
Riko beserta anak buahnya terus mencari keberadaan Ziva ditengah-tengah pesta. Bahkan salah satu anak buahnya yang berkepala plontos baru menyadari bahwa dari tadi ponselnya berbunyi tapi ia hiraukan.
Dan betapa terkejutnya ia saat melihat beberapa panggilan masuk dari orang yang mengetahui keberadaan tuan Harris dan cucunya. Kemudian ia menghampiri Riko.
"Tuan gawat" ucap lelaki berkepala plontos itu yang begitu serius.
"Ada apa" ucap Riko santai yang terlihat lelah sambil fokus melihat disekelilingnya.
"Ini tuan" ucap lelaki berkepala plontos itu yang memperlihatkan sebuah pesan di ponselnya.
Riko sempat terdiam melihat pesan tersebut.
"Hubungi orang itu untuk menshare lokasinya. Setelah itu, minta bantuan dari anggota The Manik di negara ini. Walaupun tidak berjumlah banyak, paling tidak mereka bisa membantu kita" ucap Riko tegas.
Kemudian Lelaki berkepala plontos itu menghubungi orang tersebut, untungnya orang itu menjawab panggilannya dan memberitahukan lokasinya.
Kemudian mereka bertiga berjalan tergesa-gesa menuju parkiran. Setelah sampai di parkiran dengan cepat mereka masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan tempat itu menuju tempat yang akan mereka tuju.
Sementara mobil yang membawa Ziva masih berada di sekitar kompleks perumahan elit itu.
Gamal mengintruksikan kepada Jonoh bahwa ia akan mengulur waktu, agar mereka tidak terus mengejar mobil yang membawa Ziva. Jonoh pun menancap gas dan mengendarai mobil itu seperti berada di area sirkuit balap.
Sementara para penumpang termasuk tuan Harris dan Ziva hanya mampu berdoa agar mereka selamat sampai tujuan.
Gamal pun bernafas lega karena melihat mobil yang membawa Ziva sudah menjauh, ditambah 2 buah minibus terparkir di depan dan menghalangi jalan mereka. Rupanya mereka adalah para bodyguard tuan Harris. Sekitar 10 bodyguard sudah siap dengan membawa tongkat baseball di tangan mereka.
Kemudian Gamal pun turun dari mobil untuk ikut bergabung dengan mereka.
Sedangkan mobil banyak yang mengejar mereka ikut berhenti. Lalu keluarlah segerombolan lelaki berbaju hitam yang berbadan kekar. Siap melawan Gamal beserta para bodyguard tuan Harris. Masing-masing dari mereka membawa pistol.
Sementara 3 mobil lainnya, memilih mencari jalan agar bisa mengejar mobil yang membawa Ziva.
Sehingga terjadi perkelahian di daerah komplek itu. Lelaki yang berbaju hitam yang merupakan anggota The Tiger terus melakukan perlawanan kepada mereka. Para bodyguard tuan Harris juga tidak tinggal diam. Walaupun hanya menggunakan senjata seadanya tapi ia mampu melawan mereka.
Para Anggota The Tiger terus menembakkan pistolnya membabi-buta kepada bodyguard tuan Harris.
Dor
dor
dor
Sehingga satu persatu bodyguard tuan Harris berjatuhan. Gamal pun ikut menembak anggota The Tiger. Namun melihat situasi tidak lagi kondusif, Gamal beserta 5 orang bodyguard memilih bersembunyi di balik mobil mereka.
"Gunakan ini" ucap Gamal kepada bodyguard itu sambil memberikan 3 buah pistol yang sempat ia ambil dari anggota The Tiger.
Lalu terjadilah baku tembak di tempat itu.
Sementara Riko baru saja tiba di tempat itu, setelah sekitar satu jam lamanya. Karena mereka sempat salah jalan. Tempat itu, sudah sepi hanya bau amis dari darah segar dari orang yang terluka.
"Bagaimana ini tuan" ucap anak buahnya.
"Cepat ke pelabuhan" ucap Riko lalu berlari menuju mobilnya.
Kemudian mereka melajukan mobilnya menuju pelabuhan.
Sementara Anggota The Tiger lainnya bertugas memporak-porandakan kediaman tuan Harris. Mereka menghancurkan segala benda di rumah itu. Maria dan Luna beserta ketiga pelayan lainnya hanya mampu bersimpuh di lantai dengan ketakutan. Bahkan Luna sudah menangis sesenggukan.
Bagaimana tidak 2 anggota The Tiger menodongkan pistol kepada mereka. Seluruh benda di rumah itu tampak hancur dan berantakan. Lalu salah satu dari anggota The Tiger melepaskan tembakan ke sembarang arah. Sehingga mereka kembali ketakutan dan saling berpelukan. Setelah itu, anggota The Tiger baru meninggalkan kediaman tuan Harris.
Tiga buah mobil berhasil mengejar Ziva dan mereka terus menabrakkan mobilnya ke mobil yang membawa Ziva.
"Mereka tidak berhenti mengejar kita kakek" ucap Ziva yang begitu marah.
"Tenanglah cucuku, kita akan baik-baik saja" ucap tuan Harris. Padahal dalam hatinya berkata lain.
Jonoh terus mengemudikan mobil itu dengan benar. Sementara 3 mobil dibelakangnya terus saja mengikutinya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara Darren masih duduk diam di kursi kebesarannya sambil mengingat kembali ucapan para hacker nya.
__ADS_1
Flashback
Darren marah besar dan kembali mengumpulkan para anggota The Tiger di markasnya.
"Temukan gadis yang bernama Zivanna Damanik malam ini. Dan bawah ke hadapan ku, cepat temukan gadis itu, jangan sampai dia lolos" bentak Darren kepada anggotanya dengan tatapan tajam.
Seketika itu mereka melaksanakan perintah tuanya untuk menangkap Ziva dan membawanya ke hadapan ketua mereka.
Sementara Darren kembali menghubungi para hacker nya.
"Halo ada apa tuan" ucap hacker itu hati-hati.
"Cari seluk-beluk gadis yang bernama Zivanna Damanik. Aku tunggu 15 menit....Jika kalian tidak menemukan informasinya maka.....nyawa kalian yang menjadi taruhannya" ucap Darren dingin dengan ancaman mematikannya.
"Ba-baik tuan, siap laksanakan" ucap hacker itu tergagap.
Tak berapa lama kemudian, sebuah pesan email masuk di ponsel Darren. Rupanya hacker tadi yang mengiriminya. Lalu Darren dengan seksama membaca pesan email tersebut yang merupakan informasi tentang Ziva.
Darren tampak marah dengan raut wajah bagaikan seorang monster. Tapi beberapa menit kemudian, Darren tersenyum dengan seringai licik diwajahnya.
"Rupanya kau Musuhku yang sesungguhnya gadis buruk rupa. Aku tidak akan melepaskan mu" gumam Darren dengan pikiran kemana-mana.
Flashback off
Darren tersadar dari lamunannya. Kemudian Darren mengambil 2 pistol kesayangannya dan memasukkan ke saku jasnya dan satu nya ia simpan di saku celananya. Lalu melangkahkan kakinya keluar ruangan itu. Namun baru beberapa langkah tiba-tiba ponselnya berdering. Dan tertera nama mamanya di layar ponselnya, dengan cepat menggeser ikon berwarna hijau itu.
"Halo ada apa ma"ucap Darren yang kembali mengontrol amarahnya.
"Kau dimana sayang"tanya nyonya Ratu.
"Aku sedang ada urusan ma"jawab Darren.
"Tolong temui Fino di bandara. Soalnya Fino melarang mama untuk mengantarnya ke bandara" ucap nyonya Ratu yang meminta tolong kepada anaknya.
"Tapi ma, aku sedang sibuk. Lagian Fino berangkat bersama petinggi perusahaan menggunakan jet pribadiku" ucap Darren yang membantah.
"Baiklah jika kau tidak ingin melihat kepergian kakakmu....maka mama sendiri yang akan kesana" ucap nyonya Ratu dengan ancamannya.
"Baiklah, aku akan menemui Fino di bandara" ucap Darren lalu mematikan sambungan telepon nya sepihak.
Dengan langkah lebar Darren keluar dari markasnya, lalu masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan tempat itu menuju bandara.
Kini mobil yang membawa Ziva tidak jauh dari pelabuhan, mobil itu sempat melewati villa tempat tinggal mereka dulu yang sekarang sudah rata dengan tanah hanya rumput ilalang yang menjalar kemana-mana.
Ketiga mobil itu, menghentikan mobil Ziva dengan menembakkan pistolnya ke ban belakang mobil yang membawa Ziva. Lalu mobil itu oleng dan menabrak pohon besar.
Tuan Harris dan Ziva terbentur ke depan jok mobil. Sedangkan Baron terjatuh dari mobil. Lalu Baron menyuruh mereka untuk segera turun, karena bagian depan mobil sudah mengeluarkan asap.
Mereka semua turun dari mobil dan dibelakang sana, segerombolan lelaki berbaju hitam yang merupakan anggota The Tiger mulai mengepung mereka dengan menodongkan pistol.
Tak berapa lama kemudian, mobil itu terbakar dan siap meledak. Dengan cepat lelaki berbaju hitam itu lebih memilih menjauh begitu halnya Ziva dan kawan-kawan. Mobil itupun meledak. Ziva hanya mampu melihatnya dengan sedih. Karena mereka tidak sempat mengambil koper mereka.
Baron menyuruh Ziva beserta tuan Harris untuk segera pergi ke pelabuhan, dikarenakan sekitar 1 kilometer mereka akan tiba di pelabuhan ditambah tempat itu gelap. Hanya tanaman kelapa yang menghiasi tempat itu.
"Hei mau kemana kalian" ucap salah satu anggota The Tiger yang mulai menghampiri mereka.
Sementara Baron beserta Jonoh sudah siap melawan mereka. Begitu pun Ziva menghentikan langkahnya dan menyuruh kakeknya bersembunyi di balik pohon.
"Lawan kami terlebih dahulu" jawab Baron.
"Hei hanya kalian berdua. Bedebah gila...." ejek salah satu anggota The Tiger. Karena mereka berjumlah 20 orang.
Hiyaaa
Terjadilah perkelahian di tempat itu. Ziva pun ikut turun tangan untuk melawan mereka. Satu persatu anggota The Tiger dilumpuhkan oleh Ziva lewat teknik beladiri taekwondo yang dikuasainya.
Baron dan Jonoh bertarung mati-matian melawan mereka.
Saat Ziva kembali menghajar anggota The Tiger, tiba-tiba saja dari belakang seseorang menodongkan Ziva pistol. Ziva sempat berhenti melawan lelaki tadi kemudian mengangkat kedua tangannya di udara.
Akan tetapi dengan cepat Ziva berbalik badan lalu menendang pistol itu dari tangan lawannya. Pistol itu pun terjatuh ke tanah. Kemudian dengan cepat Ziva salto untuk mengambil pistol tersebut.
__ADS_1
Kini giliran Ziva yang kembali mengancam mereka dengan pistol itu.
Tak berapa lama kemudian Gamal, Riko beserta kedua anak buahnya ditambah 10 anggota The Manik tiba di tempat itu. Dan mereka menyaksikan perkelahian yang berlangsung itu. Dengan cepat Gamal dan Riko beserta anggota The Manik menghambur untuk melawan mereka.
Sementara tuan Harris yang sedang bersembunyi bernafas lega melihat kedatangan mereka.
Sambil melawan anggota The Tiger, Gamal memerintahkan Baron dan Jonoh untuk segera membawa Ziva dan tuan Harris ke pelabuhan.
Lalu mereka pun meninggalkan perkelahian itu.
Mereka pun menyusuri tanaman kelapa yang luasnya berhektar tanpa menggunakan pencahayaan. Tuan Harris sempat tersandung karena tidak melihat jalan dan kakinya pun terluka. Dengan suka rela Baron menggendong tuan Harris di pundaknya.
Ziva hanya bisa tersenyum saat melihat sebuah kapal masih bersandar. Lalu mereka buru-buru berjalan untuk bisa tiba di jembatan pelabuhan.
Ya Allah tolong lindungi hambamu ini hingga selamat sampai tujuan. Batin Ziva.
Akan tetapi, senyum Ziva pudar saat kembali melihat beberapa lelaki berbaju hitam itu sedang mondar-mandir di pesisir pantai.
"Kita bisa melawan mereka nona" ucap Baron.
Lalu menurunkan tuan Harris dengan hati-hati. Anggota the Tiger langsung menembak ke arah mereka. untungnya tembakan mereka meleset.
Kemudian Ziva, Baron dan Jonoh kembali melawan mereka. Terjadilah perkelahian di pesisir pantai itu. Salah satu dari anggota The Tiger menembakkan pistolnya ke arah tuan Harris hingga mengenai kaki tuan Harris.
Tuan Harris pun terjatuh dan shock berat hingga memegangi dadanya. Ziva yang melihat itu begitu murka lalu menghajar lelaki itu membabi-buta. Sedangkan Jonoh mulai kehabisan tenaga dan sudah babak belur.
Kemudian lelaki satunya ingin kembali menembak ke arah tuan Harris dengan cepat Baron menghentikan lelaki itu dengan melindungi tubuh tuan Harris, hingga peluru mengenai jantungnya. Sementara lelaki penembak tersenyum sinis dan terus menembaki Baron
Dor
Dor
Dor
Baron tersenyum di atas tubuh tuan Harris dan mengucapkan kata-kata terakhirnya.
"Saya senang bisa melindungi tuan" ucap Baron hingga menghembuskan nafas terakhirnya.
"Om Baron, kakek" teriak Ziva yang melihat Baron berlumuran darah.
Lelaki itu terus menembaki Baron sampai peluru pistolnya habis. Ziva begitu murka lalu mengajar lelaki tadi dari arah belakang dan menghajarnya habis-habisan hingga babak belur, dengan tangan gemetar Ziva mengeluarkan pistol yang dibawa tadi.
Dor
Satu tembakan mengenai kepala lelaki itu hingga tewas. Sementara anggota The Tiger lainnya sudah tidak berdaya. Jonoh pun tidak berdaya.
Dengan langkah lemas dan wajah yang memucat serta baju yang ia kenakan dipenuhi darah segar, Ziva menghampiri Baron dan Kakeknya.
"Kakek..om Baron....Hiks..hiks hiks"ucap Ziva dengan tangisannya. Untungnya tuan Harris masih bisa terbatuk-batuk..
"Kakek" ucap Ziva yang menghapus air matanya.
Lalu menggeser tubuh Baron yang sudah tidak bernyawa. Sementara tuan Harris perlahan mulai duduk. Lalu menyapu tangannya di wajah Baron sambil berkata "Innalilahi wainnailaihi Raji'un" ucap tuan Harris dengan napas berat. Ziva hanya mampu menangis.
"Lebih baik kita tinggalkan tempat ini" ucap tuan Harris yang lelah.
Ziva yang melihat kaki kakeknya yang terluka lalu merobek bajunya dan melilitkan kain tersebut di pergelangan kaki kakeknya
Kemudian Ziva menggendong kakeknya di balik pundaknya. Karena tuan Harris tidak bisa berjalan dengan kedua kakinya yang terluka.
Ziva kemudian melangkahkan kakinya menuju jembatan pelabuhan.
Saat beberapa langkah Salah satu anggota The Tiger yang sudah tidak berdaya kembali ingin menembak mereka dan untungnya Jonoh mampu menghentikan mereka hingga keduanya tewas.
Sementara Ziva sempat berbalik yang melihat Jonoh tidak berdaya, Jonoh pun dengan gerakan tangan lemah menyuruh Ziva untuk pergi. Ziva kembali menangis sambil menggendong kakeknya dengan langkah tertatih-tatih.
Kini Ziva sudah berada di dalam kapal nelayan memegangi lututnya, sambil terus melihat wajah sang kakek. Kapal itu akan membawanya ke perbatasan negara C dan negara B. Akankah ia mampu bertemu dengan kedua orang tuanya.
Bersambung......
Nulis itu membutuhkan waktu yang cukup lama, jadi mohon bersabar ya teman-teman 🤗
__ADS_1