
Setelah selesai mengantarkan keluarga Ziva ke bandara. Darren kemudian mengantarkan Ziva pulang ke kediaman nya. Sepanjang perjalanan, Ziva hanya diam dan terlihat sedih dari raut wajahnya dengan mata memerah.
Darren hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar melihat istrinya yang bersedih, sedangkan Jones hanya fokus berkendara.
"Milan sudah berangkat ke negara A, aku bahkan tidak sempat bertemu dengannya" ucap Darren sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Iya tuan, kemarin Milan...eeh maksud saya nona Milan mengabari saya bahwa dia akan berangkat ke negara B" ucap jones.
"Jones sepertinya kamu harus mencari sekertaris baru untukku. Karena kamu pasti tidak mampu menghendel pekerjaan Milan. Dan jangan lupa cari kriteria yang seperti Milan yang bisa segalanya" ucap Darren.
"Baik tuan, saya akan menemukan sekertaris baru untuk tuan secepatnya" ucap jones.
Sementara Ziva mulai memainkan ponselnya. Ia pun ikut sedih atas kepergian Milan ke negara kelahirannya. Memang iapun sering merepotkan Milan atas ngidamnya yang selalu meminta ini itu, tapi Milan selalu saja menemukan makanan yang ia ngidam kan.
Mobil yang membawa mereka memasuki pelataran rumah kediaman Alexander. Jones kemudian memarkirkan mobilnya di halaman depan. Lalu iapun turun untuk membukakan pintu mobil untuk tuannya.
"Aku ke kantor dulu, kamu istirahat saja di rumah. Jika butuh sesuatu cepat hubungi aku sayang. Dan kamu tidak perlu menunggu ku malam ini, kemungkinan besar aku pulang larut malam" ucap Darren, lalu mencium kening istrinya.
"Iya sayang semangat bekerja ya, aku pasti menghubungi mu jika butuh sesuatu"ucap Ziva kemudian mencium punggung tangan suaminya.
Lalu iapun turun dari mobil. Sementara jones kembali membungkukkan badannya saat Ziva turun dari mobil.
"Semangat bekerja bang Jones" ucap Ziva yang memberi semangat.
"Terima kasih nona" ucap jones ramah.
Lalu iapun kembali masuk ke dalam mobil. Sementara Ziva masih berdiri menatap mobil suaminya yang mulai keluar menuju pintu gerbang.
"Hati-hati di jalan, jangan telat makan ya" teriak Ziva sambil melambaikan tangannya.
Darren hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya yang selalu saja berubah-ubah.
Ziva lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum" ucap Ziva lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam sayang" ucap nyonya Ratu yang baru saja dari ruang keluarga.
"Mana Darren sayang" tanya nyonya Ratu yang tidak melihat keberadaan putranya.
"Ke kantor ma" ucap Ziva.
"Aku tidak tahu, dimana pelayan tadi meletakkan koperku" ucap seorang wanita yang berteriak dari dalam.
"Siapa ma".
__ADS_1
"Rissa, dia bahkan ingin tinggal di sini, agar bisa terus bertemu dengan Fino. Bahkan ia ingin menyusul mereka ke negara B. Untungnya mama menghentikan nya dengan menyuruh pelayan menyembunyikan kopernya" ucap nyonya Ratu dengan suara berbisik.
"Bagaimana bisa ma, bisa berabe jika Rissa tinggal bersama Fino dan Milan" ucap Ziva yang ikut berbisik.
"Makanya mama meminta pelayan untuk menyembunyikan kopernya. Apa kamu sudah makan sayang" ucap nyonya Ratu.
"Sudah ma, sebelum mengantar keluarga ku kebandaraan. Bunda dan ayah tidak sempat bertemu dengan mama, sehingga mereka pun hanya mampu titip salam kepada mama"
"Ooh tak apa sayang, waalaikumsalam untuk ayah dan bunda mu. Eem Lebih baik kamu istirahat saja sayang, biar mama yang urus Rissa" ucap nyonya Ratu dengan sedikit senyuman.
"Baik ma, kalau begitu aku ke atas dulu" ucap Ziva, lalu iapun berjalan menuju lift yang akan membawanya ke lantai 4.
Ziva pun mulai berada di dalam kamarnya, ia tidak lupa membersihkan tubuhnya di toilet. Setelah itu, Ziva pun mulai mengenakan pakaian santainya, lalu naik ke tempat tidur.
Ziva memilih bersandar di badboard tempat tidur, ia pun merentangkan tangannya untuk meraih Al Qur'an yang berada di atas nakas. Kemudian tak lupa ia menyempatkan dirinya untuk mengaji.
Sementara Rissa mulai kesal mencari kopernya yang tidak kunjung ia temukan.
"Kemana perginya koperku, jangan sampai ada yang menyembunyikan nya" ucap Rissa yang mulai kesal, ditambah keringat mulai membasahi keningnya.
"Mungkin kamu lupa menyimpannya Ris" ucap nyonya Ratu yang ikut membantu Rissa mencari kopernya.
"Tadi aku hanya menyimpan nya di sini, kenapa malah menghilang" ucap Rissa kesal yang jelas-jelas menyimpan kopernya di dekat pintu masuk.
"Ya sudah, biar pelayan yang mencarinya. Kamu makan siang dulu bersama bibi" ucap nyonya Ratu sambil menarik tangan Rissa.
"Kamu duduk dulu, jus buah ini sangat cocok untuk mu".
"Terima kasih bibi".
Rissa langsung meminum segelas jus buah hingga tandas dan mampu menghilangkan rasa hausnya yang hampir seharian mencari kopernya.
"Apa kak Fino akan menetap di sana bersama si pelayan Darren" ucap Rissa yang tidak ingin menyebut nama Milan.
"Mengapa kamu bertanya seperti itu Ris, kamu kan tahu sendiri mereka sepasang suami istri, kemanapun Fino pergi pasti Milan akan ikut bersamanya. Karena kewajiban seorang istri harus patuh kepada suaminya, termasuk mengikuti kemana pun suami kita pergi" ucap nyonya Ratu sambil tersenyum.
"Tapi bibi aku masih tidak rela pelayan Darren menikah dengan Fino. Mengapa pelayan itu harus ikut bersama Fino. Mereka pun bisa lakukan LDR seperti pasangan suami istri lainnya" ucap Rissa sambil memasang wajah masam.
"Kamu ini, bahas masalah LDR saja, itu masih bisa dilakukan oleh orang yang masih berpacaran. Tapi untuk pasangan suami istri tidak baik LDR ran. Bahas LDR segala, mending kamu cari pacar biar tidak memikirkan Fino terus-menerus" ucap nyonya Ratu.
"Tapi bibi, kak Fino itu cinta pertama ku dan aku sangat susah untuk move on" ucap Rissa sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ada-ada saja kamu, nanti juga tuhan akan mempertemukan mu lelaki yang baik, lagian kamu sangat cantik, pasti para lelaki diluaran sana sudah mengincar mu sejak dulu" ucap nyonya Ratu sambil mengelus rambut Rissa.
"Tapi bibi, bagiku kak Fino itu jodoh ku.. jodoh ku".
__ADS_1
"Terserah kamu saja, lebih baik kita makan dulu".
Lalu keduanya makan siang bersama.
Sementara di perusahaan Alexander Group....
Darren mulai meeting dengan para kliennya. Ia pun kembali disibukkan dengan rencana pembukaan cabang perusahaan Alexander Group yang akan kembali di lakukan di negara timur tengah.
Setelah selesai meeting, Darren kembali ke ruangan nya, jones tampak setia berada di samping nya.
"Jones list nama-nama karyawan yang tengah hamil. Setelah itu, berikan kepada mereka bonus bulanan" ucap Darren dengan wajah yang terlihat lelah.
"Baik tuan. Dan untuk pencarian Sekretaris baru, saya sudah mendapatkan 5 kriteria wanita yang cocok menjadi sekertaris baru anda tuan" ucap Jones.
"Hemm, cari yang terbaik dan jangan pernah membuat kesalahan sekecil pun. Dan jangan lupa untuk tetap menyelidiki tuan Malik, sepertinya aku tidak bisa terlalu mempercayainya mengenai proyek baru ini" ucap Darren.
"Baik tuan, saya juga berpikiran seperti itu tuan. bagaimana dengan hubungan kerja sama kita dengan perusahaan Damanik apa tetap berlanjut atau tidak" .
"Tetap berlanjut sampai kapan pun dan untuk bisnis ilegal ku, kamu serahkan saja kepada anggota The Tiger yang kamu percaya, biar mereka dapat keuntungan. Jangan lupa kamu tinjau pembangunan masjid yang belum rampung itu. Satu lagi, pesankan istriku boneka panda yang berukuran besar"
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu" ucap jones, lalu undur diri.
"Hemm"
Jones pun meninggalkan ruangan tuannya.
"Sepertinya kerjaan ku semakin menggunung sejak kepergian Milan. Tapi biarlah, Milan kan sudah menemukan jodohnya"gumam Jones lalu memilih duduk di meja kerjanya.
Jones kemudian menghubungi satu persatu wanita yang ia rekrut untuk menjadi Sekretaris baru tuannya.
Keesokan harinya....
Beberapa wanita cantik nan seksi yang jones rekrut sebagai sekertaris baru tuannya sudah berada di ruang tunggu menunggu kedatangan pimpinan perusahaan Alexander yang akan terjun langsung untuk memilih kelima kandidat tersebut.
Para wanita cantik tersebut berdiri saat mendengar langkah kaki seseorang mulai mendekat ke arahnya.
Darren pun memasuki ruang tunggu dengan penuh wibawa yang didampingi jones di belakangnya untuk melihat langsung para kandidat tersebut.
Betapa terkejutnya Darren saat memasuki ruangan itu dan melihat langsung salah satu wanita cantik yang berada di ruangan itu.
Pandangan mata mereka kembali bertemu. Darren dengan cepat mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
Sial..kenapa wanita ini muncul di hadapan ku. Batin Darren.
"Darren, kamu semakin tampan saja" ucap wanita tersebut.
__ADS_1
Bersambung....