
Hanya Darren dan Ziva yang tersisa di ruangan tersebut.
Darren lalu melepas jas yang melekat di tubuhnya dan melemparnya ke sembarang arah.
Kemudian tak lupa ia melepas dasi yang mencekik lehernya. Sambil meregangkan otot-otot nya tak henti-hentinya Darren menatap Ziva yang sama sekali tidak berpindah posisi.
"Lebih baik kita bernegosiasi terlebih dahulu sebelum bertarung" ucap Darren yang membuka kancing atas kemejanya lalu kembali duduk di sofa.
"Saya tidak butuh waktu lama tuan Alexander, ayo lawan saya setelah itu lepaskan sekertaris saya" ucap Ziva.
"Hah, tidak semudah itu nona buruk rupa. Kau tahu sendiri aku tidak suka orang yang ingkar janji terhadapku" ucap Darren kesal.
Tak ingin banyak bicara Ziva kemudian ikut duduk di sofa yang berhadapan dengan Darren.
"Cepat katakan tuan Alexander apa keinginan mu" ucap Ziva yang menyilang kan kedua tangannya.
"Baiklah keinginan ku adalah sebelum bertarung aku memiliki perjanjiannya" ucap Darren yang tidak melanjutkan ucapannya.
"Cepat katakan"potong Ziva.
"Perjanjiannya adalah jika kau menang melawan diriku, maka aku akan melakukan kerja sama terhadap perusahaan mu dan mempromosikan perusahaanmu dengan perusahaan lainnya. Akan tetapi, jika kau kalah dariku, maka tidak akan ada kerjasama. Dan kau akan jadi budakku selama sebulan!" ucap Darren dengan seringai licik diwajahnya.
"Baiklah saya setuju dengan perjanjiannya. Akan tetapi jika berlaku curang maka perjanjiannya batal!"ucap Ziva.
Kemudian mereka saling berhadapan dan mengambil ancang-ancang untuk bersiap bertarung.
Ziva terlebih dahulu memasang kuda-kuda dan fokus pada titik kelemahan lawannya. Dan langsung saja Ziva melayangkan tinjunya pada perut Darren. Sementara Darren dengan cepat menangkis serangan Ziva lalu menangkap tangan Ziva kemudian membenturkan tubuh Ziva ke lantai.
"Awww" ucap Ziva yang merasa kesakitan.
Sementara Darren hanya menyilang kan kedua tangannya di depan dada sambil tersenyum devil melihat sosok Ziva yang kesakitan.
"Bagaimana nona buruk rupa, apa kau mengaku kalah" ucap Darren bangga.
Ziva kemudian bangkit dan kembali melakukan perlawanan terhadap Darren. Berkali-kali ia mencoba melakukan perlawanan akan tetapi tetap saja tidak mampu melumpuhkan sang penguasa Alexander Group. Hingga ia pun kehabisan tenaga. Sehingga teknik beladiri yang diajarkan master Zen hilang seketika.
"Hanya begitu kemampuan mu" ucap Darren kemudian berjalan kembali menuju sofa.
Ziva merasa mendapatkan angin segar langsung berlari dan melompat ke tubuh Darren layaknya anak kecil yang digendong oleh bapaknya. Kemudian Ziva memukul punggung Darren berkali-kali lalu menarik rambut Darren dengan keras, hingga Darren kesakitan.
"Hei berhenti, dasar gadis curang"ucap Darren kesal dan terus menggoyangkan tubuhnya agar Ziva terjatuh.
Dan benar saja Ziva terjatuh di lantai. Sementara Darren dengan marah merapikan rambut nya yang kesakitan plus berantakan.
__ADS_1
Tidak berhenti disitu Ziva kemudian melayangkan tendangan nya ke area terlarang Darren dan benar saja Darren merasa kesakitan walaupun belum sampai di daerah terlarang nya tapi tetap saja mengenai pangkal pahanya dan itu lumayan sakitlah.
Sementara Ziva tersenyum kemenangan di balik cadarnya melihat Darren kesakitan.
Sementara Darren tak henti-hentinya berpura-pura kesakitan walaupun sakitnya sudah redah tapi tetap saja ia berekspresi kesakitan.
Ziva yang melihat Darren kesakitan merasa tidak enak karena ia telah melukai sang penguasa Alexander Group. Dengan langkah hati-hati ia mulai mendekati Darren.
"Maafkan saya tuu-aa-nn Alexander" ucap Ziva yang berdiri di hadapan Darren.
Sementara Darren membaringkan tubuhnya di sofa dengan ekspresi wajah kesakitan. Tanpa membuka suara Darren begitu marah dengan sikap gadis dihadapannya yang menurutnya curang dan kurang ajar.
Kemudian Ziva berbalik badan dan bersiap meninggalkan ruangan tersebut, akan tetapi, dengan cepat Darren menarik tangan Ziva hingga keseimbangan tubuh Ziva oleng dan terjatuh di atas tubuhnya.
Manik mata mereka bertemu dengan posisi yang cukup intim. Kemudian Ziva berusaha bangkit dari atas tubuh Darren. Namun naasnya, dengan cepat Darren membalikkan posisi tubuhnya hingga tubuh Ziva berada di bawah kungkungannya.
Ziva langsung membeku dan gugup dengan perlakuan Darren terhadapnya.
"Apa yang ingin anda lakukan tuan, jaaanggan bersikap kurang ajar" ucap Ziva yang tergagap.
"Kau sudah berbuat curang nona buruk rupa. Maka terimalah balasan ku atas apa yang kau lakukan terhadap ku" ucap Darren dingin.
Kemudian Darren mendekatkan wajahnya hingga semakin dekat
deg
deg
Sementara jantung Ziva sudah memompa begitu cepatnya yang bagaikan akan keluar dari tempatnya. Hingga wajah mereka hanya beberapa centi.
Saat Darren ingin membuka cadar Ziva tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka.
Cklek
Darren maupun Ziva langsung mengedarkan pandangannya ke arah pintu secara bersamaan.
"Darren!" ucap Rissa kemudian langsung menutup mulutnya karena apa yang dilihatnya tidak sesuai dengan karakter Darren yang sama sekali tidak tertarik dengan seorang wanita. Apalagi melihat posisi Darren saat ini yang begitu intim dengan seorang wanita.
Dengan cepat Darren bangkit dan berdiri penuh wibawa sambil merapikan kemejanya.
Sementara Ziva begitu marah atas perlakuan Darren terhadapnya. Lebih-lebih ia merasa malu, apalagi ia harus tertangkap basah seperti sedang menggoda sang penguasa Alexander Group.
"Hei kau gadis aneh!, beraninya kau menggoda saudaraku" bentak Rissa.
__ADS_1
Sementara Ziva tidak mendengarkan ucapan gadis tersebut. Ia malah buru-buru meninggalkan tempat tersebut. Saat berada di lantai dasar ia mengedarkan pandangannya mencari kedua sekertaris nya.
Sementara Darren sudah menghubungi anak buahnya untuk melepaskan Donna dan Gamal.
"Bukan kah itu ibu Donna dan pak Gamal" gumam Ziva yang melihat Donna dan Gamal berjalan menuju pintu keluar club tersebut.
Dengan langkah cepat Ziva berhasil menyusul mereka.
"Ibu Donna, pak Gamal apa kalian baik-baik saja" ucap Ziva yang merasa khawatir.
Donna yang mendengar ucapan Ziva langsung berhambur memeluknya.
"Maafkan saya nona Ziva, hiks hiks hiks, apa nona terluka hiks hiks hiks" ucap Donna dengan tangisnya.
"Tidak apa-apa Bu Donna, aku baik-baik saja" ucap Ziva yang tersenyum di balik cadarnya.
"Lebih baik kita tinggalkan saja tempat ini" ucap Gamal.
"Iya pak, lebih baik pak Gamal pulang bareng Bu Donna ya" ucap Ziva.
"Baik nona Ziva" ucap Gamal.
Tanpa melakukan penolakan Donna pulang bersama Gamal.
Sementara Ziva mulai menyalakan mesin motornya. Dan tak berapa lama kemudian Baron baru saja tiba di tempat tersebut bersama dengan 2 bodyguard tuan Harris dengan memarkirkan mobilnya di seberang jalan.
"Nona Ziva" teriak Baron.
"Om Baron" gumam Ziva.
Kemudian Ziva mengendarai motor nya ke seberang jalan.
"Mengapa nona datang ke tempat seperti ini?" tanya Baron.
"Cuman kebetulan lewat om" jawab Ziva dengan elaknya.
"Kalau begitu nona pulang bareng kita. Untuk motor nona biar Udin yang bawa" ucap Baron.
Kemudian Ziva masuk ke dalam mobil dan duduk di samping kemudi.
Sementara Darren memperhatikan Ziva dibalik kaca jendela ruangannya.
Bersambung.....
__ADS_1
Maaf ya bila alurnya tidak sesuai 🙏