Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Berduka


__ADS_3

Tuan Alvin langsung menangkap tubuh sang ayah. Lalu iapun memangku tubuh sang ayah yang terluka tanpa memperdulikan lukanya sendiri.


"Ayah bertahanlah" ucap tuan Alvin yang begitu panik melihat kondisi tuan Harris.


Nyonya Ira pun mulai mendekat dan hanya mampu menangis melihat keadaan ayah mertuanya.


"Hei kalian siapkan mobil" teriak tuan Alvin histeris kepada anak buahnya.


"Ayah bertahanlah kita akan ke rumah sakit" ucap nyonya Ira sambil memegang tangan sang mertua dengan berderai air mata.


"Lebih baik kita ke rumah sakit ayah" ucap tuan Alvin yang akan mengangkat tubuh sang ayah.


"Tidak perlu, ayah cuman ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian bahwa ayah sudah bersyukur kepada Allah, karena masih bisa diberikan kesempatan untuk melihat cucuku menikah" ucap tuan Harris dengan mata berkaca-kaca yang sudah tidak peduli dengan sakit yang dialami.


"Jangan berkata seperti itu ayah. Pernikahan mereka tidak sah, karena hanya kebohongan. Aku tidak akan pernah merestui putriku menikah dengan pemuda itu"ucap tuan Alvin dengan mata berkaca-kaca yang terpaut emosi.


"Pernikahan mereka sah, ayah sendirilah yang menjadi wali nikah mereka. Ini sudah garis tangan untuk cucuku....yang ditakdirkan oleh..... Allah untuk menikah dengan pemuda itu.....Aku bersumpah semoga mereka bahagia.... Maa-afkan ayah....bila banyak salah kepada kalian" ucap tuan Harris dengan suara terputus-putus dengan pernapasan yang tidak stabil.


Gamal beserta istrinya ikut mendekat kepada tuan Harris yang sudah sekaratul maut sambil berjongkok memegangi kaki tuan Harris dengan mata memerah.


"Kita harus ke rumah sakit mas, jangan biarkan ayah seperti ini" ucap nyonya Ira yang tidak kuasa menahan isak tangisnya.


Tuan Harris mengucapkan dua kalimat syahadat dengan suara yang tidak jelas hingga menghembuskan nafas terakhirnya.


Seluruh keluarga tidak mampu menahan tangisnya dan tidak rela kehilangan panutannya selama ini. Sosok orang tua yang selalu menuntunnya ke jalan yang benar.


"AYAH......" ucap tuan Alvin histeris sambil menguncang tubuh sang ayah yang sudah tidak bernyawa.


"Kumohon bangunlah ayah, hiks hiks hiks.... jangan tinggalkan kami" ucap nyonya Ira yang begitu terpukul.


"Tuan dan nyonya harus tabah, jangan sampai tuan Harris tidak tenang di alam sana, melihat tuan dan nyonya yang tidak ikhlas atas kepergiannya. Dan semoga tuan Harris tetap husnul khatimah" ucap Gamal yang turut berdukacita.


Sementara Donna hanya mampu menangisi kepergian tuan Harris yang dianggapnya sebagai keluarga selama ini. Dan baby Key digendongnya ikut menangis melihat sosok ibu yang sedang menangis.


"Sepertinya kita harus persiapkan pemakaman tuan Harris" ucap Gamal.


Lalu tuan Alvin pun mengangkat tubuh sang ayah yang sudah tidak bernyawa keluar dari hotel.


Untuk tamu undangan lainnya hanya mampu mencari aman dan tidak menyangka akan terjadi tragedi seperti itu.


🍁🍁🍁🍁


Kini mereka sudah berada di pemakaman keluarga Damanik. Tempat itu, sudah dipenuhi oleh orang yang berpakaian hitam yang dihadiri oleh kerabat dekat dan anggota The Manik lainnya.


Mereka semua turut berduka cita atas kepergian tuan Harris yang dianggapnya sebagai orang bijak. Kini Hanya sebuah batu nisan yang bertuliskan nama Harris Damanik dan amal kebaikannya yang mampu orang ingat terus-menerus.


Nyonya Ira masih tidak kuasa menahan tangisnya bahkan ia pun jatuh pingsan pada saat proses pemakaman tuan Harris. Setelah selesai menaburkan bunga dan memanjatkan doa satu persatu kerabat dekat mulai meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Beberapa pelayan dikediamannya turut hadir di pemakaman itu, lalu mereka memapah nyonya Ira masuk ke dalam mobil karena terlihat lelah.


Sementara tuan Alvin masih tidak bergeming ditempatnya dan sepertinya ia tidak akan meninggalkan makam sang ayah.


Gamal pun masih setia berdiri di samping nya yang tidak ingin meninggalkan nya.


"Kau pulang saja, aku masih ingin disini".


"Tidak tuan Alvin, saya akan tetap menemani anda".


Matahari pun sebentar lagi akan menenggelamkan dirinya. Sementara tuan Alvin masih ingin berada di tempat itu. Dengan susah paya, Gamal pun membujuk tuan Alvin untuk pulang ke kediaman nya.


"Tuan sampai kapan anda berada di tempat itu, apa tuan tidak berfikir, semua orang merasa kehilangan tuan Harris. Jadi saya berharap, tuan jangan bertindak seperti ini yang membuat anda terlihat putus asa" ucap Gamal yang sedikit menasihati tuan Alvin.


Tanpa menjawab ucapan Gamal lalu tuan Alvin mulai bangkit dari duduknya dan berjalan lebih dulu meninggalkan tempat itu. Lalu Gamal pun ikut mengekor di belakangnya.


🍁🍁🍁🍁


Sementara untuk Riko sendiri yang sudah menjabat sebagai ketua mafia The Manik terus mengejar mobil Darren yang membawa Ziva beserta anggota The Manik. Bahkan seluruh anggota The Manik di kerahkan untuk menangkap mereka. Semua itu, atas perintah tuan Alvin yang ingin membawa mereka hidup-hidup di hadapannya. Sehingga Riko tidak hadir di pemakaman itu.


Mobil mereka melaju dengan kecepatan tinggi layaknya sedang melakukan balapan di lintasan sirkuit. Riko terus menembak ke arah mobil Darren untuk menghentikan pergerakannya. Namun dengan lihainya supir pribadi Darren mulai melaju ke depan, dan mencari jalan pintas.


"Kau sudah menghubungi Jones" tanya Darren.


"Sudah tuan, sebentar lagi kita akan bertemu dengan mereka" ucap Milan.


Saat di persimpangan jalan sebuah helikopter mulai terbang rendah dan ingin mendarat.


Mobil pun kembali melaju dengan kecepatan tinggi. Dan berhenti tepat di hadapan helikopter tersebut.


Darren lalu turun, kemudian mengangkat tubuh Ziva dan membawanya masuk ke dalam helikopter. Sang kapten bersama rekannya tersenyum sambil mengedipkan mata kepada Darren.


Kemudian mereka meninggalkan tempat itu dengan menggunakan helikopter.


Sementara Milan beserta supir terus melaju ke depan. Dan memancing Riko beserta anggota The Manik lainnya untuk terus mengikutinya.


"Mereka pergi menggunakan helikopter tuan" ucap anak buah Riko yang saling terhubung menggunakan earphone.


"Ya betul, kita masih bisa mengetahui pergerakan mereka melalui kamera kecil pada gaun nona Ziva" ucap Riko.


Kemudian iapun menghubungi anggota The Manik lainnya untuk menyiapkan helikopter.


Tak berapa lama kemudian 2 buah helikopter mulai terbang rendah. Kemudian mereka menurunkan tali untuk digapai Riko dan lainnya naik ke helikopter. Setelah mereka sudah berada di dalam helikopter. Helikopter pun terbang mengikuti mereka.


"Tuan Darren, mereka mengikuti kita" ucap rekan kapten yang bernama Jones.


"Sial bagaimana bisa mereka mengikuti ku" ucap Darren kesal.

__ADS_1


"Sepertinya ada sinyal diantara kalian berdua" ucap Jones.


Lalu Darren pun mulai memeriksa dirinya terlebih dahulu. Setelah dirasa aman, kemudian ia pun bergerak ingin memeriksa tubuh Ziva. Namun tangannya seolah tidak ingin menyentuh gadis yang sudah menjadi istrinya itu.


"Cari jalan lain" ucap Darren.


"Hei tuan dimana pun kita pergi mereka akan mengetahui keberadaan kita. Cepat periksa gadis itu, lagian sepertinya anda baru saja menikah dan gadis itu sudah halal untukmu" ucap Jones yang sedikit menggoda Darren karena baru kali ini ia melihat tuannya bersama seorang wanita.


Tanpa pikir panjang Darren lalu meraba tubuh Ziva yang tengah pingsan dan benar saja sebuah kamera kecil dan alat penyadap terselip di gaun pengantin Ziva yang terletak di area lehernya. Lalu Darren membuang alat tersebut.


"Bagaimana bereskan" ucap Jones.


Helikopter yang membawa mereka, kembali mendarat di sebuah kapal pesiar yang begitu mewah.


Kemudian Darren kembali mengendong tubuh Ziva yang pastinya bisa-bisa punggungnya encok. Turun dari helikopter, sementara para pekerja di kapal pesiar itu berdatangan menyambutnya.


Lalu Jones ikut turun bersama mereka. Setelah itu helikopter itu kembali terbang meninggalkan mereka.


"Apa kamar tuan Darren sudah kalian siapkan" ucap Jones pada para pekerja di kapal pesiar itu.


"Semuanya sudah siap tuan"


"Bagus, karena tuan Darren akan berlayar bersama dengan wanitanya, jadi kalian harus memberikan pelayanan yang terbaik. Pergilah layani mereka".


"Baik tuan"


Sementara Darren yang menggendong tubuh Ziva terus diarahkan oleh pelayan menuju kamarnya. Saat tiba di depan pintu kamar, lalu Darren mengibaskan tangannya untuk menyuruh mereka pergi.


Cklek


Pintu kamar itu terbuka yang menampilkan isi kamar layaknya hotel bintang lima. Kemudian Darren melemparkan tubuh Ziva ke tempat tidur yang berukuran king size.


Ziva pun terbangun dan langsung duduk mendapati dirinya berada di atas tempat tidur. Dan lebih terkejutnya lagi musuhnya berada di hadapannya yang sedang meregangkan otot-ototnya yang kaku akibat ulah dirinya.


"Kau sudah bangun rupanya. Sebentar lagi kau akan menjalani kehidupan yang kelam. Tapi sebelum itu, Kau harus membayar atas tubuh mu yang sangat berat" ucap Darren yang mengancam Ziva sambil berjalan mendekati Ziva.


Namun Ziva ikut menantang Darren. Iapun berdiri di hadapan Darren sambil menegakkan kepalanya dengan penuh kebencian.


"Aku pun akan membuat mu menyesali perbuatan mu, karena kau sudah membuat Kakek dan ayah ku terluka" bentak Ziva yang menatap tajam Darren.


"Wow kita lihat saja nanti. Apakah gadis seperti mu akan bertahan hidup atau mati sia-sia. Nanti malam kau akan membayarnya" ucap Darren tersenyum sinis kemudian meninggalkan Ziva.


Sementara Ziva langsung terduduk di atas tempat tidur.


"Ya Allah lindungilah keluarga ku dan selamat kan Kakek dan Ayah ku" gumam Ziva yang kembali membayangkan kakek dan ayahnya yang terluka dan tak terasa air matanya mengalir dengan sendirinya.


"Aku tidak boleh lemah menghadapi pengusaha gila itu" ucap Ziva sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


Kemudian iapun berkeliling di dalam kamar tersebut untuk mencari jalan keluar.


Bersambung......


__ADS_2