Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Milan di jebak


__ADS_3

Sementara di tempat lain tepatnya di negara A...


Milan mulai memasuki club malam yang super elite di pusat kota. Milan mengenakan pakaian kemeja hitam berlengan panjang dengan jaket kulit dipadukan celana hitam berbahan jeans dan tak lupa topi yang bertengger di kepalanya.


Kali ini Milan sedang menyelidiki seseorang yang membantu Zayn membuat rencana melawan tuannya. Ia sudah mengetahui orang tersebut beberapa hari yang lalu.


Para pengunjung tampak enjoy menikmati suasana club malam. Terdengar alunan musik yang mulai menggema di telinga. Botol minuman dan gelas kaca mulai bertebaran. Beberapa pengunjung mulai berjoget riang menikmati pestanya.


Tampak dua lelaki yang sedang berdiri di pojok jendela sedang memperhatikan Milan yang berjalan mencari kursi kosong.


"Akhirnya mangsa kita datang juga" ucap lelaki itu yang tersenyum sinis.


"Ya aku tidak sabar mendapatkan pundi-pundi uang dari gadis itu" bisik lelaki yang satu yang tengah memperhatikan Milan.


Sementara Milan mulai duduk di sudut club yang menghadap di lantai dua. Milan memasang earphone nya untuk mengabari temannya yang merupakan anggota The Tiger, yang sedang berada di luar club.


Tak berselang kemudian, Fino beserta rekan bisnisnya juga memasuki club malam tersebut. Mereka berempat berjalan menuju lantai dua, khusus untuk kaum elite. Salah satu dari rekannya membooking ruang VVIP bersama 4 wanita malam di club tersebut, untuk mereka bersantai sambil membicarakan perihal bisnisnya.


Mereka berempat duduk di sofa ruangan VVIP, tak berselang kemudian, 4 wanita cantik nan seksi memasuki ruangan itu.


Fino mengibaskan tangannya, agar wanita itu tidak mendekati nya.


"Kau masih tidak berubah tuan Fino, tetap saja tuan Fino yang aku kenal yang tidak menyukai seorang wanita" ucap rekan bisnisnya yang bernama Bayu.


"Aku datang kesini tidak untuk bersenang-senang, tapi untuk membicarakan perihal kerja sama kita yang akan berlanjut atau tidak. Hanya saja kalian memilih tempat ini untuk perihal pekerjaan dan kesenangan" ucap Fino dingin.


Fino lalu membuka penutup botol air mineral kemudian meminumnya.


"Jangan sok suci tuan Fino, sekali kau mengenal wanita, kau tidak akan pernah melepaskannya" ucap teman satunya sambil mencercah bibir wanita di sampingnya.


"Sudah-sudah, lebih baik kita bahas rencana kerjasama kita, tuan Fino yang memiliki peranan penting karena perusahaan dia yang paling raksasa untuk menyuntikkan dana ke perusahaan kita. Jadi jaga bicaramu Ronald" ucap Hardi.


"Aku bisa saja membuat perusahaan kalian bangkrut" ucap Fino dingin sambil meremas botol plastik tersebut.


Sementara Dua rekan bisnisnya mulai bergidik ngeri. Ternyata gaya bicaranya yang bercanda bisa saja membuat perusahaan nya bangkrut.


Mereka kemudian mulai serius membicarakan perihal kerja sama nya yang akan kembali dilakukan. Sementara wanita malam tadi di usir dari ruangan itu.


Sedangkan Milan mulai menaruh curiga pada lelaki yang ia yakini bahwa teman persekongkolan Zayn.


Milan lalu berjalan tergesa-gesa untuk mengejar orang tersebut. Ia pun berlari saat orang itu berlari di lorong club. Sementara dua lelaki yang sedang mengintainya mulai mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Milan melihat orang yang ia kejar memasuki lift. Milan pun dengan cepat mengikutinya dan berhasil menembak dari jarak dekat.


Dor.


Terdapat timah panas di kaki orang yang ia kejar. Milan langsung membekuknya. Yang menampilkan sosok lelaki yang tersenyum sinis kepadanya.


"Tuan Aldo"ucap Milan yang mengenali lelaki tersebut.


Tak berapa lama kemudian beberapa anggota the Tiger mulai menghampiri Milan. Mereka lalu membekuk Aldo.


"Akulah yang bekerja sama dengan Zayn untuk membunuh Darren. Karena dia selalu menggagalkan bisnis persenjataan ku. Dan ingat masih ada kejutan untukmu Milan yang tidak kau ketahui" ucap Aldo yang tersenyum sinis.


"Bawa ke markas" ucap Milan dingin.


Lalu beberapa anggota the Tiger mulai membawa Aldo ke markasnya untuk menyiksanya terlebih dahulu sebelum mengakhiri hidupnya.


Milan pun akhirnya bernapas lega. Akhirnya menangkap orang yang sudah berani-berani melawan tuannya.


Milan lalu berjalan melewati lorong club tanpa menaruh curiga di sekitarnya.


Lelaki tadi mulai melancarkan aksinya. Yang satu bersembunyi di balik pintu dan satunya bersembunyi di sudut lorong.


Mereka berdua tersenyum lalu membawa Milan masuk ke salah satu kamar di club tersebut.


Tak berselang lama kemudian, muncullah 2 wanita malam yang bekerja di club tersebut masuk ke kamar itu.


"Kalian berdua dandani gadis itu. Karena setengah jam lagi pak Guntur dan pak Bonar akan datang" ucap Lelaki itu lalu memberikan 2 wanita itu uang tips untuk mereka.


"Baik boss" ucap wanita itu manja.


"Ambilkan aku air dan gelas" ucap lelaki itu.


Dengan cepat wanita itu mengambil air mineral dan gelas ditangannya, lalu menyerahkan kepada lelaki yang mereka anggap boss.


Kemudian lelaki itu mengambil gelas yang berisi air. Dia lalu memasukkan 2 serbuk obat ke dalam gelas itu.


"Biar kalian tidak repot melawan gadis ini" ucap lelaki itu tertawa.


Lelaki itu lalu menghampiri Milan dan salah satu tangannya membuka paksa mulut Milan, sementara wanita tadi memasukkan air yang di beri obat ke mulut Milan.


"Cepat kerjakan tugas kalian, ha ha ha ha" ucap lelaki itu tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Lalu mereka berdua keluar dari kamar itu.


Dua wanita tadi, mulai mengganti pakaian Milan dengan gaun yang super seksi seperti yang mereka kenakan. Wanita yang satu memoles wajah Milan agar terlihat menggoda pada saat bertemu dengan dua lelaki bandot tua yang akan menikmati tubuh Milan.


"Gadis ini tampak cantik, mungkin jarang menggunakan makeup sehingga saat akau memoles wajahnya dia tampak cantik" ucap wanita itu yang memuji hasil karyanya.


"Kasihan gadis ini akan melayani 2 bandot tua yang sudah membelinya" ucap wanita itu.


"Cepat bereskan semuanya, sebentar lagi mereka datang" ucap temannya.


Kemudian kedua wanita malam itu, keluar dari kamar tersebut.


Milan sama sekali tidak berdaya dengan obat bius yang menyerangnya. Entah berapa lama ia baru sadar dari obat bius tersebut.


Kini ke dua lelaki tadi mulai duduk di meja bartender, ia mengobrol bersama temannya menunggu kedatangan tamu yang akan membeli Milan.


Tak berselang kemudian, orang yang mereka tunggu datang bersamaan dengan mengenakan setelan jas. Kedua Lelaki tadi lalu menuntun mereka berjalan menuju kamar yang di tempati oleh Milan.


Kini mereka tiba di depan pintu kamar dimana Milan berada.


Kedua lelaki tadi mempersilahkan lelaki bandot tua untuk masuk. Lalu mereka menutup kembali pintu kamar itu.


Lelaki bandot tua itu saling pandang lalu tertawa, rupanya gadis yang mereka beli sangat cantik dan menggairahkan.


"Aku dulu yang menikmati tubuh gadis ini, kau belakangan saja" ucap Pak Bonar.


"Tidak, aku yang pertama ingin melakukannya" ucap Pak Guntur.


Mereka pun saling berdebat, dan melakukan cara jitu melemparkan uang koin untuk menjadi pemenang.


"Aku yang menang" ucap pak Guntur.


Kedua lelaki bandot tua itu, mulai membuka satu persatu pakaian mereka. Dan siap untuk menerkam Milan yang begitu menggoda di atas tempat tidur.


Pak Guntur mulai mendekat ke tempat tidur. Bandot tua itu menelan salivanya dengan cepat, saat melihat kaki mulus Milan yang begitu menggoda di depan mata. Ia lalu membungkukkan badannya untuk mencium Milan terlebih dahulu.


Brakk


Terdengar suara pintu yang terbuka tampak sosok lelaki berdiri dengan amarah yang menggebu-gebu.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2