Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar
Khawatir


__ADS_3

Keluarga besar Alvin tampak berkumpul di ruang keluarga dengan desain interior klasik dan banyaknya lukisan foto keluarga Alvin yang terpampang di dinding bahkan dilukis langsung oleh pelukis profesional di negara itu. Tuan Alvin, nyonya Ira dan Riko ayah Lexa mereka tampak khawatir menunggu kedatangan putri tercintanya. Riko yang dari tadi memiliki firasat buruk terhadap putrinya karena bingkai foto Lexa yang berada di ruang kerjanya tiba-tiba saja terjatuh, berkali-kali ia menghubungi putrinya tapi tetap saja tidak dapat tersambung. Sehingga tuan Alvin menyuruh Tom untuk menjemput Lexa.


Sementara Tom yang baru sampai di depan gedung perusahaan Alexander Group memarkirkan terlebih dahulu mobilnya bersama beberapa anak buahnya lalu berjalan tergesa-gesa diikuti anak buahnya di belakang menuju lobi perusahaan itu yang tampak sepi karena bukan lagi jam kerja.


Saat berada di lobi Tom memerintah kan anak buahnya untuk berpencar mencari keberadaan Lexa. Akan tetapi beberapa bodyguard Fino berdatangan menghampiri mereka.


"Hei, Siapa kalian" ucap salah satu bodyguard Fino.


"Kalian tidak perlu tahu siapa kami" ucap salah satu anak buah Tom. Kemudian bodyguard Fino melakukan perlawanan sehingga terjadi perkelahian di tempat itu.


Sementara Tom sudah berlari menaiki anak tangga dan mencari keberadaan Lexa di lorong perusahaan itu.


"Lexa........Kau dimana" ucap Tom berteriak mencari keberadaan Lexa.


Ia terus menyusuri lorong perusahaan itu. Tiba-tiba bunyi alarm di perusahaan itu yang menandakan tanda bahaya.


"Sial!" ucap Tom kemudian kembali berlari menuruni anak tangga untuk meninggalkan tempat itu.


Tom tau jelas bunyi alarm seperti itu karena di perusahaan tuan Alvin juga memiliki alarm seperti itu demi keamanan perusahaan.


Saat berada di lobi perusahaan Alexander Group ia melihat anak buahnya sedang melakukan perlawanan terhadap para bodyguard Fino.


"Hentikan, cepat tinggalkan tempat ini" ucap Tom pada anak buahnya. Lalu ia bergegas menuju mobilnya untuk meninggalkan tempat itu. Sementara para anak buahnya sebagian sudah babak belur mengikuti instruksinya.


Fino tersenyum sinis melihat kepergian mereka lewat kamera cctv melalui laptopnya.


"Ini baru permulaan, masih banyak kejutan yang akan menghampiri keluarga The Manik......" ucap Fino.

__ADS_1


Tom mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, saat berada di persimpangan jalan ia menepi karena ponselnya berbunyi menandakan panggilan masuk dengan cepat menggeser layar ponselnya dan menerima panggilan masuk itu.


"Halo" ucap Tom.


"Kenapa bibi?" ucap Tom yang khawatir mendengar suara tangisan bibinya.


"Baik bi saya akan segera kesana" ucap Tom lalu menutup panggilan telepon nya.


Ia sempat berpikir memang Lexa menghubungi nya tadi dan Lexa mengatakan bahwa tidak perlu menjemputnya karena ia akan memesan taksi online. Ternyata musibah datang tidak terduga dan tidak dapat kita hindari. Menurut kabar dari nyonya Ira bahwa Lexa mengalami kecelakaan dan sudah berada di rumah sakit untuk menjalani operasi.


Semoga tuhan selalu melindungi mu Lexa. Batin Tom.


Kemudian Tom melajukan mobilnya menuju tempat tujuan yaitu rumah sakit ternama di negara itu.


Sementara pihak keluarga Alvin sudah berkumpul di rumah sakit dan mereka tampak khawatir menunggu didepan pintu ruangan operasi. Tak beberapa lama kemudian Tom sudah bergabung dengan mereka ia duduk di kursi tunggu sambil menenangkan nyonya Ira yang terus saja menetes kan air matanya.


Sementara nyonya Ira hanya mengangguk dan menutup mulutnya untuk menahan tangisnya.


Pintu ruangan operasi terbuka, Semua keluarga Alvin menghampiri dokter yang menangani Lexa.


"Bagaimana dok keadaan putri kami" ucap tuan Alvin yang khawatir.


"Begini tuan, operasinya berjalan dengan lancar,.......... "hemmm..... akan tetapi nona Lexa mengalami kebutaan dan kelumpuhan ia perlu menjalani pengobatan selama 1 tahun di rumah sakit ini" ucap Dokter yang menangani Lexa.


Semua keluarga Alvin tampak shock dan terpukul mendengar bahwa Lexa mengalami kebutaan dan kelumpuhan....


.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sementara di kediaman tuan Harris......


Ziva sedang berenang di kolam renang dengan kedalaman 10 meter. Ziva berenang kesana-kemari menikmati malam hari yang terlihat indah dengan kelap-kelip lampu taman di pinggiran kolam renang. Kebiasaan Ziva berenang di malam hari ia lakukan semenjak pindah di rumah itu. Untuk menghilangkan stresnya ia lampiaskan lewat berenang di malam hari. Setelah selesai berenang Ziva mengambil jubah mandi yang telah di siapkan para pelayan di rumah itu. Ia terlihat fit dan bugar sehabis berenang.


Tampak kedua pelayanannya masih setia menemaninya.


"Ini non handuknya" ucap pelayannya.


"Makasih ya mbak" ucap Ziva lalu menutup kepalanya dengan handuk, karena saat ini ia tidak mengenakan hijab dan para bodyguard kakeknya tidak ada yang mendekat di tempat itu karena instruksi tuan Harris yang telah mengetahui kebiasaan cucunya berenang di malam hari.


Kemudian Ziva berjalan menuju lift yang berada di dekat pintu belakang diikuti kedua pelayan nya. Ziva sudah berada di dalam kamarnya dan ia sudah memakai pakaian tidurnya. Ia lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur yang super empuk dan tak beberapa lama kemudian ia sudah tertidur pulas.


Waktu menunjukkan pukul 3 subuh waktu setempat. Ziva terbangun dari tidurnya kemudian ia bangkit berjalan menuju toilet untuk mengambil air wudhu dan siap untuk menjalankan shalat tahajud. Gadis cantik ini semakin hari semakin taat beribadah kepada Tuhannya.


Sehabis menunaikan shalat tahajud tak lupa Ziva berdoa dan meminta pengampunan pada sang pencipta, berdoa untuk keselamatan keluarganya. Setelah itu tak lupa ia membaca Al-Qur'an sambil menunggu waktu subuh.


Pagi yang cerah menambahkan semangat pagi bagi semua insan untuk melakukan rutinitas nya setiap hari. Seperti saat ini Ziva memutuskan untuk memakai cadar walaupun belum sepenuhnya atas keinginan nya dari lubuk hatinya tapi ia melakukanya, bahkan ia tidak tahu bagaimana respon sang kakek terhadapnya.


Bersambung.........


Maaf ya bila alurnya kesana-kemari, dan kata-katanya masih belepotan dan tidak nyambung, semua itu karena author baru dalam dunia penulisan.......πŸ™


Jadi mohon sarannya demi perbaikan cerita ini kedepannya πŸ™πŸ€—


Terima kasih atas masukan teman-teman tentang ke dalaman kolom renang yang 200 meter, aku sudah edit ya, selama membaca😘

__ADS_1


__ADS_2