Mahligai Cinta Yang Terbagi

Mahligai Cinta Yang Terbagi
Bab. 86. Berharap Semuanya Bahagia.


__ADS_3

Mama Camelia dan oma Erina terdiam saat mendengar apa yang papa Adrian katakan. Benarkah semua ini karma untuk Mahen?


"Ibu sudah mengancam wanita itu supaya pergi dari hidup Mahen, tapi rupanya dia sama sekali tidak takut," ucap oma Erina membuat putra dan menantunya langsung melihat ke arahnya.


"Maksud Ibu, Clara?"


Oma Erina mengangguk. "Benar. Aku memang hanya menggertaknya saja agar tau diri, tapi rupanya dia memang tidak sadar diri dan tidak tau malu."


Mama Camelia dan suaminya hanya bisa menghembuskan napas kasar saja. "Apapun statusnya, dan siapa pun dia di masa lalu. Sekarang dia tetap istri Mahen, apalagi dia sedang mengandung keturunan kita. Kita tidak bisa mengusir atau pun menyakitinya."


Oma Erina setuju dengan apa yang menantunya katakan. "Kau benar, Camelia. Lalu, bagaimana dengan Vano? Apa dia benar-benar mencintai Via?"


Mama Camelia dan papa Adrian semakin depresi saja saat memikirkan masalah Vano. Bisa-bisanya laki-laki itu menyukai mantan istri kakaknya sendiri, apalagi saat ini Mahen masih keukeh ingin kembali pada Via.


"Restui mereka, mungkin memang sudah seperti ini jalan Tuhan."


Papa Adrian dan mama Camelia sangat terkejut dengan apa yang oma Erina katakan. "Apa, apa Ibu serius?" Padahal mereka berpikir kalau oma Erina akan sangat menentangnya.


"Mau bagaimana lagi? Perasaan Vano sudah seperti itu, lagi pula selama ini dia juga tidak pernah kan, berhubungan dengan seorang wanita? Hatinya pasti akan hancur kalau kita menentangnya,"


"Tapi bagaimana dengan Mahen, Bu? Dia tidak akan suka dan tidak akan membiarkan hubungan Via dan juga Vano,"


"Itu urusan dia, dan bukan kita. Suka atau tidak, Mahen harus menerimanya. Dia sudah tidak ada hak untuk melarang Via bersama dengan laki-laki lain, tanpa terkecuali Vano sekalipun."


Mama Camelia dan papa Adrian setuju dengan apa yang oma Erina katakan. Namun, bagaimana dengan keluarga besar mereka? Apakah hubungan Via dan Vano nanti tidak akan menjadi bahan perguncingan orang-orang?


"Bagaimana dengan keluarga besar kita, Bu? Mereka pasti akan menentangnya, dan akan membicarakan hubungan Vano dan juga Via. Belum lagi masyarakat julid yang selalu mengomentari hidup orang lain." Mama Camelia merasa khawatir dengan kehidupan Via dan juga Vano nantinya.

__ADS_1


Sebenarnya mama Camelia dan papa Adrian sudah memikirkan semuanya, dan mereka sudah menerima jika memang Vano dan Via bersatu. Namun, mereka tidak bisa mengatakannya karena memikirkan Oma Erina dan juga seluruh keluarga besar. Mereka pasti tidak akan setuju dengan hubungan Vano dan Via.


"Soal keluarga kita, itu biar Ibu yang mengurusnya. Yang terpenting sekarang, apakah Via juga menyukai Vano?" tanya oma Erina.


"Entahlah, Bu. Vano mengatakan kalau Via tidak mencintainya, dan wanita itu juga tidak mengatakan apapun pada kita. Sekarang biarkan tangan Tuhan yang bekerja, jika memang mereka berjodoh. Maka pasti akan dipersatukan juga."


Papa Adrian dan oma Erina setuju dengan ucapan mama Camelia. Mereka hanya bisa berdo'a agar semua masalah cepat selesai, dan baik Vano maupun Mahen. Kedua kakak beradik itu bisa mendapatkan kebahagiaan masing-masing.


Sementara itu, Mahen sedang sibuk menghubungi teman-temannya untuk meminta bala bantuan. Dia harus segera mengetahui siapa Indra yang sebenarnya dan kenapa laki-laki itu mengusiknya.


Clara yang setia berada di samping Mahen benar-benar merasa gelisah. Dia takut jika Mahen atau pun yang lainnya tahu tentang hubungannya dan Indra. "Ya Tuhan, aku mohon sekali ini saja. Tolong, tolong jangan hancurkan hidupku lagi. Aku mohon."


"Aw, sshh." Clara merasakan kram di perutnya membuat Mahen langsung menghampirinya.


"Ada apa, apa perutmu sakit?" tanyanya dengan khawatir. Dia mengusap perut Clara dengan lembut membuat rasa sakit yang wanita itu rasakan mulai berkurang.


"Kau harus banyak istirahat, Clara. Kasihan anak kita jika kau terlalu lelah."


Clara tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Kemudian Mahen menuntunnya untuk ke kamar supaya bisa istirahat.


"Wah. Perutmu sudah besar sekali, aku sudah tidak sabar untuk melihat putraku." Mahen mengusap perut Clara yang sudah berbaring di atas ranjang. Dia lalu menempelkan telinganya ke perut wanita itu untuk mendengar pergerakan sang anak


****


Dua hari kemudian, Indra kembali datang ke perusahaan bersama dengan sekretarisnya. Dia sudah tidak sabar untuk menempati posisi Mahen, dan mulai menjalankan aksinya untuk mengusai perusahaan itu.


Vano dan River yang sudah selesai menyiapkan semuanya tampak sedang menunggu kedatangan Indra di ruang kerja Mahen, karena mereka yakin kalau laki-laki itu pasti akan langsung menuju ruangan itu.

__ADS_1


Mahen sendiri juga berada di dalam sana, tentu saja atas suruhan Vano walaupun dia belum tau apa yang terjadi.


"Cepat katakan semuanya padaku, Vano! Aku tau kalau kau pasti sudah tau siapa Indra yang sebenarnya. Kenapa kau tidak mau memberitahukannya padaku?" Mahen menatap adiknya dengan kesal, tetapi di balas dengan senyum Vano.


"Baiklah, aku akan mengatakan semuanya asal kakak bisa memenuhi syarat yang aku berikan."


Mahen mengernyitkan keningnya dengan tangan terkepal. "Apa kau akan memintaku untuk merestui hubunganmu dan Via, hah? Mimpi saja, Vano. Aku tidak mau."


Vano tergelak mendengar ucapan sang kakak. "Padahal hanya aku yang bisa menolong kakak sekarang, tapi masih saja kau bersikap seperti ini." Dia menggelengkan kepalanya.


"Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan, Vano. Aku tidak menyangka kalau kau akan melakukan hal seperti ini," ejek Mahen.


"Memangnya kenapa? bukankah kakak juga memberikan syarat pada Via, agar kakak mau menemui Yara?"


Mahen terdiam dan tidak bisa membantah ucapan Vano.


"Bahkan sejak awal akulah yang menolongmu, Kak. Dan sekarang juga seperti itu. Jadi, aku berhak mengajukan syarat padamu agar kau tau caranya berterima kasih." Vano tersenyum simpul membuat Mahen membuang muka sebal.


"Aku tidak akan memintamu untuk merestui hubunganku dan Via, karna aku tidak butuh semua itu. Tapi aku memintamu untuk jangan lagi mengganggu Via dalam hal apapun, dan jangan memaksanya untuk kembali padamu. Hanya itu!"





Tbc.

__ADS_1



__ADS_2