Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Terima kasih


__ADS_3

Kini Ziva sudah berada di kediaman Donna.


Sebelum ke rumah Donna Ziva tak lupa mengabari kakeknya bahwa ia akan menemui Donna.


Ziva baru saja habis menunaikan shalat dhuhur di rumah Donna. Dan saat ini Mereka sudah berkumpul di meja makan untuk makan siang bersama. Tanpa adanya obrolan,mereka menikmati makanannya dengan nikmat dan tenang.


Setelah selesai makan siang bersama, Ziva menuntun Donna untuk duduk di kursi ruang tamu. Karena Donna terlihat kewalahan mengimbangi jalannya dengan perut buncitnya.


"Kapan Persalinannya kak Donna" tanya Ziva yang duduk di samping Donna.


"Kata dokter tinggal satu Minggu lagi. Sementara mas Gamal masih di luar kota. Katanya 3 hari lagi baru balik" ucap Donna malas sambil menyandarkan punggungnya.


Ya Allah, sungguh kuat kak Donna menjalani kehamilannya tanpa ditemani oleh suaminya. Batin Ziva.


"Oh ya, astaga aunty tidak lama lagi akan melihat mu ke dunia ini nak"ucap Ziva sambil mengelus perut Donna dan mengembalikan suasana ceria di ruangan itu.


"Kak Donna bayinya menendang, itu tandanya ia mendengar ucapan ku"ucap Ziva yang tersenyum dan kembali mengelus perut Donna.


Sementara Donna hanya tersenyum bahagia...


"Masya Allah, jadilah anak yang berbakti untuk kedua orang tua mu ya. Ingat baik-baik aunty akan menjadi ibu keduamu" ucap Ziva diselangi tawanya.


Karena saat berada di rumah Donna, Ziva tidak mengenakan cadarnya, itu semua permintaan Donna yang ingin terus melihat wajah cantik Ziva. Maklum Bumil ngidamnya aneh-aneh. Apalagi di rumah Donna hanya Donna dan pembantunya.


"Bagaimana dengan kondisi tuan Harris" tanya Donna sambil mengelus ujung hijab Ziva.


"Alhamdulillah, kakek sehat, terkadang kondisinya menurun bila sering mengerjakan sesuatu yang membuatnya menyenangkan seperti menyiram bunga"ucap Ziva menjelaskan.


Donna hanya mendengarkan ucapan Ziva, dan tak sengaja mata Donna tertuju pada lengan baju Ziva.


"Kenapa bajumu seperti ini" tanya Donna serius.


"Oh ini, aku tadi bertemu dengan pengusaha gila itu lagi"ucap Ziva cemberut.


"Kalian selalu saja bertemu, apalagi pasti kalian berantem atau bertengkar, jangan-jangan kalian berjodoh, ha ha ha"ucap Donna yang menggoda Ziva.


"Apaan sih kak Donna, amit-amit deh!,. Lagian aku tidak suka lelaki yang sudah menghancurkan perusahaan kakek. Walaupun aku sudah memaafkan lelaki itu, tapi jelas saja aku merasa kesal kepadanya"ucap Ziva yang tidak suka membahas Darren.


"Oh ya, benci dan suka beda tipis. Mencotohlah kepada ku, dulunya aku sangat membenci Gamal, eeh tapi Tuhan berkehendak lain dan malahan kami berjodoh" ucap Donna tersenyum sambil membayangkan masa lalu ia bersama dengan Gamal.


"Aduh kak Donna, jangan bahas begituan. Biar Tuhan yang mengatur segalanya. Kita sebagai manusia hanya bisa menerimanya dengan lapang dada. Aku yakin Tuhan akan memberikan jodoh yang terbaik buat hambanya dan kakekku akan memilihkan pasangan yang terbaik buat cucu tersayang nya" ucap Ziva percaya diri.


"Iya-iya, lebih baik kau istirahat dan tidur bersamaku, aku ingin tidur denganmu"ucap Donna manja.


"Astaga bumil, begini nih kalau kurang kasih sayang dari suami" canda Ziva. sambil tersenyum.


"Betul Bu dosen, ayo"ucap Donna yang sudah bangkit dengan hati-hati.


Lalu mereka menuju kamar ruang tamu dan tidur bersama. Keakraban mereka layaknya adik dan kakak. Ya semenjak Donna hamil, Ziva layaknya bapak siaga yang selalu menemani Donna. Menuruti semua keinginan dan kebutuhan Donna.


Sementara Donna selama kehamilannya, ia tidak manja dan ngidam yang aneh-aneh. Ngidamnya hanya satu selalu ingin bersama Ziva.


Karena urusan pekerjaan, Gamal begitu sibuk mengurus perusahaan kakek ziva. Bahkan Gamal jarang berada di rumahnya dan meninggalkan istrinya yang sedang hamil.


Ziva pun sangat senang membantu Donna, karena ia sudah menganggap Donna sebagai kakaknya.


🍁🍁🍁🍁


Sementara di tempat lain.....


Fino memilih makan siang di restoran Ziva food. Sudah lama Fino duduk di kursi pengunjung sambil mencari-cari keberadaan Ziva.


Setelah dirasa batang hidung yang dicari tidak nongol. Kemudian Fino bertanya kepada pelayan untuk mengetahui keberadaan Ziva.


"Dimana nona Ziva" tanya Fino pada pelayan restoran tersebut.


"Saya juga kurang tau tuan, mungkin masih di kampus" ucap pelayan tersebut.


"Ya sudah ini tips buat kamu" ucap Fino.


Kemudian berjalan keluar restoran. Lalu Fino masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan restoran tersebut.


Malam harinya.....


Suasana restoran Ziva food tampak ramai.


Ziva baru saja sampai di restorannya dan kini ia berada di dalam ruangannya. Karena Lulu menghubunginya untuk mengecek pemasukan bulan ini. Ziva begitu teliti melakukan pekerjaannya.


Sementara Fino baru saja tiba di restoran Ziva food dengan mengenakan pakaian kasualnya dan tetap saja terlihat tampan. Lalu ia pun memilih duduk di meja pojokan.


Ziva yang tengah asik mengecek file pemasukan restorannya, tiba-tiba saja ponselnya berdering dengan hebohnya.


"Kak Donna" gumam Ziva yang melihat dilayar ponselnya tertera nama Donna.


"Halo assalamualaikum kak Donna" ucap Ziva.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, Bu Donna...Bu Donna sakit perut, sepertinya mau melahirkan" ucap pembantu Donna panik.


"Baik saya akan segera kesana" ucap Ziva lalu mematikan ponselnya.


Tak lupa juga Ziva menghubungi pak Gamal bahwa istrinya mau melahirkan.


Ziva berjalan terburu-buru ke luar restoran. Saking paniknya ia menjatuhkan kunci mobilnya. Fino dengan sigap mengambilnya.


"Terima kasih" ucap Ziva


Kemudian membuka pintu mobilnya lalu masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan restorannya.


Fino pun mengikuti ziva dari belakang. Tidak hanya itu, sebuah mobil juga mengikuti mobil Ziva. Rupanya mobil yang mengikuti ziva merupakan anak buah Darren dari anggota The Tiger.


Hanya 30 menit, Ziva sudah sampai di rumah Donna. Kemudian Ziva buru-buru masuk ke dalam rumah Donna.


Sementara 2 anak buah Darren mengempeskan ban belakang mobil Ziva.


Ya Darren menyuruh anak buahnya untuk melenyapkan Ziva malam ini juga. Sehingga mereka terus mengintai Ziva.


Fino yang melihat aksi mereka dengan cepat menghampirinya.


"Apa yang kalian lakukan hah" bentak Fino.


"Kami sedang mencari sesuatu tuan" ucap mereka yang berbohong.


"Jangan bohong, kau mengempeskan ban mobil ini kan" ucap Fino marah.


"Tidak tuan" ucap mereka kompak.


"Cepat tinggalkan tempat ini atau kalian ku hajar"bentak Fino kepada mereka.


"Ba- baik tuan" ucap mereka lalu buru-buru masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu.


Ziva dengan pembantu Donna memapah Donna yang kesakitan menuju mobilnya.


Fino yang melihat mereka dengan cepat menghampirinya.


"Kesini saja, ban mobilmu kempes" ucap Fino.


Ziva hanya melotot ke arah Fino.


"Aughhkk"gumam Donna yang kesakitan.


"Mbok naik taksi saja membawa keperluan Bu Donna" ucap pembantu Donna.


"Baik mbok, ya sudah kami pergi dulu" ucap Ziva panik yang duduk di samping Donna.


Lalu mobil melaju menuju rumah sakit terdekat.


Ziva tak henti-hentinya memberikan semangat untuk Donna dan memanjatkan doa dalam hati demi keselamatan Donna dan bayinya.


Hanya 30 menit mereka tiba di rumah sakit terdekat. Air ketuban Donna sudah pecah.


Kini Donna dibawa ke ruang persalinan. Donna terus saja menggenggam tangan Ziva dan tangan satunya memegang lengan Fino, hingga berada di ruang persalinan.


"Apa anda suaminya" tanya dokter yang menangani Donna.


"Bukan dok" ucap Fino cepat.


Donna terus saja mencengkeram kuat lengan Fino.


"uugh akhhhh" teriak Donna yang kesakitan.


Dengan terpaksa Fino berada di ruang persalinan tersebut disebabkan oleh dokter yang memintanya. Sedangkan Ziva hanya menunggu diluar dengan panik beserta pembantu Donna.


Dokter pun mulai membantu persalinan Donna.


Kurang lebih 2 jam pihak dokter menangani persalinan Donna. Dan tak lama kemudian, terdengar suara tangis bayi yang menggema di ruangan tersebut.


Owek owek


Ziva yang berada di luar, baru bernafas lega setelah mendengar suara tangisan bayi.


"Alhamdulillah terima kasih ya Allah" ucap Ziva yang bersujud syukur.


Tak lama kemudian pintu ruangan terbuka dan menampilkan sosok Fino dengan wajah berantakan berjalan ke luar meninggalkan ruangan tersebut.


Fino terus berjalan tanpa memperdulikan Ziva di hadapannya. Rupanya Fino berjalan menuju toilet.


Saat berada di toilet Fino membasuh wajahnya dengan kasar dan menatap dirinya di pantulan cermin. Setelah cukup lama menenangkan diri, Kemudian Fino menghubungi mamanya dan meminta maaf. Setelah itu, barulah menemui Ziva.


Kini Donna sudah dipindahkan di ruangan rawat inap khusus ibu yang habis melakukan persalinan. Ziva tak henti-hentinya tersenyum melihat Donna dan bayinya.


Saat ini, Donna memberikan asi untuk bayinya. Bayi Donna berjenis kelamin laki-laki dan terlihat putih bersih yang tanpa dosa.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian, Gamal baru saja tiba di rumah sakit dan langsung mencari ruangan istrinya. Suster pun mengarahkan ruangan Donna.


Pintu ruangan terbuka dan menampilkan sosok Gamal yang begitu panik.


"Masuklah kak Gamal, Alhamdulilah kak Donna dan bayinya sehat" ucap Ziva.


Lalu Gamal berjalan dengan mata berkaca-kaca melihat anaknya yang menikmati asi eksklusif dari ibunya.


Ziva pun memilih keluar dari ruangan itu, ia tidak ingin mengganggu momen mereka.


Ziva melihat Fino duduk termenung di kursi tunggu disamping pintu ruangan Donna. Rupanya Fino kembali mengingat kejadian tadi.


Flashback


Semua orang yang berada di dalam ruangan persalinan tampak panik termasuk Fino.


"Kau harus kuat mbak, sebentar lagi kau akan jadi seorang ibu" ucap Fino yang memberi semangat Donna.


Sementara Donna sudah terlihat lemas bahkan dokter bekerja keras terus mendorong perut Donna, dan terus memberikan arahan kepada Donna agar tetap kuat melewati persalinannya.


Tak terasa air mata Fino menetes dengan sendirinya melihat sosok ibu yang berjuang hidup dan mati melahirkan seorang anak di muka bumi ini.


Entah apa yang merasuki Fino hingga Fino mampu mengingat Tuhan nya.


Ya Allah, aku hanyalah orang hina dan penuh dosa. Aku hanya meminta kepadamu untuk menyelamatkan mbak Donna dan anaknya. Batin Fino.


"Aku akan meminta maaf kepada mama" gumam Fino dengan mata memerah.


Dan tak lama kemudian terdengarlah suara tangisan bayi...


Flashback off


"Apa kamu baik-baik saja tuan Fino " tanya Ziva yang duduk di samping Fino.


Fino hanya mengangguk dan tersenyum menatap Ziva.


"Lebih baik kita ke kantin, aku sangat haus" ucap Ziva yang sudah berdiri.


Kemudian Fino mengekor di belakangnya.


Mereka duduk menikmati secangkir cappucino di kantin rumah sakit.


"Astaga tuan, kau terluka"ucap Ziva yang melihat lengan putih Fino tampak memar.


"Ini hanya luka kecil, sebentar juga akan sembuh" ucap Fino.


"Tunggu sebentar" ucap Ziva lalu berjalan buru-buru meninggalkan Fino.


Tak berapa lama kemudian Ziva muncul dengan membawa kotak obat.


"Rentangkan tanganmu, biar aku mengobati lukamu" ucap Ziva.


Fino tidak banyak bicara, ia mengikuti instruksi Ziva.


Dengan hati-hati Ziva mengobati lengan Fino dengan obat merah, setelah itu melilitkan kain kasa ke pergelangan Fino.


Aku rela terluka, asal kau mengobatiku Ziva. Batin Fino.


"Sudah selesai kan" ucap Ziva yang tersenyum di balik cadarnya.


"Hemm"


"Terima kasih tuan Fino, aku sangat berhutang budi kepadamu. Kau sudah membantu persalinan saudaraku, aku hanya bisa berterima kasih dan berterima kasih kepada mu"ucap Ziva tulus.


"Aku juga ingin meminta maaf kepadamu. Aku sangat lancang ingin menikahi mu" ucap Fino.


"Astaga lupakan semua itu. Aku sudah memaafkan mu tuan Fino" ucap Ziva.


"Bolehkah aku menjadi temanmu" ucap Fino.


"Ya tentu saja boleh kapan pun itu"ucap Ziva tersenyum.


"Baiklah mulai sekarang kita berteman. Dan kau hanya memanggilku dengan sebutan Fino" ucap Fino dengan senyuman bahagia.


"Tidak-tidak, kau juga harus memanggil ku Ziva. Lebih baik kak Fino saja, lagian kau lebih tua dariku" ucap Ziva.


"Baiklah terserah kau saja Ziva" ucap Fino.


Lalu keduanya tersenyum sambil menikmati kopinya.


Bersambung........


Terima kasih buat seluruh para pembaca setia Mafia Vs Gadis Bercadar atas dukungannya melalui like, comment dan vote kalian. 🙏


Author sangat berterima kasih 🙏.

__ADS_1


__ADS_2