Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Fino Bimbang


__ADS_3

Terdengar suara pintu yang terbuka, tampak sosok lelaki berdiri dengan amarah yang menggebu-gebu.


Kedua lelaki bandot tua itu langsung berbalik menatap lelaki yang berada di ambang pintu, yang sudah mengganggunya.


"Siapa kau, berani masuk ke kamar ini" bentak pak Guntur dengan suara gertakan.


Lelaki yang berada di ambang pintu menatapnya dengan tatapan membunuhnya. Lelaki itu terus saja berjalan mendekati mereka.


Mereka berdua menjadi panik dengan tatapan membunuh lelaki itu yang tidak lain adalah Fino.


"Aku Fino Alexander" ucap Fino dingin yang sudah berdiri di hadapan mereka dengan tatapan membunuhnya.


Seketika kedua bandot tua itu menjadi stok jantung. Siapa yang tidak mengenal keluarga Alexander yang sangat terpandang dan berkuasa di negeri itu.


Pak Guntur mulai melayangkan tinjunya untuk menghajar Fino, dengan sigap Fino mencengkeram kuat tangan pak Guntur lalu menghajarnya habis-habisan hingga babak belur. Sementara Pak Bonar mulai mengendap-endap akan keluar dari kamar itu sambil membawa pakaian nya.


Fino mampu melihat situasi, dengan cepat mengeluarkan pistolnya dari saku jasnya dan menembak tepat lutut pak Bonar.


Dor.


Pak Bonar merintih kesakitan memegangi lututnya.


"Aku tidak akan membiarkan kalian lolos begitu saja. Bahkan kalian sudah bau tanah, masih saja bermain wanita. Bersiaplah, menerima kehancuran perusahaan kalian" ucap Fino dingin.


Lalu kedua lelaki bandot tua itu bersimpuh di hadapan Fino untuk meminta pengampunan.


"Tuan, ampuni kami" ucap mereka kompak.


"Aku tidak pernah menarik kata-kata ku, enyahlah dari hadapan ku. Atau aku berubah pikiran dan membunuh kalian berdua" ucap Fino dengan suara lantang yang menggema di kamar itu.


Lalu kedua lelaki bandot tua itu tampak takut, dengan cepat meninggalkan kamar itu tanpa memperdulikan tampilannya yang hanya mengenakan celana pendek.


Fino lalu mendekat ke arah tempat tidur. Fino dapat melihat Milan yang tidak berdaya. Mungkin bila ia terlambat datang, maka habislah Milan dilahap oleh kedua bandot tua tadi.


Flashback


Kedua lelaki tadi terus mengobrol bersama dan tertawa terbahak-bahak melewati lorong kamar club.


Fino keluar dari ruang VVIP, ia lalu berjalan memasuki lift. Tak berapa lama dua lelaki tadi juga ikut masuk dalam lift yang sama dengan Fino.


"Habislah gadis mafia itu di tangan Pak Guntur Dan Pak Bonar malam ini" ucap lelaki itu.


Sementara Fino mengerutkan keningnya, siapa gadis mafia yang di maksud kedua lelaki di hadapannya.


"Kita bahkan dapat uang dua kali lipat, satu dari tuan Zayn dan yang satu menjual gadis Mafia itu, ha ha ha ha" ucap lelaki itu yang tertawa terbahak-bahak di dalam lift.


Fino mengepalkan tangannya, mendengar nama Zayn di ucapkan lelaki di hadapannya. Pikirannya langsung tertuju pada Milan yang mereka maksud gadis Mafia.


Fino lalu menghajar kedua lelaki itu di dalam lift tanpa ampun, dan mencari tahu keberadaan Milan. Setelah lelaki itu tidak berdaya, Fino lalu mengeluarkan pistolnya dari saku celananya dan menghabisi kedua lelaki itu yang merupakan anak buah Zayn.


Fino keluar dari lift dan berlari mencari keberadaan Milan. Hingga ia tiba di sebuah pintu kamar yang ia yakini bahwa Milan berada di dalam sana. Fino langsung mendobrak pintu kamar itu hingga melihat dua sosok lelaki bandot tua.


Flashback off


Fino lalu membuka jasnya, kemudian menutupi tubuh Milan. Tidak hanya itu, ia lalu membungkus tubuh Milan dengan selimut. Milan pun mulai menggerakkan tubuhnya, ia bahkan mulai melepaskan selimut yang membungkus tubuh nya.


Fino menjadi heran dengan tingkah laku Milan yang sudah sadar.


"Panas, tolong aku kepanasan"ucap Milan yang meringkuk yang melempar jas Fino.


"Hei baju mu sudah terbuka kesana-kemari, mengapa kau masih kepanasan hah" ucap Fino sambil menjitak kening Milan.


Sementara Milan masih saja terus bergerak di atas tempat tidur layaknya ikan yang kehabisan air.


Fino lalu mengambil kembali jasnya dan memakaikan Milan. Kemudian Fino mengangkat tubuh Milan dan membawanya ke luar dari kamar itu.


Milan terus saja berucap kepanasan di gendongan Fino.


Saat Fino ingin masuk ke dalam lift, tiba-tiba saja ia melihat salah satu rekan bisnisnya berada di dalam lift bersama wanitanya.


Dengan cepat Fino memundurkan langkahnya.


"Sial gadis ini merepotkan, tidak mungkin aku membawanya keluar dari club ini. Sementara rekan bisnis ku masih berada di bawah" ucap Fino kesal.


"Sepertinya aku harus membawa Milan di kamar VVIP ku" ucap Fino.

__ADS_1


Lalu kembali masuk ke dalam lift menuju lantai 3. Ya Fino memang terbiasa menginap di club malam itu, jika melakukan pertemuan dengan rekan bisnis nya, sehingga ia malas untuk pulang kekediaman nya jika sudah larut malam.


Fino membuka pintu kamar VVIP itu. Ia lalu membaringkan tubuh Milan diatas tempat tidur. Lalu menarik selimut hingga di leher Milan.


Sementara Milan terus saja berucap, Panas dan meminta tolong.


Fino lalu berpikir sejenak.


"Apa Milan sedang dalam pengaruh obat" ucap Fino yang sama sekali tidak mengenali Milan dengan gerak gerik seperti itu.


Milan kembali melompat ke tubuh Fino dan memeluknya dari belakang.


Deg.


Terasa aneh bagi Fino saat bukit kembar Milan menyentuh punggungnya.


"Kau lancang sekali memelukku" bentak Fino.


Dengan cepat Fino melepaskan tangan Milan dengan kasar. Dan kembali menjatuhkan tubuh Milan ke atas tempat tidur.


Fino mulai yakin bahwa gadis itu sedang dalam pengaruh obat.


Ia lalu mengangkat tubuh Milan dan membawanya masuk ke dalam toilet.


Fino lalu mendudukkan Milan di dalam bathtub, kemudian ia pun mengatur suhu air kemudian menyalakan shower.


Milan pun basah kuyup, tapi tetap saja berucap kepanasan. Bahkan Milan merobek baju yang ia kenakan.


Fino membulatkan matanya. Dengan cepat berbalik badan lalu keluar dari toilet.


"Sial gadis itu ingin menggodaku" ucap Fino yang menggerutu.


Ia lalu menghubungi Chiko untuk membawa Dokter ke club malam tersebut. Kebetulan Chiko berada di negara A, sehingga dengan gampang Fino menghubungi sekertaris nya jika butuh sesuatu.


Fino lalu menghubungi pelayan wanita club malam itu. Tak berselang kemudian 2 pelayan wanita itu menghampiri Fino yang sedang berada di ambang pintu.


"Ada yang bisa saya bantu tuan" ucap Pelayan wanita itu.


"Masuk ke dalam toilet, jangan lupa pakaikan gadis itu kimono ini" ucap Fino yang memberikan kimono miliknya kepada pelayan wanita itu.


Iapun masuk ke dalam toilet, ia sempat kaget' melihat sosok gadis dengan tubuh polos di dalam bathtub. Dan terus berucap kepanasan.


"Nona apa anda baik-baik saja" ucap pelayan wanita itu.


"Aku bukan nona, aku kepanasan, tolong aku tubuhku seperti terbakar"oceh Milan.


"Astaga gadis ini dalam pengaruh obat, ia bahkan tidak mengenali dirinya" timpal pelayan wanita yang satu.


"Ya sudah, aku bantu nona untuk mengenakan kimono ini" ucap pelayan wanita itu.


Tapi Milan tetap ingin berada dalam bathtub. Kedua pelayan wanita itu terpaksa memakaikan Milan kimono dengan cara kasar. Tidak-tidak Milan lah yang berbuat kasar kepada mereka.


Tak berselang lama kemudian, Chiko beserta sahabat Fino yang beroperasi dokter umum mulai menghampiri Fino yang berada di ambang pintu.


"Siapa yang sakit" ucap dokter lelaki itu cepat.


"Bukan aku, tapi Milan sekertaris Darren dalam pengaruh obat, cepat periksa dia dan berikan obat penawar" ucap Fino acuh.


Dua Pelayan wanita membawa Milan ke tempat tidur. Setelah itu mereka undur diri. Fino bersama dokter lelaki itu, menghampiri Milan yang terus saja berucap kepanasan, bahkan akan membuka kimono di tubuhnya. Dengan cepat Fino mencengkeram erat kedua tangan Milan. Sementara Milan berteriak kepanasan.


"Cepat periksa dia" ucap Fino.


Dokter lalu memeriksa Milan, setelah selesai, ia hanya tersenyum sumringah menatap Fino.


"Sepertinya kau harus membantu gadis ini, dia dalam pengaruh obat perangsang dengan dosis tinggi, bisa-bisa ia melukai tubuhnya setelah ini" ucap Dokter itu menjelaskan diagnosis pasien nya.


"Dengan cara apa" ucap Fino datar.


Dokter itu kembali tersenyum.


"Kalian harus berhubungan intim".


"Apa"


Fino terlonjat kaget dengan ucapan dokter itu.

__ADS_1


"Kalau kau tidak mau, biar aku saja yang melakukan nya, lagian aku pun jomblo, setelah selesai melakukan nya, aku akan menikahi gadis ini" ucap Dokter itu sambil tersenyum sumringah.


Fino langsung memukuli wajah Farhat dengan bantal.


"Beraninya kau bercanda di situasi seperti ini" ucap Fino yang emosional.


"Hei aku tidak bercanda, jika kau tidak percaya panggil saja dokter lain. Lagian lihatlah gadis itu tersiksa, jangan-jangan kau sendiri yang membuat gadis ini.."


Fino kembali terdiam dengan ucapan Farhat.


"Cepat pergi dari hadapan ku" ucap Fino kesal.


"Ya aku permisi dulu, banyak pasien yang sedang menunggu ku" ucap Farhat. Lalu berjalan keluar, meninggalkan kamar itu


"Tuan tenang"ucap Chiko.


Sementara Fino mengepalkan tangannya.


"Bagaimana mungkin aku melakukan hubungan intim dengan Milan. 2 Minggu lagi aku akan menikahi Sarah, aku tidak ingin mengecewakan mama" ucap Fino yang terlihat kesal.


"Tapi tuan, lihatlah nasib Milan, gadis itu sangat menyedihkan" ucap Chiko.


"Keluar" teriak Fino.


Chiko lalu keluar dari kamar itu.


Fino menjambak rambutnya dengan kasar sambil menatap Milan yang terus saja mencercau kepanasan bahkan mulai menyakiti dirinya.


"Astaga cobaan macam apa ini" ucap Fino yang tengah duduk di sofa. Ia mulai dirundung yang namanya kebimbangan.


Ia pun mulai bimbang, disatu sisi ia tidak ingin mengecewakan ibunya dan disisi lain ia merasa kasihan kepada Milan.


"Baiklah aku akan membantu Milan. Tapi aku bukanlah lelaki yang harus menyentuh wanita yang bukan istri ku, maka dari itu, aku harus menikahi Milan terlebih dahulu" ucap Fino pasrah sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Ia kembali menghubungi Chiko bahwa ia ingin menikahi Milan dan meminta Chiko untuk membawa pak penghulu dan para saksi ke hadapannya.


Singkat cerita.


Pak penghulu beserta wali nikah dan para saksi bayaran sudah berada di dalam kamar itu. Dan Pak penghulu mulai menikahkan Fino di dalam kamar itu.


Terdengar para saksi mengatakan kata Sah.


Setelah itu, mereka semua meninggalkan kamar itu termasuk Chiko. Hingga yang tersisa hanyalah pasangan suami istri yang baru saja sah secara agama.


Milan yang berada di bawah lantai sedang mengguling-gulingkan tubuhnya. Meminta tolong.


Fino lalu mengangkat tubuh Milan yang baru saja menjadi istri nya. Milan langsung memeluk Fino dan menciumi leher Fino.


Dengan hati-hati Fino menurunkan tubuh Milan ke tempat tidur. Milan masih saja mengalungkan tangannya di leher Fino. Dengan kasar Fino melepaskan tangan Milan.


Ia memilih masuk ke dalam toilet untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Setelah selesai, ia kembali melihat Milan dengan bagian tubuh atasnya terbuka. Sehingga menampilkan b***t k****barnya


Fino hanya mampu menelan salivanya dengan kasar. Ia lalu memakai pakaian santainya, setelah itu kembali mendekati Milan.


Milan menarik tangan Fino hingga terjatuh di tempat tidur. Kemudian ia pun menindih tubuh Fino.


Milan mulai mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Fino. Hingga bibir ranumnya menempel di bibir Fino. Sementara Fino hanya membiarkan Milan melakukan hal itu.


Nafsu birahi Fino mulai tidak bisa dikondisikan saat Milan meraba tengkuk Fino.


"Kau yang menggodaku Milan, maka aku tidak akan mengampuni mu malam ini" ucap Fino dingin dan langsung membalikkan posisi tubuh Milan yang kini tengah berada di bawah nya.


Kini giliran Fino yang mencium bibir Milan yang begitu sensasional. Setelah itu, ia pun mencium telinga Milan, lalu turun di leher jenjang Milan yang selalu saja tertutupi oleh kerah jas selama ini. Bahkan Fino tidak pernah melihat leher jenjang Milan.


Fino memberikan tanda kiss mark di area leher itu. Setelah itu, mereka pun melakukan hubungan sepasang suami istri.


Malam panjang sepasang suami istri itu baru saja di mulai.


Bersambung......


Terima kasih atas dukungan teman-teman yang senantiasa memberikan masukan dan kritikan terhadap karyaku Mafia vs Gadis Bercadar. πŸ™


Mohon maaf, selama ini aku jarang up. Di karenakan kesibukan di dunia nyata yang selalu saja aku pikul demi masa depan ku kelakπŸ€—

__ADS_1


Jadi mohon bersabar ya teman-teman untuk menunggu update terbaru dari cerita ini. Terima kasih πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2