Mahligai Cinta Yang Terbagi

Mahligai Cinta Yang Terbagi
Bab. 90. Menjadi Tawanan.


__ADS_3

Indra yang saat itu sudah berhasil keluar dari ruangan Mahen kembali dihadang oleh beberapa orang polisi, tetapi si*alnya dia dan anak buahnya menjadikan karyawan perusahaan sebagai sandra agar polisi tidak menangkap mereka.


"Jika kalian maju sedikit saja, maka kami tidak akan segan-segan untuk menembak mereka," ancam Indra sambil memegangi salah satu karyawan yang belum berhasil keluar.


Para polisi itu tidak dapat mendekati Indra yang sudah akan keluar karena adanya sandra, mereka terpaksa diam karena tahu kalau Indra dan anak buahnya tidak akan segan untuk membunuh orang lain.


Indra tersenyum simpul saat sudah berhasil turun ke lantai 1, walaupun merasa sangat lelah akibat menuruni anak tangga dari lantai 8 karena lift sudah tidak berfungsi lagi.


"Indra!" Clara yang kebetulan sedang mencari Indra langsung memanggil laki-laki itu saat melihatnya sedang menuruni anak tangga, membuat Indra langsung melihat ke arahnya.


Indra menajamkan pandangannya saat melihat Clara dan langsung menghempaskan wanita yang sedang dia jadikan sandra ke lantai.


"Apa yang sedang kau lakukan, Indra? Kenapa kau menghancurkan perusahaan ini?" tanya Clara dengan nada emosi membuat kekesalan Indra semakin memuncak.


Tanpa mengatakan apapun juga, Indra langsung mencekik leher Clara membuat wanita itu terlonjak kaget.


"Apa, apa yang kau lakukan?" tanya Clara kembali dengan tubuh bergetar.


"Diam! Beraninya kau melakukan ini padaku, hah?" teriak Indra sambil mencekik leher Clara dan menghantamkan tubuh wanita itu kedinding.


Clara memekik kesakitan saat punggung dan juga menghantam dinding, membuat perutnya ikut bereaski. "Apa, apa maksudmu, Indra? Aku, aku-"


"Kenapa kau tidak mengatakan padaku tentang rencana mereka, hah? Apa kau yang sebenarnya sudah bekerja sama dengan mereka, dan mengkhianatiku?"


Clara langsung menggelengkan kepalanya. "Sumpah demi apapun, Indra. Aku tidak tahu tentang semua ini, dan aku aku tidak pernah bekerja sama dengan mereka." Napasnya terasa sesak akibat cekikan Indra, bahkan air mata sudah mengalir dari sudut matanya menahan rasa sakit di sekitar perut.


"Pembohong!"


"Angkat tangan kalian!"


Indra dan kedua anak buahnya langsung melihat ke arah pintu keluar di mana sudah ada banyak polisi di sana.


"Angkat tangan kalian dan lepaskan dia!" teriak salah satu polisi sambil menodongkan senjatanya.


"Clara!" Mahen yang juga ada di tempat itu sangat terkejut saat melihat Clara berada di tangan Indra.


"Ma-Mahen, tolong aku!" Clara berusaha melepaskan cekikan Indra, membuat lelaki itu langsung memegang kedua tangannya dan menjadikannya sandra.

__ADS_1


"Diam atau aku akan menembakmu!"


Deg.


"I-Indra, apa yang kau lakukan? Aku bersumpah tidak-"


"Diam!"


Dor.


Semua orang tersentak kaget saat Indra menembak salah satu wanita yang dijadikan tawanan oleh anak buahnya, membuat semua orang melotot tidak percaya.


"Jatuhkan semua senjata kalian atau aku juga akan membunuhnya!" Indra meletakkan pistolnya tepat ke kepala Clara membuat wajahnya semakin pucat.


"Lepaskan dia, Indra!" teriak Mahen sambil berusaha untuk mendekati mereka, tetapi tubuhnya di tahan oleh para polisi yang ada di sana.


Vano yang mendengar suara tembakan bergegas masuk ke dalam perusahaan, dan menyuruh Via untuk tetap berada di tempat itu dan jangan pernah mendekati perusahaan.


Akhirnya Indra menjadikan Clara seorang tawanan, dia sudah tidak percaya atau pun membutuhkan wanita itu lagi.


"Cepat jatuhkan semua senjata kalian atau aku akan benar-benar membunuh wanita ini!" ancamnya lagi membuat semua polisi itu melihat ke arah komandan mereka.


Tiba-tiba semua orang tersentak kaget saat mendengar suara seseorang, mereka langsung melihat ke arah pintu di mana Vano dan River berada.


"River, tolong selamatkan Clara." Mahen langsung memohon pada River karena tahu kalau laki-laki itu adalah mantan seorang mafia.


"Untuk apa, Kak? Dia adalah anak buah Indra,"


"Apa?" Mahen tersentak kaget dengan apa yang Vano katakan, begitu juga Clara yang masih berada di tangan Indra. "Kau, kau bilang apa?"


"Mahen, tolong aku!" teriak Clara membuat Mahen langsung melihat ke arahnya, begitu juga dengan Vano yang memasang wajah sinis.


"Diam kalian semua atau aku akan benar-benar membunuh wanita ini!" ancam Indra lagi sambil memukulkan pistolnya ke kepala Clara.


"Sudah aku katakan bunuh saja, atau kau tidak bisa melakukannya?" tantang Vano sambil mengeluarkan pistolnya dari saku lalu menodongkannya ke arah Clara. "Kalau kau tidak bisa, maka biar aku yang melakukannya!"


Semua orang sangat terkejut dengan apa yang Vano katakan, terutamq Mahen dan juga Clara.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" bentak Mahen sambil mencoba merebut pistol Vano.


"Lepas, Kak. Biarkan saja wanita itu mati, dia yang sudah memasukkan laki-laki itu ke dalam perusahaan dan mencoba untuk menghancuroan kita," ucap Vano.


"Diam, Vano! Aku tidak peduli siapa dia, tapi aku tidak mau terjadi sesuatu dengan anakku!" teriak Mahen membuat Vano langsung diam, sementara Clara benar-benar terpukul karen Mahen hanya peduli dengan anaknya saja.


Indra yang melihat pertengkaran mereka semakin murka, dia melepaskan tembakan ke arah atas untuk kembali memberi ancaman membuat semua orang kembali diam.


"Aku mohon jangan sakiti anakku," pinta Mahen.


"Suruh mereka untuk memberi jalan padaku atau aku akan membunuh anakmu ini!" Indra mengarahkan pistolnya ke perut Clara, sementara anak buahnya yang lain menodongkan pistol ke kepala wanita itu.


Mahen terus memohon pada polisi agar membiarkan Indra dan anak buahnya pergi, sementara River sedang berusaha untuk mencari celah agar bisa melakukan serangan.


River melihat ke arah Felix yang berada diujung tangga yang mengarah ke lantai 1, ternyata laki-laki itu dan beberapa polisi yang lain baru bisa mendobrak pintu yang sengaja dikunci oleh Indra.


River lalu memberikan isyarat pada Felix untuk melakukan serangan dari belakang, sementara dia sendiri akan menyerang dari depan dan berusaha untuk menyelamatkan Clara.


Felix mengangguk paham, dia lalu memerintahkan beberapa orang anak buahnya untuk bersiap menjalankan rencana River.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya River memberikan kode pada Felix untuk menyerang Indra yang sedang fokus pada Mahen.


Dor


Dor


Dor


"Tidak, Clara!"





Tbc.

__ADS_1


Mampir juga ke karya Collab aku dan teman aku ya 😍



__ADS_2