Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Perusahaan ZD Group


__ADS_3

Pagi yang cerah membangkitkan semangat bagi setiap insan di muka bumi ini. Seperti yang dialami Ziva pagi ini dengan semangat dan suka cita yang akan memikul beban dan tanggung jawab bagaikan memikul sebuah gunung yang bisa saja runtuh seketika, karena beban berat yang akan ia masuki dalam memimpin sebuah perusahaan, semua itu keinginan sang kakek demi masa depan ia kedepannya.


Ya tepatnya hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu untuk pergantian pimpinan di perusahaan ZD Group yang akan di gantikan oleh penerus tuan Harris yakni cucu tercintanya Zivanna Damanik. Perusahaan ZD Group awal berdirinya bernama JM Group yang dipimpin oleh pengusaha bernama John Mayer.


Perusahaan JM Group hanya cabang perusahaan John yang berada di negara C sementara pusatnya berada di negara A, perusahaan tersebut bergerak di bidang industri tekstil, perhotelan, mall, dan properti . Namun lambat laun perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan hingga John menjual anak perusahaannya kepada tuan Harris yang tak lain adalah teman bisnisnya sendiri.


Setelah tuan Harris yang menjadi pemilik perusahaan tersebut, tuan Harris mengganti nama perusahaan tersebut dengan nama ZD Group yang merupakan singkatan dari nama cucunya yaitu Zivanna Damanik. Lambat laun perusahaan ZD Group semakin jaya bahkan pendapatan perusahaan setiap tahunnya mengalami peningkatan dan masuk dalam lima daftar perusahaan raksasa di negara C tersebut.


Ziva terlihat pasrah di bantu bersiap oleh kedua pelayan nya dengan mengenakan setelan jas bercorak kotak-kotak abu-abu yang dirancang khusus oleh desainer fashion muslimah dari luar negara tetangga. Tak lupa Ziva mengenakan hijab abu plus cadar yang terkesan lebih elegan . Setelah dirasa cukup ia melihat penampilan nya di tampilan cermin.


"Ada yang kurang" gumam Ziva lalu berjalan menuju lemari aksesories.


Sementara kedua pelayan itu cepat tanggap dengan apa yang dirasa kurang dari nona mudanya.


"Apa nona mencari benda ini? tanya salah satu pelayan tersebut yang memperlihatkan sebuah jam tangan mewah dengan dilapisi berlian yang mengelilingi lingkaran jam tersebut.


"Aah iya mbak" ucap Ziva tersenyum di balik cadarnya dan menerima jam miliknya dari pelayan tersebut.


"Semangat non, semoga segala urusan non dilancarkan oleh Tuhan" ucap pelayan tersebut.


"Iya non, kami mendoakan non menjadi gadis bahagia dan selalu dikelilingi oleh orang baik" timpal pelayan satunya.


"Terima kasih ya mbak, kalian sudah aku anggap seperti kakak di rumah ini" ucap Ziva lalu memeluk keduanya.


"Iya non, kami sangat menyayangi non layaknya adik sendiri" ucap pelayan tersebut.


Tiba-tiba suara seseorang mengagetkan mereka yang saling menyayangi satu sama lain.


"Permisi non Ziva, tuan besar sudah menunggu non untuk sarapan bersama" ucap Mariah di depan pintu kamar Ziva.


"Sebentar bi" ucap Ziva yang kemudian melepaskan pelukannya dari kedua pelayannya.


Sementara kedua pelayan itu begitu takut mendengar suara Mariah yang merupakan kepala pelayan yang di segani di rumah itu.


"Aku ke bawah dulu ya mbak" ucap Ziva.


Dan mereka hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


Kini Ziva sudah bergabung dengan sang kakek untuk menikmati sarapannya dan ia sudah terbiasa makan dengan mengenakan cadar. Setelah selesai sarapan bersama mereka pun berangkat bersama menuju perusahaan ZD Group.


Setelah tiba di perusahaan ZD Group Mobil yang membawa Ziva beserta sang kakek terparkir rapi di depan perusahaan ZD Group dan terlihat para karyawan tampak antusias menunggu kedatangan pimpinan mereka dengan berbaris rapi di depan lobi perusahaan.

__ADS_1


Baron kemudian turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu mobil untuk tuan Harris. Semua mata karyawan tertuju pada mobil tersebut dan tuan Harris ke luar dari mobil itu dengan menyebarkan senyumnya pada karyawan nya. Setelah itu disusul pula Ziva yang keluar dari mobil tersebut. Dan anehnya semua karyawan di perusahaan ZD Group memicingkan penglihatannya pada seseorang yang menurutnya terlihat aneh berdiri di samping sang direktur. Mereka pun bertanya-tanya dalam hati.


"Siapa orang itu?"


"Lelaki atau waria, eeh wanita?"


"Mengapa berpenampilan seperti itu?"


"Jangan-jangan orang itu buruk rupa?"


"Jangan-jangan turunan ninja?"


"Jangan-jangan simpanan tuan Harris, yang tidak ingin di lihat di depan umum"


Ya kira-kira seperti itulah pertanyaan-pertanyaan di pikiran mereka melihat sosok Ziva.


Lalu Donna dan Gamal yang merupakan sekertaris sekaligus kepercayaan tuan Harris menghampiri tuan Harris dan Ziva dengan membawa kalung bunga sebagai penyambutan mereka terhadap pimpinan perusahaan ZD Group. Dengan mengalungkan kalung bunga kepada tuan Harris dan Ziva, semua karyawan tampak bersorak gembira.


Setelah itu tuan Harris pun mengandeng tangan cucunya untuk berjalan memasuki perusahaannya diikuti sang sekertaris dan semua karyawan yang berbaris rapi memberikan penghormatan dengan membungkukkan badannya, tapi masih saja mereka memicingkan matanya melihat sosok Ziva.


"Tuan sekitar 15 menit rapat pergantian pimpinan dilaksanakan" ucap Donna yang setia berjalan mengikuti langkah tuan Harris.


"Hemm" ucap tuan Harris lalu memasuki lift khusus direktur beserta Ziva dan kedua sekertaris nya.


Sementara di tempat lain


Tuan Alvin masih setia menemani anak dan istri tercintanya di rumah sakit. Sementara Riko sedang mengeksekusi para anggota The Manik yang berkhianat. Dan untuk Tom sendiri sedang melakukan penyamaran dengan bergabung dengan sekelompok anggota The Tiger untuk membalaskan dendam saudarinya yaitu Lexa terhadap The Tiger.


Semua anggota The Tiger berkumpul di markas mereka termasuk tom yang melakukan penyamaran yang pastinya Fino sudah mengetahui gerak gerik Tom tapi Fino belum ingin bertindak tegas, ia ingin melihat sejauh mana kemampuan lawannya.


"Baiklah aku sebagai wakil ketua The Tiger mengumpulkan kalian semua di tempat ini, guna membicarakan perihal misi kita kedepannya untuk menghancurkan the Manik ucap Fino dengan suara lantang nya.


Sementara Tom yang mendengar ucapan Fino hanya mengepalkan tangannya bahwa ia begitu benci terhadap the Tiger.


"Untuk anak buahku, kalian harus menangkap seluruh anggota keluarga the Manik dan bunuh mereka, apa kalian paham" ucap Fino.


"Baik boss" ucap mereka kompak termasuk tom agar tidak terlihat di curigai.


Ternyata kalian iblis, aku tidak akan membiarkan kalian melakukan semua itu. batin Tom.


"Baiklah kalian boleh pergi laksanakan tugas kalian" ucap Chiko.

__ADS_1


Bunyi dering ponsel Fino di balik saku jasnya.


Dan tertera layar di ponselnya bertuliskan 💓Mama💓


"Halo ma" ucap Fino.


"Ternyata kalian sama saja tidak kakak tidak adik sama saja" ucap seorang wanita paruh baya di balik via telepon yang tak lain adalah nyonya Ratu.


"Memang ada apa ma?" tanya Fino yang terlihat lelah.


"Ternyata kalian anak durhaka, tidak tahu kesenangan mamanya sendiri" ucap nyonya Ratu yang mengomel.


Seketika itu Fino mengingat-ingat mengapa mamanya mengomel begini.


Astaga tidak lama lagi mama akan ulang tahun. Batin Fino.


"Baiklah ma, Fino akan pulang ke rumah secepatnya" ucap Fino


"Oh iya ma, Apa Darren sudah mengabari mama?" tanya Fino.


"Tidak, mama yang selalu telepon Darren dan ia selalu mengatakan sibuk dan sibuk, bujuk adikmu itu pulang ke rumah jangan cuman kerja dan bekerja" ucap nyonya Ratu yang terus saja mengomel.


"Baiklah ma, nanti Fino hubungi Darren" ucap Fino yang meyakinkan mamanya.


"Ya sudah mama matiin telponnya, jaga dirimu baik-baik, jangan lupa istirahat dan ingat berdoa kepada Tuhan untuk mencari keselamatan dunia maupun akhirat" ucap nyonya Ratu lalu mematikan sambungan telepon nya.


"Iya ma" ucap Fino. " Aduh kebiasaan mama matiin telpon sepihak.


"Chiko kerjakan tugasmu dengan baik, aku pergi dulu" ucap Fino sambil memukul pundak Chiko.


"Siap boss" ucap Chiko.


lalu Fino berjalan menuju mobilnya untuk meninggalkan tempat itu. Hanya 20 menit Fino sudah berada di kediamannya dengan banyaknya anak buahnya yang melakukan penjagaan ketat. Fino berjalan tergesa-gesa memasuki rumahnya tanpa melihat para pelayan yang berparas cantik menunggu kedatangannya. Fino memasuki lift menuju lantai 3 yang menjadi ruangan pribadinya. Ia lalu melepaskan dasi beserta setelah jasnya di ruang ganti kemudian berjalan menuju toilet untuk membersihkan tubuhnya. Hanya 15 menit Fino selesai membersihkan tubuhnya, ia pun hanya mengenakan jubah mandi sambil duduk selonjoran di atas tempat tidur lalu memainkan ponselnya.


"Lebih baik aku hubungi Darren terlebih dahulu" gumam Fino.


Kemudian iapun menghubungi Darren entah berapa kali, tapi sosok yang di hubungi seakan tidak ingin mengangkat panggilan teleponnya.


"Ini anak, kebiasaan" ucap Fino yang terlihat frustasi.


Bersambung..........

__ADS_1


Maaf ya teman-teman, aku baru update. Karena belakangan terakhir aku sakit.🤕 Jadi buat teman-teman sekalian tetap jaga kesehatan kalian ya. 🤗


Soalnya kesehatan lebih penting dari segalanya😍


__ADS_2