu dengan marah Darren melemparkan peci itu kepada pemiliknya.
Tuan Harris hanya mampu tersenyum melihat kejadian itu. Sementara yang lainnya diam tanpa ekspresi.
"Aku tidak ingin berdebat dengan kalian, cepat nikahkan aku" ucap Darren marah lalu menarik kerah baju pak penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya Zivanna Damanik binti Alvin Damanik dengan seperangkat alat sholat serta seribu gram emas di bayar tunai" ucap Darren dengan sekali tarikan.
Sah
Seluruh penghuni di ruangan itu mengucapkan kata Sah. Sehingga secara hukum agama Darren Alexander Tiger sah menjadi sepasang suami istri dengan Zivanna Damanik.
Pak penghulu pun mulai membacakan doa, agar pasangan suami istri itu menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.
Sementara tuan Harris tidak percaya dengan semua itu. Ternyata dirinyalah yang menjadi wali nikah cucunya sendiri sambil merenungi kesalahannya.
🍁🍁🍁🍁
Sementara tuan Alvin mencari keberadaan ayahnya karena sebentar lagi acara ijab Kabul akan dimulai, Riko pun mulai menyusuri lorong hotel mencari keberadaan tuan Harris.
Saat ingin masuk kedalam lift, pintu lift pun terbuka dan tampak tuan Harris bersama Doni.
"Tuan Harris dari mana saja, dari tadi tuan Alvin mencari anda tuan" ucap Riko.
Tanpa menjawab ucapan Riko, Tuan Harris malah berjalan menuju aula dengan perasaan bersalah pastinya.
Sedangkan Ziva sudah berada di dalam kamar yang telah disediakan untuknya sebagai mempelai wanita. Ziva hanya mampu memegangi tangan ibunya sambil tersenyum untuk mengurangi kegugupannya dan ditemani oleh oleh Donna dan Luna.
Untuk nyonya Aisyah sendiri mencari keberadaan putranya.
"Zayn acara akan dimulai nak" ucap nyonya Aisyah yang masuk ke dalam kamar dan mencari keberadaan putranya.
Ia hanya mampu melihat ponsel putranya yang berada di atas meja. Saat ia ingin keluar dari kamar, iapun berpapasan dengan putranya.
"Kau dari mana saja nak, acaranya akan dimulai" ucap nyonya Aisyah.
"Aku sedang cari angin" ucap lelaki itu yang dianggap Zayn.
Lalu nyonya Aisyah menarik tangan lelaki yang dianggap putranya menuju tempat ijab Kabul.
__ADS_1
Seluruh keluarga sudah duduk bersama untuk menikahkan Zayn.
Pak penghulu mulai berjabat tangan dengan Zayn dan mengucapkan ijab Kabul.
Seluruh tamu undangan mengucapkan kata Sah. Kedua belah pihak keluarga hanya mampu mengucapkan Alhamdulillah dan bersyukur putra-putri mereka menjadi pasangan suami istri.
Nyonya Ira tersenyum mendengar keributan di aula yang mampu ia dengar dari dalam kamar, bahwa putrinya sudah sah menjadi sepasang suami istri. Ziva pun meneteskan air mata bahagia karena pernikahannya mampu dihadiri oleh orang terdekatnya.
Lalu nyonya Ira membawa putrinya menuju aula. Seluruh mata tertuju pada pengantin wanita yang berjalan anggun menuju tempat akad. Dan disana sudah ada suaminya yang menunggu kedatangannya.
Tuan Alvin pun tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk putrinya dan mempersilahkan nya duduk di samping suaminya. Kemudian pak penghulu menyuruh mereka untuk memasangkan cincin satu sama lain.
Setelah itu, nyonya Aisyah menyuruh putranya untuk mencium kening sang istri. Dengan perlahan lelaki itu mulai mendekati istrinya dan bibirnya pun menempel di kening istrinya cukup lama. Wajah Ziva pun merona karena pertama kalinya ia dicium oleh lelaki yang sudah menjadi suaminya.
"Hei cukup, nanti kalian lanjutan di kamar" ucap Lulu heboh yang menggoda mereka.
Seluruh keluarga tampak bahagia melihat mereka berdua. Sementara tuan Harris dengan mata berkaca-kaca melihat cucunya entah itu kebahagiaan atau penderitaan yang akan cucunya jalani kedepannya.
Maafkan kakek ziva, maafkan kakek. Batin tuan Harris.
Lalu mulai menjauh dari acara itu.
Sementara lelaki yang dianggap Zayn mulai menodongkan pistol kepada istrinya dan mengunci pergerakannya. Ziva pun tampak kaget.
Semua para tamu undangan dan keluarga tampak panik.
"Jangan ada yang mendekat atau nyawa gadis ini yang akan tiada" ucap lelaki itu.
"Zayn apa yang kau lakukan kepada istri mu nak" ucap nyonya Aisyah.
Lalu lelaki itu membuka penyamaran nya dengan menggunakan topeng yang menyerupai wajah Zayn yang sudah didesain khusus oleh seorang ahli pastinya.
Dan tampaklah wajah tampan dari ketua Mafia The Tiger siapa lagi kalau bukan Darren Alexander Tiger.
Lalu penghulu dan para saksi di ruangan itu mengeluarkan pistol mereka masing-masing dan rupanya mereka anak buah Darren.
Tidak hanya itu, anggota The Manik yang bergabung dengan para tamu ikut bergerak, mereka pun mengeluarkan pistol mereka masing-masing yang kini di ketua oleh Riko.
Tuan Alvin pun sangat marah, iapun mengambil salah satu pistol dari anak buahnya dan mengarahkan ke arah Darren.
"Lepaskan" ucap Ziva yang memberontak yang mulai melawan.
"Turunkan senjata kalian, atau gadis ini tidak selamat" ancam Darren. Yang kini dikelilingi oleh anggota The Tiger.
"Jangan sakiti cucuku" ucap tuan Harris dengan suara lantang yang mulai berjalan ke arah mereka.
Sementara Riko membawa keluarga untuk menjauh dan menyuruh mereka untuk bersembunyi. Setelah itu, Riko pun menginstruksikan anggota The Manik untuk tidak gegabah.
Lalu Milan pun menembakkan pistolnya ke sembarang arah sebagai peringatan.
Ziva pun terus memberontak ingin lepas dari Darren. Lalu Darren pun mulai terjebak karena di setiap penjuru anggota The Manik terus berdatangan. Dengan gerakan cepat Darren menembak secara membabi buta ke arah tuan Alvin. Satu persatu anggota The Manik mulai berjatuhan.
Kemudian tuan Alvin pun ikut menembak ke arah Darren. Akan tetapi ia hentikan, karena bisa-bisa Ziva sebagai sasarannya. Sedangkan Ziva terus melawan Darren sambil menyikut perut Darren. Namun bagi seorang mafia seperti Darren itu hanya hal kecil.
Lalu Darren pun menembakkan pistolnya ke arah tuan Harris dan pelurunya tepat sasaran hingga mengenai jantung tuan Harris. Tuan Harris hanya mampu memegangi jantungnya dan keseimbangannya mulai oleng dan untungnya dengan cepat Tuan Alvin menangkap tubuhnya hingga peluru kembali mengenai lengan kiri tuan Alvin.
"TIDAK.... KAKEK.... AYAH" ucap Ziva yang begitu marah besar yang melihat orang yang disayanginya terluka, lalu dengan sekuat tenaga iapun kembali memberontak. Namun dengan cepat Darren mengangkat tubuh Ziva layaknya karung beras dan mulai menembak secara membabi buta kearah anggota The Manik, hingga ia keluar dari hotel tersebut bersama anak buahnya.
Mobil pun sudah siap, Milan sudah berada di samping kemudi, lalu dengan cepat Darren masuk ke dalam mobil sambil menurunkan tubuh Ziva, namun lagi-lagi Ziva memberontak ingin turun. Tanpa pikir panjang Darren langsung memukul kepala belakang Ziva hingga Ziva jatuh pingsan.
Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat itu.
Bersambung.......
Maaf bila alurnya tidak sesuai 🙏
Maaf aku baru update karena aplikasi NT ku bermasalah dan ponselku juga ikut-ikutan, jadi begitu lah.😁✌️
Maaf juga aku tidak balas komentar kalian, tapi aku tetap baca satu persatu komentar kalian sambil senyum-senyum pastinya.
Yang komentar tentang visual pemainnya. Belum bisa terpenuhi, soalnya aku masih tahap cari-cari aktor dan aktris yang sesuai karakter cerita ini. Jadi mohon bersabar ya🤗
__ADS_1