Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Pesta


__ADS_3

Masih di Halte bus


Setelah kepergian Darren, kedua anak buah Darren berjalan ke arah Ziva yang masih terduduk dijalan memegangi bokongnya yang kesakitan. Saat melihat ke dua lelaki berbadan kekar berjalan ke arahnya dengan cepat Ziva bangkit dan membersihkan baju yang ia kenakan yang dipenuhi es krim dan debu dari jalanan.


Sedangkan Ziva tahu betul bahwa orang tersebut adalah suruhan orang yang bertabrakan dengannya tadi.


"Halo nona, kami akan memberimu pelajaran"ucap salah satu anak buah Darren dengan ancamannya.


"Ooh ya om, baiklah bagaimana ya pelajaran yang akan om berikan pada saya" ucap Ziva sambil merapikan cadarnya yang sedikit longgar.


Lalu kedua anak buah Darren mengambil ancang-ancang untuk bersiap melawan Ziva. Ziva tak mau kalah juga dengan memasang kuda-kuda dan siap menghajar mereka. Sementara Jonoh yang berada di dalam mobil sedang menyisir rambutnya yang berantakan begitu heran melihat sosok lelaki berbadan kekar ingin menghajar nona mudanya, dengan buru-buru Jonoh keluar mobil dan menghentikan aksi mereka.


"Berhenti!, lawan saya dulu botak" ucap Jonoh karena kedua anak buah Darren berkepala plontos.


"Kurang ajar kau" ucap anak buah Darren.


Sehingga terjadilah perkelahian di halte bus tersebut antara Jonoh dan kedua anak buah Darren. Sementara Ziva hanya memperhatikan mereka.


Setelah dirasa Jonoh kewalahan menghadapi mereka karena terlihat jelas sudut bibir Jonoh sudah mengeluarkan darah segar dan salah satu matanya mulai lebam akibat tonjokan mereka. Ziva yang melihat itu mulai turun tangan, dan menghajar mereka dari belakang dengan menghajar sistem saraf mereka lewat teknik beladiri Wushu yang diajarkan masternya.


Kedua anak buah Darren tampak tak berkutik.


"Hei lepaskan nona, atau kau akan menyesal" ucap anak buah Darren dengan ancamannya.


Sementara Ziva menghampiri Jonoh yang babak belur duduk di bangku halte bus tersebut.


"Kenapa sih om mau melawan mereka, kan kasian muka om jadi babak belur begini" ucap Ziva dengan Omelan nya.


"Tidak apa-apa non, Jonoh siap mati demi melindungi non Ziva" ucap Jonoh.


"Jangan bicara seperti itu om" ucap Ziva dengan suara lantang nya.


"Iya-iya non, maafkan om Jonoh" ucap Jonoh. "Terus bagaimana dengan mereka" tunjuk Jonoh pada kedua anak buah Darren.


"Biarkan saja om, mereka itu sedang menikmati pelajarannya. Hanya 20 menit mereka akan kembali pulih" ucap Ziva yang mulai duduk memperhatikan kedua anak buah Darren yang tidak bisa bergerak layaknya terkena stroke.


"Lebih baik kita pulang om, sebentar lagi mau Maghrib" ucap Ziva.


"Baiklah non" ucap Jonoh.


Lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat tersebut. Sementara tak berapa lama kedua anak buah Darren kembali pulih ke sedia kala.


"Gadis itu memiliki kemampuan beladiri yang tinggi" ucap salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Bukannya kita yang memberi pelajaran pada gadis itu, tapi malah kita yang diberikan pelajaran" ucap salah satu anak buah Darren.


"Bodoh!, terus kita harus melapor bagaimana ke boss besar" Timpal teman satunya.


"Iya, bisa-bisa boss besar membunuh kita" ucap mereka kompak.


"Tenang aku menghapal plat nomor mobil mereka" ucap teman satunya.


Setelah mereka berdua berdebat yang tidak ada ujungnya, barulah mereka meninggalkan tempat tersebut.


Sementara di tempat lain tepatnya negara A


Sebuah mansion mewah dengan lima lantai tampak berdiri kokoh di pusat kota negara A.


Mansion mewah tersebut layaknya sebuah hotel bintang lima dengan fasilitas lengkap dengan adanya lift, kolam renang dan halaman yang luasnya berhektar-hektar dan masih banyak lainnya.


Tidak hanya itu banyaknya para pekerja yang memenuhi mansion tersebut. Ternyata mansion mewah tersebut merupakan kediaman dari Alexander Tiger. Untuk lantai dasar digunakan sebagai area ruang tamu, lantai 2 khusus area nyonya Ratu, lantai 3 khusus untuk Fino dan lantai 4 dan 5 khusus untuk Darren dan merupakan daerah terlarang di mansion itu yang tidak boleh dimasuki siapapun kecuali mamanya sendiri.


Semua para pekerja di mansion itu terlihat sibuk mempersiapkan sebuah pesta di area taman belakang mansion mewah tersebut. Sementara Fino yang baru saja sampai mencari keberadaan mama angkatnya. Dan Fino bertanya kepada salah satu pekerja di rumah itu dan pekerja itu mengatakan bahwa nyonya Ratu sedang berada di kamarnya.


Saat berada di depan pintu kamar yang merupakan kamar nyonya Ratu, Fino lalu mengetuk pintu kamar tersebut. Dan tak berapa lama kemudian nyonya Ratu membuka pintu kamarnya dan betapa terkejutnya ia melihat sosok anak yang disayanginya tepat berada di hadapan nya.


"Mama"ucap Fino yang berhambur di pelukan nyonya Ratu.


"Fino, mama kira kamu tidak datang nak" ucap nyonya Ratu dengan tangis haru+bahagianya.


"Terus mana Darren" ucap nyonya Ratu yang mencari keberadaan anak satunya.


"Tidak tau ma, anak itu susah di hubungi" Ucap Fino.


"Oh begitu, ya sudah lebih baik kamu istirahat dulu nak. Lagian pestanya 1 jam lagi baru dimulai" ucap nyonya Ratu.


"Ya sudah ma, aku ke kamar dulu" ucap Fino.


Hanya anggukan sebagai jawaban nyonya Ratu.


Tuhan semoga anakku Darren berkumpul bersama kami. Batin nyonya Ratu.


Area taman belakang mansion Alexander sudah di sulap menjadi pesta dengan tema garden party dan rupanya pesta yang akan berlangsung tersebut merupakan hari ulang tahun nyonya Ratu. Hanya sahabat dan kerabat terdekat yang mereka undang. Satu persatu tamu undangan berdatangan memenuhi pesta tersebut.


Sementara sang tuan rumah yaitu nyonya Ratu baru saja selesai berhias dibantu para pelayannya. Wanita paruh baya itu terlihat cantik namun dibalik kecantikan wajah nya tersimpan luka yang teramat dalam karena sosok yang dicintainya lebih dulu meninggalkan nya, ditambah buah hatinya yang tak kunjung datang menemuinya.


"Nyonya, sebentar lagi pestanya akan dimulai" ucap pelayannya.

__ADS_1


"Apa Darren sudah datang?" tanya nyonya Ratu.


"Belum nyonya" ucap pelayannya.


Lalu nyonya Ratu bangkit dan siap menemui para tamu undangan yang berada di area taman belakang.


Sementara Fino sudah berpakaian rapi dan tampak gagah dan siap bergabung di pesta tersebut dan bisa-bisa Fino menjadi pusat perhatian di pesta tersebut. Namun pada saat ingin melangkahkan kakinya ke luar kamar, tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Percakapan melalui via telepon


"Halo, ada apa" ucap Fino yang begitu kesal dihubungi oleh anak buahnya.


"Begini boss" ucap anak buah Fino.


"Jangan hubungi aku, bila aku sedang berkumpul dengan keluarga ku"ucap Fino dingin.


"Baa-iiik boss" ucap anak buahnya.


"Menggangu saja" gumam Fino.


Lalu dengan cepat menutup panggilan teleponnya secara sepihak.


Kini Fino sudah bergabung di pesta itu dan begitu senang melihat nyonya Ratu tampak bahagia menyapa para tamunya.


Aku tidak akan memaafkan mu Darren bila tidak menemui mama. Batin Fino.


Tiba-tiba seorang gadis cantik nan seksi menghampirinya.


"Halo apa kabar Fin" ucap gadis tersebut dan merasa akrab ingin melakukan cipika cipiki pada Fino.


Namun dengan cepat Fino menghentikan aksi gadis tersebut dengan menempelkan jari telunjuk nya di jidat gadis tersebut.


"Fin kamu itu tidak berubah dari dulu seperti ini" ucap Gadis tersebut yang bernama Rissa.


"Mana ayahmu?" tanya Fino.


"Itu sama Tante Ratu"jawab Rissa sambil menunjuk mereka.


"Aku peringatkan jangan terlalu akrab kepada ku"ucap Fino dingin lalu meninggalkan gadis tersebut.


Tak lama kemudian sosok lelaki tampan nan gagah memasuki pesta tersebut dan semua mata tertuju pada sosok lelaki tersebut terutama para kaum hawa khusus nya para gadis dan tak terkecuali para emak-emak yang bersuami pun turut menatap lelaki tersebut yang dianggap nya cogan ya istilah emak-emak kalau di luar rumah bisa melihat dan memuji lelaki tampan dan jika berada di dalam rumah hanya suami mereka yang tertampan tidak ada duanya.


Bersambung........

__ADS_1


Maaf ya bila kata-katanya tidak sesuai 🙏


Terima kasih ya buat teman-teman yang sudah dukung aku🤗


__ADS_2