Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 100 Salah Deni


__ADS_3

" Sekarang pulang lah ! " . Seorang lelaki berkata pada Firma .


Firma ketakutan sembari memakai pakaian nya yang berserakan di samping nya . Hati nya sangat pedih , kenapa ada orang asing di sebelah nya yang hanya memakai celana kolor dan bertelanjang dada .


" Hei ! kamu bisa dengar kan ? " . Laki - laki itu mengulangi nya .


" Pu pulang kemana ? naik apa ? " . Tanya Firma tergagap .


Firma masih bingung dengan apa yang sudah di alami nya . Dia juga bingung sedang berada di mana , pulang pun tak tahu harus naik apa karena dia tak memegang uang sepeser pun .


" Di luar ada taksi yang akan mengantar ke tempat tinggal mu , oya terima kasih pelayanan hot nya lain waktu datang lah kemari jika kamu ingin melakukan nya lagi " . Perkataan laki - laki itu membuat Firma semakin muak dan sedih .


Di luar sebuah mobil yang di perkirakan Firma sebagai taksi online sudah menunggu , Firma langsung masuk dan duduk di kursi penumpang , tak ada kata yang dia ucapkan selain merenungi musibah yang baru saja dia alami .


Dia berpikir sebenar nya apa yang sudah di lakukan Deni suami nya sehingga sepeninggal dia banyak nestapa yang menghampiri nya .


Hampir setengah jam perjalanan Firma menuju rumah Tania , dia membuka pagar yang memang tidak terkunci .


" Mbak Firma , dari mana kamu malam - malam begini , kenapa gak pamit saya kalau mau keluar ? " . Firma di kejut kan dengan pertanyaan Tania saat dia membuka pintu utama dan masuk ke dalam rumah .


Firma ingin menceritakan kebenaran yang di alami nya , tapi mulut nya terkunci rapat karena di belakang Tania ada Roby yang melotot dan meletakkan telunjuk nya di leher seolah mengancam akan membunuh nya jika Firma berkata jujur .


" Maaf bu , saya mencari - cari apotik perut saya tiba - tiba nyeri , ingin bertanya pada ibu saya ndak tega sebab ibu pasti sudah terlelap " . Jawab Firma berbohong .


Kemudian dia segera pamit dan berlalu ingin segera masuk kamar dan membersihkan diri . Setelah berganti pakaian dia menghampiri kedua bayi yang beberapa lama dia tinggal kan . Ada rasa sesal dalam hati karena mengikuti ajakan Roby .


Roby beralasan akan belanja kebutuhan dapur supaya Firma bisa membuatkan makanan untuk mereka esok hari nya , Roby juga berbohong kalau itu atas permintaan Tania istri nya .


Firma yang hendak pamit pada Tania di cegah oleh Roby dengan alasan Tania sudah tidur lebih awal setelah minum obat .


Di ruangan lain , terjadi perdebatan antara Roby dan Tania .

__ADS_1


" Perempuan seperti itu yang kamu bilang perempuan baik - baik sehingga kamu percayakan sebagai ibu susu buat anak kita ? , apalagi keluar malam - malam dan pulang dalam keadaan berantakan " . Roby memprotes keputusan Tania menerima Firma untuk merawat putra mereka dan tinggal di rumah itu .


" Sudah lah mas , dia itu baik dan polos , dia juga merawat dengan baik anak kita , bahkan rumah ini juga jadi bersih dan rapi karena nya , apa yang mas ragukan dari dia ? " . Bantah Tania .


" Kalau dia perempuan baik - baik untuk apa dia sengaja keluar malam - malam sampai selarut ini , untuk apa dia keluar kalau bukan untuk bersenang - senang ? " .


Telinga Firma sudah tidak kuat mendengar perdebatan mereka , " Apa maksud bapak mengatai saya seperti itu ? bukannya ba .... " .


" Diam kamu , gak usah ikut campur rumah tangga kami ! " . Bentak Roby .


" Saya harus katakan ! " . Seru balik Firma .


" Mbak Firma , tolong katakan yang sebenar nya " . Tania sudah terlanjur penasaran dengan yang di katakan Firma .


Firma memikirkan kembali akibat dari kejujurannya yang bisa saja menghancurkan rumah tangga Tania . Dia tak tega melakukan nya , akhir nya dia memilih tak menceritakan kebenaran nya .


" Saya memang mencari apotik tapi karena sudah malam tak ada orang yang bisa saya tanyai sampai akhir nya saya memutuskan untuk kembali pulang tapi saya bingung karena jalan menuju rumah ini banyak gang , saya nyasar dan baru bisa sampai ke alamat rumah ini karena bertanya pada orang yang kebetulan lewat " .


Beberapa hari kemudian .....


Terdengar pintu di gedor dari luar , Firma yang baru saja menidurkan kedua bayi di kamar nya langsung ke ruang depan untuk melihat siapa yang datang .


Rupanya Roby pulang lebih awal dan masih dengan perlakuan sinis nya pada Firma .


" Ngapain aja sih , buka pintu lama banget " . Gerutu Roby sembari berlalu .


Firma pun segera berlari ke kamar nya karena mendengar Saira menangis . Tanpa di sadari kalau ada yang memperhatikan nya di luar pintu .


Roby menelan air liur nya melihat Firma menyusui Saira , pemandangan yang mampu membuat tubuh bagian bawah nya menegang .


Tangis Saira membuat Firma lupa kebiasaan nya yang selalu mengunci pintu kamar dari dalam .

__ADS_1


Roby segera masuk ke dalam kamar istri nya . Dia ingin melancarkan aksi jahat nya tentu nya dengan memberi minum pada Tania terlebih dulu dan membubuhkan sesuatu yang akan membuat Tania bisa tidur dengan cepat .


" Nih aku ambilkan minum " . Roby menyodorkan nya segelas air putih pada Tania .


Roby selalu mengambilkan air minum sebelum tidur untuk Tania , jadi Tania tak curiga sedikit pun pada suami yang sudah di nikahi nya selama 10 tahun itu .


Mengetahui istri nya sudah tertidur pulas , Roby segera ke kamar Firma .


Di lihat nya Firma masih menyusui Saira , tanpa berlama - lama Roby segera masuk ke kamar Firma dan mengunci pintu nya dari dalam .


" Pa pak Roby kenapa di kunci ? " . Firma yang baru menyadari kehadiran Roby terkejut .


" Layani aku seperti waktu itu " . Pinta Roby yang kali ini dengan suara lembut nya .


" Keluar pak , tolong jangan lakukan itu pada saya " . Firma memohon .


" Jangan banyak bicara dan jangan sampai istri ku tau hal ini " .


Firma menutup kancing baju nya dan meletakkan dengan berhati - hati Saira yang sudah terlelap dalam box bayi di sebelah Reyhan .


Roby memeluk Firma dari belakang dan tentu Firma berontak untuk melepas kan diri dari pelukan Roby .


" Tolong lepaskan saya pak , apa salah saya pada bapak ? " .


" Salah mu karena kamu istri nya Deni " .


" Saya mohon pak , tolong lepas kan saya , saya janji akan pergi dari rumah ini kalau bapak ingin kami berdua tak lagi di sini " . Firma tetap memohon .


" Kamu layani aku atau aku sakiti anak mu ? " . Bisik Roby sembari menjilati telinga Firma .


Firma ketakutan dengan ancaman Roby, ingin dia teriak tapi tentu tak akan ada yang menolong nya .

__ADS_1


__ADS_2