
Ziva baru saja selesai mengolesi salep ke punggung Darren dengan perasaan campur aduk antara kesal dan marah pastinya.
"Apa ada lagi yang kau butuhkan tuan Alexander" ucap Ziva yang terlihat lelah berdiri layaknya seorang bodyguard.
Sementara Darren tidak angkat bicara, ia malah memakai kembali bajunya.
"Baiklah, berarti tidak ada lagi kan, lagian saya mau istirahat"ucap Ziva kesal.
Ziva pun kembali ingin berjalan, namun Darren malah menghalangi langkah Ziva dengan menarik ujung baju Ziva.
Ziva pun tersentak kaget dengan aksi Darren yang menarik bajunya.
"Hei apa yang kau lakukan tuan Alexander, bisa-bisa baju saya sobek"ucap Ziva geram.
"Siapa yang menyuruh mu mengenakan baju ini" tanya Darren dengan tatapan tajam.
"Kau tahu sendiri, saya itu diculik oleh tuan Alexander yang terhormat dan di kamar ini, tidak ada satu pun baju wanita, jadi dengan terpaksa saya mengenakan baju anda tuan" ucap Ziva menjelaskan sambil tersenyum mengejek.
"Buka baju itu, atau aku yang bukakan" ucap Darren dingin.
Tidak akan, dasar pengusaha gila menyebalkan. Tuhan pasti akan membalas semua perbuatan mu kepada ku. Batin Ziva.
"Apa kau tidak dengar hah" ucap Darren dengan suara lantang.
"Aku tidak akan membuka baju ini, memangnya apa urusannya dengan baju ini" ucap Ziva dengan pembelaannya.
Tanpa pikir panjang Darren berjalan mendekati Ziva dengan tatapan tajam yang siap membunuh Ziva. Sedangkan Ziva ikut mundur kebelakang. Darren terus berjalan hingga Ziva terpojok di dinding kapal.
"Jangan mendekat" teriak Ziva.
Sementara Darren semakin mendekat hingga menghimpit tubuh Ziva, sehingga tidak ada jarak diantara mereka.
Mereka kembali saling menatap satu sama lain dengan tatapan kebencian.
"Kau gadis pembangkang, aku akan menghukum mu" ucap Darren dingin dengan seringai licik diwajahnya.
Lalu Darren menarik baju Ziva dan ingin membukanya. Sementara Ziva mempertahankan baju yang ia kenakan sehingga terjadi aksi tarik menarik hingga beberapa kancing baju Ziva terlepas. Hingga akhirnya terekspos perut rata Ziva yang tidak memiliki lemak.
Ziva pun begitu marah, karena harga diri dia sebagai wanita sedang ditindas oleh musuhnya.
Darren hanya menatapnya dengan tatapan tanpa ekspresi. Lalu ia kembali menjalankan aksinya.
Ziva begitu marah dan mendaratkan tangannya di wajah tampan Darren dengan keras.
Plakk
"Cukup!, kau lelaki yang kurang ajar" ucap Ziva sambil menunjuk Darren dengan suara meninggi yang menggema di kamar itu.
Darren pun begitu marah, karena untuk pertama kalinya seorang gadis menamparnya.
"KAU!....." ucap Darren yang mengepalkan tangannya dengan tatapan membunuh.
"Apa hah...."tantang Ziva balik yang sama sekali tidak takut dengan ketua mafia di hadapan nya.
Darren pun menarik pinggang ramping Ziva. Sementara Ziva memberontak dengan tatapan kebencian.
"Lepaskan!, Kau akan menyesal dengan tindakan mu itu!".
Darren terus mendekatkan wajahnya hingga semakin dekat, sambil sesekali menelan salivanya menatap bibir ranum Ziva yang begitu menggoda baginya, bahkan nafasnya menerpa wajah Ziva.
Apa pengusaha gila ini mau mencium ku, oh tidak akan pernah aku membiarkan dia menciumku. Batin Ziva yang begitu gugup melihat Darren yang terus mendekat kan wajahnya.
Lalu Darren siap menggapai bibir ranum Ziva, namun terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok
__ADS_1
tok
tok
"Sial!" ucap Darren kesal lalu mendorong tubuh Ziva hingga terjengkang ke belakang.
Sementara Darren berjalan untuk membuka pintu kamar nya dan melihat siapa yang berani menggangu nya. Darren pun bersandar di pintu dan menatap tajam lelaki dihadapannya.
"Para awak kapal mengundang tuan untuk minum bersama, sebagai rasa hormat mereka untuk menyambut kedatangan tuan Darren di kapal pesiar ini" ucap Jones yang tersenyum kikuk.
"Hemm, baiklah"ucap Darren lalu menutup kembali pintu kamarnya.
"Sepertinya tuan Darren sedang kesal" gumam jones yang dapat membaca pikiran tuannya.
Sementara jones hanya tersenyum dan berdiri di depan pintu kamar tuannya bersama kedua anak buahnya.
"Syukurlah, aku bisa lolos darinya. Enak saja pengusaha gila itu ingin menciumku" ucap Ziva bernafas lega yang tidak lagi melihat keberadaan Darren.
"Ya Tuhan apa yang harus kulakukan agar bisa keluar dari tempat ini" ucap Ziva yang mengikat kedua ujung bajunya.
Namun siapa sangka, Darren sudah berada di belakangnya sambil berdehem...
"Jangan coba-coba kabur dari ku, karena bisa saja aku sendiri yang melenyapkan mu. Ingat... ini baru permulaan, masih ada tempat yang akan menunggu mu" ucap Darren dingin. Lalu berlalu meninggalkan nya sambil menutup pintu kamarnya dengan keras dan tak lupa menguncinya dari luar.
Ziva pun terduduk lemas di sofa, mendengar ucapan Darren.
"Aku yakin Ayah ku akan menemukan ku dan membawaku pergi dari tempat yang kau maksud. Dan kau pengusaha gila akan menyesali perbuatan mu, karena sudah berani mengusik keluarga Damanik" ucap Ziva marah dengan mata memerah ditambah ia sedang pms yang membuat marahnya menjadi-jadi.
Kemudian ia pun berjalan menuju toilet untuk meredakan amarahnya. Sambil mengambil air wudhu. Walaupun ia sedang pms, namun cara terbaik untuk meredakan amarahnya yaitu dengan cara berwudhu.
Kini Ziva sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Dan tak berapa lama kemudian ia pun terlelap.
🍁🍁🍁🍁
Milan bersama beberapa anggota the Tiger berhasil mengelabui Riko dengan cara memanipulasi kecelakaan mereka disebuah jurang. Hingga mobil yang membawa nya masuk ke dalam jurang dan mengira mereka tewas di dalamnya.
"Misi kita selesai" ucap Milan yang sudah berada di markas The Tiger.
"Bagaimana dengan lelaki yang kita sekap tadi" ucap temannya.
"Kita lepaskan saja" ucap Milan.
Lalu mereka berjalan bersama-sama menuju gedung tua di samping markas mereka.
"Lepaskan aku, kalian semua pengecut" ucap Zayn yang sudah babak belur dengan tali rantai di kedua tangannya.
Tak berapa lama kemudian Milan beserta rombongan the Tiger menghampiri Zayn.
Zayn dapat melihat para mafia di hadapannya yang sudah menyekapnya.
Milan pun berjalan mendekat ke arah Zayn.
"Untung kami masih mengasihani mu tuan" ucap Milan yang tersenyum mengejek.
"Kalian semua akan menyesal" ucap Zayn dengan ancamannya.
"Oh ya, penjahat kelamin seperti mu wajar menerima hukuman ini" ucap Milan dengan seringai licik diwajahnya. Lalu menendang aset berharga Zayn.
Akkkkh
Rintih Zayn kesakitan. Sementara anggota The Tiger membuka rantai di kedua tangan Zayn sambil tertawa. Sementara Milan dan lainnya tertawa terbahak-bahak atas kemenangannya.
Kemudian Milan dan anggota The Tiger meninggalkan tempat tersebut.
Dan Zayn sendiri masih meronta kesakitan pada aset berharga nya. Bisa-bisa aset berharga nya tidak dapat bekerja untuk menghasilkan keturunan.
__ADS_1
"Kalian semua akan menyesal, dan terutama orang yang sudah melukai jojoku. Aku bersumpah tidak akan mengampuni mu"ucap Zayn dengan marah.
🍁🍁🍁🍁
Ziva pun mulai terlelap dalam mimpi.
Ziva berjalan di pinggir pantai dengan begitu bahagianya. Iapun melihat disekelilingnya yang begitu indah. Iapun mencari keberadaan keluarganya sambil berjalan kesana-kemari.
Namun ia dapat melihat seorang lelaki tua sedang berdiri di pinggir pantai yang jauh darinya dengan berpakaian serba putih. Ziva pun mulai berjalan menghampirinya.
Lalu lelaki tua itu berbalik dan tersenyum ke arah Ziva.
"Kakek" teriak Ziva sambil berlari menghampiri kakeknya.
"Jaga dirimu baik-baik nak" ucap lelaki tua itu dan tak berapa lama kemudian wujudnya sudah menghilang.
"Kakek... jangan tinggalkan aku" teriak Ziva yang sudah tidak melihat keberadaan kakeknya.
"Kakek!"
Ziva pun terbangun dari tidurnya dengan keringat yang membasahi wajahnya.
"Astaghfirullah, cuman mimpi".
Lalu ziva berjalan untuk mengambil air minum karena tenggorokannya kering. Dan tak sengaja ia melihat jam di atas nakas.
"Baru jam 9 malam"
Kemudian ia kembali mengedarkan pandangannya mencari lelaki yang dibencinya.
"Sepertinya pengusaha gila itu belum kembali" gumam Ziva lalu kembali berjalan menuju area yang seperti dapur di kamar itu.
Ziva lalu membuka lemari pendingin dan mengambil air mineral, lalu iapun duduk di kursi sambil meminum air mineral itu hingga tandas.
Kemudian Ziva kembali berjalan menuju tempat tidur dan tak sengaja matanya melihat sebuah buku yang tersusun rapi di sebuah lemari.
"Sepertinya aku perlu hiburan" gumam Ziva
Lalu membuka lemari itu dan memilih buku yang ingin ia baca.
"Kapten bajak laut" itulah pilihan buku yang akan ia baca.
Kemudian Ziva buru-buru naik ke tempat tidur dan menyandarkan punggungnya di bad tempat tidur. Lalu iapun mulai membaca buku itu, dan sesekali ia tertawa terbahak-bahak membaca buku itu.
Sampai-sampai Ziva tidak mendengar suara pintu kamarnya terbuka.
Sementara Darren yang baru saja berada di kamar itu, dapat mendengar tawa seorang gadis. Dengan kepala sedikit pusing, padahal Darren sama sekali tidak minum-minuman yang beralkohol. Ia lalu berjalan menuju sumber suara tawa tersebut.
"Apa yang kau lakukan" teriak Darren dengan suara menggema di kamar itu.
Ziva pun terlonjat kaget mendengar teriakkan Darren, tapi dia tidak ambil pusing. Ia malah menyimpan buku yang habis ia baca di bawah bantal. Kemudian ia pun menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan sama sekali tidak memperdulikan Darren.
Darren begitu marah karena telah diabaikan. Ia pun naik ke atas tempat tidur lalu melempar selimut yang menutupi tubuh Ziva lalu menindih tubuh Ziva.
Mata mereka kembali bertemu. Ziva sama sekali tidak takut dengan mata elang Darren yang bernafsu terhadapnya.
"Kau milikku malam ini".
Bersambung........
Maaf ya teman-teman, aku baru update.🙏🙏
Soalnya beberapa hari belakangan, aku bolak balik ke rumah sakit untuk persalinan kakakku dan alhamdulilah aku punya ponakan baru 😁
Jaga kesehatan kalian semua ya, dan semoga puasa kalian tetap lancar. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1