Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 106 Gagal Kabur


__ADS_3

Firma bingung tak tahu harus lakukan apa .


" Sudah saya mau pulang " . Kata perempuan itu , yang tentu saja mengejutkan lamunan Firma . Firma berdiri dan menahan pintu kamar supaya tidak di tutup dan di kunci .


" Tolong jangan di kunci " . Ujar Firma .


" Lepaskan pintu nya ! " . Bentak perempuan itu sembari menutup paksa pintu dan langsung mengunci nya .


Firma berdiri terpaku beberapa saat , kemudian dia teringat dengan batu yang dia lempar di kolong ranjang . Ternyata batu itu menggelinding masuk cukup jauh membuat Firma harus bersusah payah merangkak di bawah kolong agar bisa mengambil batu tersebut .


Setelah mendapatkan batu nya , Firma segera mendekati jendela yang tampak retak sedikit itu . Berkali - kali di hantam kan nya batu dalam genggamannya yang mengakibatkan retakan semakin lebar .


Firma kelelahan , tenaga nya terkuras terlebih dia tidak mengisi perut nya dulu tadi .


" Kaca ini kenapa susah sekali di pecahkan " . Firma bergumam , sesekali mata nya melihat keluar kalau saja ada orang yang melihat ke arah nya .


Dia berjalan mundur dan terduduk di tepi ranjang , berusaha memikirkan cara untuk bisa keluar dari rumah itu .


Sementara di rumah nya , Sari menghubungi Roby .


{ Mas , apa kamu sudah sampai di rumah ? } . Tanya nya melalui pesan .


{ Ya , aku sudah sampai rumah } . Balas Roby .


{ Istri mu mencari mu di sini mas } . Sari melaporkan pada Roby kalau Tania berada di rumah nya .


 { Bersikap biasa saja dan jangan bicara yang membuat nya semakin curiga } .


{ Oya mas , kamu gak lupa kan kalau nyuruh orang buat jaga perempuan kampung itu ? } .


{ Sudah sayang , aku sudah urus itu jangan khawatir , dia akan menerima pembalasan seperti yang kamu inginkan } .


Roby dan Sari terus berbalas pesan tanpa mengenal waktu . Roby memang selalu punya waktu buat Sari sejak Deni meninggalkan Sari . Roby lah yang selalu menemani Sari .


Sari juga aneh , dia selalu iri dengan kebahagiaan orang lain . Meskipun sudah menikah dengan Deni , dia tetap iri dengan Tania yang menjadi istri Roby . Padahal Deni juga tak pernah melarang Sari melakukan apapun , Deni juga tak tanggung - tanggung memenuhi kebutuhan Sari , apapun yang di minta Sari di penuhi nya .

__ADS_1


{ Sebentar aku terima telepon dulu } . Ponsel Roby berdering .


{ Dari siapa mas ? } .


Roby tak membalas pesan Sari , dia langsung menerima telepon .


" Gawat perempuan itu ... " . Suara dari seberang .


" Ngomong yang jelas ada apa , ? " . Roby setengah berteriak .


" Itu pak , perempuan itu mencoba kabur dengan memecahkan kaca jendela , tapi kaki nya malah berdarah dan sekarang dia pingsan pak " .


" Huh bikin repot saja " . Ujar Roby yang tak menyadari sedari tadi telah di kuping oleh Tania .


" Siapa mas yang merepotkan , apa itu mbak Firma ? , di mana dia sekarang , atau aku akan melaporkan hal ini pada yang berwajib ? " . Tania mulai mengancam Roby karena sudah habis kesabaran .


Roby buru - buru mematikan sambungan teleponnya .


" Sejak kapan kamu di sini ? " . Roby merasa gugup karena Tania berdiri tepat di belakang sofa yang dia duduki .


" Bukan siapa - siapa hanya orang kantor " . Roby beralasan .


" Oke kalau gitu aku mau mencari siapa yang sudah menghamili mbak Firma " . Dengan berjalan meninggalkan Roby dia masih sempat melihat raut wajah khawatir pada diri Roby .


" Gawat kalau istri ku sampai tau kebenaran nya , apa aku habisi saja ya perempuan itu , tapi bagaimana cara cuci tangannya , dasar perempuan sial kenapa dia gak pake alat kontrasepsi sih " . Roby merasa kacau dengan yang ada dalam pikirannya .


Roby segera memberi kabar Sari tapi tak ada balasan dari nya , sampai akhir nya dia kirim pesan lagi .


{ Apa kita habisi saja perempuan kampung itu , tapi bagaimana cara nya ? } .


Sari masih belum juga memberi balasan , rasa yang ada dalam pikiran Roby semakin campur aduk dan khawatir .


Di tempat Firma di sekap , dia hanya berpura - pura pingsan . Kaca yang di coba pecahkan sudah pecah berkeping - keping , kamar yang tadi nya kedap suara sudah bisa terdengar keluar .


Saat kaca pecah dia sudah hendak kabur tapi orang yang di tugaskan menjaga melihat yang di lakukan Firma , sehingga Firma segera merebahkan diri dan berpura - pura pingsan . Di kaki Firma .emang ada darah terkena pecahan kaca .

__ADS_1


" Bangun ! " . Teriak seorang perempuan yang sudah berada di sebelah nya .


" Huh , pake kabur segala sungguh keras kepala , sekarang malah pingsan " . Gerutu perempuan itu .


Setelah berusaha membangunkan Firma dan masih juga belum bisa , perempuan itu menghubungi Roby akan tetapi Roby tak memberikan perintah untuk berbuat apa .


" Harus bagaimana ini , lagian pak Roby aneh - aneh saja pake menyekap orang segala , siapa sih perempuan ini " . Perempuan itu sudah habis kesabaran akhirnya dia mengambil segelas air dan menyiramkannya ke wajah Firma .


BYUURR !


Firma pun membuka mata dan mengelap wajahnya dengan telapak tangan . Dia duduk dan bertanya .


" Sebenarnya apa salah saya , kenapa saya di sekap di sini ? " .


Melihat perempuan itu hanya diam , Firma pun mengeluarkan kalimat lagi .


" Kamu orang yang di suruh pak Roby kan , kenapa kamu gak bunuh saya saja ? " .


" Mana bisa begitu , aki cuma di tugaskan menjaga mu " . Jawab perempuan itu sembari mengambil kotak obat .


" Nih , obati sendiri luka mu , di dalam nya ada perban juga " . Perempuan itu memberikan kotak obat pada Firma .


Firma menurut saja ,dia membersihkan luka nya kemudian mengobati nya . Dia berpikir untuk tidak mencoba kabur .


Yang dia lakukan tadi sudah cukup berbahaya terlebih mendengar percakapan perempuan tadi dengan Roby .


Dia masih berpikir tentang apa tujuan Sari dan Roby pada nya . Kenapa Sari membalas dendam di saat Deni sudah tiada , atau kah kematian Deni juga rekayasa dari mereka .


Tak mungkin diri nya menuduh tanpa bukti , yang terpenting bagi nya dia harus selamat dulu dan jangan sampai Sari dan Roby gelap mata dan membunuh diri nya .


" Aku akan mencari cara lain untuk pergi dari sekapan mereka , tapi bagaimana dengan Saira , bunda kangen sama kamu nak , mudah - mudahan bu Tania selalu menjaga mu " . Firma membatin dan mulai menangis dalam hati nya dengan tanpa bersuara .


" Bagaimana , apa sudah selesai di obati luka nya ? " . Tanya perempuan yang sedari tadi mengawasi nya .


Firma hanya menyodorkan kembali kotak obat tanpa menjawab apa - apa .

__ADS_1


" Sana istirahatlah , aku akan membersihkan pecahan kaca ini dan ingat jangan coba - coba untuk kabur lagi , kamu hanya akan melukai diri kamu sendiri kalau kamu masih keras kepala dan nekat " . Perempuan itu memperingatkan Firma agar tidak melakukan hal bodoh lagi .


__ADS_2