Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Ungkapan perasaan + Visual Pemain


__ADS_3

Milan, jones dan beberapa anggota the Tiger baru saja tiba di gerbang utama kediaman Damanik. Mereka semua melanggar perintah tuannya untuk tidak ke kediaman Damanik.


Jones dan Milan tidak ingin tuannya melakukan hal bodoh dengan cara melawan seluruh anggota The Manik. Tapi apa boleh buat, semuanya sudah terjadi dan mereka tetap percaya bahwa teknik beladiri ketuanya tidak bisa diremehkan yang mampu melawan para anggota The Manik yang berkisar 100 orang.


"Kemana perginya tuan Darren, aku belum melihatnya" ucap salah satu anggota The Tiger yang sedang mencari keberadaan tuannya. Di tambah hujan yang masih rintik-rintik. Sementara para anggota The Manik sudah terkapar di tanah dengan wajah babak belur.


"Lebih baik kita masuk" ucap jones.


Sementara Milan sudah berjalan terlebih dahulu meninggalkan mereka. Milan mampu menyaksikan tuannya sedang bersimpuh di hadapan istrinya


"Cinta membuat seseorang menjadi berubah, bahkan berbuat hal yang konyol" ucap Milan sambil geleng-geleng kepala. Dan tak sengaja penglihatannya tertuju pada seseorang bertopeng di balik pohon, yang sedang mengarahkan senapan panjang ke arah tuannya. Seseorang bertopeng itu sedang membidik mangsanya.


Milan dengan cepat berlari menghampiri tuannya, sambil bersiul tanda bahaya.


Sementara Ziva masih saja berdiri di tempatnya, yang sudah basah kuyup. Sedangkan Darren yang sangat familiar dengan siulan itu, dengan cepat membuka jaketnya lalu mendorong tubuh Ziva hingga mereka jatuh bersamaan. Pandangan mata mereka kembali bertemu.


Dor


Terdengar suara tembakan yang kesasar. Milan dengan cepat ikut menembak ke arah orang tersebut. Hingga terjadi baku tembak dengan seseorang bertopeng itu.


"Tuan... lebih baik anda membawa nona Ziva menjauh" ucap Milan yang sedang melakukan baku tembak.


Sementara tuan Alvin yang mendengar suara tembakan dengan cepat berlari keluar, diikuti oleh istrinya. Ia mengepalkan tangannya saat melihat Darren mengendong putrinya berjalan ke arahnya.


Jones dan lainnya lebih memilih menyaksikan para anggota The Manik yang saling tolong menolong membantu temannya. Tak berselang kemudian, Fino beserta rombongannya ikut bergabung dengan jones. Ia hanya menyaksikan kondisi yang terjadi.


Milan berhasil melumpuhkan orang bertopeng itu. Ia lalu berbalik arah mencari keberadaan tuannya. Namun keberuntungan belum berpihak kepadanya.


Dor


Timah panas berhasil bersarang di punggungnya.


"Brengsek" ucap Milan yang kembali berbalik dan menembak ke arah lawannya yang berada di loteng rumah.


Dor


Tembakan Milan selalu saja tepat sasaran, hingga orang tersebut terjatuh di loteng rumah.


Sementara Fino, jones dan lainnya mulai menghampiri Milan yang tengah terluka.


"Aku baru melihat kemampuan menembak mu yang lumayan bagus" ucap Fino yang memandang remeh anak buah adiknya.


"Terima kasih tuan atas pujiannya, saya akan berlatih lebih keras lagi dalam hal menembak" ucap Milan lalu berjalan menjauh dengan punggung yang terluka. Darah segar mulai bercucuran di setelan jasnya hingga jatuh ke tanah.


"Hei pergilah ke klinik untuk mengobati lukamu" teriak Fino.


Sementara Milan tidak ambil pusing kalau ia sedang terluka dan sudah terbiasa mengobati lukanya sendiri.


Riko beserta anggota The Manik mulai menghampiri Fino.


"Lebih baik kita pergi, biarkan Darren yang mengurus rumah tangganya. Kita tidak perlu ikut campur dengan urusan mereka" ucap Fino.


"Terima kasih tuan Fino, akhirnya kami bisa membekuk juga penghianat di anggota kami" ucap Riko.


"Aku tidak berniat membantumu, tapi disini aku tidak ingin adik ipar ku sampai terluka" ucap Fino sambil tersenyum sinis.


"Untungnya anak buah Darren, bisa melumpuhkan para bayaran sahabat mu, kalau begitu aku permisi dulu tuan Riko" ucap Fino lalu undur diri.

__ADS_1


"Terima kasih tuan Fino" ucap Riko.


"Oh iya, seluruh kerusakan dan luka-luka para anggota The Manik biar adikku Darren yang menanggung seluruh biayanya" ucap Fino.


"Baik tuan, terima kasih atas kebaikannya" ucap Riko.


Fino melenggang pergi bersama para anak buahnya. Sementara jones bersama lainnya masih berbincang-bincang dengan Riko.


Sementara Doni sudah ketangkap basah atas perbuatannya yang ingin membunuh Ziva dan Darren. Untungnya Darren, Fino dan anggota nya berhasil membekuknya.


Doni sudah di bawa ke penjara bawah tanah milik anggota The Tiger. Doni akan dapat penyiksaan dari para anggota The Tiger.


Sementara Darren mengendong Ziva hingga ke kamarnya. Setelah itu, ia mulai meninggalkan Ziva di kamar.


Sementara Tuan Alvin, nyonya Ira dan Lexa hanya duduk di sofa dengan kepala sedikit pusing. Mereka masih tidak menyangka ucapan Riko yang mengatakan bahwa Doni orang kepercayaan sekaligus sahabatnya ingin menghabisi Ziva putrinya.


Pandangan mereka kembali tertuju pada sosok lelaki di ujung tangga. Tuan Alvin dengan cepat mengalihkan pandangannya dengan tatapan jengah terhadap Darren.


"Terima kasih, kau telah menyelamatkan putriku. Menginap lah di rumah ini, sepertinya putriku akhir-akhir ini merindukanmu" ucap nyonya Ira.


"Iya..Kau harus menjaga adikku Ziva dan jangan berani-berani membantah ucapan bunda" ucap Lexa.


Sementara tuan Alvin memilih meninggalkan mereka, yang sama sekali tidak suka melihat keberadaan Darren.


"Pergilah ke kamar istrimu atau gunakan saja kamar ruang tamu itu jika kau mau" ucap Nyonya Ira sambil menunjuk kamar tamu.


"Baiklah nyonya, saya gunakan kamar tamu saja. Saya tidak ingin menganggu Ziva" ucap Darren.


"Ya sudah beristirahatlah, aku juga sudah ngantuk" ucap Lexa lalu mulai bangkit dari duduknya dan berjalan menggunakan tongkat menuju kamarnya.


Darren sudah berada di dalam kamar tamu. Ia baru saja membersihkan tubuhnya. Ia hanya menggunakan handuk yang ia lilitkan di pinggang nya. Ia tidak memiliki baju ganti yang harus ia kenakan.


Cklek


Tampak sosok istrinya yang sedang membawa pakaian untuknya. Darren lagi-lagi tersenyum hangat kepada istrinya. Ziva memilih masuk lalu meletakkan pakaian yang dibawahnya di atas tempat tidur.


"Ini baju ayahku, kau bisa memakainya" ucap Ziva yang sama sekali tidak ingin menatap suaminya.


"Tidurlah dengan ku di kamar ini Zivanna"ucap Darren yang terlihat seperti sedang memohon.


"Maaf aku tidak bisa" ucap Ziva lalu berbalik.


Darren dengan cepat memeluknya dari belakang.


"Aku sangat merindukanmu Zivanna" ucap Darren yang sedang memeluk Ziva dengan erat.


Tiba-tiba saja jantung Ziva memompa lebih cepat layaknya sedang melakukan lari maraton. Darren pun mengalami hal yang sama.


"Aku mencintaimu Zivanna, tolonglah tidur bersamaku" ucap Darren sambil mencium pipi Ziva.


Ziva lagi-lagi membeku, dengan kasar ia melepaskan tangan Darren yang melingkar di perutnya. Ia lalu berjalan buru-buru meninggalkan kamar itu.


Ada perasaan kecewa di hati Darren mendapatkan penolakan dari sang istri.


"Aku harus lebih bersabar untuk mendapatkan hati Zivanna" ucap Darren sambil tersenyum. Walaupun mendapat penolakan dari sang istri tapi ia berhasil mencium pipi sang istri.


Bahkan ia belum juga mengobati wajahnya yang sedikit lecet. Setelah Selesai memakai pakaian yang disiapkan oleh istrinya. Ia lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.

__ADS_1


Begitu halnya dengan Ziva yang sedang membaringkan tubuhnya. Ia kembali menyentuh pipi yang habis di cium oleh Darren.


Ziva kembali membolak-balikkan tubuhnya berharap bisa tertidur dengan cepat. begitupun dengan Darren yang juga tidak bisa tertidur.


Waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, Ziva masih belum juga tertidur. Kemudian Ziva memilih mengambil air wudhu guna menjalankan sholat Sunnah hajad.


Ziva begitu khusyuk menjalankan ibadahnya. Selepas sholat, Ziva lalu berdoa minta ampunan kepada Allah SWT.


"Ya Allah ampunilah dosa-dosa ku, dosa kepada kedua orang tua ku, suamiku. Ya Allah berilah hidayah dan petunjuk untuk suamiku agar selalu berada di jalanmu ya Allah. Bukakanlah pintu hati ku untuk bisa menerima suamiku. Dan bukakanlah pintu hati ayahku, agar bisa merestui pernikahan kami ya Allah. Hanya engkaulah yang bisa membolak-balikkan hati hamba mu ya Allah...Amin ya rabbal Al-Amin".


Ziva lalu membereskan alat sholatnya. Ia merasa berdosa sudah melakukan penolakan terhadap suaminya. Dengan langkah terburu-buru Ziva lalu menuruni anak tangga menuju kamar suaminya.


Napasnya mulai tersengal-sengal di depan pintu kamar suaminya. Tanpa pikir panjang, ia lalu membuka pintu kamar itu, yang ternyata tidak di kunci. Ziva lalu masuk dengan penuh hati-hati. Kemudian ia kembali menutup pintu kamar itu dan menguncinya.


Setelah itu, ia mulai berjalan ke arah tempat tidur. Dan mendapati suaminya sedang tertidur.


"Kau bahkan mempertaruhkan nyawa mu untuk menemui ku. Maafkan aku yang sudah menolak mu Alexander" ucap Ziva yang sedang membungkuk menatap wajah suaminya.


Setelah merasa perasaannya sudah tenang menatap wajah suaminya. Ziva memilih untuk meninggalkan kamar itu. Saat berbalik badan, tiba-tiba Darren menarik tangannya hingga terjatuh menubruk dada bidang suaminya.


Ziva menjadi kaget bukan main, ternyata suaminya tidak tidur.


"Apa kau merindukanku"goda Darren kepada istrinya.


"Siapa yang merindukan" ucap Ziva yang mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Darren lalu menggeser tubuh istrinya. Ia begitu senang bisa memeluk Ziva dengan erat.


"Maafkan aku sudah membuat keluarga mu terluka, aku sangat menyesali perbuatanku" ucap Darren.


"Aku mencintaimu Zivanna" ucap Darren tepat di telinga istrinya.


"Aku mencintaimu Zivanna Damanik" ucap Darren.


"Aku mencintaimu istriku" ucap Darren.


Tiba-tiba saja wajah Ziva menjadi merona mendengar ucapan suaminya.


"Jangan pernah tinggalkan aku Zivanna, aku sangat-sangat mencintaimu" ucap Darren lalu mencium kening istrinya.


Sementara Ziva hanya bungkam dan tidak membantah perlakuan suaminya. Darren memeluknya dengan erat seolah tidak ingin melepaskan istrinya hingga mereka tertidur dengan nyenyak.


Akhirnya Darren mengungkapkan perasaannya kepada istrinya bahwa ia sangat mencintai istrinya.


Sementara Milan berada di kediaman Fino, rupanya ia pingsan di samping mobilnya. Hingga Fino menolong nya dan membawanya ke rumah sakit dan klinik terdekat. Namun sayang seribu sayang Rumah sakit dan klinik dipenuhi oleh para anggota The Manik yang menjalani perawatan. Sehingga Fino memilih membawanya ke kediamannya.


Fino lalu menyuruh para pelayan untuk mengganti pakaian Milan dan memerintahkan mereka untuk mengobati luka Milan.


Bersambung....


Maaf bila alurnya tidak sesuai 🙏🙏🙏


Mohon maaf ya teman-teman aku baru update..🙏🙏🙏


Ini visual untuk Zivanna Damanik dan Darren Alexander Tiger, menurut author ya


__ADS_1



Susah nyari gadis yang berhijab ya sesuai karakter tokoh nya. Aku merasa dapat fillnya pada yang editan artis Korea ini. Jadi teman-teman harap di maklumi ya 🤗


__ADS_2