Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 14 Atasan Galau


__ADS_3

Dua minggu kemudian Firma sudah makin terbiasa dengan keadaan rumah tangganya , lebih tepatnya 8 bulan sudah usia pernikahannya dengan Agus .


Sikap Agus makin menjadi saja tapi sudah hal yang tidak mengherankan bagi Firma kalau suaminya setiap berada di rumah selalu sibuk dengan Liya lewat ponselnya , entah Agus yang menelepon atau Liya yang lebih dulu menghubungi Agus , bagi Firma dua - duanya sama saja .


" Hey ..!!! Melamun terus .. ! " . Atasan Firma tiba - tiba sudah berada disamping Firma .


" Mm ... maaf mas saya gak ngelamun kok , saya sedang hitung pemasukan dan pengeluaran minggu ini saja ... " . Firma membela diri padahal yang diucapkan atasannya ada benarnya .


" Sore nanti ada acara gak ? " .


" Gak ada sih mas tapi mau masak aja sebab mertua mau datang " .


" Fir , ada waktu kosong gak ? " .


" Hari ini mas ? , kalau hari ini maaf ya gak bisa , mau hitung perolehan minggu ini sekaligus 2 minggu terakhir , kalau besok InsyaAllah " .


" OK aku tunggu besok ya jam istirahat di kafe seberang jalan " .


" Siap mas ..!! " .


Malamnya , Deni memiringkan badannya menghadap dinding , merasa tidak nyaman dia balikkan badannya menghadap langit langit kamar , setelah membolak balikkan badannya akhirnya Deni duduk menyandarkan punggungnya ke dinding .


Dia membayangkan sosok Firma yang tidak banyak bicara , berparas cantik meski tidak ber make up , selalu menggunakan baju panjang yang nyaris hanya memperlihatkan telapak tangan dan punggung tangan saja .


Firma memang tidak berhijab tapi dia sejak kecil lebih merasa nyaman menggunakan pakaian - pakaian panjang .


" kenapa aku jadi memikirkan Firma ? " . Gumam Deni sambil menarik selimut menutupi kakinya karena hawa malam mulai dingin sejak turun gerimis sejam lalu .


Sampai terdengar adzan Subuh Deni belum juga memejamkan matanya . Dia mulai terpesona sosok Firma , jantungnya selalu berdetak lebih cepat setiap melihat kehadiran Firma .


Deni adalah laki - laki lajang berusia 32 tahun yang sudah terbilang matang untuk berumah tangga . Deni pernah patah hati oleh satu gadis karena penghianatan setelah berpacaran 4 tahun lamanya . Sejak itu Deni memilih fokus pada karir , tidak banyak yang tahu bahwa Deni adalah putra tunggal seorang konglomerat , dia memilih mencari jalannya sendiri dengan menjual buku - buku bekas dan baru daripada mendompleng nama besar orang tuanya .


Di kecamatan dan kabupaten lain Deni membuka usaha kuliner yang berawal dari hobinya nongkrong dan kuliner . Dia memang perokok berat awalnya tapi sejak bertemu untuk pertama kalinya dengan Firma , pelan - pelan dia mengurangi kebiasaan merokoknya .


Kriiiiing ..!!!! Kriiiing ..!!!!

__ADS_1


" Jam berapa bos kok belum datang , hari ini ada pemasok ikan yang baru , yang lama sudah pindah ke kota lain , sejam lagi dia datang " . Telepon dari Yanto anak buah sekaligus teman kecil Deni di salah satu warung kulinernya memberi peringatan padanya .


" Duh !! Kenapa bisa lupa sih , sebentar aku mandi dulu " .


" Makanya punya istri bos biar ada yang bangunin !! " .


" Aah .. Cerewet ! Sudah aku mandi dulu ! " . Deni mematikan teleponnya sepihak yang tentu membuat Yanto menggeleng - gelengkan kepalanya di sana menerima perlakuan bosnya yang selalu seenaknya .


POV. LIYA


Pagi ini kenapa dingin banget sih , mana suami baru pulang nanti sore . Aku telpon Agus sajalah .


Dering ponsel Agus memekakkan telinga padahal jam masih menunjukkan angka 6 .


"Yaa Li .. ?" . Jawab Agus masih berada dalam selimut , semalam memang ada pergulatan malam dengan istrinya , siapa yang betah dingin - dingin ada perempuan cantik didepannya , jangankan yang halal yang haram pun di embat oleh Agus yang penting tertuntaskan .


" Video Call dong aku gi pengen nih ..!! " .


" Hah sepagi ini tumben Li ? " .


" Ayolah ... Semalam aku kedinginan banget " .


Agus lama banget sih (vidio call pun dimulai) , kenapa aku jadi cemburu lihat Agus tanpa pakaian begitu , apa semalam dia bercumbu dengan istrinya ya , ah Agus hanya boleh melakukannya denganku karena Agus cuma mencintaiku .


" Ayo Li ..!! "


Aku membuka seluruh pakaianku dan merabai sendiri tubuhku , seperti biasa Agus selalu berhasil memuaskanku sekalipun hanya jarak jauh dan hanya dengan lewat ponsel seperti ini .


Aku akan mendapatkan Agus kembali , Agus harus selalu ada dalam pelukanku .


" Li .. Kapan kamu kesini ? Kamu gak pengen melakukannya disini Li ? " .


Aku terperangah mendengar pertanyaan Agus , apa yang dia maksud itu bercinta di ranjang dia dengan Firma ? .


"Maksudmu ? " .

__ADS_1


" Ya kita lakukan disini , disini sepi kalau pagi sampai sore , Firma kerja pulang jam 6 biasanya " .


" Apa aman kalau kita lakukan disitu ? " .


" Aman laaah .. Tetangga juga kerja semua " . Agus meyakinkan Liya .


" Aku pikirkan lagi nanti ya .. ? " .


Bruum ....


Ah sial mobil siapa diluar , mana masih jam segini . Mas Rudi pulang ?


" Aku matiin dulu ya , suami aku pulang " .


" OK Li aku tunggu jawabannya .." .


Segera aku mandi dan ganti baju untuk menyambut kedatangan suamiku .


"Maas .. Aku kangen " . Langsung ku peluk suamiku yang baru membuka pintu kamar . Sepertinya dia juga merindukanku , diciuminya wajah dan leherku seolah dia sedang memendam hasrat dalam dirinya .


Tanpa berbicara apa - apa lagi aku mengimbangi apa yang dilakukan suamiku , aku tahu dia sedang ingin dipuaskan dan aku juga kebetulan sedang ingin tertuntaskan .


" Aah mas .. Geli " . Kumis suamiku menusuk - nusuk di bagian dadaku . Satu tangannya yang agak kasar dan besar ******* - ***** dadaku satu lagi mencoba melepaskan pakaian tipis yang sengaja aku pakai tiap dia di rumah .


" Sayang .. Dadamu hangat .. " . Ujar suamiku sembari terus meremas dan melahap dadaku . Aku kewalahan dengan posisi berdiri seperti ini .


Puas bermain dengan dada , dia berjongkok dan melepaskan ce**** da***ku , aku sangat suka dia bermain diarea sensitif kesukaanku , tapi apa yang membuatnya tiba - tiba mau bermain dibawah sini ?


Selama ini dia merasa jijik , yang ada hanya dia yang mau dihisap batangnya tanpa mau menghisap milikku . Tapi ah masa bodoh yang penting sekarang aku harus puas .


Dua kali sudah suamiku membuatku terlena , apa yang dia minun sebelum pulang tadi kenapa bak kuda liar begini permainannya , tapi aku sangat menyukainya , andai dia seperti ini dari dulu aku tidak mungkin selingkuh dengan Agus . Aku hanya ingin dipuaskan dan hanya Agus yang bisa memuaskan aku .


Suamiku memang sangat beda kali ini , aku sangat puas bahkan aku sampai minta dipuaskan berkali - kali .


Ah nikmatnya ....

__ADS_1


Teruslah seperti ini mas , aku ingin selalu terpuaskan olehmu .


Empat jam sudah aku merasakan hal yang sangat indah dan ini pertama kalinya aku rasakan dari suamiku , permainan lembutnya , keperkasaan batangnya dan aku sampai merem melek dibuatnya merasa nikmat berkali - kali selama empat jam ini . Ada rasa ngilu dan nyeri di bagian int**ku dan rasa remuk badan ini tapi aku tak peduli , suamiku jadilah pemuasku selamanya .


__ADS_2